Menembus Dunia Sihir

Menembus Dunia Sihir
BAB 27


__ADS_3

Pasukan Baru


Di sebuah Padang rumput hijau luas. Seorang anak sekitar 12 tahun duduk diatas batu yang cukup besar. Dihadapannya sudah berdiri para binatang buas.


Sudah satu tahun lebih lamanya Davin tidak kembali kehutan Aldous, membuatnya rindu dan ingin kembali kehutan tempat dimana dirinya memulai hari di dunia ini.


Grislo, Crock, Tigris dan Hick. Empat pemimpin koloni binatang buas hutan Aldous tengah menunduk menunjukkan hormat kepada Davin.


***


(Terjadi kesalahan karena kurangnya ketelitian author yang sangat sibuk memikirkan urusan dalam negeri yang tak kunjung terselesaikan. Jadi yang harusnya beruang yang mengikuti Davin bernama Grislo dan Pemimpin koloni beruang bernama Berthor telah terbalik. Karena nasi sudah terlanjur menjadi bubur kita lanjutkan saja ya.)


***


"Sudah lama ya Grislo, Crock, Tigris, Hick aku tidak kembali ke hutan, aku ingin tau keadaan hutan selama setahun lebih aku meninggalkannya?'' Tanya Davin


"Selamat datang kembali Tuan Davin. Maaf atas kurangnya penyambutan kami. Keadaan hutan hingga saat ini masih terkendali dengan baik. Kami sudah tidak menemukan jejak monster yang berkeliaran didalam hutan. Namun beberapa bulan yang lalu kami kedatangan tamu manusia yang terlihat seperti petualang. Jumlah mereka tidak banyak, hanya 10 orang.


Mereka masuk dari bagian timur hutan ke wilayah kami para serigala. Seperti yang tuan perintahkan kepada kami untuk tidak membiarkan mereka masuk terlalu dalam ke hutan. Tidak terlalu sulit untuk mengusir mereka. Hanya saja mereka lari ke daerah para buaya.'' Kata Hick menjelaskan.


"Benar tuan, mereka masuk kewilayah kami dan kami juga mengusirnya, namun naas bagi para petualang itu, 3 orang telah tewas karena berusaha melawan kami. Dan beberapa dari mereka memiliki luka serius.'' Sahut Crock yang melanjutkan kata-kata Hick.


"Apa kalian mengetahui darimana mereka berasal. Atau mungkin ada ciri-ciri yang bisa kalian kenal?'' Tanya Davin.


Namun dari mereka berdua tidak memiliki petunjuk apapun. Karena dari para petualang itu tidak ada yang mengenakan atribut yang menunjukkan darimana mereka berasal.


Davin langsung menceritakan maksud dan tujuannya datang ke hutan dan menemui mereka.


***


Desa Vorgan.

__ADS_1


Dua hari sejak kematian jendral Rohan, Davin masih saja belum kembali. Dia hanya berpesan kepada Justus untuk meningkatkan pengawasan di sekitar desa.


Dan untuk semua binatang buas Davin memerintahkan mereka untuk kembali dan membantu pertahanan desa.


Justus juga telah mengetahui jika akan ada penyerangan kedesa, dan itu merupakan serangan yang sangat besar. Sesuai informasi dari Grock bahwa pasukan besar Sabbia akan tiba pagi ini.


Benar saja gemuruh langkah kuda dan kaki manusia sudah mulai terdengar dari kejauhan. Itu tidak hanya ribuan bahkan puluhan ribu prajurit bezirah hitam mengkilap datang dari timur desa.


Sedangkan dari arah selatan pasukan berjirah silver mengkilap, Sebuah bendera bergambar perisai terlihat jelas jika itu pasukan dari kerajaan Dolham.


Sebuah pasukan yang diutus oleh raja mereka untuk mengamankan wilayah tersebut. Namun sayangnya pasukan yang dikirim untuk misi pengamanan tersebut hanya berjumlah 5ribu prajurit.


Itu adalah jumlah yang berkali lipat lebih sedikit dibanding pasukan musuh. Namun jendral yang memimpin pasukan tersebut tidak gentar sama sekali.


"Jendral Ragnar jumlah mereka terlalu banyak kita tidak akan lama bisa menahan mereka sebelum bantuan datang.'' Kata seorang kapten pasukan.


Namun Ragnar tidak mengubrisnya, Di langsung membuat perintah untuk bersiap menahan serangan dan melindungi desa. Setidaknya bisa menahan musuh hingga para warga desa dapat mengungsi ketempat yang lebih aman.


Pasukan Ragnar bergegas memacu kudanya agar lebih cepat sampai kedesa.


Setibanya didepan Gerbang seorang prajurit mengenakan zirah hitam silver mencegat pasukan yang dibawa Ragnar.


"Kalian prajurit dari kota mana? Cepat buka gerbangnya kami akan membantu kalian!'' Kata Ragnar yang bertanya kepada seorang prajurit itu adalah Vorgan 2.


"Sepertinya anda seorang jendral pasukan dari kerajaan Dolham. Tapi mohon maaf pertahanan desa Vorgan akan kami tangani sendiri.'' Kata Vorgan 2 menolak keinginan Ragnar yang ingin ikut bergabung.


"Tapi dengan adanya bantuan dari pasukanku setidaknya itu bisa lebih meringankan beban kalian.'' Ragnar melihat prajurit yang ada didepannya terlihat lebih mendominasi daripada dirinya.


"Kami akan menerima bantuan kalian, namun seluruh perintah untuk pasukanmu akan diambil alih oleh kapten kami. Jika anda setuju kami akan buka gerbangnya.'' Vorgan 2 berkata tanpa berpindah dari tempatnya berdiri dengan posisi yang sama.


Setelah berfikir cukup lama, akhirnya Ragnar menyetujui tawaran dari Vorgan 2. Atas dasar perintah yang di berikan kepada pasukannya harus melewati dirinya terlebih dahulu. Vorgan 2 tidak mempermasalahkan hal itu, langsung memberikan isarat kepada penarik mekanisme pintu. Pintu gerbang setinggi 5 meter itu terbuka ke atas.

__ADS_1


"Ini sangat indah. Lebih megah dari ibu kota kerajaan Dolham.'' Kata Ragnar. Rasa takjub muncul dari para pasukan Ragnar dan juga dirinya sendiri.


"Selamat datang di desa Vorgan. Biarkan para pasukanmu beristirahat dan memberi makan kuda mereka. Anda Silahkan ikuti saya.'' Seorang staff dari Justus menyambut Ragnar. Dan membawanya keruang pertemuan balai desa.


Diruang itu sudah ada Justus dengan para staffnya, Hecktor dan Vorgan 1.


"Hector kau kah itu, darimana saja kau, aku mencarimu dikota Helior, namun ada yang mengatakan jika kau telah dipindah tugaskan, tapi tidak ada yang dapat mengetahuimu. Ternyata selama ini kau berada didesa ini?'' Ragnar yang melihat Hecktor sedikit terkejut.


"Sudah lama sekali ya jendral Ragnar. Ceritanya panjang, namun yang terpenting adalah musuh yang ada disana.'' Hector memperlihatkan sebuah proyeksi yang berada tepat di atas meja panjang, memperlihatkan area desa dan sekitarnya.


Lagi-lagi Ragnar Dibuat takjub dengan hal itu. "Seperti yang telah dikatakan oleh prajurit yang menjaga gerbang, jika komando atas pasukanmu akan berada dibawah perintahku. Apakah kau keberatan jendral?'' Kata Hector memperjelas kembali.


"Tidak masalah, aku sudah mengenalimu cukup lama, aku bisa mempercayakan pasukanku padamu, namun jangan lupakan aku yang merupakan jendral dari pasukanku. Kau mengerti maksudku kan? Ragnar Juga kembali memperjelas.


Mereka setuju dengan masing-masing permintaan mereka. Dengan begitu Hecktor langsung menjelaskan strategi pertahanan yang akan dilakukan.


Strategi yang dijabarkan oleh Hecktor membuat sebuah keraguan bagi Ragnar. Namun melihat semua orang yang ada disana sangat yakin dengan strategi Hecktor, mau tidak mau dia juga harus ikut menerimanya.


Hector memerintahkan semua pasukan Ragnar tetap berada didalam benteng untuk mengoperasikan senjata pertahanan desa.


Hanya perlu sedikit penyesuaian, semua prajurit yang bertugas untuk memegang atau mengoperasikan senjata sudah dapat memahaminya. Sedangkan untuk sisanya mereka bersiap di atas benteng dengan busur panah. Termasuk penyihir mereka.


Pasukan garis depan musuh sudah menunjukkan pergerakan dengan membawa alat pendobrak gerbang yang cukup besar. Di belakang pasukan garis depan mereka terdapat pelontar batu yang di seret oleh beberapa kuda dan karavan yang berisi bola-bola batu besar sebagai pelurunya.


Ragnar hanya terdiam meskipun keraguan masih ada dalam dirinya, dia tetap percaya dengan Hecktor.


Suara terompet musuh atau lebih tepatnya sebuah sangkakala sudah di bunyikan. Yang menandakan dimulainya strategi penyerangan.


Tak sedikit dari pasukan Ragnar yang gemetaran karena kematian mereka sudah ada didepan mata. Namun karena sudah menjadi tugas seorang prajurit, mereka sebisa mungkin untuk tetap tenang.


Pasukan musuh sudah berada dijangkauan pemanah Vorgan. Dan sebuah peperangan di mulai.

__ADS_1


Bersambung


.


__ADS_2