Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 8


__ADS_3

Menemukan Harta


Davin yang masih kebingungan dengan apa yang di perlihatkan oleh cahaya itu mulai bangkit dari berlututnya. Dia mencoba memahami dari setiap ingatan yang dia dapatkan.


Melihat ketempat buku itu terjatuh, namun hanya terlihat seperti sesuatu yang baru saja terbakar.


“Sepertinya buku itu melenyapkan dirinya sendiri. Aku tidak tau bagaimana sihir di dunia ini bekerja. Ingatan itu sungguh sangat terbatas. Sekarang aku harus mengetahui tentang dunia ini.


Pertama aku akan keluar dari tempat ini. Kalau dilihat dari penunjuk waktuku, sepertinya sudah 2 bulan lebih aku berada di goa ini” Davin yang melihat gelang galaksinya memproyeksikan penunjuk waktu yang sama dengan waktu saat terakhir kali dia pergi dengan mesin waktu. Kemudian Davin mulai beranjak dari ruang goa itu.


Di sebuah lorong goa lembab yang gelap. Seorang anak berusia sekitar 5 tahun dengan membawa senter di tangan kirinya, senter itu dapat menerangi seluruh lorong goa seperti sebuah lampu, sehingga Davin dapat melihat dengan leluasa.


Terdapat banyak lorong Goa di sana, sehingga Davin harus menyusuri setiap lorong disana.


Di ujung sebuah lorong yang gelap Davin menemukan sebuah pintu yang sangat besar. Memeriksa dari setiap


sisi pintu itu, tapi tidak ada lubang kunci, panel, atau apapun untuk dapat membukanya.


Davin beranggapan jika pintu itu hanya dapat dibuka dari sisi lain saja. Davin mengambil ancang-ancang,


mengalirkan mana keseluruh bagian tubuhnya. Mencoba mendorong pintu itu dengan kekuatan fisiknya.


Namun belum sempat Davin mendorongnya. Mana yang dia kumpulkan terserap sebagian ke pintu besar itu.


Secara perlahan pintu terdorong terbuka dengan sendirinya.


krieekk…buusshh

__ADS_1


Debu menutupi pandangan Davin, perlahan menghilang. Pintu sudah terbuka seluruhnya. Davin langsung disuguhkan sebuah pemandangan yang menakjubkan. Disana terlihat banyak sekali permata yang menempel di dinding, atap, dan lantai goa dengan berbagai warna dan bentuk. Sangat indah membuat Davin tertegun dan terpesona dengan keindahanya.


“Semua ini adalah harta, aku akan membawa beberapa.” Kata Davin mengeluarkan alat pendeteksi permata dari gelang galaksinya.


Alat pendeteksi permatanya menunjukkan bahwa beberapa permata yang ada di goa itu kualitasnya sama dengan intan seperti yang ada di bumi, bahkan ada yang lebih keras dari intan.


Davin tidak menyia-nyiakan kesempatan itu segala jenis permata dia ambil. Tidak mempermasalahkan berapa banyak yang akan Davin ambil. Karena gelang galaksinya adalah ruang dimensi yang dapat menampung sebuah bukit sekalipun.


“Hahaha. Jika aku membuat peralatan dari bahan dan material permata ini akan membuat alat ciptaanku menjadi lebih hebat.” Tawa bahagia Davin menggema di dalam goa.


Davin menyentuh gelang galaksinya, sebuah sinar muncul dari gelangnya, hanya perlu mengarahkan sinar itu ke batu permata. Batu permata langsung menghilang masuk ke dalam gelang.


Davin memasukkan banyak batu permata kedalam gelang galaksinya.


hooosssshhh


Terlihat sebuah kepala yang besar dengan gigi taring yang mengerikan.


Tubuh Davin seketika membeku, menelan ludah dengan kasar. Dengan perlahan Davin mecoba mundur menjauh dari kepala itu.


Semakin menjauh Davin mundur sehingga terlihat jelas keseluruhan kepala itu. Itu adalah kepala naga sama dengan yang sering dia lihat di gambar-gambar naga saat dirinya berada di bumi.


bugg.


Davin terjatuh tersandung sesuatu dari belakang. Dia melihat yang menyandung kakinya adalah bagian tubuh naga itu, yang tak lain adalah ekornya.


“Hahaha.. Kau tidak apa-apa bocah kecil? Kau sangat tegang sekali, jadi aku menggunakan ekorku untuk menjegal kakimu. Apa aku terlalu menakutimu?” Kata naga itu menggema di seluruh bagian goa.

__ADS_1


Davin heran dengan seekor naga yang bisa berbicara. Davin juga bisa mengerti perkataan naga itu.


“Selamat datang, tak perlu sungkan, sudah lama sekali aku tidak menerima tamu.” Kata naga itu.


“Kau naga, bisa berbicara?” Tanya Davin masih gemetaran.


“Tentu saja semua ras naga bisa berbicara. Siapa namamu bocah kecil. Dan kenapa kau bisa ada disini?”Tanya naga itu .


“A..aku Davin..Davin Lancaster. Sebenarnya...” Karena ketakutan Davin memperkenalkan diri dan mulai menceritakan semuanya tanpa curiga, dari mana dia berasal, hingga menyerap sebuah energy mana, dan sampai di goa tempat batu permata berada. Dan bertemu dengan naga itu.


Naga itu tertegun mendengar cerita Davin. dia sangat senang dengan apa yang diceritakan Davin.


“Karena kau telah bercerita, kini giliran aku yang akan memperkenalkan diriku. Namaku adalah Aldous.


Salah satu naga tertua yang pernah ada di dunia ini. Sebenarnya aku di tempat ini hanya ingin menikmati masa tua ku saja.


Aku sudah berada di goa ini ribuan tahun yang lalu. Namun suatu hari sekitar 300 tahun yang lalu, ada seorang yang datang dengan luka yang sangat parah. Aku tidak memperdulikan keadannya, aku langsung menyerangnya karena dia telah masuk ke wilayahku.


Namun meskipun dia terluka parah kekuatanya masih sangat luar biasa, aku kalah melawannya, lalu orang itu menusukkan pedang yang sangat berat ke moncong mulutku ini. Dia berkata kalau pedang yang dia tancapkan ini tidak akan membunuhku, namun itu juga tidak akan bisa aku lepaskan.


Dan aku tidak bisa bergerak karena pedang ini. Orang itu mengatakan ada seseorang yang bisa melepaskan pedang ini. Dia adalah sang terpilih.


Namun setelah pedang ini di cabut aku juga akan tetap mati.” Cerita naga itu, namun langsung dipotong oleh Davin.


“Jika kau tidak mau mati, tidak usah di cabut saja pedang itu” kata Davin yang sepertinya sudah mulai terbiasa dan tidak terlalu takut lagi dengan naga itu.


Bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2