Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 20


__ADS_3

Prajurit Vorgan


Satu minggu setelah penyerangan para bandit.


"Tuan aku merasakan ada pergerakan diarea pegunungan tempat markas para bandit berada. Dari aromanya itu sama dengan penyihir yang menyerang desa.'' Se ekor serigala dengan besar tubuh 3 kali lipat dari besar seekor sapi sedang melaporkan hasil pengamatannya kepada tuannya di sebuah halaman rumah.


"Bagus Hariric, ayo segera kita hampiri penyihir itu.'' Segera Hariric dengan cepat membawa tuannya yaitu Davin menuju ketempat yang di maksud.


Sebuah hutan di lereng gunung tempat para bandit bersembunyi. Seorang penyihir menggantung seorang gadis, tanganya di ikat pada sebuah batang kayu badan hingga kakinya di biarkan menggantung. Seluruh badannya sudah kering tersisa hanya tertinggal tulang dan kulit saja. Davin mengintai dan mengamati dari arah kejauhan apa yang sedang dilakukan penyihir itu.


Kabut berwarna merah pekat menyelimuti tubuh gadis itu. Gadis itu tampak ingin berteriak namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Badannya meronta-ronta sepertinya merasakan rasa yang amat sangat menyakitkan.


Perlahan kabut yang menyelimuti tubuh gadis itu masuk kedalam sebuah kristal merah yang menyatu pada pangkal tongkat. Sebuah tongkat sihir digenggam oleh seorang penyihir.


Gadis itu kini sudah tidak bergerak lagi. Organ vitalnya sudah tidak menampakkan tanda-tanda kehidupan.


"Bocah sialan itu telah menguras banyak energi kristal darah suci. Setalah mengisinya kembali aku akan pergi menghancurkan desa itu. Akan aku ambil semua gadis yang ada disana. hahaha.'' Suara seperti seorang nenek-nenek menggema diseluruh area itu.


Perlahan penyihir itu membuka tudung jubahnya. Wajah seorang nenek tua terlihat dari balik tudung.


"Maaf nenek tua, sebelum kau lakukan hal tidak-tidak terhadap desa itu, sepertinya aku akan lebih dulu membunuhmu.'' Kata Davin muncul Dari balik pepohonan.


"Bocah sialan tak perlu mencarimu kau sendiri datang menghantarkan nyawa. Saat itu aku memang sedikit mengalah karena energy ku sudah terkuras habis.'' Kata penyihir tua itu.


Sebuah kabut merah muncul dari tongkatnya menyelimuti tubuhnya. Kabut perlahan menghilang menampilkan seorang wanita muda cantik berkulit halus yang berbeda dengan penampilan sebelumnya.


Sebuah bola api muncul dari tongkat penyihir itu, langsung di lemparkan dengan cepat ke arah Davin.


Sontak Davin memunculkan sebuah tembok untuk menghadang serangan itu.

__ADS_1


"Darimana kau dapatkan kekuatan besar itu tanpa menggunakan kristal mana? Sepertinya tubuhmu sedikit istimewa. Sudah lama aku tidak mendapat harta karun seperti ini. Kemarilah bocah siapa namamu tak perlu melawan. Aku tidak akan menggigit.'' Kata penyihir itu tersenyum kepada Davin, senyuman manis yang menyembunyikan kejahatan.


"Tetaplah disini Hariric, aku akan melawannya dia bukanlah tandinganmu.'' Kata Davin kepada Hariric.


"Nenek tua aku menginginkan batu yang ada di tongkatmu itu, bisa kau memberikannya padaku." Kata Davin menghampiri sang penyihir.


"Serahkan nyawamu akan aku tukar dengan tongkat ini.'' Kata sang penyihir memunculkan kembali bola api, kini lebih banyak dari sebelumnya.


bom. bom. bom.


Tak satu pun dari serangannya mengenai Davin.


Sebuah petir muncul dari telapak tangan Davin.


Duar.


Satu sambaran petir tepat mengenai sang penyihir. Untung penyihir itu sudah melindungi tubuhnya dengan kabut merah yang aneh. Namun masih tetap tidak dapat menghalau seluruh serangan Davin. Penyihir itu mengalami luka yang cukup serius.


Merasakan sebuah dejavu Davin lekas menghampiri dan menangkap tongkat sang penyihir. "Mau pergi kemana kau penyihir tua? '' Kata Davin sudah menangkap tongkat sang penyihir. Kabut menghilang namun Davin sudah tidak melihat penyihir itu disana.


Davin mengerutkan kedua alisnya. Namun Davin tidak ingin mengajarnya karena di telah mendapatkan apa yang dia inginkan.


Seminggu setelah pertempuran dengan sang penyihir.


"ini adalah rancangan yang belum sempat aku realisasikan sebelumnya. Dengan adanya kristal aneh ini akhirnya aku bisa membuat replika kristal penyimpanan mana. Tak jauh berbeda dengan kristal energy yang aku pernah buat sebelumnya.


Kuharap Justus membawa penempa terbaik dari kota.'' Gumam Davin, Di mejanya terdapat banyak kertas yang sebagian terjatuh di lantai.


***

__ADS_1


Kembali ke waktu semula.


Satu bulan yang lalu Davin membuat sebuah rancangan baju Zirah yang pernah dia rancang sebelumnya di bumi. Rancangan yang Davin buat kali ini disesuaikan dengan kondisi, desain dan kemajuan teknologi didunia ini.


Sebuah Zirah seperti pada umumnya. Namun jika zirah itu di aliri energy mana maka zirah tersebut dapat menjadi lebih ringan dan meningkatkan kekuatan pemakainya.


lima orang pemuda mengenakan zirah ketat sangat di sesuaikan dengan bentuk dan lekuk yang menutupi seluruh tubuhnya. Sebuah zirah perang hitam silver seperti layaknya kesatria. Mulai melakukan langkah kecil, berjalan, berlari, melompat. Para pemuda sangat cepat menyesuaikan diri dengan zirah itu.


Davin merancangnya sesuai dengan trend zirah perang di dunia itu. Sebuah kristal mana di tanamkan di dada zirah, yang jika di aktifkan akan mengubahnya menjadi energi gerak untuk mempermudah menggerakkan zirah.


Kristal mana pada zirah yang mereka kenakan hanya dapat bertahan selama satu hari. Davin masih meneliti dan mengembangkan kristal mana tersebut agar dapat di gunakan lebih lama.


Untuk sementara kristal mana hanya dapat diisi di sebuah alat pengumpul mana alam di kediaman Justus. Davin sudah membuat beberapa kristal mana yang tengah di isi pada alat pengumpul mana.


Membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk dapat mengisi 5 kristal mana. Sungguh sangat tidak sesuai dengan waktu penggunaannya.


Kini percobaan zirah sudah siap menuju tahap uji coba berikutnya. Secara serentak 5 pemuda berteriak "Aktifkan.''


Kristal yang ditanam pada dada zirah menyala putih terang. Kelima pemuda kini berlari mengelilingi jalanan desa sangat cepat, melompati Rumah-rumah warga dengan sangat mudah. Meninju sebuah batu sebesar gajah hingga hancur.


Kini mereka berlima telah kembali ke kediaman Justus. Mereka semua langsung berlutut di hadapan Davin.


"Justus sangat terampil dalam merekrut orang. Mereka lebih cepat memahaminya dari dugaanku.'' Gumam Davin memandangi mereka berlima yang tengah berlutut dengan kaki kanan di tekuk kedepan.


"Bangkitlah kalian semua, Mulai hari ini seluruh keamanan, keselamatan,dan perlindungan desa bergantung pada kalian, Prajurit Vorgan itulah kalian. Sesuai angka yang ada di dada kiri kalian, itulah sebutan kalian. Vorgan 1. Vorgan 2. Vorgan 3. Vorgan 4. dan Vorgan 5. Dan kau Vorgan 1, kau lah kaptennya.


Ini adalah sebuah pedang yang aku buat khusus untuk kalian. Namanya adalah katana yang akan bersingkronasi dengan zirah jika kristal mana diaktifkan. Berlatihlah dengan baik, temui aku jika memiliki kendala. Semua sudah ada didalam buku panduan, tak perlu aku jelaskan lagi. Akan aku tinggalkan kalian.'' Kata Davin beranjak meninggalkan para prajurit Vorgan.


"Baik Tuan, terimakasih atas kepercayaan yang telah tuan berikan kepada kami.'' Kata Vorgan 1 mewakili yang lain. Davin hanya mengangguk dan meninggalkan mereka.

__ADS_1


Bersambung


.


__ADS_2