
"Di mana surat perintah penangkapan istriku?" tanya Abraham dengan nada tegas menatap tajam 5 orang polisi di hadapannya. Dia memeluk erat tubuh Desy seolah tak ingin istrinya di bawa pergi oleh pria berseragam di hadapannya.
Para polisi itu pun terdiam. Mereka tidak membawa surat perintah penangkapan membuat Abraham tersenyum sinis.
"Tidak ada, 'kan? Lagian aku heran dengan kalian. Kejadiannya baru beberapa menit lalu dan kalian langsung datang kemari. Tanpa ada surat penangkapan, bagaimana bisa? Cih, tentu saja bisa karena ada orang di balik kejadian ini, 'kan?"
Abraham tertawa sinis. Menatap tajam lima polisi di hadapannya. Sang komandan pun mengepalkan tangannya erat. Dia membalas tatapan tajam Abraham.
"Rekan kami sebentar lagi akan datang dan membawa surat perintah penangkapan nya, Tuan. Jadi, mohon kerja samanya. Anda tidak boleh menghalangi kami untuk menjalankan tugas. Kami bisa menuntut Anda!"
Sang komandan berkata dengan nada tak kalah tegas. Aura nya dingin dan kejam membuat siapapun takut padanya, terkecuali Abraham. Pria itu lebih dari segalanya. Dia punya tahta dan kuasa.
"Aku semakin penasaran siapa yang berdiri di belakang kalian, sehingga bisa berbicara seperti ini pada seorang Abraham Dicaprio!" ungkap Abraham dengan nada dingin.
Suasana menjadi tegang, Desy menangis dengan suara tertahan. Dia masih trauma melihat keadaan Rebecca yang naas. Merasa bersalah pastinya, tetapi rasa takut lebih mendominasi.
"Yang salah tetap salah yang benar tetap benar. Orang benar tidak akan takut pada orang salah. Kami benar, Anda salah. Untuk apa orang benar takut pada orang salah?"
Sang komandan sangat pandai berbicara membuat Abraham kesal. Dia mengepalkan tangan nya erat. Tidak suka dengan gaya pria sialan di hadapannya. Ingin sekali dia meninju aparat kepolisian di hadapan nya ini.
Abraham tersenyum sinis.
"Pandai sekali kau bersilat lidah rupanya? Aku penasaran, berapa uang yang telah orang tua mu habiskan agar kau bisa menjadi polisi? Berapa hektar tanah yang di jual hemm? Apa uang nya sudah balik atau belum?"
Abraham berkata sinis, sengaja memperlambat proses penangkapan Desy, karena dia sedang menunggu seseorang.
Seseorang itu bisa menyelamatkan dirinya dan Desy. Namun, sayang. Baru saja polisi itu ingin menjawab. Anak buahnya telah tiba.
"Siang komandan. Ini surat penangkapan saudari Desy!"
Komandan pun tersenyum puas. Dia membuka surat itu lalu memperlihatkan nya pada Abraham. Membuat pria itu geram sekali.
Abraham penasaran dengan orang yang berdiri di belakang Rebecca. Bagaimana bisa surat penangkapan langsung ada di hari kejadian.
Siapa bekingan Rebecca?
"Borgol dia!" tegas sang komandan mbuat Desy menangis lepas dalam pelukan Abraham.
Dia memeluk erat suaminya tak mau di tangkap.
"Aaaa … Abra, tolong aku. Hiks … aku bukan penjahat. Tolong aku!" teriak Desy menangis sesenggukan. Hati Abraham hancur mendengar tangisan istrinya. Sebagai seorang suami tentunya dia tidak tega. Terlebih lagi rasa cinta pada istrinya sudah mengajar dalam hati.
"Jangan borgol istriku. Biar aku yang membawa nya ke kantor polisi. Aku bersumpah tidak akan membawanya kabur. Dia belum terbukti bersalah, jadi jangan borgol dia. Please!"
Abraham bersuara serak menahan air matanya agar tak luruh. Mendengar jeritan dan tangisan istrinya membuat hati pria itu sakit, sangat sakit. Seperti ingin mati rasanya.
Sang komandan tersenyum sinis. Dia senang melihat Abraham merengek padanya. Pria itu tampak sangat menyedihkan sekarang.
"Tidak bisa. Borgol dia!" tegas sang komandan membuat anak buahnya langsung menarik paksa Desy.
__ADS_1
Abraham membeku dia mengepalkan tangan nya erat. Kejadian polisi itu merebut istrinya dalam pelukan sangatlah cepat. Tangan Desy di cengkram erat sampai membekas di kulit putihnya.
Klek.
Tangan Desy berhasil di borgol. Sang gadis menatap suaminya dengan sorot mata sendu dan takut.
"Tolong aku!" pinta Desy terdengar samar-samar di telinga Abraham.
Pria itu terkejut dengan kejadian di hadapannya.
Air matanya luruh begitu saja melihat tangan istrinya di borgol. Dia pun langsung mengikuti para polisi itu.
"Sayang, tenang! Jangan takut. Aku akan menolong mu. Kalau ada yang menyakitimu segera katakan padaku. Aku bersumpah akan memberi pelajaran pada bajingan yang menyakitimu!"
Abraham berkata dengan nada tegas bercampur serak. Dia sangat takut istrinya terluka. Desy merasa yakin dengan perkataan Abraham. Entah mengapa dia sedikit tenang mendengar perkataan suaminya.
Desy mengangguk kepalanya membuktikan dia percaya pada Abraham. Awak media yang berdiri di depan restoran pun langsung merekam kejadian penangkapan Desy. Ratusan kamera merekam kejadian tersebut.
"Nona Desy! Kenapa Anda tega mendorong nona Rebecca?"
"Apakah Anda punya dendam pada Bona Rebecca?"
"Nona Desy. Tolong jawab pertanyaan kami!"
"Nona Desy."
"Nona Desy."
"Abra, tolong aku … aku takut!" jerit Desy dalam hati.
Telur busuk di lemparkan ke arah Desy oleh para penggemar Rebecca. Para polisi juga terkena lemparan telur busuk itu.
Abraham sangat murka melihat kelakuan penggemar fanatik Rebecca.
Toxic.
Penggemar wanita ular itu Toxic.
"Bajingan, aku ingin memotong tangan para penggemar sialan itu!" umpat Abraham marah. Dia menendang tong sampah di hadapannya.
Sang istri berhasil di masukkan ke dalam mobil polisi. Tak sedikit wartawan menghampiri Abraham. Membuat pria itu segera cari aman dengan masuk ke dalam mobilnya.
"Tuan Abraham, bagaimana tanggapan Anda tentang kejadian ini?"
"Tuan Abraham, apakah kejadian ini disebabkan oleh Anda? Apakah karena cinta segitiga antara Anda, nona Rebecca dan Nona Desy?"
"Tuan Abraham."
"Tuan Abraham."
__ADS_1
Sangat banyak di antara mereka yang menghampiri Abraham. Pria itu berjalan tegak membelah massa. Tak segan mendorong orang yang berada di hadapannya. Dia berhasil masuk ke dalam mobilnya.
Dia menginjak pedal gas lalu melaju membelah massal. Dia menghubungi orang-orang nya.
"Cari pengacara terbaik untuk Istriku. Cari saksi, bukti dan rekaman CCTV di restoran XX. Dapatkan semua yang aku minta bagaimanapun caranya. Jangan lupa cari latar belakang Komandan Gilbert. Aku juga ingin tahu tentang bekingan Rebecca. Siapa-siapa saja pria yang telah tidur dengan wanita ular itu!" perintah Abdagm dengan nada tegas.
Lalu mengakhiri panggilan tersebut. Tak berhenti di sana, dia juga menghubungi anak buah yang ia sewa untuk memantau Desy dari jauh.
"Kirim semua video dan foto yang kamu ambil di restoran tadi padaku!"
Panggilan terputus. Tak berselang lama foto juga video di terima oleh Abraham. Pria itu menepikan mobilnya di pinggir jalan. Segera dia kirimkan ke nomor sahabat nya ahli IT.
"Halo. Kau telah melihat video dan foto yang aku kirim?" tanya Abraham cepat dengan nada bergetar. Karena amarah dan rasa sedihnya bercampur menjadi satu.
[Sudah. Apa yang harus aku lakukan dengan ini semua?]
"Sebar video dan foto itu. Jadikan trending topik dan alihkan simpati publik untuk Istriku. Dia adalah korban sebenarnya, dan Rebecca telah berhasil melakukan playing victim!" suruh Abraham cepat.
"Kau mengerti?"
[Baik.]
Panggilan terputus. Tak berhenti di situ, Abraham menghubungi temannya yang punya stasiun televisi. Dia meminta bantuan semua koneksi nya. Tidak akan di biarkan istrinya tersakiti terlalu lama.
"Halo. Jeff, aku tahu kau sudah melihat berita tentang Istriku dan Rebecca Silver! Aku ingin kau meredam semua berita tentang Istriku. Kalau perlu buka kasus lama yang belum di selesaikan oleh polisi. Alihkan perhatian publik agar scandal istriku ini tenggelam. Aku mohon!" pinta Abraham penuh harap pada teman satu kuliah nya.
[Baiklah, tapi bisnis tetap bisnis. Harga yang aku minta tidaklah mudah!]
"Baik. Aku akan bayar berapapun yang kamu mau! Asalkan berita ini tenggelam."
[Oke, deal]
Abraham mengakhiri panggilan tersebut. Tangannya bergetar hebat, dia sangat ketakutan sekarang. Takut sekali kalau sampai istrinya mendekam di penjara.
"Aku akan menolong mu, Sayang. Bagaimana pun caranya!" Abraham menangis sesenggukan di dalam mobil.
Segera dia hapus kembali air matanya. Dia tidak ingin bersedih saat ini, karena istrinya sedang membutuhkan pertolongan nya.
"Ayo kuat, Abra. Bukan saatnya nangis karena istrimu sedang membutuhkan mu!" tegas Abraham.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1