
Hukuman Mati
Satu hari setelah pertempuran dengan pasukan dari kerajaan Sabbia. Semua warga desa dan juga para prajurit desa Vorgan sudah kembali keaktivitas mereka masing-masing.
Kepala desa Justus yang mengurus urusan diplomatik desa dengan para Staffnya sedang mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi saat perang antar dua kerajaan terjadi.
Seperti memenuhi gudang makanan dengan persediaan yang bisa bertahan hingga satu bulan. Warga tidak dapat bergantung sepenuhnya dengan makanan dari ladang pertanian milik warga. Di karenakan waktu panen dan hasilnya tidaklah menentu.
Di perkirakan dalam beberapa hari yang akan datang penyerangan akan menutup jalur perdagangan dikota Alana.
Belum di ketahui jalur mana yang akan dilalui oleh pasukan kerajaan Sabbia. Namun tertutupnya jalur perdagangan masih mungkin bisa terjadi.
Oleh karena itu para pengrajin dan penempa untuk sementara menghentikan produksi mereka., dan di perkenankan untuk mengambil cuti.
Davin dan Justus berniat untuk menutup mata atas penyerangan yang akan terjadi. Tidak akan ikut campur ataupun melapor kepada kerajaan.
Mereka tidak peduli dianggap sebagai pemberontak. Bahkan jika kerajaan mengganggu atau mengusik desa, mereka akan tetap melawan.
Bahkan Davin berencana untuk membuat desa Vorgan menjadi sebuah kota. Masih banyak lahan yang kosong untuk sebuah pertokoan dan pasar. Benteng yang telah dibangun sudah cukup luas dari desa, semua sudah diperhitungkan oleh Davin untuk masa keedepannya.
Pertahanan kota juga sudah cukup mumpuni. Seperti pelontar batu di letakkan dibelakang benteng yang dapat digerakkan dan dibawa kearah manapun. Sudah tersedia 5 batu besar di setiap pelontar batu.
Busur silang yang dapat menembakkan anak panah secara beruntun, mengayuh dengan satu tangan dan dapat dioperasikan oleh satu orang, diletakkan disetiap menara benteng.
Dan satu senjata lagi yang Davin tiru dari bumi yaitu sebuah meriam, namun ini meriam yang berbeda. Meriam yang diaktifkan bukan dengan bubuk mesiu ataupun minyak atau gas. Melainkan sebuah pegas sebagai pendorongnya. Di karenakan Davin belum menemukan cara pembuatan mesiu ataupun gas yang memiliki tekanan tinggi.
Meriam yang berfungsi hanya sebagai pelontar peluru. Sedangkan untuk pelurunya adalah sebuah bola logam yang cukup tipis, berisikan kehampaan ruang dan waktu. Yang bila peluru itu meletus, maka akan mempengaruhi keadaan sekitar dan menghisap apapun yang berada di sekitarnya seperti terhisap lubang hitam dan melenyapkannya. Ledakan memiliki radius 5 meter persegi.
Satu-satunya gerbang yang hanya terdapat di pintu utama desa terbuat dari lapisan logam anti karat sangat kokoh dan tebal dengan sistem sleding buka ke atas yang hanya dapat dioperasikan dari dalam.
Hanya dengan seratus prajurit saja untuk pertahanan dapat menahan ribuan prajurit musuh. Sebuah teknologi senjata yang hanya dimiliki oleh desa Vorgan.
__ADS_1
Para binatang buas mengembalikan tugas penjagaan desa kepada para prajurit. Sedangkan mereka memiliki tugas khusus.
"Grock, Berthor, Trais dan Hariric apa kalian bisa mengecil lebih cepat, aku membutuhkan ukuran kecil kalian untuk sebuah tugas.'' Tanya Davin yang mengumpulkan mereka berempat.
"Maaf Tuan, untuk mengecilkan ukuran kami membutuhkan jumlah mana yang cukup besar. Ini adalah sebuah sihir yang benar-benar menghabiskan energy mana kami. Sedangkan untuk mengumpulkan mana dari alam kedalam tubuh kami sebanyak itu kami membutuhkan waktu setidaknya satu bulan. ''Kata Hariric.
Davin memerintahkan Grock untuk mematai-matai para pasukan Sabbia yang berada dihutan. Untuk bentuk tubuh mereka Davin membantu merubahnya dengan mengalirkan mananya kepada mereka. Bertujuan untuk mempermudah tugas mereka.
Berthor memiliki tugas untuk mencari dan mengawasi apakah ada pasukan lain yang mendekati desa. Sedangkan untuk Trais dan Hariric mereka di perintahkan mengamati pertempuran dari penyerangan para pasukan Sabbia dan memberikan informasi pertempuran kepada Davin.
Masing-masing dari mereka membawa sebuah kalung yang liontinya terdapat sebuah kristal digunakan untuk meneruskan gambar kepada Davin dengan mengaliri sedikit mana.
Dari mereka berempat Berthor dan Grock sudah pergi untuk langsung melaksanakan tugas mereka. Sedangkan untuk Trais dan Hariric akan berangkat bila pasukan Sabbia sudah bergerak.
Di laboratoriumnya Davin sedang mengamati sebuah kristal tebal halus dan rata selebar satu meter layaknya sebuah kaca yang Davin buat bersama dengan Devina dengan proses pengkristalan yang sama yang mereka gunakan untuk membuat kristal mana.
Tidak perlu mengisi ulang energy mana kedalam kristal tersebut dikarenakan langsung terhubung oleh alat pengumpul mana yang langsung tersalurkan kedalam kristal tebal itu.
Grock sudah tiba dan mengamati area kamp dan langsung meneruskan apa yang dilihatnya kedalam kalung kepada Davin.
Terlihat disana sepertinya Grock mengenali seseorang dan terus memperhatikannya. Itu adalah jendral Rohan. Cukup mencolok karena para prajurit sedang berkumpul dan mengarah kesatu tempat, yaitu dimana tempat jendral Rohan berada.
Jendral Rohan sedang berlutut tertunduk diatas sebuah batu besar ditengah-tengah kamp. Terdapat seperti seorang berbadan kekar berkulit hitam disamping Rohan. Yang sepertinya itu adalah seorang algojo.
Algojo mengangkat pedangnya tinggi kelangit. Mengayunkan dengan kekuatan penuhnya kedepan.
tukk.
Suara kepala terjatuh ketanah. Jendral Rohan sudah tidak memiliki kepala lagi tubuhnya terjatuh tengkurap di atas batu. Dan kepalanya menggelinding jauh ketanah meninggalkan tubuhnya.
Davin memperhatikan kejadian itu dengan seksama. Seseorang yang mengenakan zirah yang sama seperti yang dikenakan Rohan berjalan menghampiri mayat Rohan. Memberikan sebuah penghormatan kemayat tersebut.
__ADS_1
"Seperti yang kalian lihat, sebuah hukuman mati bagi mereka yang gagal dalam tugasnya. Sebuah ketidakmampuan dalam memimpin pasukan dan kelalaian dalam bertugas, sehingga mengalami sebuah kerugian yang cukup besar bagi kita tanpa mendapatkan apapun.
Besok kita akan hancurkan kerajaan Dolham, membawa pulang kemenangan kepada raja kita. Dan untuk desa kecil Vorgan kita akan membalaskan dendam jendral Rohan. Esok pagi seluruh pasukan bersiaplah melakukan perjalanan ke desa kecil itu. Kita ratakan tempat itu.'' Kata seorang jendral yang membawa sekitar puluhan ribu prajurit.
Mendengar dari transmisi suara yang Grock kirimkan, sontak Davin berdiri dari tempat duduknya.
"Menghancurkan desa Vorgan? Akan aku perlihatkan kepada kalian apa yang dimaksud dengan kehancuran yang sesungguhnya.'' Gumam Davin kemarahan yang tak lagi terbendung dari dalam dirinya.
***
Di istana sebuah kerajaan.
"Perdana menteri, penyihir kami secara tidak sengaja mendapatkan sinyal sihir dan mengamati lebih lanjut, dan mendeteksi kehidupan disana. Terdapat ribuan kehidupan, itu adalah manusia yang semakin lama jumlahnya berkurang dengan sangat cepat.
Kami memperkirakan itu adalah sebuah pepeperangan di batas sebelah timur wilayah kerajaan. Kami sudah mengirimkan beberapa beberapa prajurit untuk mengawasi tempat itu.'' Seorang yang terlihat seperti seorang penyihir yang melaporkan hasil dari pengamatannya.
"Baiklah aku akan melaporkan langsung ke raja. Silahkan lanjutkan urusanmu.'' Kata seorang dengan pakaian yang sangat mewah layaknya pejabat kerajaan dengan kedudukan yang cukup tinggi di kerajaan Dolham.
Istana kerajaan Dolham sedang melakukan penyelidikan penuh atas laporan yang baru saja masuk.
Seseorang dengan pakaian layaknya seorang raja, duduk disinggasananya yang sangat megah di hiasi emas, platinum dan batu permata. Di kepalanya mengenakan sebuah mahkota yang sangat indah dengan keagunganya.
"Aku merasa kerajaan Sabbia sudah melakukan pergerakan ke wilayah kita. Sepertinya peperangan puluhan tahun yang lalu akan berlanjut kembali. Kalian harus cepat mendapatkan informasi. Kita harus bergerak cepat. Aku juga ingin tau pasukan dari kota mana yang dapat menghalau serangan mereka.'' Kata seorang duduk disinggasana yang sepertinya dia adalah seorang raja. Sudah dapat menebak jika itu adalah sebuah penyerangan.
Raja memerintahkan seorang jendral untuk membawa pasukan menuju ketempat peperangan terjadi.
Untuk mencegah kepanikan rakyatnya sang raja hanya memberi tahu kepada seluruh wali kota yang berada di bawah wilayah kerajaan Dolham tentang perkiraan penyerangan tersebut untuk memperketat penjagaan kotanya.
Untuk desa-desa kecil yang berada jauh namun masih dalam satu wilayah, sang raja tidak dapat berbuat banyak.
bersambung
__ADS_1
.