
Setelah seminggu bulan mandi di Paris. Abraham dan Desy kembali lagi ke negara mereka. Seperti rencana sebelumnya, mereka berdua berencana untuk konsultasi dengan dokter kandungan. Pertama kali keduanya mengecek kesuburan dan syukur nya mereka berdua subur.
"Makan makanan bergizi, jaga pola tidur juga. Jangan konsumsi alkohol dan buat Anda Tuan Abraham, jangan merokok!" ujar sang dokter tegas membuat Abraham mengerti.
"Baik, Dok. Terima kasih," ujar keduanya serempak.
Desy dan Abraham pun lega. Keduanya berterima kasih pada dokter lalu segera pulang ke rumah mereka.
Saat tiba di rumah, Desy dan Abraham melihat sebuah mobil yang tak asing. Senyuman bahagia terukir di wajah keduanya saat tahu siapa pemilik mobil tersebut.
"Hais, pria itu ternyata datang juga," ujar Abraham senang.
"Semoga saja Calista juga ikut," tambah Desy penuh harap.
Mereka berdua segera turun dan masuk ke dalam rumah. Tampak Adam dan Zara sedang menunggu kepulangan mereka di ruang tamu. Tak lupa suara anak kecil yang baru belajar bicara terdengar menggemaskan bagi mereka.
"Calista," panggil Desy senang berlari menghampiri bocah balita yang sedang duduk di lantai bersama mainan nya.
"Aha ha ha … Ty … ty.. aunty!" balas Calista girang dengan susah payah berbicara.
Desy segera duduk di lantai memangku bocah kecil dan menggemaskan itu. Dia menghadiahkan ciuman penuh cinta pada wajah bocah kecil itu.
"Uluh uluh … udah pinter kamu yah! Udah bisa panggil aunty." Desy menggesekkan hidung nya dengan hidung mungil Calista.
Bocah kecil itu tertawa girang layaknya anak kecil pada umumnya. Abraham segera meninju bahu saudara kembarnya dan mengedipkan mata ke arah Zara kakak iparnya.
"Tumben kalian ke sini! Ada apa?" tanya Abraham santai membuat Adam menyentil kepala adik kembar nya.
__ADS_1
"Kamu ini! Memang butuh alasan untuk berkunjung ke rumah saudara sendiri, huh?!" sentak Adam kesal membuat Abraham tertawa kecil.
"Okay, sorry-sorry … apa kabar kalian berdua? Makin hari makin romantis saja aku lihat," goda Abraham membuat Zara tersenyum malu.
"Baik. Aku ke sini ingin menitipkan Calista pada kalian, karena kami ingin bulan madu juga ke Bali!" ujar Adam tanpa basa-basi membuat Abraham terkejut.
Tidak biasanya pria itu menitipkan sang anak tercinta pada mereka.
"Kenapa tiba-tiba seperti ini? Maksudnya, kalian selalu membawa Calista ke manapun kalian pergi dan kalaupun harus dititipkan, kalian biasanya akan menitipkan Calista pada Mommy dan Daddy!"
Abraham merasa aneh dengan keputusan saudara kembarnya.
"Maunya juga seperti itu. Tapi, mau bagaimana lagi! Grandma menyuruhku untuk menitipkan Calista pada kalian. Agar Desy cepat hamil katanya. Aku juga kurang mengerti apa maksud, Grandma!"
Adam menjelaskan pada Abraham. Kalau Tari yang menyuruhnya untuk menitipkan Calista pada mereka.
"Lalu bagaimana dengan susu nya? Calista masih minum ASI, 'kan?" tanya Desy yang sedari tadi mendengarkan.
"Kalau masalah ASI tidak masalah, karena Calista sudah bisa minum susu formula. Apalagi dia sudah tumbuh gigi, jadi dadaku sering sakit dan nyeri di gigit nya. Makanya, aku coba beri susu formula untuk menggantikan ASI saat dada ku sakit!"
Zara menjelaskan membuat raut wajah Adam seperti kesakitan. Pria itu sangat ngilu membayangkan terakhir kali dada istrinya di gigit oleh sang anak. P*ting nya sampai berdarah dan hampir putus dilihatnya. Bahkan, Zara harus minum obat karena meriang, efek gigitan putri mereka.
"Serius di gigit? Kenapa bisa sakit? Bukannya enak?" tanya Abraham bodoh mendapatkan hadiah pukulan dari saudara nya.
Plak.
Kepala bagian belakang Abraham dipukul oleh Adam.
__ADS_1
"Enak kalau kita yang gigit, pake perasaan dan hasrat. Nantilah kamu akan melihat gimana keadaan Desy kalau dada nya di gigit sama anak kalian nanti. Eeew … sangat mengerikan. Percayalah! Kalau bukan Calista anakku. Sudah ku jewer telinga nya!" cerita Adam teringat dirinya harus puasa beberapa Minggu, karena istrinya demam.
"Serius sakit, Zara?" tanya Desy ingin memastikan.
"Hemm … sakit sekali! Aku sampai demam tinggi dan harus minum obat agar sembuh. Bahkan, aku sampai menangis! Untung saja Calista mau minum susu formula. Kalau tidak! Entah bagaimana nasibku!"
"Tapi, kamu tidak usah takut untuk memberi ASI anakmu nanti! Karena semua rasa sakit saat kita mengandung, melahirkan dan menyapih anak kita. Pasti akan ada balasan nya dari Tuhan!" jelas Zara seraya tersenyum manis membuat Desy menganggukkan kepalanya.
Mereka mengobrol ringan sesaat. Adam dan Zara sudah menyiapkan barang-barang Calista juga susu formula untuk anak mereka.
"Mohon jaga Calista dengan baik, yah," pinta Zara penuh harap.
"Calista anak yang baik," ujar Adam tersenyum penuh arti membuat perasaan Abraham tidak enak.
"Entah mengapa aku merasakan sesuatu yang buruk terjadi di masa depan," balas Abraham disambut kekehan oleh Zara dan Adam.
*
*
Author Up lagi, nih. 💞💞🥰
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1