
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, usia kehamilan Desy sudah sembilan bulan. Banyak sekali suka duka selama kehamilan Desy. Ada-ada saja keinginan wanita itu saat sedang hamil mampu membuat seorang Abraham Dicaprio pusing tujuh keliling.
Untung saja Abraham sanggup melayani keinginan aneh istrinya. Seperti saat salju tiba, Desy minta di buatkan es krim, harus Abraham yang buat juga. Lalu saat panas terik matahari, Desy minta makan sup buntut khas Indonesia.
Tentu saja Abraham harus meluncur ke restoran Indonesia. Demi mendapatkan sup buntut permintaan istrinya, maklum saja. Desy keturunan Indonesia-Medan, jadi dia sering kali mengidam makanan Indonesia.
"Sepertinya slogan 2 anak lebih baik itu sudah betul," gumam Abraham pelan dengan mata terpejam setelah pulang mencari sup buntut.
Pria itu kelelahan, lalu tertidur atas ranjang. Sedangkan istrinya asik menyantap nasi putih dan sup buntut.
*
*
Desy merasa aneh dengan tubuhnya. Dia mengelus perut besarnya saat merasakan kontraksi. Dia melihat sang suami tidur terlelap, karena kelelahan memijat kakinya yang sudah membengkak.
"Sssttt … sakit," lirih Desy tanpa suara. Susah payah Desy bangkit ranjang nya lalu melangkah kecil mondar-mandir di dalam kamar.
Rasa sakit pada pinggang, panggul dan perutnya sangat mencekam. Sudah berulang kali dia masuk kamar mandi guna mencoba buang hajat. Namun, tak kunjung keluar.
"Sssttt … hiks!" Desy tak sengaja menjatuhkan pot kristal di atas meja panjang. Dia berpegangan pada sudut meja menahan tubuhnya agar tak tumbang.
Suara benda pecah membangunkan Abraham yang tidur lelap. Pria itu langsung terduduk, merasa was-was sebab istrinya tinggal tunggu melahirkan.
"Sayang! Hey … kenapa tidak membangunkan ku?"
__ADS_1
Abraham mengucek matanya lalu bangkit dari ranjang. Dia segera merangkul istrinya. Tubuh Desy saat hamil sangat berisi, hampir sama seperti gadis dulu.
Desy menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami. Dia mencengkram lengan Abraham, menandakan dirinya tak kuasa menahan sakit.
"Sepertinya aku mau lahiran! Soalnya perut ku udah sakit sekali," lirih Desy pelan dengan suara parau.
Sontak saja Abraham terkejut mendengarnya. Sebab pria itu tahu kalau lusa barulah Desy masuk rumah sakit, sesuai instruksi dari dokter.
"Bukannya dua hari lagi kamu melahirkan, Sayang?" Abraham bertanya polos dan panik membuat Desy menggelengkan kepalanya.
Dia sangat kesal dengan sang suami.
"Aku nggak sanggup kalau menunggu dua hari lagi. Bisa-bisa kamu jadi duda, Abra, karena aku bakal tinggal nama!" ujar Desy terbata-bata membuat Abraham menelan ludahnya kasar.
Pria itu tidak sanggup menjadi duda. Dia masih ingin bahagia bersama Desy dan calon anak-anaknya.
"Makanya, antar aku ke rumah sakit!" sentak Desy galak tak kuasa menahan sakit lagi.
"Baik, Sayang!"
Segera saja Abraham mengantar wanita itu ke rumah sakit. Benar saja ternyata Desy melahirkan lebih cepat dari perkiraan dokter. Abraham yang kalut pun lupa menghubungi keluarganya. Pria itu tidak tahu harus berbuat apa, yang jelas atensinya saat ini hanya untuk Desy dan calon anak-anaknya.
"Abra, aku takut! Hiks … sakit!" lirih Desy seraya mencengkram erat lengan sang suami. Mereka sudah berada di ruang persalinan.
"Hey, kamu kuat! Kamu hebat, Sayang. Tidak usah takut yah … ada aku di sini. Kamu harus kuat, agar baby twins bisa lahir ke dunia ini!"
__ADS_1
Abraham memberikan semangat pada istrinya. Bukan hanya Desy yang takut, Abraham pun ketakutan dan gugup. Dia sangat takut istrinya terluka.
Mendengar ucapan suaminya membuat Desy semangat. Dia tersenyum meski kesakitan. Demi baby twins dan suaminya dia harus kuat.
Desy pun langsung melakukan perintah dokter. Selama itu lengan Abraham terluka karena dicakar oleh Desy. Namun, pria itu tidak peduli, karena tahu istrinya lebih sakit darinya.
Suara tangis bayi terdengar. Anak pertama berhasil lahir, Abraham dan Desy tersenyum cerah.
"Kamu hebat, Sayang," puji Abraham lalu mencium kening istrinya.
"Selamat, Pak. Anak pertama Anda perempuan!" ujar dokter wanita membuat Desy dan Abraham tersenyum senang.
"Dia pasti cantik seperti kamu,"kata Abraham membuat hati Desy menghangat.
5 menit kemudian, Desy berhasil melahirkan bayi laki-laki. Wanita itu sangat bahagia, rasa sakit yang ia rasakan hilang tak tahu ke mana saat melihat bayinya masih berdarah keluar dari tubuhnya.
"Akhir nya aku jadi mommy," lirih Desy pelan menangis haru.
"Dan aku jadi Daddy," balas Abraham mencium kening istrinya.
*
*
Bersambung.
__ADS_1
jangan lupa like komentar vote dan rating 5 nya.
salem Aneuk Nanggroe Aceh