
Desy melakukan olahraga sehat dengan sungguh-sungguh. Meski bisikan dan godaan untuk menyerah tetap ada, namun kata-kata gendut yang keluar dari mulut Abraha masih terngiang-ngiang di telinganya. Gadis cantik itu ingin berubah demi suaminya, berharap kalau dirinya kurus Abraham akan menyukainya.
Hah.
Hah
Desy bernafas susah payah, karena lelah untuk pertama kalinya berolah raga.
In adalah hari pertama Desy melakukan olahraga di bawah pengawasan Jimmy. Pria itu melakukan tugasnya dengan baik, terus memberikan semangat untuk sang sahabat agar bisa mendapatkan berat badan ideal. Dia sendiri menyayangkan Berat badan Desy, sebab wajah gadis itu amatlah cantik. Blasteran Indonesia - Cina - Amerika. Bayangkan saja bagaimana bentuk wajahnya yang sangat cantik.
"Aku sangat lelah, Jimmy!" ujar Desy dengan suara terengah-engah karena baru saja melakukan peregangan.
Jimmy terkekeh geli melihat sahabatnya ini. Sangat mudah mengeluh, tetapi dia mengerti sebab Desy memang jarang berolahraga. Nyaris tidak pernah. Jadi, wajar kalau banyak mengeluh.
"Namanya saja olahraga, Des. Tentu saja lelah … kamu pun baru pertama kali berolahraga serius, jadi, wajar kalau lelah. Kita istirahat sebentar yah! Setelah nafas mu teratur baru kita lanjut lagi!"
Jimmy berkata santai seraya memberikan botol minuman untuk Desy Gadis cantik itu meneguknya hingga tandas. Perut Desy sedari tadi berbunyi membuat Jimmy terkekeh kecil.
"Kamu lapar?" tanya Jimmy datar membuat Desy menganggukkan kepalanya jujur.
"He'um, aku lapar sekali. Biasanya di jam segini aku sedang makan kue tart," jawab Desy polos tanpa ada yang di tutupi.
Jimmy hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepala nya. Melihat sahabat nya yang satu ini benar-benar membuat dirinya tak habis pikir. Bagaimana bisa jaman sekarang apalagi di dunia barat, masih ada gadis gemuk yang suka makan seperti, Desy.
"Mulai sekarang biasakan diet sehat. Paginya porsi sarapan mu seperti rakyat biasa, siang harinya porsi makan mu seperti ratu, malam harinya porsi makan mu seperti pengemis!"
Jimmy berkata serius menjelaskan porsi makanan Desy yang harus di rombak mulai sekarang. Gadis itu harus berubah, ini semua demi kebaikan nya juga.
Desy mengernyitkan dahinya, dia sendiri merasa sangat bingung dengan penjelasan sang sahabat. Tak pernah dia mengerti dan mendengar porsi rakyat, ratu dan pengemis. Selama ini dia selalu makan apa saja yang dia mau dan apa yang membuatnya tergoda.
"Maksudmu? Porsi rakyat itu apa? Porsi rayu itu apa? Dan porsi pengemis itu bagaimana? Kalau menjelaskan sesuatu itu harus komplit, jangan setengah-setengah. Bikin orang penasaran saja!"
Desy mendengus kesal. Dia mengeluarkan isi hatinya membuat Jimmy tertawa kecil. Dari dulu sahabatnya itu memang tidak pernah mau bersabar, selalu saja dominan dan kepo.
"Bagaimana bisa aku menjelaskan nya kalau kamu sudah lebih dulu menyela pembicaraan ku?"
Jimmy membela dirinya sendiri.
"Baiklah, jelaskan apa maksudnya itu sekarang. Aku tidak akan menyela lagi," dengus Desy menatap serius sahabatnya.
"Porsi rakyat itu adalah porsi standard, tidak sedikit, tidak juga banyak. Pagi harinya kamu makan nasi putih dan ikan rebus atau telur rebus saja. Nah, siang harinya kamu makan porsi ratu dalam artian kamu bisa bebas makan apapun, tapi waktunya terbatas. Sampai jam 4 sore kamu harus puasa. Hanya boleh minum air putih saja;"
"Di malam harinya kamu harus makan porsi pengemis. Seperti sepotong roti tawar atau ubi jalar rebus. Oh iya … kamu juga harus menghindari makanan penyedap selama menjalani program diet. Apalagi yang manis-manis, sebab kamu sudah makan nasi. Dalam nasi sudah terdapat glukosa! Jauhi juga makanan berminyak!"
Jimmy menjelaskan panjang lebar membuat gadis itu terkejut dan melongo tak percaya. Mulutnya terbuka lebar dan rahangnya seperti hampir jatuh.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Jimmy membuat perutnya terasa ngilu. Belum juga dia menjalani diet, tetapi sudah membuat cacing dalam perutnya melakukan demo berjamaah.
Jauhi makanan manis? Oh tidak … berarti Desy harus mengucapkan selamat tinggal pada kue tart nya.
Jauhi makanan berminyak? Ya ampun … dia harus menjauhi junk food dan MCD.
Ahhh … kenapa cantik itu sangat menyakitkan?
"Jimmy, penjelasan mu tadi itu seperti sebilah pedang yang menggores usus ku," lirih Desy pelan seraya menunduk menatap perut buncitnya.
Jimmy menghela nafas berat, memang sangat susah merubah kebiasaan seseorang. Apalagi orang yang gendut menjadi kurus, bila bukan diri sendiri yang bertekad merubahnya, maka mau sehebat apapun instruktur olahraga tetap saja tidak akan mengubah orang itu menjadi kurus.
Jimmy adalah instruktur olahraga profesional. Sudah banyak sekali klien nya yang berhasil turun berat badan. Beragam ragam karakter mereka, ada yang mudah menyerah, suka mengeluh dan malas diet.
"Apa kau ingin berhenti sekarang?" tanya Jimmy seraya menaikkan alisnya sebelah menatap sahabat nya yang duduk di matras saat ini.
"Sepertinya iya," jawab Desy pelan membuat Jimmy tersenyum sinis.
"Lalu dengan tubuhmu seperti ini kau ingin merebut hati suami mu? Apa kau sungguh tidak tahu malu atau kepercayaan dirimu memang setinggi langit?" tanya Jimmy melontarkan kalimat pedasnya.
Degg.
Desy termangu mendengarnya, jantung gadis itu seperti di cengkram kuat. Dadanya seperti di cabik dengan cakar yang tajam. Bola matanya bergetar menahan air mata agar tak keluar.
Sesak dan menyakitkan.
Dia mengepalkan tangannya erat. Ternyata tak hanya berhenti di situ, Jimmy kembali melontarkan kata-kata tajam.
"Ingat, Desy! Kamu adalah istri dari Abraham Dicaprio, pengusaha kaya raya dan tampan. Di luar sana sangat banyak wanita yang ingin merebut posisi mu. Tentunya penampilan mereka lebih cantik darimu. Mari berbicara realita! Jaman sekarang, laki-laki menyukai gadis langsung dan seksi. Bukan gemuk sepertimu!"
"Meski kamu kaya dan wajahmu lumayan cantik. Tapi, ingat! Abraham pun kaya, dia juga sangat tampan. Jadi, mudah baginya mendapatkan wanita cantik di luar sana kalau istrinya sendiri berpenampilan buruk sepertimu."
"Buruk yang aku maksud adalah berat badan mu yang sudah seperti ibu 5 anak. Lihat perut mu! Seperti ibu hamil kembar 5. Lalu lihat di sekitarmu!" tegas Jimmy membuat Desy melihat sekeliling nya.
Ada banyak wanita dan pria di sana sedang berolahraga. Dari yang langsing sampai yang langsung (gendut).
"Mereka semua sedang berjuang demi mendapatkan berat badan ideal. Membuat diri mereka lebih berharga di mata orang lain. Berusaha membuat orang-orang mencintai mereka. Baik itu pasangan atau orang tua!" jelas Jimmy panjang lebar membuat Desy berusaha mati-matian menahan air matanya agar tak luruh.
"Aku mencintai diriku sendiri, aku berharga di mata ku sendiri. Jadi, untuk apa aku peduli dengan orang lain!" sentak Desy tak terima membuat Jimmy terkekeh sinis.
"Mencintai diri sendiri? Berharga di mata sendiri? Ha ha … jangan membuat ku tertawa, Desy. Benarkah kamu mencintai dirimu sendiri? Apa dengan makan apa saja, baik manis, Pedas, bergizi atau tidak bergizi itu adalah bentuk dari mencintai diri sendiri? Apa kamu pernah memikirkan kalau suatu saat nanti ginjal mu bermasalah karena terlalu banyak mengkonsumsi minuman berwarna?"
"Lalu, bagaimana dengan lambung mu yang menangis saat kamu memakan makanan pedas? Katakan padaku, Desy. Apakah semua yang kamu lakukan itu adalah bentuk mencintai diri sendiri? Hey, biarkan aku beri tahu, ya."
"Definisi dari mencintai diri sendiri adalah tidak menyakiti diri sendiri. Juga memperindah apa yang ada pada diri kita."
__ADS_1
"Lihat penampilan mu sekarang! Gendut, semuanya lemak. Bahkan, Dadamu saja sudah rata dengan perutmu!" umpat Jimmy berusaha membuat sahabatnya itu sadar.
Dia ingin membuka mata hati Desy agar gadis itu tidak salah dalam mencintai dirinya sendiri.
Desy mengepalkan tangannya erat. Dia tidak terima dengan perkataan Jimmy. Gadis cantik itu menatap tajam sang sahabat dengan air mata yang tidak bisa ia tahan lagi untuk turun.
"Kamu?!"
"Kenapa? Ingin marah karena aku mengejek penampilan mu? Kalau memang kamu tidak ingin di ejek karena penampilan mu. Maka jangan berpenampilan seperti ini!"
"Apa kamu yakin dengan bentuk tubuhmu yang gendut seperti ini. Kamu bisa mempertahankan rumah tangga mu? Abraham adalah laki-laki dan aku juga laki-laki. Kamu perlu ingat dan tanamkan di otak kecilmu itu! Kami laki-laki menyukai wanita cantik, bukan hanya wajahnya, tapi juga tubuhnya!"
Jimmy benar-benar tak bisa menahan dirinya lagi untuk menceramahi Desy. Dia mengira setelah lulus sekolah Desy akan kurus dan menjalani diet.
Tetapi, saat melihat di internet foto Desy bergandengan tangan dengan Abraham di acara pernikahan nya membuat pria itu terkejut sekaligus geram. Sebab, wanita itu tidak kurus juga.
"Kalau kau ingin pulang! Maka pulanglah, aku tidak pernah mau menjadi instruktur olahraga wanita tukang mengeluh seperti mu!"
Jimmy meneguk minumannya hingga tandas. Kemudian, dia memilih bangkit dan beranjak menjauhi dari Desy.
"Tunggu."
"A-aku akan patuh pada perintah mu," ujar Desy dengan suara parau. Semua yang dikatakan oleh Jimmy bagaikan siraman air jernih pada bunga yang hampir layu.
Gadis itu bertekad ingin kurus.
Jimmy tersenyum samar mendengar ucapan sahabatnya.
"Good girl."
*
*
*
Ayo komentar yang banyak biar author semangat up dan up lagi setelah ini 🌹🌹
Kopi nya juga jangan lupa.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
__ADS_1