
Desy melepaskan pelukannya. Dia tersenyum manis pada Jimmy seraya menghapus kasar jejak air matanya. Dia membenarkan apa yang di katakan oleh Jimmy, kalau dirinya berhak meraih kebahagiaan nya sendiri.
Dia adalah perempuan dan sebagai perempuan seharusnya di perjuangkan bukan malah memperjuangkan. Lelah hatinya bila terus begini, berharap pada yang tidak pasti.
"Terima kasih, Jimmy. Aku sudah lebih baik sekarang. Kamu benar, kalau aku berhak meraih kebahagiaan ku sendiri! Tapi, sebelum itu aku harus bertemu dengan Abraham. Untuk memperjelas hubungan kami, aku juga akan berjuang sekali lagi. Bila nanti aku sudah benar-benar lelah dan kecewa. Pasti aku akan pergi jauh darinya!"
Desy berkata dengan serius, baru kali ini dia berpikir untuk meninggalkan Abraham. Sengaja ingin memperjuangkan Abraham sekali lagi, guna meyakinkan hatinya. Agar kelak dia tidak tahu untuk meninggalkan pria itu.
"Kamu serius ingin berjuang sekali lagi?" tanya Jimmy tak habis pikir dengan pola pikir sahabatnya ini. Sudah di sakiti berkali-kali, tetapi masih saja mau mendekati pria sialan itu.
Entah terbuat dari apa hati Desy, sehingga wanita itu tidak mengenal lelah untuk berjuang. Cinta benar-benar menyakitkan pikir Jimmy. Dia tidak pernah berharap akan jatuh cinta.
"He'um, aku serius. Kalau dulu aku berjuang dengan bentuk tubuhku yang gemuk. Sekarang aku berjuang dengan bentuk tubuh yang baru. Juga semangat baru pastinya. Tapi, kamu tenang saja. Kali ini aku tidak akan menyakiti hatiku terlalu dalam seperti dulu lagi, bila memang sudah tidak harapan untuk mendapatkannya. Maka aku akan melepaskan nya!" jelas Desy panjang lebar dengan hati yang lebih lapang.
Bila dulu mungkin dia tidak akan pernah membiarkan Abraham lepas darinya. Tetapi, setelah jauh dari pria itu selama beberapa bulan dan menjalani diet sehat juga olahraga. Banyak bertemu teman-teman baru di Gym. Banyak cerita yang ia dengar dari orang yang lebih berpengalaman dalam urusan cinta.
Desy menjadi sosok yang lebih dewasa dan tegar. Dia tidak ingin egois lagi, bila sang suami tak bahagia hidup bersamanya, maka dia akan membiarkan Abraham bahagia tanpa dirinya.
Lagi pula, cinta tidak harus dimiliki.
Begitulah pikir Desy yang sekarang. Mendengar ucapan sang sahabat, Jimmy pun senang. Dia bersyukur karena Desy menjadi lebih baik sekarang. Wanita itu seperti menjadi sosok yang lain.
Lebih dewasa dan bijak.
Jimmy mengelus kepala Desy dengan lembut. Pria itu bangga melihat perubahan sahabatnya sekarang.
Berat badan Desy sekarang 58 kg. Gadis itu juga melakukan treatment pembakaran lemak dari dalam pada bagian perut dan bokongnya agar tidak kendor. Sebab ada beberapa bagian yang kulitnya kendor, dikarenakan kegemukan Desy yang dulunya hampir mencapai 100 kg.
"Kamu wanita hebat yang pernah aku temui, selain ibuku. Bangga aku menjadi temanmu!" puji Jimmy tulus membuat pipi Desy merah merona.
Baru kali ini dia di puji oleh pria, kecuali ayahnya. Bahkan, Abraham tak pernah memuji penampilan nya. Dia merasa tersanjung dan jantungnya berdegup kencang.
"Terima kasih," balas Desy pelan.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan sekarang? Menunggu nya pulang?"
Jimmy bertanya pada Desy membuat gadis cantik itu menggelengkan kepalanya. Dia tidak berniat menunggu Abraham, sebab ingin langsung menemui sang suami.
"Tidak, aku akan pergi ke sana. Mungkin nanti malam aku akan berangkat ke Amerika!" ujar Desy serius membuat Jimmy menghela nafas berat.
Dia akan berpisah dengan sahabatnya, sungguh sangat menjengkelkan baginya. Tetapi, tidak masalah, sebab Desy harus segera bertemu dengan suaminya untuk menyelesaikan permasalahan mereka.
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik."
"Ingat!, Tetap jaga kesehatan dan tidak boleh makan makanan berlemak dan berminyak!" ujar Desy dan Jimmy serempak membuat keduanya tertawa lepas.
Desy sudah menebak apa yang akan di katakan oleh sahabatnya yang satu ini.
Keduanya pun melanjutkan olahraga kembali. Desy bersemangat melakukannya, tak sabar malam tiba untuk bertemu dengan suaminya.
__ADS_1
*
*
Di Amerika.
Desy baru saja tiba di hotel tempat menginap suaminya selama beberapa bulan ini. Hujan deras melanda kota X, tempat Desy berada saat ini. Cuaca sangatlah dingin sekarang, gadis itu lupa memakai mantelnya.
Hanya memakai pakaian terbuka dan anggun. Tentu saja penampilan Desy sangatlah berkelas. Harga outfit yang di pakai Desy saat ini adalah miliaran rupiah.
Tanpa bertanya pada resepsionis, Desy segera naik ke lantai paling atas tempat kamar hotel president suite room hotel terkhusus orang VVIP (Verry-Verry Important Person).
"Huff, tidak boleh gugup, Desy. Walau nanti Abraham tidak mengenalmu. Kamu bisa menunjukkan cincin pernikahan ini nanti."
"Kamu juga harus tenang, agar bisa bertanya dengan kepala dingin tentang kebenaran foto ini."
Desy berkata pada dirinya sendiri, takut kalau sampai Abraham tidak mengenal dirinya nanti. Sebab dirinya yang sekarang benar-benar berbeda.
Beberapa hari yang lalu dia mendapatkan paket dari orang tak di kenal yang berisikan foto Abraham berhubungan badan dengan wanita lain.
Dia menahan amarahnya sampai reda dan tenang. Malam ini dia akan bertanya kebenaran dan keaslian foto tersebut.
Perlahan dia mengetuk pintu kamar hotel Abraham. Tak lama kemudian pintu terbuka menampilkan sosok wanita cantik rambut basah dan memakai handuk kimono.
Degg
"Ada yang bisa bantu, Miss?" tanya wanita itu tersenyum ramah membuat tubuh Desy membeku.
Abraham hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada. Rambutnya juga basah.
Pria itu terkejut ketika melihat Desy di hadapannya. Matanya sangat tajam dan dia tetap mengenal siapa yang bertamu di kamarnya malam ini.
Dia adalah Desy. Istrinya sendiri yang telah lama tak ia jumpai.
"Desy," pekik Abraham terkejut.
Mata gadis itu memerah menahan air mata agar tak jatuh. Tangannya terkepal erat, darahnya mendidih dan amarah terpendam di hatinya tak sanggup lagi ia tahan untuk tidak meledak.
"Bangs@t, kalian. Binatang, bajingan kalian berdua … akk!" Desy segera menyerang wanita yang di panggik Jihan itu.
Bugh.
Desy menendang kuat dada wanita itu hingga terjungkal ke belakang. Mulutnya berbentuk huruf O, menandakan tendangan Desy sangatlah sakit. Air mata menetes dari sudut matanya.
Dia memegang dadanya kuat, nafasnya menjadi sesak dan wajahnya memerah. Urat-urat lehernya menonjol.
"Akk … hik …hik …" Nafasnya terhentak-hentak. Dia tidak bisa bernafas dengan baik.
Gelap mata Desy menyerang wanita itu membabi buta. Abraham pun tak luput dari amukan nya.
__ADS_1
"Desy?! Hentikan?!" bentak Abraham kencang saat melihat Desy masuk ke dalam kamarnya lalu meraih pot bunga kristal ingin membanting nya ke arah Jihan yang tergeletak lemah.
Tanpa memperdulikan teriakan Abraham. Desy tetap membanting nya ke arah Jihan, dengan gerak cepat Abraham memeluk Jihan melindungi kepala wanita itu agar tak terkena pot bunga.
Prang.
Punggung Abraham menjadi sasaran nya. Nafas Desy memburu ketika melihat punggung Abraham terluka parah.
"Sialan, kenapa kau melindungi j*lang ini, huh?! Ahhh … biarkan dia mati!" teriak Desy histeris membuat Abraham muak dengan amarah istrinya.
"Kamu keterlaluan, Desy?! Hentikan, kamu bisa membunuh orang. Kamu bisa masuk penjara nanti!" sentak Abraham dengan suara meninggi.
"Aku tidak peduli … pergi kalian berdua ke neraka saja!" Desy membanting semua barang yang ada di dalam sana.
Abraham melihat kondisi Jihan sangat mengenaskan.
"Ji, kau bisa mendengar kan ku? Kau bisa berbicara?" tanya Abraham panik tanpa mempedulikan amukan Desy.
Jihan menggelengkan kepalanya seraya menangis. Dia menekan dadanya yang terasa sesak membuat Abraham takut.
Segera saja dia menggendong tubuh Jihan lalu mengambil kunci mobilnya.
"Mau ke mana kau, huh?!" teriak Desy dengan suara meninggi.
"Dasar pengkhianat!" bentak Desy seraya menangis membuat Abraham murka.
"Aku tidak pernah mengkhianati mu, ingat itu baik-baik! Tunggu aku di sini, kita bicarakan hal ini baik-baik!" tegas Abraham menatap tajam Desy.
Lalu pergi dari sana meninggalkan Desy yang meraung-raung seperti orang kerasukan.
"Jahat?! Kamu jahat, Abra. Aku benci kamu?! Aku benci … akkk!" Desy memukul meja kaca di sampingnya sampai mengeluarkan darah di sela-sela jari juga telapak tangannya.
*
*
*
Mau lagi?? Kalau komentar tembus 100, author bakal crazy up hari ini. 😎😎😎
Kopi mana kopi!! Tak tungguin nih.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
mampir juga ke novel temen nya author yah guyr pasti suka 😍
__ADS_1