Mengejar Cinta Istri Seksi

Mengejar Cinta Istri Seksi
Cincin Pernikahan


__ADS_3

Abraham menginjak pedal rem secara mendadak. Pria itu terkejut mendengar ucapan sang mertua kalau istrinya mengalami kecelakaan. Jantungnya berdegup kencang, tangan bergetar bahkan ponsel yang ia pegang jatuh begitu saja. Dia tidak dapat mendengarkan apa yang di katakan oleh mertuanya lagi.


Saat ini pikirannya di penuhi rasa takut dan ucapan istrinya terngiang-ngiang di telinga nya.


Abraham menggelengkan kepalanya cepat. Dia tersenyum miris dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tidak mungkin, aku yakin kalau Desy baik-baik saja. Tadi, aku baru saja berbicara dengannya. Ini tidak mungkin!"


Abraham berkata pada dirinya sendiri. Pria itu kembali mengambil ponselnya, ternyata sang mertua telah mengakhiri ponselnya. Setelah itu dia segera menghubungi nomor telepon istrinya. Berharap sang istri mau menerima dan berbicara dengan nya.


Tetapi, berulang kali dia menghubungi tidak dapat tersambung. Jantung nya semakin berdetak kencang, rasa takut di tinggalkan menyelimuti jiwanya. Teringat tentang kecelakaan maut tadi.


Nafasnya tercekat di tenggorokan. Tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja tanpa mampu ia tahan. Pria itu menggelengkan kepalanya cepat.


"Tidak mungkin." Segera dia memutar balik mobilnya ke arah jalan tadi. Kali ini jalanan mulai sepi dari mobil orang-orang, hanya ada mobil polisi, pemadam kebakaran dan ambulance. Banyak juga orang-orang yang berkerumun untuk melihat kejadian naas itu.


Abraham turun dari mobilnya. Dia menguatkan hati dan raganya, pria itu berlari memecah kerumunan.


Banyak orang-orang yang mengumpat kesal Abraham, karena pria itu tidak sopan menyenggol dan mendorong mereka.


"Hey, what the f*ck, Men!"


"Oh my God, you are so annoying!"


Abraham mengabaikan teriakan kekesalan dan umpatan orang-orang. Dia terus membelah kerumunan agar bisa melihat korban yang tewas.


"Aku harap bukan kamu, Desy. Tolong, jangan buat aku takut dan menyesal! Aku bisa membenci diriku sendiri kalau sampai kamu benar-benar merealisasikan ucapan mu tadi!"


Abraham berkata dalam hati. Dia takut sekali kejadian buruk terjadi pada istrinya. Pria itu bisa gila, dia menangis karena takut. Tidak akan sanggup kalau sampai di tinggalkan.

__ADS_1


Meski dari awal dia tidak menginginkan pernikahan ini, tetapi dia tak ingin di tinggalkan dengan cara menyakitkan seperti ini. Bagaimanapun Desy salah satu orang terdekatnya.


Meski tidak ada cinta antara suami istri. Abraham menyayangi Desy layaknya seorang adik.


Saat berhasil menembus kerumunan. Abraham melihat police line mengitari area kejadian naas itu. Truk pengangkut minyak terbakar, begitupun dengan taksi yang sudah tidak lagi berbentuk.


Pemadam kebakaran mengarahkan selang air ke arah api besar. Polisi mencoba memeriksa lokasi sekitar. Awak media berita meliputi kejadian naas itu, orang-orang juga mengambil kesempatan untuk merekam kejadian itu dan meng-update ke sosial media untuk mendapatkan like juga view banyak.


Sejenak dunia Abraham berhenti. Dia tidak bisa mendengar apapun di sekitarnya, telinga nya berdengung melihat kejadian mengerikan di hadapannya.


Dirinya tidak bisa bernafas dengan benar dikarenakan rasa sesak mencengkram erat hati nya. Saat api sudah berhasil di padamkan. Polisi pun telah mengeluarkan jasad korban yang hangus terbakar.


Mata tajam Abraham melihat korban yang di keluarkan dari taksi. Jasad tersebut telah hangus. Tak sengaja matanya melihat ke arah jari manis mayat tersebut.


Degg.


Flashback on


"Aaa … aku mau yang ini saja, Abra. Desain nya cantik, elegan dan simpel! Sesuai dengan karakter ku." Desy tersenyum cerah seraya menunjukkan ke arah cincin pasangan yang di perlihatkan oleh pelayan toko.


Abraham memutar bola matanya malas mendengar ucapan Desy.


"Dasar narsis," ketus Abraham membuat Desy mencebikkan bibirnya.


"Lebih baik narsis daripada insecure," balas Desy dengan nada kesal.


Ingatannya berputar saat dia memasangkan cincin pernikahan pad jari manis Desy. Gadis itu tersenyum cerah lalu berbisik padanya.


"Aku tidak akan melepaskan cincin ini, bahkan waktu mau berak sekalipun! Kamu juga … jangan sampai lepas, kalau tidak aku akan menghajar mu," bisik Desy seraya terkekeh kecil.

__ADS_1


Flashback off.


"Tidak … tidak! Ini tidak mungkin!" teriak Abraham Tiba-tiba membuat orang-orang di sekitarnya menatap dirinya aneh.


Pria itu menangis dan berteriak histeris. Segera Abraham berlari masuk ke dalam area yang sudah di beri police line. Pri itu tidak takut apapun.


Polisi, orang-orang sekitar dan awak media mengalihkan atensi mereka ke arah Abraham. Wartawan yang mengenali Abraham pun segera merekam kejadian itu.


"Sir, Anda tidak bisa memasuki area TKP. Hanya polisi bersangkutan yang bisa masuk!"


Dua polisi menahan Abraham agar pria itu tidak masuk. Tetapi, dia memberontak tak suka. Pria itu menangis dan murka.


"Lepaskan aku sialan … aku ingin melihat istriku! Hiks … lepaskan aku?! Desy, … Desy!" teriak Abraham menggelegar di hadapan banyak orang.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku," barin Abraham menangis.


*


*


Maaf telat hehe 😂


Yuk 100 komentar lagi. Biar author up kilat besok pagi.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2