
Dia tarik tangan Desy membuat gadis itu terpaksa membalikkan tubuhnya ke belakang.
Plak.
Tamparan keras Desy dapatkan. Pipinya merah padam membuat gadis itu terkejut. Matanya merah menyala, seperti orang kerasukan.
"Berani sekali kamu menamparku?!" sentak Desy dengan nada tinggi penuh penekanan.
Rebecca tak menjawab, justru dia mengangkat tangan nya lagi ingin menampar Desy lagi. Namun, gadis itu lebih dulu menampar Rebecca.
Plak.
Pipinya merah padam, belum sempat dia menoleh ke samping. Desy kembali menampar Rebecca.
Plak.
Plak.
Plak.
Tiga tamparan berturut-turut Desy layangkan. Enak sekali Rebecca main menampar dirinya. Seumur hidup dia tidak pernah di tampar, bahkan orang tuanya saja tidak pernah membentak dirinya.
Berani sekali wanita itu.
"Sialan, kau memang yah! Berani sekali kau menampar ku. Selama ini orang tua ku bahkan tidak pernah membentak ku. Mommy ku yang sudah payah melahirkan ku, Daddy ku yang rela bekerja keras agar bisa menafkahi ku. Tidak pernah menyakiti atau bahkan membentak ku?!"
"Siapa kau berani menampar ku, huh?! Kau itu hanya p*elacur?!" bentak Desy murka. Gadis itu mengamuk tanpa bisa di tahan. Dia paling anti kekerasan. Namun, kali ini Desy lepas kendali karena Rebecca duluan yang memulai.
Rebecca merasa pipinya perih dan kebas. Cairan kental keluar dari bibirnya, wanita itu pun tidak mau tinggal diam, dia juga bisa berkelahi, karena pernah belajar ilmu bela diri saat memerankan tokoh Badass.
"Sialan, kau telah merusak wajahku?!" umpat Rebecca menyerang Desy kembali. Dia menendang gadis itu kembali, namun Desy bisa menangkis nya dengan kedua tangannya.
Giliran Desy yang meninju Rebecca. Namun, wanita itu bisa menghindar ke samping. Sayangnya, Rebecca tidak sempat memberi pertahanan pada lehernya, Desy saat meninju Rebecca tadi juga mengangkat kakinya guna menendang leher Rebecca.
__ADS_1
Bugh.
"Akk." Rebecca meringis kesakitan..dia terdorong ke samping beberapa langkah. Namun, wanita itu tidak menyerah, dia kembali menghindari serangan dari Desy.
Orang-orang di sana tidak ada yang berani menghentikan Desy maupun Rebecca. Pertarungan dua perempuan itu tampak mengerikan, sudah seperti polisi dan penjahat.
"Ha ha … aku baru tahu ******* sepertimu bisa bela diri juga," ujar Desy dengan nada mengejek di sela-sela pertarungan.
Rebecca tersenyum sinis seraya menyerang Desy. Keduanya tidak peduli pakaian mereka robek atau semacam nya. Karena saat ini mereka fokus pada pertarungan.
"Yang bisa bela diri juga bukan dirimu saja, Bodoh. Dasar gadis gemuk! Kerbau … ha ha … belagu kau, mentang-mentang sudah kurus. Dulu saja tubuhmu mirip kerbau!"
Rebecca mengejek Desy membuat gadis itu marah besar. Dia pun mengeluarkan seluruh tenaga nya untuk menyerang Rebecca.
"Sialan kau?!" teriak Desy murka.
*
*
"Sepertinya ada kesalahan di sini, seharusnya kalau pemasukan 250 juta dollar, maka pengeluaran nya 50% dari pemasukan. Bukan malah 80%!" gumam Abraham pelan.
Saat sedang berpikir keras, suara dering ponsel nya berbunyi membuat Abraham langsung mengangkat nya.
[Tuan, Nona Desy sedang berkelahi dengan Aktris Rebecca Silver di restoran depan perusahaan D.S.M]
Tentu saja mendengar laporan dari bawahannya membuat Abraham terkejut. Dia segera mematikan ponselnya dan beranjak menuju ke sana.
"Bagaimana bisa dia berkelahi, Ya Tuhan!" gumam Abraham sakit kepala.
Tak seberapa lama ponselnya kembali berdering. Dia melihat video masuk dan berisikan Desy dan Rebecca berkelahi seperti pria.
"Oh My God, mereka sudah seperti Muhammad Ali dan Mike Tyson!" geram Abraham.
__ADS_1
Dia masuk ke dalam mobilnya dan segera menuju ke lokasi. Jarak antara perusahaan nya dan perusahaan Desy sekitar 45 menit.
*
*
Desy sudah berada di pojok. Gadis itu terus berusaha menyerang Rebecca. Mereka tak sadar kalau berkelahi sudah dekat dengan pagar tangga lantai 2.
"Ceraikan, Abraham. Dia tidak pantas untukmu!" titah Rebecca di sela-sela perkelahian.
"Suka-suka aku mau cerai atau tidak?! Dia suamiku dan aku istrinya, kalau kamu memang sudah gatal. Garuk sana ke pohon durian!" sentak Desy membuat wanita itu geram.
Perkelahian terus terjadi. Keduanya tidak ada yang mau mengalah. Sekuriti penjaga restoran pun ikut turun tangan, mereka naik ke atas tangga berlari agar bisa melerai perkelahian antara pelakor dan istri sah itu.
Namun, saat mereka berhasil sampai di sana. Sesuatu yang mengerikan terjadi.
"Akkkk." Teriak semua pengunjung di lantai bawah dan lantai 2 saat melihat seorang perempuan jatuh ke bawah.
Brak.
Perempuan itu jatuh atas meja tempat makanan panas di hidangkan. Meja tersebut patah. Darah segar keluar dari kepalanya, badan perempuan itu melepuh karena terkena makanan panas.
"T-tidak," gumam perempuan yang di atas gemetar ketakutan.
*
*
Komentarnya udah kembali sedikit 🥺🥺
Vote dan kopi nya juga jangan lupa. Biar author semangat
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh