Mengejar Cinta Istri Seksi

Mengejar Cinta Istri Seksi
Mengejar Cinta Istri Seksi


__ADS_3

Desy menghela nafas berat. Gadis itu berusaha menenangkan Abraham. Ego dan hatinya sedang berperang, rasanya ingin menendang Abraham pergi saat itu juga. Namun, hatinya tetap kekeh ingin menenangkan Abraham.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku, Des. Jangan gugat cerai aku!" pinta Abraham di sela-sela tangisnya. Pria tampan itu tidak bisa berpisah dengan Desy. Hatinya tak ingin, rasa cinta dalam hati sudah mengakar menjadi bunga yang sedang mekar.


Berbeda dengan Desy yang rasa cintanya sudah padam. Layaknya bunga yang sudah layu.


Gadis itu lagi dan lagi menghela nafas berat. Dia memejamkan matanya sesaat, setelahnya ia jauhkan tubuhnya dari Abraham. Sorot matanya menyelami bola mata Abraham.


Pria tampan itu tampak tersakiti. Namun, Desy tidak ingin larut, dia sudah lelah dan jengah. Saatnya pembalasan yaitu hidup bahagia tanpa Abraham.


"Tidak bisa, aku harus gugat cerai kamu, Abra. Bila tidak aku bisa gila?! Rasa cinta aku ke kamu itu udah pudar. Bersamamu hanya akan menambah luka baru. Jadi, please! Mari bercerai?!"


Desy berkata dengan nada tegas. Gadis itu telah memutuskan untuk bercerai. Tidak mau lagi memberi kesempatan pada pria yang telah menyakitinya.


Abraham mengepalkan tangannya erat. Pria itu menatap tajam Desy. Seolah ingin menerkam gadis itu.


"Sial, air mata ku ternyata tidak mempan untuk membuatnya bertahan. Baiklah, kalau begitu!" batin Abraham kesal.


Pria itu sengaja menangis berharap Desy iba padanya. Dia sudah susah-susah meneteskan air matanya. Sebagai pria tentu saja air mata merupakan aib. Mereka paling anti berlagak cengeng. Tetapi, apa boleh buat? Demi mempertahankan gadis yang ia cinta. Dirinya rela menurunkan harga dirinya.


Dasar Bang Toyib, banyak sekali gayamu. Air matamu benar-benar air mata buaya.


Segera saja Abraham menghapus air matanya kasar. Raut wajahnya kembali datar menatap tajam istrinya. Dia berdiri tegak membuat Desy sedikit terkejut. Tak menyangka kalau Abraham kembali memasang wajah angkuh.


"Sampai kapanpun kita tidak akan bercerai. Tidak ada alasan bagimu untuk menceraikan ku. Aku tidak selingkuh seperti yang kamu tuduhkan."


Abraham berkata dengan nada dingin membuat Desy tersentak. Gadis itu melebarkan bola matanya menatap tajam Abraham.


"Aku punya alasan! Kita berdua tidak saling mencintai. Jadi, untuk apa mempertahankan rumah tangga yang pada akhirnya hanya saling menyakiti!" sarkas Desy membuat Abraham tersenyum sinis.


"Siapa bilang kita tidak saling mencintai hemm? Buktinya kamu mau menikah denganku karena mencintai ku!" balas Abraham santai.


Desy mendengus kesal tak suka Abraham membahas masa lalu.


"Aku cinta padamu itu dulu!" bantah Desy cepat.

__ADS_1


"Dan aku mencintaimu sekarang. Cukup adil kan? Dulu kamu yang mempertahankan rumah tangga kita dengan cintamu. Sekarang saatnya aku yang memperjuangkan pernikahan kita agar tetap kokoh dengan cintaku. Aku tidak butuh cintamu, karena cintaku sudah besar!"


Abraham berjalan mendekati Desy membuat gadis itu gugup. Dia memundurkan langkahnya hingga tak terasa tubuhnya sudah menyentuh dinding.


"A-apa yang kamu lakukan?" tanya Desy gugup dengan isi kepala yang sudah kotor.


"Aku ingin menghapus jejak pria lain."


Belum sempat Desy berbicara, Abraham lebih dulu mencium rakus bibir Desy membuat gadis itu terkejut bukan main. Ciuman itu sangatlah lembut, namun penuh hasrat. Pintar sekali tangan pria itu membuat tubuh Desy kepanasan.


Sang cassanova telah beraksi. Si "Jhon" yang terlelap hampir dua tahun kini kembali bangun. Burung besar itu kembali mengepak kan sayapnya. Urat-urat lehernya pun kembali tampak.


Abraham berusaha mati-matian menahan burung nya sendiri agar tak kabur dari sangkar untuk mencari mangsa. Sedangkan, Desy! Gadis itu seperti ingin pipis.


Ciuman Abraham turun ke leher dan menciptakan karyanya di sana membuat Desy meringis pelan. Geli, sakit bercampur nikmat.


Ah.


Segera Abraham menjauhkan diri dari Desy. Dia tidak berani untuk dekat lagi karena sesuatu di dalam celana nya sudah bengkak.


Desy berusaha menormalkan detak jantungnya. Gadis itu cukup terkejut dengan aksi Abraham. Pikirannya kosong dan tubuhnya membeku, kakinya seperti jelly. Untuk pertama kalinya dia di sentuh oleh pria dan syukurnya pria itu adalah suaminya sendiri.


Bukannya tak ingin memberontak saat Abraham menyentuhnya. Gadis itu terlalu shock. Di tambah rasa nikmat yang di berikan oleh Abraham saat jari pria itu bergoyang membuatnya kalap.


Sesuatu mengalir di bawah sana membuat Desy menelan ludahnya.


"Apa aku pipis di celana? Ya ampun, aku malu sekali!" pekik Desy dalam hati.


Ekhm..


Abraham berdehem keras. Pria itu melonggarkan dasinya. Dia tak berani menatap Desy. Pria itu merasa sangat gugup.


Melirik sekilas ke arah Desy dan melihat gadis itu mengepalkan tangannya erat membuat bulu kuduknya merinding.


"Untung aku tidak di banting tadi," gumamnya dalam hati.

__ADS_1


"Pokoknya aku tidak mau bercerai. Terserah kalau untuk sementara waktu kita pisah ranjang."


Ekhm.


Abraham kembali berdehem keras. Dia harus segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menidurkan si "Jhon".


"Aku pinjam kamar mandi sebentar!" pinta Abraham lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi tanpa menunggu jawaban Desy.


Gadis itu pun menghela nafas lega. Karena Abraham sudah menghilang dari pandangan nya.


"Ck, sepertinya aku harus mengganti c*Lana dalam ku dulu," gumamnya pelan.


*


*


Di dalam kamar mandi. Abraham mengumpat kesal. Dia sedang olahraga lima jari bersama Tante Give.


"Aaaakkkk Desy!" pekiknya tertahan saat si Jhon berhasil memuntahkan laharnya.


Nafasnya perlahan kembali teratur. Pria itu menghela nafas lega.


"Sabar ya Jhon, akan aku usahakan agar kau buka puasa lebih cepat. Tapi, sebelum itu aku harus mengejar cinta istri seksi ku dulu," gumamnya pelan seraya mengelus burungnya.


*


*


Wkwkwkwk kasihan si Abra 🤣🤣🤣


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2