
Waktu berjalan begitu cepat, pagi hari telah datang. Mentari terbit dari timur dengan malu-malu, cahaya keemasan nya masuk ke celah jendela pria tampan yang sedang terlelap di bawah gulungan selimut. Dia tampak sangat lelah, lingkaran hitam tampak di sekitar matanya di tambah matanya bengkak, akibat terlalu lelah menangis semalam.
Suara dering ponselnya berbunyi. Pria itu sengaja tak mengabaikan nya, sebab hari ini merupakan hari libur nasional. Namun, ponselnya berbunyi berkali-kali membuat nya kesal. Segera saja ia tekan tombol hijau pada layar ponselnya.
"Halo!" Suaranya terdengar serak basah khas bangun tidur.
[Tuan, Nona Desy bertemu dengan pria lain di hotel XX]
Anak buah Abraham melapor. Sengaja dia menyuruh orang untuk menjaga Desy dari jarak jauh di manapun gadis itu berada, agar bila ada orang jahat seperti rampok segera di tolong oleh orang nya.
Abraham yang tadinya mengantuk berat pun langsung bangkit duduk tegak. Pria itu membuka matanya lebar, tangannya mengepal dan matanya merah menyala seperti orang yang sedang kerasukan. Sungguh dia sangat marah saat ini.
Geram pastinya. Cemburu apalagi.
"Baik, aku akan segera ke sana. Tetap kontrol dia dari jauh. Jangan sampai membuatnya curiga!" ujar Abraham dengan nada tegas lalu menutup panggilan.
Pria itu mengepalkan tangannya erat. Belum juga dia dan Desy bercerai, namun gadis itu beraninya bertemu dengan laki-laki lain. Padahal selama ini Abraham tidak pernah mau berdekatan dengan wanita manapun.
Ah … Desy sangat menyebalkan.
"Awas kau Desy, kalau sampai berani berbuat lebih. Aku tidak akan segan-segan menghukum mu sampai tidak bisa berjalan lagi," umpatnya kesal.
Segera saja dia turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk bersalin. Setelah selesai Abraham sengaja memakai pakaian pemberian Desy dulu.
Jaket Hoodie one set dengan celana. Dulunya Desy sangat suka memberi hadiah untuk Abraham, hanya saja pria itu tidak mau memakainya.
"Aku datang, Honey. Dan kau belalang sembah! Awas saja kalau sampai istriku kau colek sedikit saja. Akan ku potong jarimu," gumam Abraham bermonolog pada dirinya sendiri.
Dia tidak ingin siapapun menyentuh Desy. Namun, dirinya lupa kalau sebelum menikah dia sudah di sentuh oleh wanita lain. Tapi, Abraham tetap setia. Dia tidak pernah selingkuh, itulah kelebihan nya.
*
*
Di sisi lain, Desy melakukan pertemuan dengan Jimmy. Mereka telah lama berpisah dan semalam saat di pesta perayaan Dey pun keduanya tak bisa berbicara banyak, di karenakan ulah Abraham yang tiba-tiba datang dan menculik Desy membawa gadis itu ke dalam kamar.
Gadis itu berniat berterima kasih pada Jimmy. Sebab pria itu sangat berjasa baginya. Dia cantik juga karena dukungan Jimmy.
"Desy!" panggil Jimmy yang lebih dulu tiba dan duduk di tempat yang sudah ia pesan.
Desy tersenyum lebar. Gadis itu tampak ceria sekali hari ini. Dia melambaikan tangannya ke arah Jimmy.
"Jimmy!" balas Desy tak kalah ceria lalu langsung saja dia mendatangi sahabatnya itu.
Jimmy menarik kursi untuk Desy dan gadis itu langsung duduk di sana. Hatinya menghangat sebab diperlakukan baik oleh Jimmy.
"Dengan siapa kamu kemari?" tanya Jimmy dengan menampilkan senyuman manis di wajahnya.
"Aku di antar supir dan pengawal hehe … Daddy dan Mommy tidak mengizinkan ku menyetir, karena takut ada orang jahat yang merampok ku lagi seperti dulu!" ujar Desy jujur membuat Jimmy terkekeh kecil.
__ADS_1
"Kenapa ketawa? Memang ada yang lucu ya?" tanya Desy dengan nada ketus. Dia merasa kalau Jimmy mengejek nya, gadis itu sendiri kesal dengan keputusan orang tuanya.
Demian dan Sissy sudah membatasi ruang gerak Desy dengan menyuruh pengawal menjaga Desy ke manapun dia pergi.
"Tidak ada! Aku malah senang kalau orang tua mu menyuruh pengawal untuk menjaga mu. Itu artinya mereka sangat peduli padamu. Seharusnya kamu bahagia, bukan malah cemberut seperti ini! Tidak semua orang seberuntung kamu tahu?? Di luar sana masih banyak anak-anak yang haus akan kasih sayang orang tua. Salah satunya aku!" ujar Jimmpi panjang lebar membuat Desy terdiam.
Gadis itu merasa tidak enak pada sahabatnya itu. Tahu betul kalau orang tua Jimmy telah tiada sejak lama.
"Emm, kamu sudah pesan makanan?" tanya Desy berusaha mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak canggung lagi.
"Belum. Aku baru saja tiba lima menit sebelum kamu tiba."
Jimmy pun memanggil pelayan yang melewati mereka.
Sang pelayan pun memberikan buku menu pada Desy dan Jimmy. Keduanya melihat-lihat buku menu dan memesan makanan favorit mereka.
"Hanya itu saja, Nona dan Tuan?" tanya pelayan itu setelah mencatat pesanan Desy dan Jimmy.
"Iya." Desy membalas singkat.
"Baik, mohon menunggu sesaat. Kamu akan menyiapkan pesanan Anda berdua dengan cepat!" Pelayan itu segera pergi dari sana setelah mengucapkan hal itu.
"Aku masih mau ke Gym loh! Perut ku sudah mulai buncit, karena selama ini aku banyak makan dan jarang olahraga!" ujar Desy membuat Jimmy tersenyum lebar penuh semangat.
"Datang saja ke gym, nangi kita olahraga bareng!" ajak Jimmy membuat Desy menganggukkan kepalanya.
"Tapi, aku tidak bisa datang setiap hari. Cuma Sabtu Minggu yang bisa sebab mulai besok aku akan kerja di perusahaan Daddy ku."
"Baguslah kalau begitu, setidaknya kamu bisa memikirkan pekerjaan mu dengan fokus. Bukan seperti dulu, fokus nya cuma untuk bucin," ejek Jimmy sengaja menyindir Desy membuat gadis itu kesal.
Dia mengerucutkan bibirnya dan menendang kaki Jimmy. Pria itu terkekeh kecil.
"Justru itu aku ajak kamu bertemu selain melepas rindu sebagai sahabat. Aku juga ingin ajak kamu bekerja denganku!"
Desy menjelaskan maksud pertemuan mereka. Jimmy mengernyitkan dahinya merasa heran dengan tawaran kerja sama Desy.
"Bekerja denganmu?, Maksudnya?" tanya Jimmy tidak mengerti.
"Aku ingin kamu jadi …"
*
*
Abraham tiba di hotel XX. Ternyata Desy berada di restoran dalam hotel itu. Segera dia mencari keberadaan istrinya, tidak bisa di biarkan ini terjadi. Dia tidak mau kalau istrinya dekat dengan pria lain.
Di lihatnya Desy sedang bercanda dia dengan pria yang sama seperti semalam. Pria yang mendapatkan ciuman Desy.
"Sial, sepertinya sekarang aku punya saingan!" umpat Abraham kesal.
__ADS_1
Segera saja dia berjalan mendekati Desy membuat gadis itu terkejut melihat kehadiran mantan suaminya.
"Sedang apa dia di sini?" gumam Desy pelan.
"Hey, sweetie!" sapa Abraham ramah dengan wajah tanpa dosa membuat Desy geram.
Pria itu langsung duduk di samping Desy. Jimmy menatap Abraham dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Hey, Bung. Perkenalkan aku Abraham Dicaprio, suaminya Desy!" Pria itu memperkenalkan dirinya sendiri membuat Jimmy mau tak mau menyambut uluran tangan Abraham.
Akk.
Teriak Jimmy dalam hati saat Abraham mencengkram kencang tangannya.
"Namaku Jimmy!" Pria itu langsung menarik tangannya kembali dengan susah payah takut sekali kalau Abraham meremukkan tangannya.
"Kamu siapanya istriku? Temannya kah? Teman bisnis? Tempat tinggal mu di mana? Pekerjaan mu apa? Sudah punya apa?" tanya Abraham bertubi-tubi seperti polisi saja membuat Jimmy melongo.
Sedangkan Desy ingin menjawab, namun tangan Abraham dengan lancang masuk ke dalam rok nya membuat tubuh gadis itu kepanasan.
"Abra, lepaskan! Kita sedang berada di depan umum," bisik Desy pelan tak terdengar oleh Jimmy.
Pria itu tersenyum sinis.
"Justru main di depan umum lebih menegangkan dan pastinya lebih enak, Sweetie!" balas Abraham dengan suara keras membuat Jimmy tersedak ludahnya.
Dia sengaja menjatuhkan ponselnya ke bawah. Segera saja dia memungut ponselnya kembali dan melihat ke arah tangan Abraham yang ternyata masuk ke dalam rok Desy.
"Siap, mata ku sudah tidak lagi perjaka," umpat Jimmy malu langsung bangkit duduk tegak.
Abraham kesenangan karena Desy tahan-tahan saja.
"Ha ha … bibir mu boleh menolak, Sweetie. Tapi, lihat tubuhmu langsung pasrah dan keenakan karena goyangan dua jari ku. Padahal itu baru jari, belum si Jhon yang masuk!" bisik Abraham membuat Desy menatap tajam suaminya.
Lalu …
Brak.
Akkkk
*
*
Wkwkwkwk 🤣🤣 ibu-ibu kalau punya suami macam Abraham bagaimana??
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏