Mengejar Cinta Istri Seksi

Mengejar Cinta Istri Seksi
Solo Lagi


__ADS_3

"Dasar bocah ingusan!" teriak Abraham kesal saat Callista mengencingi wajahnya. Pria itu sedang mengganti popok Calista, sedangkan Desy bertugas mencuci pakaian Calista.


Bocah mungil itu sangat pandai membuat Abraham naik darah. Saat bersamanya, ada saja kelakuan Calista yang membuat harga dirinya tercoreng.


Di kencingi wajahnya, di kentuti hidung Abraham. Menggigit dagu Abraham, bahkan Calista mengingat p*ting dada Abraham yang saat itu sedang tidur bertelanjang dada.


"Ada apa?" tanya Desy keluar dari kamar mandi. Baru saja menyelesaikan tugasnya.


"Keponakan mu ini. Masak dia kencingin wajah tampan ku ini? Haiss … aku sangat kesal. Baru keponakan yang aku urus seperti ini. Bagaimana kalau dia anak ku? Bisa-bisa aku mati lebih cepat karena depresi?"


Abraham mengoceh membuat Desy tertawa lepas. Wanita itu tak habis pikir, mengapa keponakan nya itu sangat usil pada Abraham. Padahal saat bersamanya, Calista anteng anteng saja.


"Ha ha … ya sudah! Sini biar aku yang urus Calista. Kamu mandi sana!" suruh Desy pada Abraham.


Pria itu langsung bangkit berdiri


Calista sedari tadi menatap polos dirinya, senyuman manis terpasang di wajah tak berdosa itu. Giginya cuma dua, tampak menggemaskan, namun tidak bagi Abraham.


"Dasar bocah hantu!" cecar Abraham kesal menganggap Calista sebagai saingan nya dalam mendapatkan perhatian Dey.


1


2


3


Abraham menghitung dalam hati.


Plak.


Desy memukul lengannya. Kesal sebab Abraham memaki Callista dengan sebutan tak baik.

__ADS_1


"Nah, benarkan! Ini pukulan ke 33 kali yang aku terima, karena memang bocah ingusan itu!" batin Abraham cemberut mengelus lengan nya.


Tiga hari Callista di rumahnya, pria itu sudah di buat depresi dan frustasi. Tidak dapat jatah, rapi dapat pukulan dari Desy.


Waktu tidur juga berkurang, karena Calista tengah malam terjaga dan minta bermain.


"Kamu ini! Kebiasaan mulut kamu tuh kalau ngatain orang pasti nyelekit banget! Dulu aku kamu panggil benteng Takeshi, sekarang Calista kamu panggil hantu. Emang yah, mulut kamu nggak bisa di jaga!" cerocos Desy mengungkit kesalahan Abraham di masa lalu.


Pria tampan itu hanya bisa menggaruk tengkuknya tak gatal.


"Tapi, kamu udah maafin aku, 'kan? Terus kenapa kamu ungkit lagi? Aku saja sudah lupa," cicit Abraham pelan.


"Maafin sih maafin, tapi yang namanya luka tetap membekas! Aku juga masih ingat gimana jahat kamu dulu sama aku!" omel Desy seraya mengelap Calista dengan tisu basah.


Abraham langsung menebalkan pendengaran nya. Dia segera meluncur ke kamar mandi, karena tak sanggup mendengar Omelan sang istri.


"Ternyata benar apa yang orang bilang, kalau wanita itu ahli sejarah. Padahal masalah udah clear, aku sudah minta maaf, dia sudah maafin aku! Terus kenapa di ungkit lagi?"


"Padahal aku tidak pernah mengungkit masa lalu padanya? Padahal bisa kan, tadi aku jawab kalau dulu aku juga sering bantuin dia di sekolah waktu di bully sama anak-anak yang lain? Tapi, aku tidak mau. Karena itu masa lalu yang memang sudah berlalu!"


Abraham masih bermonolog dengan dirinya sendiri. Pria itu mengoleskan odol pada sikat giginya.


"Ternyata wanita lebih sulit dipahami dari matematika," gumam Abraham pelan.


*


*


Abraham melihat Callista sudah tertidur. Dia tersenyum genit, langsung mencolek pinggang istrinya yang sedang bermain ponsel.


"Sayang," goda Abraham membuat Desy menoleh ke arahnya.

__ADS_1


Cup.


Ciuman kecil di berikan oleh Abraham pada bibir Desy. Wanita itu mengedipkan matanya lucu.


"Main kuda-kudaan yuk," ajak Abraham seraya mengedipkan mata nya sebelah.


"Ayuk." Desy menganggukkan kepalanya malu. Pria tampan itu tersenyum lebar, segera saja dia menindih tubuh istrinya. Terbaring atas kasur Desy, keduanya meluapkan hasrat yang menggebu-gebu.


"Ahh … baru tiga hari si Jhon tidur. Tapi, dia masih gagah, Sayang!" ujar Abraham di sela-sela perbuatannya.


Saat si Jhon masuk ke dalam tubuh Desy. Suara tangis terdengar membuat Abraham dan Desy terkejut.


"Yank, nanggung nih," ujar Abraham serak menatap penuh harap istrinya.


Desy menggigit jarinya. Dia langsung mendorong tubuh Abraham.


"Kamu ngalah dulu yah, lain kali aku bakal kasih servis bagus buat kamu!"


Desy segera memakai pakaiannya kembali. Dia mendekati box bayi milik Calista. Meninggalkan Abraham yang frustasi.


"Ahhh … sampai kapan aku harus main solo!" teriak Abraham kesal dalam hati.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2