Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 11


__ADS_3

Di sebuah hutan tak jauh dari aliran sungai yang tenang, sebuah pertempuran tak seimbang antara anak usia 5 tahun dengan gerombolan serigala.


Yang dikira seorang anak akan menjadi mangsa oleh para binatang namun malah sebaliknya. Anak itu dapat melawan para gerombolan serigala bahkan mengungguli mereka.


bug. boom


Davin memukul pemimpin serigala itu menggunakan sisi pedangnya yang membuatnya terlempar jauh menabrak pohon hingga pohon itu tumbang.


Davin tidak ingin langsung membunuh serigala itu, lebih tepatnya ingin membuatnya patuh terhadap dirinya. Karena Davin membutuhkan informasi mengenai hutan ini.


Pemimpin serigala merasa geram langsung bangkit berdiri. Namun tepat di hadapannya sudah ada Davin yang sudah langsung menghampiri pemimpin serigala itu.


Davin memukul kembali pemimpin serigala dengan sisi pedangnya dari atas, hingga tubuh pemimpin serigala tersungkur ketanah.


Davin tidak langsung mengangkat pedangnya, namun membiarkan pedangnya berada di punggung pemimpin serigala.


Tepatnya menindihnya dengan pedang Davin. Alhasil serigala itu merasa seperti tertimpa gunung tidak dapat bergerak sama sekali.


Para bawahan serigala lain bergidik ngeri, melihat Davin dengan mudahnya mengalahkan pemimpin mereka. Tidak ada yang berani mendekat sama sekali, mereka hanya melihat Davin dan pemimpinya dari kejauhan.


“Aku bisa saja membunuh kalian semua saat ini dengan sangat mudah. Namun sebenarnya aku adalah seorang yang pengampun. Meskipun kalian ingin membunuhku. Tapi aku tau kalian hanya ingin berburu mencari makan.


Sialnya kalian bertemu denganku. Jadi aku tawarkan dua pilihan untukmu dan bawahanmu. Mati atau patuh!”


Davin berkata sambil mengeluarkan sedikit aura membunuhnya yang dia dapatkan dari pedangya, tepatnya itu aura membunuh milik Aldous. Yang baru saja Davin ketahui jika itu bisa di lakukan.


Pasalnya jiwa Aldous sudah mengakui Davin. Tidak hanya itu, kemungkinan kekuatan dan skil milik Aldous bisa saja dia transfer kedalam tubuhnya. Tapi itu masih dalam pemikiran Davin saja.

__ADS_1


Masih menatap dingin pemimpin serigala itu, menarik kembali aura membunuhnya Davin mengangkat pedangnya keatas, namun bukan untuk melepaskan pemimpin serigala, melainkan untuk menebasnya.


“ba.baik.a.aku menyerah jangan bunuh kami, kami akan patuh” Pemimpin serigala itu tertunduk sujud di hadapan Davin, masih mengatur nafas karena tekanan dari aura membunuh milik Davin.


Yang di ikuti serigala lain yang sudah berada di tempat pertempuran mereka berdua karena kekhawatiran terhadap pemimpin mereka.


“Dia bukan anak biasa, dari aura membunuhnya saja berapa banyak nyawa yang telah melayang ditangannya. Aku tidak ingin memprovokasinya.” Batin pemimpin itu.


Davin memasukkan kembali pedangya kedalam gelang galaksi. Membuat pemimpin serigala terkejut.


“sihir? Tidak hanya kuat dia juga bisa menggunakan sihir.” Batin pemimpin serigala.


“Jadi tuan apa yang anda inginkan dari kami.” Tanya pemimpin serigala dengan sangat hati-hati.


“Tidak ada. Tunggu hingga esok tiba, aku ingin beristirahat. Dan juga singkirkan mayat para bawahanmu itu.” Kata Davin meningalkan para serigala menuju ke tendanya yang tak jauh dari sana.


Tanpa memikirkan kembali para serigala tadi Davin sudah terlelap didalam tendanya tanpa ada gangguan sedikit pun.


Keesokan harinya Davin sudah terbangun dari tidurnya.


”Oahem. Dibandingkan mengolah mana untuk tetap terjaga, tidur tetaplah yang terbaik.” Kata Davin. Kemudian menuju sungai, melepas semua pakainnya berniat untuk mandi di dalam sungai itu.


Sambil menangkap beberapa ikan, namun kali ini menggunakan tombak untuk menombak ikan. Davin mengakhiri mandinya karena ingin segera menyantap ikan tangkapannya. Bergegas mengenakan kembali pakainya.


Menyantab beberapa ikan bakar tangkapanya Davin teringat kepada para serigala yang dia tinggalkan semalam tak jauh dari sana.


Mengakhiri sarapannya Davin memasukkan segala peralatannya kedalam gelang, beranjak menghampiri pemimpin serigala yang ternyata masih berada di tempat terakhir kali Davin meninggalkannya.

__ADS_1


“Selamat pagi tuan. Apakah istirahat anda menyenyakkan.” Tanya pemimpin serigala menundukkan kepala dengan sangat sopan.


“Kau masih ada disini? Apa kau tidak ingin kabur? Sepertinya kalian telah menjaga ku dengan baik.” Kata Davin yang menatap dingin pemimpin serigala.


“Tidak berani tuan kami tidak berani melawan perintah tuan.” Kata pemimpin serigala masih dengan kepala tertunduk.


“Aku adalah Davin Lancaster anjing kecil perkenalkan dirimu.” Tanya Davin kepada pemimpin serigala.


“Tuan Davin nama saya adalah Hariric pemimpin dari kawanan berburu serigala tanduk perak.


Sebenarnya kami tidak memburu manusia. Kami hanya memburu binatang lain. Sudah hampir satu bulan kami tidak dapat menemukan binatang buruan. Jika itu berlanjut akan membuat koloni kami kelaparan.


Dan jika hal ini terjadi secara terus menerus secara perlahan kami akan punah.


Itu dikarenakan kami telah kehilangan dewa pelindung kami yang melindungi sebagian besar hutan ini. Sehingga itu membuat para monster mulai berani masuk kedalam hutan dan telah burburu dihutan ini, sebagian binatang pergi meninggalkan hutan karena terusik dengan keberadaan para monster.


Meskipun kami dapat keluar dari hutan ini untuk mencari makanan, namun ada sebuah peraturan yang melarang kami pergi atau keluar dari hutan untuk berburu.


Mohon maaf tuan Davin Jadi dengan terpaksa kami memburu anda.” Kata Hariric yang tanpa berani menatap Davin.


Terlintas sebuah pikiran dalam benak Davin. "selama aku hidup hanya mempelajari tentang ilmu pengetahuan, sains dan teknologi. Kini aku ingin mengubah pola hidupku.


Sebuah petualangan.


Aku sudah tidak sabar apa yang terjadi setelah ini.'' Davin merasa sangat bersemangat memikirkannya.


Bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2