Mengejar Cinta Istri Seksi

Mengejar Cinta Istri Seksi
Keguguran?


__ADS_3

Akhirnya Abraham bisa menghela nafas lega. Kedatangan Adam dan Zara untuk mengambil Calista kembali, membuat dunia Abraham merdeka kembali.


"Gimana? Apa udah ada hasilnya?" tanya Zara pada Desy di hadapan Abraham. Ibu muda itu sedang menggendong putri kecilnya.


Abraham pun mengerucutkan bibirnya. Dia berdecak kesal, pertanyaan Zara sama saja seperti mengejek Abraham.


"Gimana mau ada hasil. Setiap mau masuk, anak kalian langsung rusuh!" omel Abraham membuat Desy langsung menggenggam tangan suaminya itu erat.


Adam tertawa bahagia mendengarnya. Pria itu sangat senang di atas penderitaan adik kembarnya.


"Ha ha … kerja bagus, Sayang!" Adam mengelus puncak kepala Calista.


"Kau sengaja yah menyuruh Calista untuk mengganggu kami!" sentak Abraham dengan nada kesal.


"Sudah-sudah … jangan berdebat lagi! Masuk dulu yuk … makan!" lerai Desy ketika melihat sang suami berdebat dengan saudara iparnya.


"Maaf, Des. Kami langsung pulang yah! Aku tidak bisa lama-lama di sini, aku sudah rindu kasur!" balas Zara dengan nada bercanda membuat Desy terkekeh kecil.


Sedangkan Abraham tersenyum samar mendengar jawaban Zara. Dia telah memiliki sebuah rencana besar.


"Baik-baik, kalau begitu silahkan pergi dari rumah kami sekarang juga! Karena kasur di sini berbeda dengan kasur kalian!" usir Abraham membuat Desy langsung mencubit pinggang nya.


Auch


Abraham meringis pelan. Dia mengelus pinggang nya yang terasa sakit. Pria itu berbisik ke telinga istrinya.


"Awas kamu yah! Nanti aku bakal balas cubit kamu," bisik Abraham pelan.


Desy tersenyum malu. Wanita itu paham maksud perkataan suaminya.


"Kalau begitu! Aku tunggu," balas Desy tak kalah genit dari Abraham.


Adam dan Zara pun hanya bisa tersenyum masam melihatnya. Kedua pasangan itu tak tahu malu, saling menggoda satu sama lain di hadapan mereka.


"Kami pulang! Ayo sayang … malas lama-lama di sini, yang ada kita berdua jadi obat nyamuk!"


Adam menggandeng tangan istrinya, mengajak sang pujaan hati pergi dari sana. Desy hanya bisa merona malu, sedangkan Abram malah senang.


"Ini gara-gara kamu," sungut Desy manja membuat telinga Abraham merah merona.


"Tidak masalah aku yang disalahkan, selama itu kamu." Abraham berbisik sensual pada istrinya.


*


*


Empat bulan kemudian.

__ADS_1


Desy menatap pantulan dirinya di hadapan cermin. Rasa insecure kembali menyerang dirinya. Wanita itu merasa malu, karena tubuhnya sudah mulai gemuk kembali. Apalagi bagian perutnya yang membesar dan pipinya chubby.


"Kenapa hemm?" Abraham tiba-tiba datang lalu memeluk pinggang istrinya dari belakang. Dia mencium leher jenjang Desy lalu beralih menatap pantulan keduanya di depan cermin rias.


"Aku sudah gemuk lagi," cicit Desy pelan membuat Abraham gemas lalu mengecup pipi istrinya.


"Terus?" Abraham berkata acuh tak acuh.


"Apa kamu akan tetap cinta sama aku kalau aku gemuk seperti dulu lagi?" Suara Desy bergetar, tersirat keputusasaan dan ketakutan.


Abraham tersenyum lembut. Dia menegakkan badannya lalu mengecup pelipis istrinya.


"Yang aku cintai itu hati dan jiwamu. Tubuh seksi mu itu hanya bonus, kalaupun gemuk pun itu tetap bonus. Bonus lemaknya!" canda Abraham membuat Desy yang awalnya bahagia dan terharu mendengarnya pun langsung berubah kesal dan memukul manja dada bidang suaminya.


"Kamu ini!" sentak Desy geram membuat Abraham tertawa lepas.


Banyak hal yang telah ia lalui, banyak sekali pengorbanan dan perjuangan yang ia lakukan demi mendapatkan cinta Dey kembali.


Banyak pelajaran hidup yang ia dapat saat bersama dengan istrinya. Bila dulu pria itu tergila-gila pada wanita seksi dan cantik, sekarang dia hanya tergila-gila pada istrinya. Tak peduli kalau Desy gemuk atau Desy.


Karena yang namanya cinta itu buta. Yang dilihat hanya kelebihan dan kebaikan nya saja.


"Sssttt!" Desy meringis pelan saat perutnya terasa nyeri.


"Kenapa sayang?" tanya Abraham kaget bercampur panik.


Desy segera pergi ke kamar mandi. Dia menurunkan celana nya dan melihat gumpalan darah keluar dari area privasi nya.


"Kenapa gumpalan darah nya sebesar ampela ayam yah? Biasanya hanya seperti gumpalan darah ikan saja."


Desy bergumam pelan. Tak mau berpikir panjang, segera dia memakai pembalut.


Seharian itu perut Desy terasa nyeri. Hingga Abraham terpaksa membawa istrinya ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Desy. Meski awalnya Desy menolak.


Saat tiba di rumah sakit, Desy mengeluhkan keadaan nya. Perawat pun menuntun Desy dan Abraham ke ruangan dokter kandungan.


"Apa setiap menstruasi terasa sakit seperti saat ini?" tanya dokter kandungan pada Desy.


"Tidak, Dok. Kadang-kadang saja, misal 7 bulan sekali! Tapi, sakitnya ya seperti sekarang ini. Nyeri di bagian perut dan pinggang!" keluh Desy pada sang dokter.


"Tapi, menstruasi nya lancar, 'kan?"


"Biasanya lancar, Dok. Tapi, selama 2 bulan sebelumnya yang keluar cuma darah kotor yang warnanya coklat kehitaman itu loh, Dok! Dan tadi gumpalan darahnya lebih besar dari biasanya." jelas Desy membuat sang dokter terkejut.


"Kalau begitu saya akan memeriksa keadaan Anda secara menyeluruh. Silahkan naik ke atas brankar!" titah sang dokter membuat Desy takut. Namun, tangannya di genggam oleh sang suami.


"Aku di sini," bisik Abraham pelan berusaha menenangkan istrinya.

__ADS_1


Desy naik ke atas brankar. Sang dokter mengoleskan gel ke perut Desy. Sedikit terkejut, karena dokter melakukan USG pada Desy.


"Apa Anda melihat dua makhluk sebesar bola pingpong ini?" tanya sang dokter membuat Desy dan Abraham menajamkan pandangan mereka ke layar USG.


"Iya, Dok."


"Ini adalah gambaran anak-anak Nona dan Tuan!"


"Anak-anak?" Abraham dan Desy terkejut mendengar nya.


"Iya! Anak-anak … artinya Nona sedang hamil anak kembar!" jelas sang dokter membuat Desy meneteskan air matanya tanpa sadar.


Begitupun dengan Abraham yang tak mampu menyembunyikan rasa bahagia nya. Dia bahkan tertawa haru sambil menciumi kening istrinya. Berterima kasih atas segalanya.


"Kamu hamil, Sayang! Selamat!" Abraham berkata dengan suara serak. Sedangkan Desy hanya mampu menangis dan menutup mulutnya tak percaya.


Abraham mengeluarkan ponselnya lalu memotret layar USG guna mengabadikan momen bersejarah itu.


Penantian mereka selama ini membuahkan hasil. Perjuangan keduanya tak lah sia-sia.


"Tapi, salah satu dari mereka sudah tidak ada!" potong sang dokter membuat jantung Desy dan Abraham seolah berhenti berdetak.


"Ma-maksud Anda, Dok?" tanya Abraham dengan suara bergetar.


"Nona hamil triplets (kembar tiga). Tapi, hanya dua yang hidup. Sedangkan satunya sudah tidak ada lagi! Anda lihat lingkaran kecil ini, seharusnya ada satu lagi anak Anda yang ada di dalam sini. Tapi, Tuhan lebih menyayanginya! Dia memilih hidup bahagia bersama anak-anak lain di tempat yang indah!" jelas sang dokter membuat Desy menangis sesenggukan.


Abraham merasa sedih, dia memeluk erat tubuh istrinya.


"Gumpalan daging yang Anda maksud tadi. Itulah Anak Anda, Nona! Dan usia kehamilan, Anda sudah memasuki 2,5 bulan! Dan dua bulan berturut-turut sebelumnya, Anda tidak menstruasi. Lebih tepatnya itu adalah flek!"


Dokter kembali menjelaskan membuat Desy dan Abraham merasa bersalah, sebab tak sadar kalau ada anak-anak di antara mereka selama ini.


"Aku Mama yang jahat," lirih Desy dengan suara parau.


"Tidak! Kamu Mama yang hebat. Benar kata dokter! Kalau salah satu anak kita lebih disayang Tuhan. Setidaknya, kita masih di beri kepercayaan untuk menjaga dua malaikat kecil di dalam perut kamu!" balas Abraham berusaha menenangkan sang istri.


Pria itu sedih, namun dia bisa menahan nya.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2