Mengejar Cinta Istri Seksi

Mengejar Cinta Istri Seksi
Lebih Besar


__ADS_3

"Aku janji, Uncle. Tidak akan pernah buat Desy sedih dan menangis lagi. Aku akan menebus semua dosa dan kesalahan ku pada Desy di masa lalu. Walaupun dia menangis, maka itu adalah tangisan bahagia!" janji Abraham pada Demian.


Pria paruh baya itu pun dapat melihat tekad Abraham. Berbeda saat pertama kali melamar Desy, sekarang sorot mata Abraham tampak penuh ambisi dan cinta.


"Baiklah, aku akan mengizinkan kalian untuk rujuk lagi. Tapi, ingat! Kalau sampai Desy menangis karena sikap mu yang mengabaikan dia, maka jangan harap kamu bisa mendapatkan kepercayaan ku lagi!" tegas Damian menatap tajam Abraham.


Sontak wajah pria itu tersenyum manis. Dia merasa sangat senang telah mendapatkan restu dari Damian. Artinya mereka bisa bersama lagi, Desy menatap Abraham dengan sorot mata bahagia.


"Siap, Dad!" jawab Abraham penuh percaya diri.


Semua orang tersenyum lega. Mereka merasa bahagia melihat Abraham dan Desy bersatu kembali.


*


*


"Desy Simanjuntak, maukah kamu kembali menjadi istriku?" tanya Abraham seraya menekuk satu lutut lalu membuka kotak hitam kecil menampakkan cincin pasangan pernikahan.


Sontak saja Desy terkejut bukan main. Dia menutup mulutnya tak percaya, matanya berkaca-kaca dan jantung berdebar kencang.


Saat ini mereka berdua di taman belakang rumah Desy. Keduanya di beri waktu untuk bersama.


"Yeah, aku mau!" balas Desy bahagia membuat Abraham tersenyum senang. Dia segera memasangkan cincin pernikahan di jari manis Desy, begitupun sebaliknya.


"Terima kasih, Abra. I love you!" Desy memeluk erat tubuh Abraham. Keduanya meresapi hangatnya berpelukan bersama.


"Aku janji akan membahagiakan mu," bisik Abraham di telinga Desy. Gadis itu pun tersenyum senang.


*

__ADS_1


*


Abraham langsung mengajak Desy terbang hari itu juga ke Paris. Untuk bulan madu, Desy tidak bisa berkata-kata. Gadis itu bahagia, dia berharap rumah tangga mereka akan selalu seperti ini. Bahagia dan saling mencintai.


Jantung Desy berdebar kencang, dia melihat penampilan nya di depan cermin. Hanya memakai lingerie seksi berbahan tipis tembus pandang.


"Ya ampun, kenapa jantung ku berdebar seperti ini? Aaaa … padahal aku pernah t*lanjang di depan, Abra. Tapi, tidak pernah gugup seperti ini!" jerit Desy dalam hati.


Suara ketukan pintu menyadarkan lamunan gadis itu. Malam ini merupakan malam pertama mereka. Namun, hatinya berdebar kencang, rasa gugup menyelimuti hatinya. Seumur hidup baru kali ini dia gugup separah ini.


"Sayang! Are you okay?" Suara Abraham terdengar.


"Yes, I'm okay."


Desy memutuskan untuk segera membuka pintu kamar mandi. Tak peduli rasa gugup itu ada, Desy akan menghadapinya.


*


*


Abraham menyemprotkan parfum ke seluruh badan nya. Pria itu harus wangi, karena malam ini merupakan malam pertama nya dengan sang istri. Malam bersejarah, dia harus menjadi sempurna agar memuaskan istrinya.


Menatap pantulan dirinya di depan cermin rias. Wajahnya sangatlah tampan dan bersih. Perutnya sixpack, hidung mancung dan bibir seksi.


"Ahhh … betapa tampan nya wajah ku ini, pantas saja Desy jatuh cinta padaku. Haha … terima kasih, Tuhan. Karena sudah menciptakan ku tampan dan kaya! Akan ku gunakan ketampanan ku ini untuk memenjarakan istriku dalam cinta ku!"


Abraham senyum-senyum sendiri di depan cermin. Dia seperti gadis remaja yang pertama kali jatuh cinta, sesekali dia memeluk tubuhnya sendiri dan berguling-guling di atas ranjang.


Bayangan masa lalu nya bersama Desy saat kecil terlintas begitu saja. Menyenangkan sekali saat mereka bermain bersama. Meski terkadang berkelahi, karena rebutan permen.

__ADS_1


"Hais … kalau tahu Desy jodohku! Dari dulu aku sudah mengajaknya menikah. Tapi, karena aku buta kemarin, jadi tidak tahu! But, it's okay. Dia milikku sekarang," gumam Abraham senyum-senyum sendiri.


Sesekali dia menggigit bibir bawahnya sendiri. Sudah setengah jam istrinya berada dalam kamar mandi membuat Abraham tak sabar. Segera saja dia bangkit dari ranjang.


"Kenapa lama sekali dia di kamar mandi?" Abraham bermonolog pada dirinya sendiri.


Segera pria itu mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang, are you okay?" tanya Abraham dengan suara keras.


"Yes, I'm okay."


Pintu terbuka menampilkan sosok Desy yang memakai lingerie seksi. Kulit nya halus dan mulus, mata Abraham tertuju pada dua gunung kembar milik Desy yang cukup besar dan berisi.


"OMG … ternyata lebih besar dari dugaan ku," gumam Abraham dengan air liur yang hampir keluar dari mulutnya.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


Ini author lagi ngetik untuk 2 bab selanjutnya. Adakah kopi buat author semangat nulis nya? Hehe 🤗


Terima kasih udah sabar menunggu update 🌹.

__ADS_1


__ADS_2