Mengejar Cinta Istri Seksi

Mengejar Cinta Istri Seksi
Can I Kiss You?


__ADS_3

"Mommy dan Daddy mu belum bisa datang. Mereka juga sedang sibuk mencari bantuan dari koneksi mereka agar kamu bisa bebas secepatnya."


Abraham berkata pada Desy membuat gadis itu mengangguk mengerti. Mereka baru saja menyelesaikan makan malam mereka. Keduanya duduk bersandar di jeruji besi. Abraham di luar dan Desy di dalam.


Tangan keduanya terpaut.


"Aku tahu, mereka pasti tidak akan diam saja melihat putri kesayangan mereka berada di rutan, Sialan ini!" balas Desy dengan nada kesal membuat Abraham tertawa kecil.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Desy heran sedikit menoleh ke samping. Begitupun dengan Abraham, tatapan keduanya bertemu. Namun, Desy merasa gugup. Segera saja dia membuang wajahnya ke arah lain.


"Aku tertawa karena kamu sudah bisa berkata kasar lagi. Padahal, baru tadi siang aku melihat kamu lemah dan cengeng! Biasanya, 'kan. Kamu kuat dan tidak mau kalah berdebat dengan orang. Tapi, saat berhadapan dengan polisi tadi kamu malah menangis histeris!" jelas Abraham membuat pipi Desy merona malu.


Gadis itu mengakui kalau tadi siang dia sangat lemah dan cengeng. Padahal karakternya tak begitu, dia kuat, hebat dan cerdas.


"Aku lemah karena terkejut melihat tubuh Rebecca terkapar lemah di lantai bawah. Terlebih lagi kejadian itu sangat cepat, seumur hidup, aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Jadi, wajar kalau aku menangis histeris dan lemah. Aku perlu beradaptasi dengan musibah yang menimpa ku saat ini. Dan sekarang aku sudah kuat dan tegar. Aku yakin bisa bebas dari sini karena aku tidak bersalah. Banyak saksi di lantai 2 yang melihat Rebecca menyerang ku terlebih dahulu."


Desy bercerita dengan santai. Gadis itu telah kembali kuat. Dia tidak salah dan tak seharusnya berada di penjara.


Dia tersenyum kecil, lalu menatap sekelilingnya. Diam-diam gadis itu menikmati keberadaanya dalam penjara.


"Ini baru istriku! Kuat dan pemberani!" puji Abraham seraya menoleh ke belakang. Jantung Desy berdegup kencang, perutnya seperti ada ribuan kupu-kupu berterbangan di dalamnya.


Dia merasa sangat bahagia. Entah pergi ke mana rasa benci dan marah nya. Melihat bagaimana Abraham melindungi nya hari ini, hati Desy yang pada awalnya telah beku, kini telah mencair.

__ADS_1


Abraham melihat jam tangannya. Dia menghela nafas berat.


"Sepertinya aku harus pergi sekarang untuk bertemu informan ku. Semoga saja dia membawa kabar baik agar kamu bisa cepat-cepat keluar dari sini!" ujar Abraham membuat Desy berbalik menghadap punggung Abraham.


"Kamu akan meninggalkan ku di sini?" tanya Desy serius.


"Hanya sebentar, aku bertemu dengan informan ku di restoran yang jaraknya lumayan dekat dari sini. Jadi, kamu tidak takut. Aku akan tetap menjaga mu dari jauh maupun dekat," balas Abraham seraya membelai pipi gadis itu.


Desy tersipu malu mendengar kata-kata manis Abraham.


"Jaga dirimu baik-baik."


"Kamu juga."


"Boleh aku minta sesuatu?" tanya Abraham dengan suara serak menahan hasrat.


"Katakan," balas Desy menatap sayu wajah Abraham.


"Bisakah aku mencium mu saat kau bebas nanti?" Abraham bertanya dengan penuh harap. Dia ingin meluapkan kerinduan nya pada Desy.


"Kau bisa mendapatkan lebih dari ciuman, bila berhasil membebaskan ku dari sini!" balas Desy malu-malu membuat wajah Abraham langsung berbinar terang.


Dia adalah pebisnis handal dan seorang pebisnis tak pernah mau rugi.

__ADS_1


"Janji yah … kamu sudah janji! Awas kalau ingkar. Sudah dulu, aku mau bertemu informan ku dan mencari bukti untuk membebaskan mu. Ingat, Desy! Kamu sudah berjanji. Awas kalau kamu ingkar!"


Abraham berkata serius lalu pergi dari sana. Desy tersenyum-senyum sendiri melepas kepergian sang suami. Dia menutup wajahnya malu pada cicak di dinding.


"Hais … kenapa aku bisa malu begini? Seperti gadis perawan saja … eh, memang aku masih perawan!" ujarnya sendiri lalu terkejut dengan perkataan nya sendiri.


Pasangan suami istri itu telah berbaikan. Keduanya diterpa rasa bahagia dan sedih bersamaan. Bahagia karena bisa berbaikan, sedih karena Desy di penjara.


Tetapi, tak apa. Tidak akan lama lagi pasti kebenaran terungkap dan Desy bebas.


Abraham mengusap bibirnya. Keluar dari kantor polisi dengan raut wajah cerah.


"Kira-kira gaya apa yang enak yah? Women on top atau d*oggy style? Ahh … aku tidak sabar untuk mantap mantap dengan Desy," gumamnya pelan seraya senyum-senyum sendiri.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2