Mengejar Cinta Istri Seksi

Mengejar Cinta Istri Seksi
Anne dan Ben [Tamat]


__ADS_3

Suara tawa anak kecil menggema di rumah mewah bernuansa klasik. Bocah laki-laki dengan tubuh berisi sedang mengejar bocah perempuan cantik jelita.


"Kembalikan coklat ku, Anne!" teriak bocah laki-laki itu. Keringat membasahi tubuh berisi nya. Wajah bocah itu merah padam karena lelah berlari mengejar saudara kembarnya yang sangat usil.


"Ha ha …kalau mau, rebut dariku, Ben! Ha ha … tapi kau harus kejar aku dulu!" balas bocah perempuan itu membuat adik kembarnya hampir menangis.


"Aku tidak sanggup mengejar mu lagi, Anne! Aku lelah lari-lari dari tadi!" Anak laki-laki itu mengeluh. Dia sukanya tidur dan makan, mana mau dia lari-lari bermain kejar-kejaran.


"Kau harus lari, Ben. Agar tubuhmu kurus!"


Anne Frank Dicaprio merupakan anak pertama Desy dan Abraham. Ben Frank Dicaprio adalah saudara kembarnya.


Karakter Anne sangat jahil seperti Abraham waktu kecil. Sedangkan Ben menuruni sifat Desy yang sukanya makan dan tidur. Bedanya Ben lebih parah, dia tidak mau beraktivitas berat. Keduanya sudah berumur 6 tahun.


Ben yang kesal pun langsung menghentikan langkahnya. Anne menoleh ke belakang dan melihat saudara kembarnya sudah berhenti mengejar dan berbalik arah.


"Ben, kejar aku lagi! Kalau tidak coklat mu akan ku makan," sentak Anne dengan nada kesal.


Ben mengendikkan bahu nya acuh tak acuh. Dia sudah sangat kesal pada saudara kembarnya yang sangat usil.


"Aku sudah berusaha mengejar mu, tapi kamu malah semakin jauh dariku! Lebih baik aku menyerah daripada keringat ku bercucuran sia-sia karena mu."


Ben membalas santai membuat Anne mengerucutkan bibirnya kesal. Dia sangat kesepian di rumah ini, Ben terlalu membosankan. Dia hanya peduli tentang menu makan siang dan malam saja.


Selebihnya tidak. Itulah sebabnya Anne suka mencuri makanan Ben agar bocah itu mau main kejar-kejaran dengan nya.


"Tapi, aku merebut coklat mu!" balas Anne berusaha membujuk Ben. Tetapi, tak mempan.


"Itu hanya coklat, Anne. Aku bisa meminta lagi pada Daddy agar stok coklat ku di tambah lagi!"


Ben berkata dengan santai membuat Anne kesal setengah mati. Dia mengerucutkan bibirnya, mata Anne berkaca-kaca sebab menahan kesal pada adiknya itu.


"Kau sangat menyebalkan, Ben. Dasar badut!" bentak Anne kesal membuat Ben menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.


"Kenapa kau selalu memanggil ku badut, Anne? Padahal aku selalu memanggil mu sesuai nama yang Daddy berikan untukmu!"


Ben bertanya dengan nada polos bercampur dingin. Saudara kembarnya selalu saja memanggil nya badut bila marah.


"Karena kau memang mirip badut! Lihatlah tubuhmu gempal, mirip sekali dengan badut yang datang di pesta ulang tahun kita tahun lalu!" ejek Anne membuat Ben mengepalkan tangan nya erat. Dia membuka sendalnya, dengan gerak cepat ia melemparkan ke jidat Anne.


Di sisi lain Abraham baru pulang kerja. Dia terkejut melihat sendal terbang menuju putrinya.


"Akkkk!" jerit Anne keras.

__ADS_1


Bagaikan adegan slow motion. Abraham berlari layaknya pahlawan Superman guna melindungi wajah cantik putrinya.


"Ti …. Dakk …"


Abraham menekuk kedua lututnya di lantai yang licin. Tubuhnya maju ke depan layaknya pesepak bola yang sedang melakukan ceremoni setelah mencetak gol.


Bugh.


Sendal karet tebal mungil milik Ben berhasil mengenai hidung mancung Abraham. Sontak saja Ben dan Anne terkejut bukan main.


"Untung anakku. Kalau tidak sudah ku banting dari tadi," gumam Abraham menyentuh hidung nya.


"Daddy!" teriak keduanya serempak. Ben hampir menangis melihat cairan kental berwarna merah keluar dari hidung ayahnya.


*


*


Abraham menatap tajam kedua anaknya. Sudah sering dia melihat pertengkaran hebat keduanya. Benar-benar sangat tidak kompak, berbeda dengan dirinya dan Adam dulu.


"Pelukan!" tegas Abraham membuat Anne dan Ben langsung membuang wajah tak Sudi bertatapan.


"No way!" balas keduanya serempak membuat Desy yang sedang memijat pundak suaminya menahan tawa.


"No way? No way? Kalian tidak mau pelukan?" tanya Abraham sekali lagi membuat kedua nya mengangguk.


Abraham tersenyum kecil. Lalu dia bertepuk tangan sekali membuat Anne dan Ben bingung. Setelahnya mereka terkejut saat melihat para pelayan di rumah mereka memegang makanan kesukaan Ben dan make up anak-anak milik Anne.


"Nanny … that's mine!" teriak Anne tak suka Baranya di sentuh.


[Nanny … itu milikku]


"Uncle, itu coklat favorit ku!" teriak Ben tak suka sebab pelayan nya mengambil banyak coklat.


"Kalian mau pelukan, atau coklat dan makeup itu Daddy kasih buat orang lain!" Abraham berkata dengan nada tegas membuat keduanya langsung berpelukan.


Seulas senyuman terpasang di wajah Desy dan Abraham. Keduanya merasa sangat senang.


"Ben, minta maaf karena sudah kasar sama Anne. Coba kalau tidak ada Daddy tadi, pasti jidat Anne bakal bonyok seperti panci bekas!" titah Abraham pada putranya.


"Tapi, Anne yang duluan gangguin aku, Dad. Dia merebut coklat ku, padahal aku sedang makan." Ben membela diri membuat Abram mengerti.


"Benar begitu, Anne?" tanya Abraham serius.

__ADS_1


"Sorry Daddy," lirih Anne dengan suara pelan.


"Jangan bilang sorry sama Daddy, tapi, sama Ben. Karena kamu sudah jahat sama dia! Sangat tidak sopan merebut makanan orang lain. Jangan ulangi lagi, Anne! Daddy tidak suka anak Daddy jadi anak yang tidak sopan!"


Abraham kembali menasehati putri kecilnya. Anne memeluk erat tubuh Ben, dia takut pada Daddy nya. Sang Daddy sangat menyeramkan bila sedang marah. Abraham lebih galak daripada Desy.


"Sorry, Ben. Aku tidak akan mengulangi nya lagi!" ujarnya membuat Abraham dan Desy tersenyum manis.


"It's okay, Anne. Aku sudah maafin kamu," balas Ben seraya memeluk punggung kakak kembarnya itu.


"Kalian berdua bersaudara. Tidak boleh saling membenci dan bertengkar. Mengerti!"


"Mengerti, Dad!" balas keduanya serempak.


"Kalau begitu, sekarang ikut nanny untuk mandi sore. Besok Daddy libur, jadi mommy dan Daddy bakal ajak kalian ke taman binatang!" ujar Abraham membuat wajah Anne dan Ben berbinar terang.


"Are you sure, Daddy?" tanya keduanya penuh harap.


"Sure, My baby twins!" balas Abraham senang membuat kedua bocah itu bersorak gembira.


Mereka melompat lompat lalu menghampiri Desy dan Abraham, melabuhkan ciuman di pipi keduanya. Kemudian berlari masuk ke dalam kamar mereka.


Setelah anak kembar nya tak ada lagi, dia langsung menarik Desy duduk di pangkuan nya.


"Sayang," pekik Desy dengan suara tertahan.


Abraham mengecup bibir istrinya. Semua pelayan langsung bubar meninggalkan pasangan suami istri yang sedang asik bermesraan itu.


"Kamu bahagia hari ini?" tanya Abraham dengan suara lembut. Setiap harinya Abraham selalu bertanya pada sang istri apakah Desy bahagia.


"Tentu, aku bahagia karena punya kamu dan anak-anak," balas Desy dengan suara tak kalah lembut.


"Kalau begitu, aku bisa mendapatkan servis terbaik mu malam ini," bisik Abraham sensual membuat tubuh Desy bergetar.


Keduanya pun langsung masuk ke dalam kamar. Menghabiskan waktu bersama, menikmati nikmatnya berbagi gairah.


Tidak ada yang menyangka kalau Abraham bisa berubah menjadi suami setia dan penuh cinta. Tidak ada juga yang berpikir kalau Desy si gadis gemuk, bisa berubah menjadi seksi.


*


*


TAMAT.

__ADS_1


Terima kasih sudah mengikuti kisah ini sampai tamat. Ambil yang baik, buang yang buruk. Baik datang dari Allah dan buruk datang dari author sendiri. Mohon maaf bila ada salah kata selama menulis.


Author hanyalah manusia biasa. Terima kasih atas dukungan kakak pembaca semuanya. ❤️🙏🥰🤗🥺


__ADS_2