Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 13


__ADS_3

Sihir Petir dan Teleportasi


Di sebuah hutan kerusakan yang besar tak terhindarkan. Sebuah pertempuran besar telah terjadi di hutan itu. Ribuan gerombolan monster mencoba menyerang hutan.


***


Davin merasa ada energi seperti sengatan listrik namun tidak menyakitkan datang dari pedang nya. Melihat bilah pedangnya Davin terkejut ada sinar seperti listrik berwarna biru cerah mengalir di pedangnya. Lebih tepatnya itu adalah halilintar.


Tidak hanya itu Davin menebaskan pedangnya ke arah monster goblin hijau yang hanya setinggi 1,5 meter.


slash


Serangan pedang Davin menjadi lebih tajam dan lebih cepat. Menyerap sedikit energi yang Davin rasakan sehingga kini Tubuhnya seperti di aliri listrik.


"Sepertinya ini adalah kekuatan milik Aldous, ini sangat menakjubkan.'' Davin merasa kagum dengan energy listrik kuat yang ada di tubuhnya.


Davin mengalirkan mana yang ada di tubuhnya menuju tangannya membuat listrik seakan meledak-ledak. Davin bergerak jauh lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah gerombolan monster. melepaskan energy dari telapak tangannya.


duar.duar.duar


Sambaran petir bercabang-cabang keluar dari telapak tangan Davin langsung menghanguskan dan membunuh puluhan monster. namun untungnya Davin mengarahkan ke arah monster tanpa ada pasukan serigala di sana.


"Inikah yang di namakan sihir. Ini lebih menakjubkan dari apa yang aku bayangkan. Tidak terlalu sulit bagi seorang master energy sepertiku, hanya perlu pengetahuan dan uji coba saja. Aku harus lebih bisa mengontrolnya.'' Senyum Davin terpancar dari telinga ke telinga.


Kini Davin hanya mengalirkan sedikit mana ke ujung jarinya saja. Ujung jari telunjuk kirinya di selimuti oleh petir yang meledak ledak. Di arahkan langsung ke monster berbentuk manusia setinggi 3 meter berkepala kerbau.


Duar.


Tubuh monster itu langsung hangus seperti terbakar karena serangan petir yang Davin lancarkan. Meskipun hanya sedikit mana yang Davin keluarkan, namun itu masih saja memberikan dampak yang cukup besar.


Hariric dan para serigala yang lain nampak kagum dengan sihir yang Davin keluarkan.

__ADS_1


Davin bergerak sangat cepat menggunakan elemen petirnya yang kali ini dia alirkan keseluruh permukaan tubuhnya. Menyambar dan memotong ratusan monster yang dia lewati.


Hanya dalam waktu semalam Davin dan para serigala berhasil membunuh ribuan monster yang datang. Beberapa monster yang ada di barisan paling belakang berhasil kabur. Meskipun Monster tidak memiliki kecerdasan, mereka masih memiliki rasa takut.


Davin tidak membunuh semuanya, namun dia ingin mengikuti kemana perginya para monster itu.


Tak jauh dari pertempuran di sana para monster kabur berkumpul ke satu titik. Davin mengikuti mereka dan memperhatikan apa yang terjadi.


Monster yang tersisa memasuki ke sebuah lubang hitam raksasa. Davin turun dari pepohonan menebas monster yang tidak berhasil kabur menuju lubang hitam itu.


Davin merasakan energy menjijikkan yang sangat kuat dari dalam lubang hitam di depanya.


Davin merasa tidak asing dengan lubang hitam itu.


"Aku merasakan energy yang sangat tidak nyaman dari dalam lubang aneh ini. Tapi aku seperti mengenal energy pada lubang hitam ini yang berbeda dari energy yang ada di dalamnya.'' Gumam Davin mencoba mengulurkan tangan menuju lubang hitam, merasakan Energynya dan menyerap sedikit energy lubang hitam itu namun bukan energy yang ada di dalamnya.


"Wah. Aku memiliki kemampuan khusus menyerap dan memanupulasi energy, ini sungguh hebat. Dan ini kenapa aku merasa familiar dengan energy lubang hitam ini. Ternyata ini seperti energy ruang, waktu dan dimensi seperti yang aku gunakan untuk membuat gelang galaksiku.'' Davin merasa takjub dengan kemampuanya sendiri.


Kini Davin sudah merasakan 2 energy berbeda dalam tubuhnya selain mana. Menggabungkan energy yang baru saja dia dapatkan dengan sedikit mana nya. Davin mengalirkan ketelapak tangannya sambil memikirkan sebuah tempat, Davin kemudian melepaskan energynya ke depan.


Sebuah lubang hitam berdiameter 2 meter muncul di depannya. Davin perlahan berhenti mengalirkan mananya, namun lubang itu seperti akan menghilang, Davin mengurungkan niatnya dan kembali mengalirkan mananya sedikit demi sedikit hingga lubang hitam itu kembali normal.


"Aku melakukannya, inikah yang di sebut teleportasi.'' Davin merasa senang, tidak menyangka dapat melakukan hal mustahil yang selama ini hanya ada dalam pikirannya saja.


Di sebuah hutan pasca pertempuran besar terdapat 4 binatang buas yang mengamati setiap sisi hutan, mereka adalah serigala tanduk perak, beruang hitam tanduk besi, harimau tanduk emas. dan buaya tanduk es. Terdapat 2 tanduk runcing di setiap kening binatang buas itu.


"Hariric dimana manusia yang telah membantu mu itu, apa mungkin dia sudah mati?'' Seekor beruang berbulu hitam di badannya ada sedikit warna putih di dadanya berdiri setinggi 4 meter lebih bertanya ke pada Hariric sambil mengamati area sekitarnya mencari seseorang.


"Grislo, tuan Davin sangatlah kuat tidak mungkin dia mati dengan mudah. Mungkin dia sedang beristirahat di suatu tempat.


Kau tau kan menghabisi ribuan monster dalam sekejap sangatlah melelahkan, apalagi kita meskipun menggabungkan 4 kekuatan sekaligus itu tidaklah hal mudah. Mungkin dia sangat kelelahan.'' kata Hariric kepada seekor beruang yang bernama Grislo.

__ADS_1


Sebuah lingkaran dengan lubang hitam didalamnya muncul di hadapan mereka ber empat. Membuat 4 pemimpin para binatang buas terkejut menjauhkan diri dan bersiap untuk melakukan serangan.


"Lubang dimensi! '' Teriak seekor harimau berbulu loreng, besar tubuhnya tak jauh berbeda dari Hariric ada dua tanduk runcing berwarna emas di keningnya.


Dari dalam lubang muncul seorang anak dengan memanggul pedang besar di pundaknya berjalan perlahan keluar dari lubang.


Hariric mengenali anak itu, dia adalah Davin. ingin menyambutnya namun sudah terlambat, 3 serangan sudah menghampiri Davin.


Davin yang mengetahui itu menggunakan sisi pedangnya memukul langsung tiga serangan yang datang.


bom. bom. bom


Hanya melihat sekilas Davin sudah dapat menebak mereka bertiga dari tanduk yang ada di keningnya, jadi Davin hanya menggunakan sisi pedangnya agar tidak membunuh mereka bertiga.


Ketiganya sudah terlempar jauh menabrak pohon ada yang terjatuh di tanah, ada yang bernasip sial menabrak batu hingga hancur.


Hariric langsung menghampiri Davin bersujud di depannya.


"Maaf kan kami tuan Davin. Mereka terlalu gegabah tidak mengetahui siapa anda.'' Kata Hariric dengan tubuh gemetaran.


"Tidak masalah, hanya kesalah pahaman kecil. Apa bisa kau bantu mereka dan membawanya kemari!'' Perintah Davin tak mempermasalahkan kejadian sebelumnya.


Hariric bernafas lega dan bergegas membantu dan memberi tahu mereka.


Keempat pemimpin pasukan sudah berada di hadapan Davin. Mereka juga bergantian meminta maaf ke pada Davin. Davin sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.


Davin meminta kepada mereka berempat untuk memberitahukan kepada pemimpin koloni mereka masing-masing. Bahwa dirinya akan secara langsung bertemu mereka dan membahas hal yang sangat penting.


Bersambung.


.

__ADS_1


__ADS_2