
Pertemuan Keempat Penguasa
Di lembah yang cukup luas sebuah pertemuan besar sedang berlangsung. Empat penguasa binatang buas berkumpul di satu tempat.
"Apa lagi yang kita tunggu. Kemana perginya manusia kuat itu kenapa belum datang juga.'' Seekor buaya besar dengan panjang 15 meter sudah mulai menggerutu karena sudah menunggu terlalu lama.
"Tenanglah Crock sebentar lagi tuan Davin pasti akan segera tiba.'' Hick mencoba menenangkan pemimpin koloni buaya, Crock.
Sebuah lingkaran hitam muncul di tengah-tengah pertemuan itu. Beberapa dari mereka terkejut dan bersiaga, namun beberapa yang sudah mengetahui itu mereka merasa lega.
"Tuan Davin selamat datang.'' Hick menunduk memberi hormat kepada Davin.
"Tak perlu sungkan Hick bersikaplah biasa saja terhadapku. Langsung saja kepada intinya.'' Davin yang datang langsung menceritakan maksud dan tujuannya.
Davin baru saja memeriksa sebuah portal di tempat munculnya monster itu. Davin menceritakan jika portal itu menuju ke dimensi lain tempat para monster berada. Davin dapat membuka portal itu hanya di tempat yang sama.
Davin juga sempat memasuki portal itu namun tidak lama, dia merasa sangat tidak nyaman dengan energi yang ada di sana. Rasanya ingin muntah saja, sehingga Davin mengurungkan niatnya untuk masuk lebih dalam
Lalu Davin memanipulasi tempat itu menggunakan dimensi ruang dan waktu miliknya, dengan maksud bila ada portal muncul maka portal itu akan membawa mereka kembali ke tempat mereka semula. Dengan begitu tidak akan ada monster yang bisa keluar dari sana.
Davin sudah memberikan tanda pagar dengan empat tiang di tempat portal itu muncul. Agar tidak ada yang memasuki tempat itu karena bisa saja terteleportasi ke tempat para monster. Namun Davin meminta tetap ada penjagaan disana.
Setidaknya itu sudah mengatasi serangan monster. Para binatang buas hanya perlu membersihkan sisa monster yang masih berkeliaran di dalam hutan. Agar para binatang yang pergi masuk kembali ke dalam hutan mereka.
Para pemimpin koloni merasa sangat takjub dan berterimakasih dengan apa yang telah di lakukan Davin.
"Hick boleh aku menyentuh tanduk mu itu?'' Tanya Davin, Dan langsung di anggukan oleh Hick tanpa curiga sedikitpun.
"Sudah aku duga kalau tanduk yang ada di kepala mereka bukan hanya sebuah hiasan saja, aku merasakan ada nya energy.'' Gumam Davin menyentuh batang tanduk atas Hick yang lebih panjang dari tanduk yang di bawahnya.
Davin mengalirkan sedikit mananya ke tanduk Hick.
wushh
Hick merasakan rasa hangat pada tanduknya. Pada ujung tanduknya terdapat sinar listrik kecil namun masih terlihat oleh mata.
"Nah, Hick sekarang coba rasakan energy yang ada di tandukmu, fokuslah pada batu itu. Setelah itu lepaskan energy yang ada di tandukmu menuju batu disana.'' Davin berkata memberikan sebuah arahan kepada Hick.
Dalam percobaan pertama sulit bagi Hick untuk melakukannya.
__ADS_1
Duar
Sebuah batu yang sebesar tubuh Hick seketika hancur terkena sambaran petir. Itu adalah petir yang berasal dari tanduk Hick. Lebih tepatnya sihir elemen petir milik Hick.
Setelah percobaan kedua Hick akhirnya bisa melakukannya. Davin yakin Hick akan dengan mudah melakukannya, karena Davin tau Hick lebih cerdas dari serigala yang lain.
Hick tampak sangat bahagia melihat hal itu. Tidak menyangka bahwa tanduk yang dia kira hanya untuk hiasan yang membedakan pemimpin dan bawahan pemimpin ternyata memiliki kegunaan lain.
Melihat batu yang hancur, dan menatap kembali Hick, Para pemimpin koloni yang lain tidak bisa tidak membuka lebar mulut dan mata mereka.
"Aku hanya mengaktifkan saja elemen yang ada di tanduk Hick. Jadi kalian semua juga pasti memiliki energi pada tanduk kalian. Sekarang giliran kalian.'' Kata Davin meminta ke tiga pemimpin koloni itu berdiri sejajar menundukkan kepala agar Davin dapat menyentuh tanduk mereka.
wush.wush.wush
Davin sudah mengalirkan sedikit mana kepada ke tiga pemimpin koloni. Tapi itu hanya berguna untuk mengaktifkan energy dengan mana sehingga dapat membentuk sihir. Ketiganya memiliki elemen yang berbeda.
Berthor pemimpin koloni beruang hitam tanduk besi memiliki elemen tanah, yang bisa mengendalikan tanah di sekitarnya.
Tigris pemimpin koloni harimau tanduk emas memiliki elemen angin. Dan Crock pemimpin koloni buaya tanduk es memiliki elemen es sesuai dengan nama tanduknya.
Kini mereka berempat telah memiliki kekuatan sihir elemen dari tanduk mereka.
"Saya Berthor pemimpin koloni beruang hitam tanduk besi akan setia kepada anda tuanku Davin.'' Kata Berthor mengikuti Hick.
Begitu pula dengan crock pemimpin koloni buaya tanduk es, dan Tigris pemimpin koloni harimau tanduk emas, juga tertunduk.
"Bangkitlah kalian semua angkat kepala kalian. Tak seharusnya kalian para pemimpin bersikap seperti ini. Aku hanya ingin membantu. Aku tidak membutuhkan ini semua. Bangkitlah.'' Kata Davin yang tidak membutuhkan sikap berlebihan dari para binatang buas itu. Davin hanya ingin membantu saja.
"Tuan Davin saya hanya merasakan jika sebuah ramalan dari 300 tahun yang lalu benar-benar terjadi saat ini.'' Kata Berthor masih dalam keadaan bersujud sedikit mendongakkan kepalanya ke arah Davin.
"Ramalan. Bisa kau ceritakan tentang ramalan itu?" Tanya Davin.
Kini Tigris yang bangkit menjawab pertanyaan Davin.
Bahwa 300 tahun yang lalu leluhur mereka mengatakan, kalau suatu saat nanti sang Dewa tidak akan lama melindungi hutan ini. Perginya sang Dewa akan mendatangkan musibah, namun ada manusia terpilih yang akan membantu para penguasa hutan untuk melindunginya. Para pemimpin koloni penguasa hutan percaya orang yang diramalkan itu adalah Davin.
Tidak hanya itu. dari apa yang leluhur mereka ramalkan orang terpilih itu akan membawa kekuatan besar untuk para penguasa hutan.
"Membawa kekuatan besar ya.'' Gumam Davin memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Kini pertemuan sudah usai. Para pemimpin koloni kembali ketempat mereka masing-masing.
Davin hanya mengaktifkan kekuatan mereka sedangkan untuk bisa menggabungkan antara mana dengan energy yang ada ditanduk mereka dibutuhkannya latihan yang cukup serius agar bisa mengontrolnya.
Tubuh binatang buas terbilang istimewa. Tubuh binatang buas dapat menyimpan mana meskipun hanya terbatas tapi itu sangatlah berguna dibanding menggunakan benda penyimpan mana.
***
Tiga tahun telah berlalu. Davin mengajarkan para pemimpin koloni binatang buas cara mengolah mana. Merasakan dan menyerap mana dari alam.
Penyerapan mana dari alam membutuhkan waktu yang sangat lama karena energy alam sangatlah tipis berbeda dengan Davin yang sudah menyerap mana dalam jumlah yang besar dan menyimpannya kedalam tubuh. Berbeda dengan mana dari alam, mana milik Davin sangat padat dan lebih kuat.
Sedangkan untuk para bawahan binatang buas bertanduk Davin menyerahkan para Pemimpin koloni untuk mengaktifkan energy sihir mereka dan mengajari mereka seperti yang telah Davin ajarkan kepada para Pemimpin itu.
Selama tiga tahun dengan meningkatnya kekuatan para penguasa hutan, hutan menjadi lebih aman. Penjagaan di setiap sisi hutan juga di perketat.
Davin sudah menyusuri setiap sisi hutan. Hutan Aldous sangatlah luas, kondisinya tak jauh berbeda dengan hutan pada umumnya.
Terdapat 4 gunung besar di setiap daerah kekuasaan binatang buas yang menandakan sebuah teritori kekuasaan dari 4 penguasa hutan.
Masing-masing gunung memiliki harta yang begitu melimpah. Seperti emas, berlian, dan beberapa tumbuhan yang menurut Davin itu mungkin berharga karena Davin dapat merasakan adanya energy terkandung didalam tumbuhan itu.
Davin hanya memeriksa setiap isi dari hutan, tidak ingin mengambilnya, karena di bandingkan dengan harta yang dia temukan di dalam goa saat pertama tiba, harta yang ada di dalam hutan bukanlah apa-apa.
Tidak ada manusia lain yang masuk kedalam setiap wilayah hutan Aldous. Ini membuktikan jika hutan sama sekali belum terekspose dari dunia luar.
Selama Tiga tahun pula Davin sudah mempelajari sihir elemen yang dia dapatkan dari ke tiga pemimpin. Kini didalam tubuhnya terdapat empat energy yaitu energi dimensi ruang dan waktu, energi petir, energi tanah, dan es.
Berdasarkan penelitian Davin. Energy elemen adalah inti dari sihir, berbeda dengan mana yang berfungsi untuk membentuk sebuah sihir. Mana dapat habis dan harus di isi ulang sedangkan energy inti dari elemen akan terus ada.
Cukup dengan mengaliri mana dan menggabungkan energi yang di inginkan Davin sudah bisa membuat sihir. Tergantung pemahaman orang yang membuat sihir. Semakin cerdas orang itu maka semakin banyak dan bervariasi sihir yang bisa di buat.
Namun mana yang di miliki Davin seperti tidak berkurang. Sudah 3 tahun penuh Davin berlatih sihir, 1 kelereng mana pun belum menunjukkan jika akan habis(yang tadinya bernama kelereng energy karena Davin sudah mengetahui itu adalah mana jadi Davin mengubah namanya menjadi kelereng mana).
Energi mana yang ada di alam sangatlah tipis jadi itu tidaklah terlalu berguna bagi Davin.
Bersambung.
.
__ADS_1