
Desy sudah berada di pembatas pagar, dia menoleh ke bawah membuat gadis itu khawatir akan jatuh. Desy sadar kalau perkelahian nya dengan Rebecca membuat orang-orang memperhatikan mereka.
Segera gadis itu mencekal tangan Rebecca yang ingin mendorong nya ke bawah.
"Jangan lakukan hal yang nantinya kamu sesali! Lebih baik kita akhiri perkelahian ini. Kalau memang kau masih ingin berkelahi, kita bisa melakukan nya di ring tinju."
Desy berusaha menyadarkan Rebecca. Agar wanita itu tidak melakukan hal lebih dari ini. Mereka sedang di perhatikan orang banyak, sekuriti juga sedang menaiki anak tangga menuju mereka.
"Aku akan berhenti saat kau mati. Agar Abraham jadi milikku seutuhnya?!" desis Rebecca seraya tertawa sinis membuat Desy melebarkan bola matanya.
Wanita ini benar-benar gila pikir Desy. Rela membunuh orang demi mendapatkan apa yang dia mau.
"Kau gila?!"
"Iya?! Aku gila karena mencintai suami mu?! Dan dia tidak mencintai ku. Karena dia mencintai mu!" teriak Rebecca menggila terus mendorong Desy membuat gadis itu panik lalu tanpa sadar dia menarik kencang tangan Rebecca saat hampir jatuh.
"Aakk."
Brakk.
*
*
Abraham masuk ke dalam restoran. Pria itu tidak habis pikir bagaimana bisa dia wanita berkelahi seperti petinju handal. Takut juga kalau istrinya terluka, karena Desy baru saja sembuh dari sakitnya.
__ADS_1
"Awas saja Rebecca, kalau sampai istriku terluka sedikit saja. Akan ku buat karirmu hancur hati ini juga!" desis Abraham geram.
Pria itu melangkah ke dalam, namun tubuhnya membeku saat melihat Rebecca terjatuh dari lantai dua tepat mendarat atas meja.
Brakk.
Meja terbelah dua, darah mengalir dari kepala, mulut dan hidung Rebecca. Suara jeritan pengunjung wanita terdengar oleh Abraham. Tak sedikit orang yang merekam kejadian tersebut.
Semuanya berjalan cepat, tapi terasa lambat bagi Abraham. Dia mendongak melihat Desy di lantai dua tampak terkejut. Gadis itu menutup mulutnya tak percaya, tatapan mereka bertemu membuat Desy menggelengkan kepalanya cepat.
Seolah mengatakan dia tidak sengaja melakukan hal itu.
Desy menangis tanpa suara. Jantungnya berdegup kencang. Gadis itu sungguh tak bermaksud mendorong Rebecca ke bawah.
"A-aku tidak sengaja," ujar Desy pelan dengan bibir bergetar.
Abraham segera berlari menaiki anak tangga. Pria itu tidak ingin mengulangi kesalahan nya di masa lalu. Yaitu lebih memilih wanita lain daripada istrinya.
Tidak …
Aku tidak ingin mengulangi kesalahan ku.
Desy istriku. Dia prioritas ku.
Saat tiba di tempat Desy. Dia langsung menarik istrinya masuk ke dalam pelukan nya. Gadis itu pun menangis sesenggukan dalam pelukan suaminya. Menumpahkan segala rasa sesak yang ia rasakan.
__ADS_1
"Hiks … aku berani bersumpah kalau aku tidak sengaja mendorong nya. Dia yang lebih dulu menampar ku. Dia yang memulai perkelahian denganku. Bukan aku! Hiks … tolong percaya padaku!*
Desy berkata di sela-sela tangisnya. Gadis itu mengeratkan pelukannya pada Abraham. Takut sekali suaminya menyalahkan dirinya dan pergi meninggalkan nya seperti dulu.
Dia membutuhkan Abraham saat ini. Sejenak dia meluapkan rasa benci pada suaminya.
Abraham menepuk punggung istrinya. Dia mencium puncak kepala istrinya berkali-kali berusaha menenangkan Desy agar tak mengkhawatirkan apa yang telah terjadi.
"Ada aku di sini … tidak akan ada yang menyakitimu. Dan tidak boleh ada yang menyakitimu!"
Mendengar perkataan suaminya membuat Desy sedikit tenang karena merasa terlindungi.
Ambulance tiba dan polisi datang. Tak lupa awak media pun hadir untuk meliput peristiwa naas yang menimpa artis terkenal Rebecca Silver.
"Nona Desy, anda harus kami tahan untuk sementara sebagai tersangka utama atas kasus percobaan pembunuhan pada saudari Rebecca Silver. Anda bebas melakukan pembelaan dengan membawa pengacara ke kantor polisi!" tegas seorang polisi membuat tubuh Desy bergetar ketakutan dalam pelukan Abraham.
"Tangkap dia!" tambah polisi itu pada bawahannya.
*
*
Maaf telat up. 🌹🌹
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏