
Pelelangan Besar
Keesokan harinya kondisi seluruh kota sangat berbeda. Kesibukan terjadi dimana-mana.
Para pedagang dadakan yang hanya berjualan disaat adanya suatu event saja sudah memenuhi jalanan menjajakan berbagi macam dagangannya.
Banyak sekali orang-orang berlalu lalang datang dari berbagai daerah.
Kota Rosegold hari ini disibukkan oleh banyak warga dan orang-orang yang datang dari berbagai penjuru, tidak hanya untuk menghadiri pelelangan namun juga ingin melihat secara langsung keindahan dari bunga Rosegold yang telah mekar iru.
Pelelangan dilakukan secara langsung disekitar kebun Rosegold, bertujuan agar pembeli dapat melihat langsung bunga dipetik dari kebunnya.
Sudah disediakan tempat khusus bagi para calon pembeli. Banyak kalangan bangsawan dan juga para kalangan keluarga atas sudah berada di kursi VIP mereka.
Davin sengaja bangun lebih awal, setelah menyelesaikan sarapannya dengan Liyana. Davin bersiap menghadiri pelelangan bunga Rosegold.
Segala pengaturan telah diselesaikan oleh Vorgan 2, termasuk kursi VIP.
Tujuan Davin menghadiri pelelangan hanya ingin tau berapa harga bunga Rosegold yang ada disana dan juga bunga Rosegold miliknya yang telah Vorgan 2 atur untuk diikutkan dalam pelelangan.
Davin sudah berada ditempat yang sudah disediakan.
Banyak orang-orang dari berbagai kalangan elit maupun bangsawan juga sudah berada ditempat mereka.
Seorang wanita cantik dengan gaun merah yang agak terbuka dibeberapa bagian bersiap untuk memulai acara pelelangan.
Suara gemuruh orang-orang disana segera terhenti disaat seorang wanita cantik sudah berada di atas panggung.
"Selamat pagi para hadirin nama saya Evelin yang akan memandu pelelangan bunga Rosegold.'' Suara merdu dari seorang wanita terdengar kala menyambut para tamu.
"Pelelangan akan dilakukan 2 kali, 5 bunga sekaligus dan 1 bunga secara terpisah. Yang artinya akan ada 6 bunga yang akan di lelang pada kesempatan ini.'' Sang pemandu menjelaskan pelelangan tersebut.
Suara gemuruh kembali terdengar kala sang pemandu selesai menjelaskan. Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang 1 bunga Rosegold terakhir yang dilelang terpisah itu.
Pelelangan 5 bunga pertama telah dimenangkan oleh seorang dari kalangan kerajaan. Dan tentunya tidak akan ada yang berani menyinggung dengan menaikkan harga lebih tinggi.
"Itu terjual 50 batang platinum. Yang artinya perbunga seharga 10 batang platinum. Harga yang fantastis''. Gumam Davin.
"Pendapatan desa Vorgan dalam setahun secara global dari berbagai segi rata-rata hanya sebesar 5 batang platinum. Yang hampir menyamai pendapatan kota besar. Dan bunga itu menghabiskan 50 batang platinum untuk sekali lelang. Dan akan masih bisa naik lebih tinggi setelah keluar dari pelelangan ini.'' Kata Vorgan 1 yang duduk tepat disamping Davin.
Aku malah lebih penasaran dengan rosegold milikku. Berapa harga yang akan bisa didapat.'' Kata Davin.
"Baiklah, selanjutnya adalah bunga rosegold yang sengaja dibawa oleh seorang pelancong yang tidak ingin diketahui identitasnya.'' Kata seorang pemandu membuka sebuah kain yang berada di atas sebuah meja dengan kotak kaca yang sangat indah.
Sontak semua orang yang ada disana terkejut dengan apa yang ada didalam kotak kaca tersebut.
__ADS_1
Warna emas bunga rosegold yang ada didalam kaca sangat terpancarkan dan lebih menyilaukan.
Bunga itu ditampilkan masih utuh dengan daun batang dan akarnya yang bahkan semuanya berwarna emas.
Berbeda dengan bunga rosegold yang dilelang sebelumnya, yang hanya diambil kelopak bersama sedikit tangkainya tanpa menyertakan daun batang bahkan akarnya.
Kelopak bunga rosegold yang ditampilkan terakhir terlihat lebih besar bahkan warna emasnya lebih pekat.
"Baik untuk harga awal yang ditawarkan sebesar 1 batang platinum. Tidak ada batas kelipatan." Kata wanita pemandu.
Seketika semua mulut terhenti dikarenakan harga awal yang ditawarkan sudah cukup tinggi.
"1 batang platinum dan 10 batang emas.'' Keheningan pecah saat seorang laki-laki tua menyebutkan harga.
"1 batang platinum dan 50 batang emas.'' Kini seorang wanita muda melakukan penawaran.
"2 batang platinum.'' Laki-laki tua kembali bersuara.
"5 batang platinum.''
"7 batang platinum.''
"10 batang platinum.''
Sebuah harga sangat tinggi, melebihi harga kelima bunga rosegold sebelumnya.
Davin merasa penasaran siapa laki-laki tua yang mau membeli bunga rosegold miliknya dengan harga yang cukup tinggi.
"Vorgan 1, apa kau tau siapa laki-laki tua itu?'' Tanya Davin.
"Aku akan segera menyelidikinya.'' Jawab Vorgan 1.
Setelah pelelangan selesai Davin kembali menuju kepenginapan bersama rombongannya untuk makan siang.
Davin berencana melanjutkan perjalanannya esok hari dan menambah menginap satu malam lagi.
Keesokan harinya Davin bersama rombongannya sudah beranjak pergi meninggalkan kota Rosegold.
Tujuan selanjutnya adalah kota Alana. Ibukota dari kerajaan Dolham dan kota dimana istana kerajaan Dolham berada, sekaligus tempat anggota kerajaan tinggal.
Perjalanan kali ini tidak ada rintangan atau halangan yang menyulitkan perjalanan mereka, dikarenakan semua akses jalan yang menuju kota Alana sangat terawat bertujuan agar mempermudah perjalanan siapapun yang akan menuju kekota Alana.
Sebuah gerbang yang sangat megah menjulang tinggi dan terlihat sangat kokoh. Yang dapat menunjukkan sebuah kekayaan dan kekuatan.
Gerbang yang sudah dalam posisi terbuka dengan antrian panjang orang-orang yang ingin memasuki kota. Bahkan jalur VIP pun sudah penuh sesak orang-orang yang sepertinya mereka semua adalah orang berkedudukan tinggi.
__ADS_1
Seperti biasa hal itu tidak menyulitkan bagi Vorgan 1 untuk melalui antrean panjang bahkan antrian VIP sekalipun.
Cukup menunjukkan surat undangangan dari kerajaan mereka dapat sangat mudah masuk tanpa antrean tanpa pungutan biaya dan bahkan mendapatkan pengawalan khusus.
Sungguh sebuah pengaturan yang benar-benar ditunjukkan untuk kenyamanan dan keamanan tamu penting kerajaan.
Dengan pengawalan oleh beberapa prajurit kerajaan menggunakan kuda mereka membuka jalan yang akan dilewati oleh rombongan Davin.
Melihat melalui celah jendela kereta Davin maupun Liyana dibuat takjub dengan keindahan dan kemewahan kota.
Davin merasa bahwa dekorasi dari desa Vorgan masih kalah dengan kota Alana. Hal itu membuat Davin ingin membuat desa Vorgan lebih maju lagi.
Sedangkan Liyana tidak berhenti mengintip keluar jendela melihat pemandangan kota yang ada.
Sayangnya mereka kali ini tidak dapat pergi keluar seenaknya seperti dikota sebelummya, dikarenakan pengaturan langsung bagi tamu kerajaan untuk mereka.
Hari sudah menjelang sore.
Melewati gerbang utama benteng istana disuguhkan pemandangan sebuah istana megah dengan halaman yang sangat luas. Keseluruhan luas istana hampir mencapai separuh dari desa Vorgan.
Rombongan Davin sudah disambut oleh beberapa pelayan kerajaan tepat didepan pintu istana.
"Selamat datang tuan Davin, silahkan tuan saya akan membimbing anda. Baginda raja sudah menunggu anda di ruang singgasananya.'' Seorang pria paruh baya dengan setelan pelayan menuntun jalan Davin beserta rombongannya.
Di sepanjang perjalanan didalam istana menampilkan dekorasi yang sangat indah dan agung. Lukisan di tembok, patung dan berbagai benda mewah lainnya memperindah setiap sudut ruangan.
Di sebuah pintu kembar besar terdapat 2 prajurit penjaga dengan masing-masing menggenggam tombak. Melihat kedatangan pelayan dan rombongan Davin seketika mengerti dan langsung membukakan pintu.
Pelayan hanya berhenti di ambang pintu dan mempersilahkan Davin beserta rombongannya masuk kedalam.
Sebuah ruangan yang sangat besar dan luas dengan pilar-pilar yang menjulang tinggi ke langit-langit bangunan terlihat megah disaat Davin memasuki ruangan.
Di samping kanan dan kiri sudah berjejer beberapa orang, ada juga Ragnar berdiri diantara mereka.
Di ujung ruangan terdapat sebuah singgasana yang sangat megah dengan hiasan emas platinum dan batu permata disetiap dekorasinya.
Duduk seorang pria yang berumur sekitar 60 tahunan dengan jubah indah dan mahkota dengan berbagai hiasan disana.
Tubuh yang tua namun masih sangat bugar dengan kewibawaan yang kuat menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang sangat disegani.
Seorang Raja dari kerajaan Dolham.
Bersambung
.
__ADS_1