Mengejar Cinta Istri Seksi

Mengejar Cinta Istri Seksi
Sanggup Membahagiakan?


__ADS_3

Perlahan Desy membuka matanya, setelah polisi di sana pergi dalam keadaan panik. Hanya tersisa satu polisi saja, namun dia keluar ruangan guna memberi waktu untuk Abraham dan Desy.


"Kamu sudah sadar? Mana yang sakit?" tanya Abraham khawatir. Desy tersenyum manis. Sebenarnya gadis itu pura-pura pingsan agar di bawa ke rumah sakit.


"He he … tubuh aku sakit, karena di injak-injak tadi. Tapi, aku baik-baik saja sekarang."


Desy membalas santai membuat Abraham menghela nafas lega. Pria tampan itu bersyukur, karena istrinya baik-baik saja.


"Kenapa kamu diam saja hemm? Seharusnya kamu balas dia." Pria itu mengusap puncak kepala istrinya. Desy tersenyum tulus, dia menggenggam tangan Abraham.


"Aku bosan di penjara, di sana alas saja tidak ada. Makanya aku sengaja cari masalah biar di bawa ke rumah sakit dan bisa tidur di ranjang," jelas Desy lembut membuat Abraham menggerutu kesal. Dia tidak habis pikir dengan kelakuan istrinya.


"Kamu tenang saja yah. Besok kamu akan bebas! Aku sudah menemukan semua bukti dan saksi mata. Komandan yang melukai kamu juga sudah dapat karma nya. Tidak akan ada yang berani nyakitin kamu di masa sekarang, maupun di masa depan. Karena aku akan selalu melindungi kamu mulai sekarang dan di masa depan!"


Abraham berkata tegas, dia berjanji pada diri sendiri untuk terus melindungi istri nya. Biarlah dirinya berbuat salah di masa lalu, namun di masa depan dia telah berjanji. Akan terus menjaga istrinya agar tak terluka lagi.


Mendengar janji Abraham membuat Desy terharu. Selama ini dia mengeraskan hatinya terhadap segala hal yang bersangkutan dengan Abraham. Dia terlanjur kecewa pada suaminya, namun melihat ketulusan dan perjuangan suaminya dalam membela, membuat Desy merasa terharu.


"Maaf," lirih Desy meneteskan air matanya. Dia menangis pelan membuat Abraham terkejut.


"Hey, kenapa kamu menangis? Apa ada yang sakit? Apa aku menyakiti mu?"


Abraham bertanya panik. Desy menggelengkan kepalanya.


"Maaf, karena aku egois. Daddy dan mommy sudah cerita tentang kesalahpahaman antara kita waktu itu. Tapi, aku menutup mata hati aku, karena terlanjur benci sama kamu."


Desy berkata dengan suara parau. Gadis itu menangis, dia mengakui isi hatinya pada sang suami. Abraham segera menarik tangan Desy lalu mencium nya lembut.


"Yang lalu biarlah berlalu. Aku juga banyak salah sama kamu dulu, tapi, sekarang aku sadar kalau kamu penting buat aku, kamu berharga sekali untuk aku! Maaf, karena membuat semuanya rumit. Andai aku lebih dulu menyadari perasaan cinta ku ini, andai saja kalau aku dulu tidak termakan oleh ego ku sendiri, pasti sekarang kita akan hidup bahagia dan tentunya kita sudah punya satu anak!"


"Tapi, semakin ke sini aku paham. Menyesali masa lalu memang harus, tapi berlarut-larut memikirkan apa yang telah terjadi itu tidaklah penting. Hanya menguras emosi saja, sekarang saatnya kita berdamai dengan masa lalu. Membangun masa depan yang cerah! Kamu mau, 'kan?"


Abraham berbicara dengan nada lembut. Suaranya serak-serak basah dan parau menahan tangisnya agar tak luruh. Desy menganggukkan kepalanya cepat, dia menangis sesenggukan.

__ADS_1


Segera saja dia bangkit duduk lalu memeluk erat tubuh suaminya. Abraham tersenyum haru, dia mengelus puncak kepala istrinya. Tak berani membalas pelukan istrinya, takut melukai Desy sebab punggung istrinya masih terasa sakit.


"I love you," ujar Desy dengan suara serak.


"I love you too," balas Abraham dengan rasa bahagia dalam dadanya.


*


*


Waktu berjalan begitu cepat, seminggu sudah terlewati pasca Desy masuk rumah sakit. Semua masalah berhasil di atasi tuntas, publik pun tahu siapa yang benar dan salah. Beramai-ramai netizen meminta maaf pada Desy di kolom komentar postingan Instagram gadis itu.


Komandan yang menyakiti Desy pun ikut kena imbas. Dia terbukti melakukan kesalahan dan terancam hukuman mati, sebab telah melakukan kejahatan. Bergabung dengan organisasi pasar gelap, korupsi dan diskriminasi terhadap kalangan bawah.


Sering kali dia juga mendapatkan suap untuk tutup mulut dari pelaku kejahatan golongan konglomerat. Tetapi, kejam dan seperti lintah darat bagi golongan bawah.


Sedangkan Rebecca Silver, karir nya hampir hancur. Namun, Desy berbaik hati. Mengingat kalau Rebecca memiliki keluarga yang harus ia beri makan di kampung, dia pun tak menuntut Rebecca.


Meski sangsi sosial pasti dia dapatkan. Setidaknya, karir Rebecca tergolong dalam kata aman.


Tes.


Cairan kental keluar dari hidung Abraham mengenai layar tablet. Pria itu menyentuh hidung nya dan melihat darah.


"Haiss, aku mimisan lagi. Gara-gara jam tidurku kurang," gumam Abraham langsung mengambil tisu mengumpat hidungnya.


*


*


Hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu oleh Abraham. Dia bersama orang tuanya mendatangi rumah orang tua Desy guna menjemput istrinya kembali.


Pria itu terlihat rapi dan tampan mengenakan jas tuxedo nya. Jantung nya berdetak kencang, dia sangat merindukan istrinya. Sebab, sudah 4 hari belum bertemu.

__ADS_1


"Ingat, Sayang. Kamu tidak boleh menyakiti Desy lagi, karena ini adalah kesempatan terakhir yang diberikan uncle Damian untuk kamu. Kalau sampai kamu membuat Desy menangis lagi! Siap-siap kamu di hajar sama uncle Damian," nasehat Juliet lembut.


Dia mengelus pundak putranya. Abraham tersenyum tipis, dia telah berjanji dan yakin pada dirinya sendiri kalau kali ini mampu membahagiakan Desy.


"Aku janji, Mom. Tidak akan ku biarkan Desy meneteskan air mata. Kecuali air mata bahagia," ujar Abraham sungguh-sungguh membuat Juliet tersenyum lebar. Dia mengelus puncak kepala putranya.


"Mommy percaya padamu."


Mereka turun dari mobil, kali ini hanya datang orang tua bersama Abraham. Lainnya tidak.


Saat masuk ke dalam rumah. Mata Abraham terpana melihat kecantikan istrinya bersama sang mertua menunggu kedatangan mereka di ruang tamu.


Mereka bertiga di persilahkan duduk oleh Sissy.


"Kamu cantik," puji Abraham dengan gerak bibir saja.


"Kamu juga tampan," balas Desy juga dengan gerak bibir.


Mereka tak sadar kalau orang tua mereka sama-sama melihat aksi tersebut. Damian memasang wajah dingin.


Ekhm.


"Langsung to the point saja, kau benar-benar sanggup membahagiakan putriku atau tidak?" tanya Damian serius membuat Abraham menelan ludahnya kasar. Gugup pastinya.


*


*


Maaf telat up 🙏🌹❤️


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2