Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 19


__ADS_3

Membangun Desa


Satu minggu setelah penyerangan para bandit. Semua warga sudah beraktifitas seperti hari-hari biasanya.


Para pria pergi ke ladang melakukan pekerjaan. Para ibu berada di rumah memasak makanan yang bahannya dibawakan oleh suami mereka. Anak-anak bermain berlarian di jalan.


Sangat berbeda dengan kesuraman yang Davin rasakan saat pertama datang ke desa. Kini desa sudah menjadi lebih hidup.


Para binatang buas pengikut Davin, mereka berada tak jauh dari desa di ke empat sisinya seperti halnya penjaga yang menjaga sebuah desa.


"Masih ada satu masalah lagi, tapi akan aku kesampingkan hal itu. Aku akan menepati janjiku terlebih dahulu. Hobi tetaplah hobi, akan aku ubah desa ini.'' Gumam Davin tersenyum saat berkeliling desa, memeriksa kembali desa untuk merencanakan sesuatu.


Davin menemui Justus memintanya untuk mencari bahan-bahan dan peralatan yang dia ingin kan. Untuk memulai pembangunan. Davin menuliskan segala yang dia butuhkan, menyerahkanya kepada Justus berdiskusi sejenak tentang apa yang Davin inginkan.


Ada beberapa bahan dan alat yang Davin inginkan memiliki nama berbeda di dunia ini. Ada juga bahan dan alat berbeda namun memiliki fungsi yang sama. Semua permintaan yang Davin inginkan menyesuaikan dengan kemajuan jaman di dunia ini. Tak semua bahan dan alat yang Davin inginkan ada di dunia ini, maka Davin harus membuatnya sendiri.


Anehnya setelah Davin menerima sebuah ingatan di goa dulu, Davin dapat mengerti tulisan di dunia ini bahkan menuliskannya pun sangat mahir baginya.


Davin memberikan beberapa berlian putih bersih sebesar kepalan tangan orang dewasa kepada Justus untuk membeli apa yang di butuhkan Davin. Justus menyebutnya berlian putih, jika di bumi disebut intan.


Dengan kereta yang di tarik dengan 2 kuda miliknya, Justus pergi menuju kota dengan beberapa pria dari desa yang sudah berpengalaman. Dia akan kembali dalam seminggu. Davin juga meminta Justus untuk menyewa beberapa penempa terbaik dari kota.


Kota yang di tuju Justus bernama kota Alana. Sebuah kota perdagangan di dekat pelabuhan yang menyediakan berbagai kebutuhan. Kota ini berada lebih jauh dari pusat kota dari desa Vorgan.


Davin menemui Hariric. sedikit sulit menemukannya. "Setelah ini aku harus membuat alat pemanggil untuk para binatang pengikutku. Kenapa aku baru menyadarinya ya. hehehe.'' Gumam Davin terkekeh sendiri.


Davin meminta Hariric untuk menjaga Justus dari jarak jauh agar aman di perjalanan saat pergi dan juga saat kembali. Mengingat harta yang dibawa oleh Justus sangatlah berharga.


Di kediaman Justus.


"emm. Tuan Davin apakah kau melihat kemana perginya Trais? Sudah seminggu aku belum melihatnya.'' Tanya Liyana.

__ADS_1


"Panggil saja Davin, bukankah kita ini seumuran. Sedangkan untuk Trais aku juga sedang ingin mencarinya.'' Kata Davin yang memang ingin mencarinya. Davin menduga jika Liyana tidak mengetahui jika Trais kembali ke wujud aslinya. Yang kemungkinan Liyana tidak lagi menginginkannya.


Davin meminta Trais dan Berthor untuk mencari kayu dari gunung dan hutan setempat. Dari kayu yang telah dikumpulkan, Davin meminta para pria dari warga desa untuk membuat gudang penyimpanan. Dan satu rumah untuk tempat penginapan.


***


Seminggu telah berlalu Davin membuat 4 buah anting tindik yang sudah dia berikan kepada ketiga pengikutnya. Untuk Hariric Davin akan menunggunya pulang. Ini berfungsi untuk mempermudah memanggil mereka.


Dari kejauhan terlihat deretan kereta kuda yang membawa banyak sekali barang bawaan. Seseorang berlari ke arah kediaman Justus.


"Tuan Davin! Tuan Davin! Kepala Desa telah kembali.'' Teriak seorang pria dari penduduk desa di depan rumah Justus.


Davin bergegas keluar rumah. "Terimakasih paman atas informasinya, tolong bawa beberapa pria untuk membantu Kepala Desa menurunkan barang.'' Kata Davin. Dan pria itu bergegas pergi meninggalkan Davin.


Puluhan kereta kuda membawa berbagai barang. Seperti persediaan makanan, material bangunan, bahan pembuatan peralatan Davin, para penempa terbaik dan juga beberapa pekerja yang Justus sewa dari kota.


"Kau sudah kembali kepala desa. Apa semua baik-baik saja?'' Tanya Davin.


"Bagus sekali kepala desa, kini istirahatlah. Biarkan Warga desa lain yang akan menurunkan dan mengurus barang ketempat yang sudah aku siapkan. Aku juga sudah mempersiapkan tempat untuk para pekerja dan penempa dari kota.'' Kata Davin.


Esok telah tiba. Davin meminta kepala desa untuk mengumpulkan semua warga dan para pekerja.


Davin menceritakan segala keinginannya untuk membangun desa. Dari membangun balai desa, rumah warga yang layak dan tertata dengan rapi. Tembok yang mengelilingi desa. Dan satu tempat lagi untuk Davin, laboratorium miliknya.


Justus sudah mengetahui semua yang dimaksud oleh Davin. Dengan sigap dia langsung memerintahkan semua orang mengerjakan tugas masing-masing.


Para arsitek menerima rancangan yang diberikan oleh Justus sangat kagum. Rancangan yang di buat oleh Davin sangat indah dan sempurna. Mereka langsung bersemangat untuk mengerjakannya.


100 pekerja termasuk pengerajin, dekorasi taman, dan penempa di bantu dengan 50 pria dan pemuda desa. Mendapatkan kesejahteraan dengan gaji yang tinggi.


Warga desa memutuskan untuk tidak mengolah ladang mereka terlebih dahulu, dan lebih memilih untuk membantu membangun desa.

__ADS_1


Tidak perlu khawatir dengan makanan, gaji, dan kesejahteraan yang lain. Davin sangat menjujung tinggi hal tersebut, membuat para pekerja menjadi sangat giat.


Satu bulan telah berlalu para pengikutnya sudah dapat mengubah wujud mereka kembali. Davin meminta kepada Hariric dan Trais pergi ke kota untuk menjadi mata-mata di kediaman wali kota yang berada di kota Helior. Kota yang menjadi pusat wilayah desa Vorgan.


Sedangkan tugas untuk mengamankan jalan bagi para pengirim material yang tadinya itu adalah tugas Hariric di berikan kepada Berthor.


Sedangkan untuk Grock yang masih kebingungan dimana dia harus memasang anting tindiknya, pasalnya dia tidak memiliki daun telinga, kini dia selalu berada disisi Davin.


Pembangunan sangat cepat di kerjakan. dalam waktu satu bulan saja balai kota sudah hampir setengah jadi.


Seminggu kemudian. Davin mendapatkan laporan dari Hariric. Seratus pasukan dari kota Helior akan dikirim kedesa Vorgan. Yang akan diberangkatkan 3 hari lagi. Tujuannya untuk mengamankan desa tersebut. Namun Davin sudah menebak trik kotor yang akan diperbuat oleh walikota rakus itu.


"Walikota rakus itu ingin mengambil hasil karyaku. Akan aku ambil lebih dulu miliknya.'' Seringai jahat muncul dari senyum Davin.


Pagi-pagi sekali.


"Tuan Davin saya sudah membawa 5 pemuda seperti yang anda minta.'' Kata Justus yang berada diluar pintu kamar Davin.


Davin bergegas keluar menemui mereka di halaman kediaman Justus.


Kini Davin telah mengenakan celana hitam dengan sepatu kulit hitam runcing, baju hem putih mengenakan mantel berwarna merah gelap. Layaknya pakaian eropa abad pertengahan. Yang dia pesan langsung dari pengerajin pakaian yang didatangkan dari kota.


Davin menyerahkan sebuah buku panduan kepada kelima pemuda itu. "Bacalah dan pahami ini. Siang ini berkumpulah kembali ditempat ini.'' Kata Davin meninggalkan mereka berlima.


Kini dikediaman Justus tempat Davin menginap sudah ada 5 pelayan yang direkrut oleh Justus dari para gadis desa. Itu dikarenakan Justus sangat sibuk tidak dapat mengurus rumah lagi.


Siang hari 5 pemuda yang telah memahami dari buku panduan yang di berikan Davin, mereka berkumpul di halaman kediaman Justus sesuai permintaan Davin.


"Sepertinya kalian sudah membaca buku yang aku berikan. Sekarang kenakan zirah ini, lakukan sesuai yang ada di buku panduan.'' Kata Davin memberikan 5 buah pakaian zirah berbentuk sama berwarna kombinasi hitam dan silver, terbuat dari logam dan yang dia temukan saat berada didalam goa.


bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2