Mengejar Cinta Istri Seksi

Mengejar Cinta Istri Seksi
Balasan Desy


__ADS_3

Desy tak tahan lagi dengan goyangan dua jari Abraham. Semakin dia diam maka semakin terasa nikmat. Namun, ini bukanlah tempat untuk merem melek. Meski ruangan mereka private, tetap saja kalau dia bersuara orang yang sebelah ruang mereka akan mendengarnya.


Ah … rasanya gadis itu ingin meledak saat ini juga. Gelora asmara bertambah seiring cepatnya dua jari Abraham mengorek isi dalam tubuh Desy. Wajah gadis itu memerah dia menoleh ke arah Abraham yang tampak santai menatapnya dengan tatapan tanpa dosa.


Sangat menjengkelkan. Suaminya ini memang pandai sekali membuat orang kesal.


"Le-paskan!" lirih Desy dengan suara terbata-bata. Gadis itu ingin sekali menampar wajah Abraham. Dia kesal dengan pria itu.


"Enak kah? Enak tidak?" goda Abraham membuat Desy melebarkan bola matanya. Mulut gadis itu sedari tadi gatal ingin mengeluarkan suara, namun takut orang-orang akan menganggap nya aneh.


Sedangkan Jimmy hanya bisa mengepalkan tangannya erat. Pria itu ingin sekali mengulang saat itu juga. Andai dirinya punya kantong ajaib Doraemon pastilah dia sudah membuka pintu untuk pergi ke tempat lain.


Menjengkelkan memang.


"Dasar pasutri gila! Bisa-bisanya main mantap mantap di depan umum," batin Jimmy mengumpat kesal.


Abraham kembali menatap Jimmy.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi." Abraham memperingati membuat Jimmy menghela nafas berat.


Dia ingin menjawab, namun Desy lebih dulu menyela.


"Dia bekerja sebagai sekretaris pribadi ku!" balas Desy cepat membuat Abraham terkejut. Pria itu menghentikan goyangan dua jari nya membuat Desy menghela nafas lega.


"Kenapa bisa begitu? Bukannya sekretaris pribadi mu itu Angela?" tanya Abraham serius teringat sosok Angela, wanita yang selama ini menjadi tangan kanan Demian. Wanita itu sudah menikah tentunya, kinerja nya sangat bagus.


Desy tersenyum sinis. Dia langsung bangkit dan duduk di sebelah Jimmy. Mendapatkan pelototan oleh Abraham tak ia hiraukan. Gadis itu semakin senang melihat wajah marah dan kesal suaminya.


"Angela baru selesai melahirkan. Dia sudah mengundurkan diri, karena ingin fokus jadi istri dan ibu bagi putrinya! Jadi, sekarang Jimmy yang menggantikan Angela!" jelas Desy tersenyum manis menatap Jimmy.


Desy menggenggam tangan Jimmy di hadapan Abraham membuat pria itu melebarkan bola matanya. Tidak bisa di terima, enak sekali Desy bersentuhan dengan pria lain.


"Desy, tanganmu nakal sekali. Cepat lepaskan tangan pria itu bila tidak akan aku patahkan tangan sahabat mu itu saat ini juga." Abraham memberi titah dengan suara dingin nya. Pria itu sangat tak suka melihat istrinya bersentuhan dengan orang lain.


Pencemburu itu sudah mengakar. Dari kakek sampai dirinya membuat Abraham menjadi sosok pencemburu.


Jimmy menelan ludahnya kasar. Dia tidak mau terlibat terlalu jauh dengan Desy yang notabene nya istri orang. Meski dia menyukai Desy, tapi tidak sampai gila merebut istri orang.


Jimmy langsung menarik tangannya kembali.


"Aku ke toilet dulu." Tanpa pikir panjang pria itu langsung keluar dari ruang private itu. Meninggalkan Desy bersama suaminya.

__ADS_1


Setelah kepergian Jimmy, pria itu menatap tajam istrinya. Sedangkan Desy membalas tatapan pria itu tak kalah tajam.


"Kenapa kamu menggenggam tangan nya, huh?! Di depan ku lagi. Apa kamu tidak peduli dengan perasaan ku?!" tanya Abram dengan nada Ketus membuat Desy terkekeh geli.


"Untuk apa aku peduli dengan perasaan mu. Sedangkan, kamu sendiri tidak mau peduli bagaimana perasaan ku!" ujar Desy santai membuat Abraham mendengus sinis.


"Itu dulu. Tapi, sekarang tidak?!" bantah Abraham cepat.


"Itu dulu. Tapi, sekarang tidak?! Dulu aku peduli padamu dan sekarang tidak." Desy pun membalasnya dengan cepat. Dia tidak mau kembali ke tahap di mana Abraham adalah dunia nya.


Skakmat.


Abraham terdiam. Dia tetap kalah bila berdebat dengan Desy, bagaimanapun gadis itu adalah sarjana hukum. Sangat tahu bagaimana membalas perkataan lawan nya, tahu bagaimana membuat orang lain terdiam dengan raut wajah merah padam.


Desy kembali tersenyum sinis.


"Kita memang belum bercerai, Abra. Bukan berarti kita bisa seperti dulu lagi. Bangun dari mimpi mu! Tuan putri yang dulunya rela menjadi budak mu telah menjadi sosok ratu tanpa raja."


Desy kembali berkata membuat Abraham lagi dan lagi terdiam. Setiap perkataan yang keluar dari mulut istrinya sangatlah tajam dan menyakitkan. Meski itu semua benar adanya.


Tetapi, Abraham tidak akan menyerah. Dia tetap berjuang demi mendapatkan hati istrinya kembali.


Kalah berdebat dengan istrinya membuat Abraham kesal dan langsung mengangkat kakinya. Dia dan Desy duduk berhadapan. Dia menaikkan kakinya ke atas lalu jempol kakinya yang beraksi masuk ke dalam rok istrinya.


Ah.


Desy terkejut melihat aksi Abraham membuat pria itu tersenyum penuh arti.


"Aku memang selalu kalah berdebat denganmu. Tapi, seperti yang kamu tahu kalau aku tidak pernah mau menerima kekalahan!" ujar Abraham tersenyum sinis seraya terus memainkan jempol kakinya di sana.


Desy tersenyum devil.


"Dan aku bukan orang yang mau dikalahkan!" desis Desy cepat lalu mencengkram erat pergelangan kaki Abraham.


Plak.


Desy memukulnya kencang membuat Abraham berteriak.


"Akk." Teriak pria itu kencang tak hanya itu. Desy membanting meja kayu itu ke arah Abraham membuat pria itu terjungkal ke belakang dan ketindihan meja makan.


Brak.

__ADS_1


"Oh My God. Ini benar-benar sakit," pekik Abraham dengan suara tertahan. Mendengar suara orang berkelahi membuat pengunjung lain membuka pintu ruangan Desy.


"Apa yang terjadi?" tanya pengunjung lain pada Desy.


"Ah tidak … suamiku minta cerai tapi aku tidak mau. Jadi, aku beri di sedikit pelajaran!" balas Desy tersenyum polos membuat pria yang ada di sana bergidik ngeri sedangkan Abraham hanya mengumpat kesal dalam hati.


"Dia benar-benar pandai memutar balikkan fakta. Dasar wanita!" desis Abraham dengan nada kesal menutup wajahnya agar tak di kenali orang.


*


*


Hari Senin merupakan hari yang di tunggu-tunggu oleh Desy. Gadis itu mengerjakan tugasnya sebagai CEO dengan tenang. Gadis itu bekerja sangat keras untuk menelaah setiap proposal yang diajukan oleh bawahan nya.


Hingga saat sedang asik bekerja. Jimmy masuk ke dalam ruangan nya.


"Ada apa, Jimmy?" tanya Desy tanpa menoleh pada sahabatnya.


"Di luar ada Rebecca Silver. Dia ingin bertemu denganmu. Katanya ada yang ingin dibicarakan!" lapor Jimmy membuat Desy tersenyum kecil.


"Masih ada muka ******* itu datang kemari rupanya. Ha ha … seperti nya akan menarik. Suruh dia tunggu di restoran depan perusahaan. Aku tidak mau ruangan ku di injak oleh wanita murahan sepertinya!" titah Desy seraya tersenyum misterius membuat Jimmy menganggukkan kepalanya.


Gadis itu meregangkan otot-otot tubuhnya. Dia cukup lelah karena 5 jam duduk saja tanpa berdiri.


"Hahhh … pantas saja kaki ku gatal hari ini, ternyata pertanda untuk menendang ******* itu," gumam Desy menjentikkan kakinya.


Masih teringat jelas gambar Rebecca berhubungan dengan suaminya. Tak sabar memberi pelajaran pada wanita itu.


Rebecca? Ha ha … kau telah mengganggu singa betina berwujud wanita. Siap-siap mendapatkan hukuman mu.


Batin Desy bergumam.


*


*


Wkwkwkwk 🤣🤣😀 si Abraham bener-bener gak ada akhlak.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2