Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 33


__ADS_3

Perjalanan Davin masih berlanjut. Kereta Davin perlahan berhenti disebuah jalan disamping tebing yang cukup curam.


Terlihat beberapa kereta kuda juga terhenti disana.


tok. tok


Suara ketukan dipintu kereta Davin.


"Maaf tuan sepertinya jalan didepan mengalami longsor, kita harus mengambil jalan memutar yang cukup jauh.'' Kata Vorgan 1.


"Aku akan melihatnya.'' Kata Davin mulai keluar dari pintu kereta.


Terlihat tiga kereta dan karavan dengan berbagai barang terhenti disana.


"Siapa anak itu, apa yang sedang dia lakukan? Apa dia tidak bisa melihat jika jalan didepan sudah tidak dapat dilalui.''


"Biarkan saja mungkin dia sudah gila, kita hanya perlu menunggu bantuan dari kota setelah itu semua akan beres.'' Kata-kata muncul dari beberapa orang diatas kereta.


Davin berjalan melewati mereka semua, tanpa mempedulikan sedikitpun kata-kata orang-orang disana.


Tak jauh dari sana jalan yang biasanya dilewati sudah terputus hingga sepuluh meter jauhnya.


Davin mengangkat kedua tangannya kedepan, melebarkan kedua telapak tangannya. Titik-titik air muncul dari udara kosong, menyatu menjadi gumpalan air menyelimuti seluruh tanah yang longsor dibawah tebing.


Tanah kering yang terselimuti air kini menjadi lumpur. Lumpur itu perlahan naik keatas tebing, membentuk bidang rata menghubungkan jalan dari kedua arah yang tadinya terputus.


Pepohonan yang tadinya tertimbun tanah longsor perlahan ditarik oleh lumpur membuat itu sebagai pondasi disamping tebing. Davin menghilangkan unsur air didalam lumpur dan memadatkan tanah itu. Bidang datar sudah mengeras dan siap untuk dilalui.


Davin kembali menuju kekereta kudanya melewati kereta kuda milik orang lain. Tak ada satupun suara dari orang-orang disana.


"Vorgan 1 kita lanjutkan perjalanan! '' kata Davin.


"Baik tuan.'' JawB Vorgan 1.


Davin bersama para prajurit Vorgan sudah berjalan melewati kereta kuda lain.tidak mempedulikan mereka sama sekali. Tatapan keterkejutan semua orang tertuju kekereta Davin tidak ada satupun suara yang keluar dari mulut mereka.


Hari sudah hampir gelap. Seperti yang dilakukan sebelumnya, Davin memutuskan untuk bermalam dikota kedua dari tujuan perjalanannya.


Sebuah kota yang cukup besar disana sudah berada dihadapan mereka. Terdapat tulisan diatas gerbang "Kota Rosegold''.


Sebuah antrian yang cukup panjang didepan gerbang lebih panjang dari antrian saat mereka berada di kota Mirion. Bahkan Jalur khususpun juga mengalami antrian, namun tidak begitu panjang.


Bahkan harga masuk perkepala juga dipatok cukup tinggi, namun itu tidak menjadi masalah bagi Vorgan 1. Hanya perlu menunggu beberapa saat mereka sudah dapat masuk ke dalam kota.

__ADS_1


Aroma semerbak harum bunga tercium kala memasuki kota. Penasaran dengan datangnya aroma itu Liyana mengintip keluar melalui jendela kereta.


"Davin lihatlah keluar itu sangat indah.'' Kata Liyana.


"Vorgan 1, aku ingin berjalan-jalan sebentar disepanjang jalan. Carikan saja tempat penginapan untuk bermalam.'' Kata Davin lewat gelang galaksinya.


Seperti yang telah diperintahkan Davin, Vorgan 3 menghentikan kereta di pinggir jalan. Pintu kereta terbuka dan Davin keluar dari kereta. Tangannya menjulur kearah pintu kereta.


Mengetahui hal itu Liyana langsung menggapai tangan Davin mengikutinya turun dari kereta kuda.


"Davin kita akan pergi kemana?'' Tanya Liyana.


"Kita akan menginap dikota ini, namun untuk menghabiskan sore sebelum malam datang kita akan berjalan kaki saja dari sini.'' Kata Davin.


Taman bunga berjejer sangat rapi dan indah disepanjang jalan kota. Berbagai jenis bunga ditanam sejajar sesuai jenisnya. Kota Rosegold sesuai namanya sebuah kota yang dipenuhi oleh taman bunga indah.


Namun yang paling membuat kagum Davin Dan juga Liyana. Sebuah kebun bunga yang hanya ada satu jenis disana. Bunga Mawar berwarna emas. Yang saat dihitung Jumlahnya hanya terdapat 12 bunga disana, namun semua mawar itu masihlah kuncup namun sudah siap untuk mekar.


Dilihat dari bentuknya mawar berwarna emas itu tidak jauh berbeda dengan mawar pada umumnya. Yang membuatnya berbeda hanya warna kuning seperti emas dari batang daun hingga kuncup bunganya.


Di setiap batang pohon mawar emas itu hanya memiliki satu kuncup mawar berwarna emas tidak memiliki cabang bunga yang lain.


Terdapat pagar besi tinggi yang menutupi kebun mawar emas itu. Terdapat juga beberapa penjaga yang berada disekitar pagar. Sehingga tidak ada yang dapat masuk kedalam kebun melalui sisi manapun.


"Liyana apa kau tau nama bunga mawar yang berwarna emas itu?'' Tanya Davin.


"Apa kau benar-benar tidak mengetahui bunga itu? Itu adalah bunga Rosegold. Sesuai namanya bunga Rosegold berwarna emas bahkan akarnyapun juga memiliki warna emas.


Bunga Rosegold ini sangatlah langka, bahkan karena kelangkaanya itu bunga Rosegold diperebutkan banyak orang. Kau tau kalo bunga Rosegold ini hanya berbunga setiap seratus tahun sekali.'' Kata Liyana menjelaskan.


"Lalu bunga Rosegold apa juga memiliki kegunaan atau kasiat?'' Tanya Davin kembali.


"Tentu saja, tetapi aku tidak begitu memahami tentang kasiatnya. Yang aku tau setiap kelopaknya akan diolah menjadi sebuah ramuan bersama bahan lain. Bagi para penyihir itu akan sangat bermanfaat.'' Jawab Liyana.


Hari sudah menjadi gelap. Vorgan 2 sudah mendapatkan penginapan. Mereka menuju kepenginapan yang berada tak jauh dari kebun bunga Rosegold.


Seperti biasa Vorgan 2 hanya menyewa empat kamar yang saling bersebelahan.


Penginapan terletak diatas sebuah restoran. Sehingga itu tidak menyulitkan bagi Vorgan 2 untuk mencari restoran lagi.


Setelah mereka selesai membersihkan diri mereka langsung pergi menuju restoran yang berada dilantai bawah untuk makan malam.


Di dalan restoran sudah penuh denga pengunjung, namun bagi Vorgan 2 tidak sulit untuk memesan meja yang bersebelahan.

__ADS_1


Davin duduk dan langsung memesan makanan, begitu pula dengan Liyana dan para prajurit Vorgan.


Di restoran Davin mendapatkan banyak informasi mengenai bunga Rosegold dari para pengunjung lain yang sedang berbincang.


Dari apa yang mereka bicarakan bunga Rosegold akan mekar tengah malam ini saat bulan purnama. Dan esoknya akan dilakukan sebuah pelelangan untuk bunga Rosegold itu tepat berada dikebun bunga.


Dan siapapun yang berhasil mendapatkannya akan langsung dipetik dari kebun.


Dari 12 bunga itu hanya akan dilelang 5 bunga saja. Sedangkan untuk sisanya mereka belum mendapatkan informasi.


Pelelangan akan dihadiri oleh para pejabat negara dan para bangsawan dari berbagai wilayah. Itu sebabnya harga untuk memasuki kota dan harga mpenginapan yang Vorgan 2 sewa sangatlah tinggi namun itu tidak masalah baginya.


Davin juga mendapatkan informasi jika Raja juga akan menghadiri pelelangan tersebut, bahkan sudah memesan satu dari lima bunga yang dilelang.


Setelah mereka menyelesaikan makan malam Davin meminta kepada Liyana dan Vorgan 1 untuk menuju kekamarnya.


Di dalan kamar Davin.


"Aku ingin menunjukkan sesuatu kepada kalian berdua.'' Kata Davin dengan tatapan serius.


Dari gelang galaksi Davin muncul cahaya proyeksi berbentuk mawar. Lalu Davin menyentuh gambar itu. Sebuah mawar berwarna emas lengkap dengan batang dan akarnya sudah berada ditangan Davin.


Liyana dan Vorgan 1 hanya terdiam menatap bunga berwarna emas itu. Mereka juga mengusap matanya beberapakali memastikan jika apa yang mereka lihat itu adalah nyata.


"Davin sejak kapan kau bisa mencurinya dari kebun, padahal sepanjang hari aku selalu bersamamu. Jangan-jangan kamu mengambilnya saat kita semua sedang mandi.'' Kata Liyana yang mencurigai Davin.


"Tunggu nona Liyana bunga Rosegold yang ada pada tuan Davin berbeda dengan yang ada didalam kebun kota ini. Lihatlah ukuran batang dan kelopaknya itu jauh lebih besar.'' Kata Vorgan 1.


"Tadinya aku juga ingin memberikan bunga ini kepada tabib kita yang ada didesa namun aku merasakan energy yang terpancar dari bunga ini lebih kuat dari tanaman yang lain. Sehingga aku lebih memilih untuk menyimpannya.'' kata Davin.


"Maafkan aku Davin telah menuduhmu mencurinya.'' Kata Liyana setelah mengamati dengan seksama bunga yang dibawa Davin.


"Tidak apa Liyana. Vorgan 1, besok pagi hubungi pelelang bunga Rosegold aku ingin menemuinya.'' Kata Davin.


"Baik tuan Davin.'' Jawab Vorgan 1.


kemudian mereka pergi dari kamar Davin menuju ketempat mereka masing-masing.


Davin masih memandangi bunga yang ada ditangannya. Merasa tidak ada lagi yang dapat dia lakukan terhadap bunga itu Davin memasukannya kembali kedalam gelang galaksinya.


Bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2