Mengejar Cinta Istri Seksi

Mengejar Cinta Istri Seksi
Bocah Ingusan


__ADS_3

Ternyata firasat buruk Abraham benar adanya. Desy lebih peduli pada Calista, bocah kecil yang menggemaskan itu. Lihatlah bagaimana Abraham menatap penuh kecemburuan pada Calista yang mencuri perhatian Desy.


"Lihatlah iblis kecil itu! Wajahnya tanpa dosa, tapi dia telah berdosa karena merebut perhatian istriku," desis Abraham pelan melihat Calista tertawa girang bermain bersama Desy.


Sudah jam delapan malam, namun Callista masih betah bermain bersama dengan Desy.


"Ty … ty … aunty!" Calista meracau memanggil Desy seraya menunjukkan boneka Barbie nya.


"Iya, Baby. Ah … cantik sekali ini. Boneka nya mirip sama kamu, Cantik!" puji Desy lalu menghujani ciuman di wajah mungil Calista.


Ah … tidak! Abraham tidak sanggup lagi melihat kemesraan sang istri dengan keponakan nya.


"Dasar bocah ingusan! Wajahnya saja yang mirip Zara. Tapi, sikapnya sama seperti Adam. Sukanya sama yang bening-bening. Tatapan nya juga sama seperti Adam saat melihat wanita cantik! Penuh godaan dan rayuan. Untung cewek, kalau sampai cowok! Habis istri orang di rayunya."


Abraham mendengus kesal. Pria itu baru saja berbaikan dengan istrinya. Dia masih ingin bermesraan tentunya, ingin mendaki gunung kembar milik sang istri lalu berkelana ke hutan rimba.


"Hiks … hiks." Tiba-tiba Calista menangis seraya menggoyangkan botol susunya yang sudah kosong.


Paham kalau Calista kehausan. Desy pun segera mengeluarkan kaleng susu milik Calista dari tas princess Cinderella.


"Suttt … bentar ya, Sayang. Aunty mau buat susu kamu dulu. Kamu mau sama uncle dulu yah!"


"Abra, tolong main bersama Calista dulu yah."


Desy meminta pada Abraham. Pria tampan itu pun tersenyum manis, tak bisa menolak permintaan istri terkasih nya.


"Senyuman mu bagaikan matahari yang menyinari gelapnya hatiku, Desy," gombal Abraham membuat Desy berdecak kesal menutupi rasa malunya.


"Ck, sekarang bagaikan matahari. Dulu kamu bilang aku benteng Takeshi!" dengus Desy kesal seraya bangkit berjalan menuju dapur.

__ADS_1


"Ha ha … jangan masukkan dalam hati, Baby. Dulu aku buta mata, tidak tahu kalau kamu permata!" teriak Abraham membuat pipi Desy merona malu.


Ha ha … begitulah laki-laki. Kalau sudah cinta dan diingatkan kesalahan nya di masa lalu. Pasti ada saja gombalan maut agar wanitanya lupa akan kesalahan nya di masa lalu.


Kembali lagi pada Abraham. Pria tampan itu melihat Calista yang kini sedang duduk manis di hadapannya. Menatap Abraham dengan sorot mata Peppy eyes.


"Haisss … jangan menatap ku seperti itu. Aku geli karena membayangkan wajah ayahmu kalau jadi perempuan pasti mirip sekali denganmu," decak Abraham geram dan gemas pada keimutan keponakan nya.


Calista merangkak ke arahnya. Bocah itu sangatlah montok. Di tambah Pampers nya membuat Calista tampak menggemaskan.


"Cle, cle … uncle." Calista memanggil Abraham membuat hati pria itu berbunga-bunga. Senyuman manis terpasang di wajah tampan tengil nya itu.


"Kamu sudah bisa memanggil ku? Oh my God. Call me again?" pinta Abraham senang pada keponakan nya.


"Clee, cle … Uncle." Calista kembali memanggil Abraham. Pria itu pun tertawa bahagia. Rasa bangga tak dapat ia tutupi.


Andai Calista bisa berbicara, pastinya dia akan membela ayahnya.


Abraham mencium pipi Calista dan aroma harum tubuh bayi memanjakan penciuman nya. Pria itu langsung saja menghujani ciuman pada wajah dan tubuh mungil Calista.


Cup.


Cup.


"Hummm wanginya! Bau minyak telon." Abraham terus mencium Calista membuat bocah balita itu tertawa girang. Tak berhenti di situ saja Abraham mencium punggung badan dan bokong Calista yang tertutupi celana juga Pampers.


Namun …


Preppp prepp prett.

__ADS_1


Suara kentut Calista persis seperti suara knalpot Vespa yang sudah lama tak di servis. Baunya pun asam bukan main.


Segera saja Abraham mengintip di balik Pampers Calista. Tentu saja kotoran kuning memenuhi Pampers bocah itu.


"Auch … dasar bocah ingusan! Adam sialan?! Pasti kau yang sudah menyuruh anakmu untuk kentut dan berak di depan hidungku, 'kan?! Akkk! Bau sekali!" pekik Abraham jijik.


Callista tertawa girang seraya menepuk tangannya. Bocah itu benar-benar pintar membuat orang kesal seperti ayahnya.


*


*


Hachim.


Adam bersin-bersin di dalam pesawat.


"Haiss, lambe turah mana yang sedang menggosipkan ku," gumam Adam seraya menggosok hidungnya.


*


*


Maaf yah baru update lagi, jangan marah ya, guys. Makasih buat yang masih stay di sini 🥰❤️🥺🙏


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰

__ADS_1


__ADS_2