
Naga Tua dan Sang Terpilih
Di sebuah goa, seorang anak sedang berbincang dengan seekor naga.
“300 tahun tidak dapat menggerakkan kepala dan tidak dapat melakukan apapun itu sama saja dengan mati!” Kata naga Aldous, matanya menatap Davin dengan aura membunuhnya yang kuat. Sehingga membuat Davin berlutut tubuhnya bergetar, nafasnya seakan terhenti.
“Maaf.maaf.aku terlalu terbawa emosi. Aku tidak boleh tidak sopan kepada penyelematku.” Kata Aldous lekas menghilangkan aura membunuhnya. Sehingga Davin dapat bernafas lagi.
“Emm..sampai mana tadi, oya.. Orang itu juga meletakkan sebuah kristal berisi mana yang sangat besar kedalam ruang goa yang lain, kemudian menutup lorong goa itu. Dia berkata orang terpilih yang dapat menyelamatkan ku adalah dia yang dapat membuka pintu itu dan mengambil kristal mana itu.
Dan orang itu adalah kau bocah. Bahkan tidak hanya mengambil, tapi kau berhasil menyerap semuanya tanpa tersisa, dan jika itu aku mungkin tubuhku akan meledak dan hancur tidak mampu menampung energy mana yang sangat besar. Jadi bocah tunggu apalagi,ayo cabut pedang yang ada di moncong ku ini.” Aldous melanjutkan kembali ceritanya. Dan itu membuat Davin sulit untuk mempercayainya.
"Tunggu dulu naga tua, sebenarnya aku tidak yakin untuk melakukan hal itu. Lagi pula aku juga sedikit tidak mempercayaimu, bagaimana jika setelah aku mengambil pedang itu kau lalu membunuhku?
Tidak.tidak aku tidak akan melakukannya”. Davin meragukan permintaan dari Aldous. Davin merasa harus lebih berhati-hati dalam bertindak.
Aldous terdiam memikirkan sesuatu. Davin juga terdiam. Mereka berdua terdiam cukup lama di tempat masing-masing.
"Sepertinya mengikuti bocah ini bukan pilihan yang buruk''. Kata Aldous dalam pikirannya.
“Ada sebuah teknik di dunia ini, yaitu memasukkan jiwa kedalam sebuah pedang, kau bisa memasukkan ku kedalam pedang ini, syaratnya hanya kau lebih kuat dari jiwa itu, atau jiwa itu mengakuimi dan rela masuk kedalam pedangmu. Aku juga merasakan pedang ini tidak lagi memiliki jiwa.” Aldous mulai mengeluarkan suara dari keheningan.
__ADS_1
“Itu sama saja dengan memenjarakanmu kedalam pedang itu, apakah kau yakin dengan hal itu. Lalu aku juga tidak tau cara menggunakan teknik itu.” Kata Davin yang masih ragu.
“Sudah terlalu lama aku hidup di dunia ini, sebenarnya kematian bukan pilihan yang buruk untukku. Namun mengikutimu aku rasa adalah sebuah pilihan yang jauh dari kata buruk.
Baiklah.Aku Aldous ras naga 10 ribu tahun bersedia melayani anda tuanku Davin, memberikan jiwa ku mengikuti dan mematuhi, menjadi pedang dan perisai anda. Sekarang tuan hanya perlu meneteskan darah ke dahi ku, setelah itu pegang gagang pedang ini dan untuk selanjutnya serahkan pada ku. Maaf kan aku karena tidak bisa membungkuk untuk memberikan hormat.” Kata Aldous yang telah membulatkan tekad untuk mengakui Davin.
Davin berdiri terdiam dengan wajah terkejut melihat perubahan sikap dari Aldous. Dia juga terkejut akan umur naga yang bisa mencapai ribuan tahun. Perlahan Davin melangkah ke depan, harus naik keatas kepala Aldous karena kepalanya yang besar.
Davin melukai telapak tangannya dengan tongkat yang bagian ujungnya dapat mengeluarkan pisau menjadi seperti tombak, lalu meneteskan darahnya ke dahi Aldous.
Sontak lingkaran sihir muncul melingkari tubuh Aldous. Saat Davin menyentuh gagang pedang yang menancap di moncong Aldous, pedang itu seperti meresponnya.
Davin menarik pedang itu dan tubuh Aldous berubah menjadi cahaya terang masuk kedalam pedang yang Davin pegang.
“Pedang yang besar, namun aku tidak kesulitan mengangkatnya dengan satu tangan sekalipun.” Davin heran dengan bahan yang di buat untuk menempa pedang itu. Pasalnya berat pedang yang Davin angkat tidak sesuai dengan besarnya.
Sebuah pedang berwarna hitam legam bermata satu sepanjang 2 meter, dengan gagang sepanjang 50 cm ada lubang di ujung gagangnya, dibalut kulit yang sangat nyaman ketika di genggam.
Davin meletakkan ujung pedang itu ke lantai goa.
boomm.
__ADS_1
Suara benturan keras terdengar kala ujung pedang itu menyentuh lantai goa.
“Ternyata pedang ini sangat berat, aku tidak menyangka bisa mengangkatnya. Aku akan memberinya nama Aldous sesuai dengan jiwa pedang ini.” Kata Davin tidak luput dari keterkejutannya. Dengan cepat Davin memasukkan pedangnya kedalam gelang galaksi.
Davin beranjak pergi meninggalkan ruang goa itu menuju lorong lain.
Sudah hampir 1 bulan lebih Davin berkeliling goa tidak menemukan jalan keluar. Namun Davin menemukan banyak harta dan benda yang menurutnya berharga dari goa.
Persediaan makanan pun sudah mulai menipis. Meskipun mana dapat di ubah menjadi energy untuk bergerak dan bertahan hidup, namun itu tetaplah tidak bisa menahan rasa lapar dan dahaga Davin. jadi Davin harus tetap mengkonsumsi makanan untuk menghilangkan rasa laparnya.
Sebuah cahaya Nampak dari ujung lorong goa. Davin sangat bersemangat menuju ke cahaya yang semakin terang saat di dekati dan semakin menyilaukan mata. Itu adalah merupakan mulut goa.
Davin sudah keluar dari mulut goa menghirup udara segar yang masih sangat asri dari lingkungan itu.
Melihat sekeliling pepohonan yang sangat rindang menghalangi pandangan Davin. Di pastikan Davin sedang berada di sebuah hutan.
Menoleh kebelakang namun Davin sudah tidak melihat goa lagi disana.
“Sepertinya aku baru berjalan beberapa langkah, tapi kenapa goa itu sudah tidak terlihat. Ahh biarlah.”
Davin kembali melangkah mulai membiasakan diri dengan hal-hal aneh, namun masih sedikit bingung dengan goa yang telah menghilang di belakangnya.
__ADS_1
Bersambung
.