Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 6


__ADS_3

Kekuatan Fisik


2jam telah berlalu, namun energy yang terserap masuk kedalam tubuh Davin seperti belum terhenti.


Davin merasakan bahwa bola energy miliknya itu terlihat mulai mengalami keretakan.


Krek.krek.krekkk.taar! Dan benar saja bola energy milik Davin terpecah belah tidak mampu terlalu lama menahan energy yang besar.


Davin merasa sesuatu terjadi pada tubuhnya, dia merasa tubuhnya menjadi lebih ringan. “Aku merasa tubuhku ini tidak mengalami perubahan, tapi aku merasa dapat mengalahkan seseorang dengan mudah” Gumam Davin.


Mengingat bahwa sebelumnya Davin tidak pernah melakukan kegiatan fisik atau pembentukan tubuh yang berat. Bahkan di dorong sedikit saja dia akan terjatuh.


Namun kini Davin benar-benar merasakan hal yang berbeda dalam dirinya. Saat ini dia dapat mengetahui kondisi tubuhnya.


Bahkan segala sesuatu yang ada di dalam tubuhnya dapat dia rasakan. Seperti darah yang mengalir di pompa oleh jantungnya melalui setiap pembuluh darah dapat dia rasakan dengan baik. Tulang, otot, daging, segala organ yang ada di tubuh Davin serasa menguat.


Davin merasakan jika energy yang ada pada kristal itu bukanlah biasa, melainkan energy luar biasa yang dapat memperkuat tubuhnya.


Melihat ke seluruh bagian goa Davin mencari target untuk mengetes kekuatannya.

__ADS_1


Dengan percaya diri dia mencoba memukul dinding goa dengan tangan kanannya. Lebih memilih ke dinding goa karena Davin tidak ingin melukai tangganya jika dia memukul batu yang keras. Takut dengan hal buruk yang mungkin terjadi, dia hanya mengerahkan 25% kekuatanya.


buk! Sebuah pukulan telah di layangkan. Keterkejutan nampak di wajah Davin. Dia tidak pernah menyangka bisa melakukannya. Namun dinding goa yang merupakan lapisan batuan andesit hanya meninggalkan bekas pukulan sedikit saja. Memeriksa tangannya Davin merasa itu baik-baik saja.


Merasa itu hanyalah percobaan pertama Davin ingin mencoba kembali namun kini dengan kekuatan penuhnya. Mulai mengambil nafas panjang, menghembuskannya perlahan Davin sudah bersiap.


Buk.buk.buk. Davin berulang kali memukul dinding dengan kedua tanganya. Namun hanya keretakan kecil yang tertinggal disana.


“Apa ada yang salah, aku tidak merasa kesakitan dengan kedua tangan ku disaat memukul dinding goa itu, tapi dinding itu Nampak baik-baik saja.” Gumam Davin sambil melihat membolak-balikkan telapak tangannya dan menggerak-gerakkan jemari di ke dua tangannya yang nampak baik-baik saja.


Davin terduduk di batu dari sisi goa. Dia mulai merenung memejamkan mata kembali dan merasakan ada hal aneh dalam tubuhnya.


Melainkan sebuah hal lain dari tubuhnya yang terlepas dari sistem syaraf dan organ dari tubuhnya.


Tepatnya sebuah energy yang seperti berputar di tubuhnya, energy itu dia rasakan berada tepat di perutnya. Sepertinya Energy yang Davin serap tidak seluruhnya memperkuat tubuhnya, namun sisanya tersimpan di perutnya.


Davin mulai merasakan energy yang ada di dalam perutnya dapat dia kendalikan. Mengambil sikap lotus dengan mata terpejam Davin coba merasakan energy yang ada di perutnya, mengalirkan energy itu menyebarkannya keseluruh tubuh.


Membutuhkan konsentrasi penuh saat mengendalikan energy didalam tubuhnya. Awalnya Davin merasa sedikit kesulitan namun tidak lama dia sudah membiasakan diri dengan energy di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Dengan energy yang dapat Davin kendalikan dia dapat merasakan mengalir disetiap inchi dari seluruh organ tubuhnya.


Davin mencoba mengalirkan energy hanya menuju ke tangan kanannya. Mengeluarkan sebagian energy yang ada di tangannya. Sehingga sebuah cahaya biru yang tipis namun masih terlihat meskipun tidak terang seperti menyelimuti tangan kanannya. Sebuah kekuatan luar biasa dapat Davin rasakan di seluruh tangan kanannya.


Dengan keyakinan penuh Davin sudah siap untuk melancarkan sebuah pukulan.


Boom! Sebuah getaran hebat dan kepulan asap muncul di dalam goa tempat Davin berada. Davin sudah megeluarkan satu pukulan penuhnya.


Namun kali ini yang dia pukul bukan dinding goa, melainkan Davin sudah bergerak menuju ke tengah ruangan Goa itu. Davin mencoba memukul pelindung yang melindungi sebuah Kristal didalamnya dengan tinjunya.


Tercengang, tidak bisa untuk tidak membuka mulutnya. Pukulan tinju yang Davin lancarkan bukanlah tinju kaleng-kaleng. Davin terkejut dengan kekuatan tinjunya yang dapat menggetarkan ruang Goa itu. Bahkan atap dan dinding goa sedikit mengalami keruntuhan.


“Sepertinya pelindung ini benar-benar sangat kuat” Kata Davin sambil meniup tinju kanannya yang mengeluarkan sedikit asap di karenakan sebuah benturan yang sangat keras.


Davin juga merasa bahwa goa tempat dia berada saat ini sangatlah kuat. Mungkin gempa besar pun tidak akan dengan mudah untuk meruntuhkannya.


Itu terbukti dari pukulan Davin sebelumnya yang membuat getaran hebat seperti layaknya sebuah gempa.


Bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2