
Mana dan Sihir
Seorang anak berumur sekitar 5 tahun duduk termenung di sebuah batu. Wajah yang cukup tampan meski tubuhnya belum terlihat dewasa, mata hitam keunguan dan rambut hitam menambah aura ketampanan dari anak itu lebih terpancarkan. Itu adalah Davin, dia sedang termenung memikirkan sesuatu.
“Jika aku dapat mengendalikan energy dalam tubuhku, mungkin aku juga dapat mengendalikan energy di sekitarku. Baiklah akan aku coba”. Davin mulai bersikap lotus kaki bersila kedua tangannya berada di kedua lututnya, memejamkan mata dan menarik nafas dalam kemudian kembali menghembuskannya secara perlahan.
Davin mulai merasakan energy yang sama yang berada didalam tubuhnya. Dia berdiri mengangkat sejajar kedua
tangannya kedepan dan merenggangkan kedua telapak tangannya, menempelkanya pada pelindung di
depannya untuk mulai menyerap energy.
Dalam percobaanya pertamanya Davin sama sekali tidak mengalami kesulitan, karena Davin sudah terbiasa dengan energy tersebut jadi dia bisa lebih mudah dalam mengontrolnya.
“Ini lebih cepat di bandingkan aku menggunakan bola energy. Untuk berjaga-jaga aku akan menciptakan
wadah energy didalam tubuhku. Ini tidaklah sulit, mungkin karena aku sudah menguasai tentang efisiensi energy.” Senyuman Davin terpancar dari wajahnya.
Merasa bahwa energy yang Davin serap sangatlah besar dia tak ingin mengambil resiko. Davin ingin melakukan sebuah eksperimen yang pernah dia lakukan sebelumnya. Namun itu dia lakukan di dalam tubuhnya.
Davin coba mulai memadatkan energy didalam tubuhnya, hingga energy itu membentuk seperti kelereng
yang melayang dalam tubuhnya tepatnya berada di sekitar perutnya. Karena itu Davin memberinya
nama kelereng energy. Satu kelereng energy dapat menyimpan energy sebanyak 5 kali bola energy miliknya
__ADS_1
yang hancur.
Sedangkan satu bola energy miliknya dapat digunakan untuk menerangi satu kota besar
dalam semalam. Tapi tentunya itu energy yang berbeda dengan energy yang di serap ke dalam tubuh
Davin.
Membuat satu kelereng energy benar-benar membuat Davin merasa sangat kesulitan. Pasalnya dia harus memadatkan energy menjadi lebih kecil.
Pada awalnya Davin hanya membuat satu kelereng energy saja didalam tubuhnya. Namun sudah hampir
satu minggu penuh dia menyerap energy itu seperti tidak ada habisnya.
2bulan telah berlalu, Alhasil Davin membuat 9 kelereng energy didalam tubuhnya.
Kristal energy yang tadinya bening kini perlahan berubah menjadi hitam terjatuh ke batu dan hancur karena sudah kehilangan energy nya.
Penghalang yang tadinya di sentuh oleh Davin juga menghilang. Tidak ada lagi proyeksi tulisan aneh yang melinggkari Kristal itu.
Davin menghampiri Kristal yang telah hancur itu. Dia menemukan sebuah buku di atas batu itu. Di sampulnya terdapat gambar sebuah Kristal.
“Ada tulisan di sana tapi aku sama sekali tidak mengerti huruf apa itu.” Gumam Davin Karena penasaran Davin tetap membuka buku itu.
Saat buku itu baru terbuka setengahnya, tiba-tiba sinar yang sangat terang muncul dari buku itu, sontak Davin langsung melemparknnya ke tanah.
__ADS_1
Buku itu terbuka seluruhnya, setiap lembarnya terbuka sangat cepat seperti tertiup angin.
Cahaya semakin terang sehingga Davin harus memakai lengannya untuk menutup wajahnya.
Davin membuka matanya perlahan, cahaya putih terang memenuhi setiap bagian ruang goa itu. Mata Davin tertuju kepada buku itu. Sebuah cahaya seperti masuk kedalam mata Davin.
“Aaaa. Sakitt. Ini sangat menyakitkan.” Teriak Daiak Davin berlutut kesakitan menutup mata dengan kedua tangannya, seakan tertusuk seribu jarum.
“Mana? Sihir? Sebenarnya aku ini berada dimana? Apakah mungkin aku berada di dunia lain atau mungkin di dimensi lain.” Davin kebingungan dilihatkan sebuah ingatan seperti sihir yang sama sekali belum dia ketahui.
"Sepertinya kristal itu adalah benda yang di gunakan untuk menyimpan mana. Karena Kristal itu sudah hancur sepertinya sudah tidak dapat digunakan lagi.” Kata Davin melihat serpihan Kristal yang telah hancur.
*Ingatan saat mata Davin tertusuk cahaya.
Ada 5 orang yang sedang bertempur dengan seseorang. Sebuah pertempuran yang luar biasa. Mereka bisa mengeluarkan elemen, menghilang, memukul gunung hingga hancur. Sebuah kekuatan sangat besar seakan bumi, laut dan langit akan hancur di buatnya.
Masing-masing dari mereka mengeluarkan sebuah kekuatan sihir untuk menghancurkan satu orang itu. Karena mereka berlima seakan tidak mampu untuk menghadapi orang itu, akhirnya dengan sisa kekuatan mereka menyegel seseorang itu.
Namun mereka harus mengorbankan nyawa sebagai bayarannya demi untuk membuat segel.
Penyegelan berhasil dilakukan. Dengan sisa kekuatan dan detik-detik menunggu kematian mereka berlima berhasil menyimpan mana mereka pada sebuah bola Kristal. Dan Kristal itu di segel di tempat yang tidak di ketahui siapapun.
Bersambung
.
__ADS_1