
Di sebuah restoran mahal, seorang wanita cantik berambut pirang panjang sedang duduk anggun. Kacamata hitam bertengger di batang hidung nya membuat wanita itu tampak semakin cantik. Kulit putih semakin bersinar dengan pakaian nya berwarna merah cega, tak lupa warna bibirnya pun senada dengan warna bajunya. Dia tampak anggun dan mahal dengan penampilan nya itu.
Dia tersenyum sinis melihat seorang gadis cantik bertubuh seksi datang ke arahnya. Desy baru saja menaiki anak tangga, dia melihat Rebecca duduk anggun tersenyum manis menatap ke arahnya.
Di balas tak kalah manis oleh Desy. Mata tajam nya melirik ke sudut ruangan dan tampan seorang pria berpakaian casual sangat mencurigakan.
Gadis itu menghela nafas panjang, tak sabar dia bertempur dengan wanita murahan yang telah merusak rumah tangga nya.
"Sepertinya j*Lang kecil itu ingin bermain-main denganku. Ha ha … dia sampai mengundang paparazzi," gumam nya dalam hati.
Desy melangkahkan kakinya mendekati Rebecca. Wanita itu langsung berdiri menyambut kedatangan Desy dengan ramah. Mungkin orang lain akan tertipu dengan wajah manis Rebecca. Tapi, tidak dengan Desy.
Dia adalah gadis pintar, bisa membedakan mana palsu mana asli. Baik itu senyuman manusia atau barang.
"Selamat datang, Mrs. Abraham." Rebecca menyapa Desy dengan nama nyonya Abraham.
Ha ha … Desy tertawa dalam hati. Baiklah, sepertinya wanita ular ini mau bermain dengan nya.
"Terima kasih, Nona Rebecca. Waw … ternyata Anda tampak cantik aslinya."
Desy memuji Rebecca dengan suara keras. Hati Rebecca berbunga-bunga di puji oleh musuhnya. Padahal mulut Desy saja yang memuji. Tapi, hatinya menghina Rebecca.
"Wah, Anda bisa saja. Tapi, Anda lebih cantik dari saya!" balas Rebecca kembali membalas pujian Desy membuat gadis itu tersenyum lebar.
Desy pun mengibaskan rambut panjang nua ke belakang. Raut wajahnya tak pernah pudar senyuman. Untuk menghadapi ular bermuka dua seperti Rebecca, gadis itu harus pandai berlakon.
"Oh tentu saja. Soalnya rekening saya selalu penuh. Setiap Minggu suami sayang selalu mengirimkan uang banyak! Kalau suami orang lain memberi jajan bulanan untuk istrinya. Kalau suami saya berbeda, dia memberi saya jajan harian, jajan Mingguan dan jajan bulanan. Ha ha … romantis sekali, bukan?"
Desy sengaja memprovokasi Rebecca. Agar wanita itu menunjukkan wajah aslinya. Tampak sekarang wajah Rebecca berubah kesal dan cemburu. Gadis itu sengaja membawa nama suaminya yaitu Abraham. Agar Rebecca marah padanya.
Notabene nya pelakor akan bahagia bila rumah tangga pria yang ia sukai hancur. Oleh sebab itu, Desy berlagak seolah-olah rumah tangga nya dan Abraham baik-baik saja. Agar Rebecca panas sendiri.
Melihat wajah Rebecca yang kesal pun membuat Desy pura-pura terkejut.
"Oh My God … raut wajah Anda sekarang sangat mirip dengan wajah Anda saat berperan sebagai p*elacur di film "Touch Me". Hampir semua film yang anda bintangi saya menonton nya. Tapi, peran Anda yang menjadi p*elacur itu paling bagus. Saran saya banyak-banyak memerankan karakter wanita murahan atau p*elacur. Karena itu sangat cocok dengan Anda!"
Desy berkata dengan nada bercanda. Dia tersenyum geli dan anggun bak putri raja. Seolah-olah apa yang dia katakan itu hal biasa. Padahal setiap kata yang keluar dari lisan Desy itu mampu menghujam hari Rebecca bak anak panah.
Apa tadi? Peran p*elacur cocok dengan Rebecca?
__ADS_1
Pujian Desy tadi benar-benar mencoreng harga dirinya. Peran nya sebagai p*elacur memang sangat diminati masyarakat, khususnya laki-laki. Sedangkan perempuan, mereka malah menghina Rebecca.
Wajah Rebecca semakin merah padam. Rencana nya untuk memprovokasi Desy. Tetapi, kenapa dia yang malah terprovokasi?
Gadis ini benar-benar, pikir Rebecca.
"Sudahi akting mu, Sialan. Lebih baik kita langsung to the point sekarang! Aku mau kau tinggalkan, Abraham. Aku tahu sebentar lagi kau akan menceraikan nya. Jadi, segeralah bercerai!" desis Rebecca dengan nada tegas membuat Desy langsung merubah raut wajahnya. Dari tersenyum manis, menjadi seringai kejam.
Matanya menatap tajam Rebecca seolah-olah mengikuti wanita itu hidup-hidup.
"Bagaimana bisa kau tahu kalau aku akan menceraikan nya sebentar lagi?" tanya Desy dengan suara datar bercampur dingin.
Rebecca tersenyum sinis.
"Abraham sendiri yang menceritakan nya padaku. Kemarin malam dia tidur denganku dan tidak sengaja menceritakan hal itu padaku. Kau tahu? Permainan suami mu sangat panas. Apalagi lidahnya!"
Rebecca sengaja memanasi Desy. Dia menatap wajah gadis itu tampak marah. Namun, Desy langsung kembali merubah ekspresi nya menjadi tenang. Seolah tak ada masalah apapun.
Padahal hatinya sudah panas sedari tadi. Namun, mau bagaimana lagi. Dia harus tetap anggun untuk menghadapi sampah seperti Rebecca.
"Oh ya? Benarkah apa yang kamu katakan kalau lidah suami ku sangat enak?" tanya Desy santai membuat Rebecca memiringkan kepalanya menatap heran Desy.
Bukan ekspresi datar dan tenang seperti itu yang di inginkan oleh Rebecca! Dia ingin Desy marah dan menghajar nya.
Desy pun tertawa kecil. Dia menutup mulutnya bak tuan putri yang sedang tertawa keras.
"Kau benar, lidah suamiku sangat enak! Apalagi saat dia bermain di tengah-tengah paha ku. Tapi, apa kau tahu? Dia pernah bercerita padaku kalau wanita paling membosankan di atas ranjang yang pernah ia tiduri adalah kamu. Aku pribadi tidak masalah suami ku tidur dengan banyak wanita, karena seperti yang kau lihat! Dia kaya, tampan dan seorang cassanova."
"Aku sebenarnya cemburu dan marah. Tapi, tidak bisa! Sebab setiap kali aku marah, dia mengirimkan tas branded kesukaan ku. Kadang juga dia menghadiahkan ku Gucci, Prada, Hermes dan tiket liburan ke Bali atau Maldives! Oh My God … kau tahu sendiri kan, kalau wanita merajuk atau marah. Marahnya langsung hilang kalau di kasih hadiah. Apalagi hadiahnya bukan main-main!" balas Desy malu-malu mengibaskan tangannya.
Sengaja dia begitu, karena di jari-jari Desy melingkar intan berlian permata. Gadis itu pun menyibakkan rambutnya ke belakang telinga lalu memainkan daun telinga nya. Rebecca terkejut melihat anting yang di pakai oleh Desy.
Anting terbaru dari Gucci yang harganya jutaan Dollar. Hanya ada tiga di dunia.
Sebelum bertemu dengan Rebecca. Sengaja Desy mengganti pakaian nya dengan pakaian mahal. Memakai perhiasan yang diberikan oleh Abraham beberapa hari lalu. Sebenarnya dia sudah menolak, tapi Abraham punya seribu cara agar Desy menerima hadiah itu.
"Sial, selama ini Abraham tidak begitu royal denganku. Abraham memang tampan dan kaya, tapi setahuku dia pelit. Tapi, kenapa dia bisa begitu dermawan dengan istrinya?! Ahhh … Andai aku di posisi Desy," umpat Rebecca dalam hati.
Melihat raut wajah tak suka Rebecca membuat gadis itu merasa menang.
__ADS_1
"Kau itu hanya wanita ke 56 yang pernah di tiduri oleh suamiku. Jadi, jangan belagu! Harus kau ingat! Bukan suami ku saja yang kaya. Aku juga?! Berani kau cari masalah denganku, siap-siap pulang kampung karena karir mu akan aku hancurkan!" desis Desy menunjukkan raut wajah aslinya.
Gadis itu tidak lagi tersenyum. Dia menatap tajam Rebecca yang terkejut saat ini. Wanita itu terdiam sejenak. Desy pun langsung bangkit berdiri.
"Lain kali, lihat dulu siapa lawan mu. Kalau dia di bawah mu, silahkan tunjukkan taring mu. Tapi, kalau dia berada di atas mu. Lebih baik mundur saat itu juga! Karena kau bukan saingan nya?!" tegas Desy santai lalu beralih menatap pria yang duduk di pojokan.
"Dan kau?! Menyebarluaskan informasi hoax bisa kena pidana. Kalau sampai sepulang ku dari sini, ada kabar buruk tentang ku. Lihat saja! Akan aku tunjukkan hal mengerikan apa yang bisa di lakukan oleh UANG ku?!" tambah Desy savage lalu kembali menatap Rebecca.
Dia tersenyum sinis menatap wanita itu dari atas sampai bawah.
"Tak usah bersaing denganku untuk mendapatkan hati suami ku. Dinilai dari penampilan saja, kau sudah tentu kalah denganku. Dari ujung rambut sampai ujung kakiku semuanya mahal. Tidak ada yang murah apalagi palsu seperti yang kau pakai!"
Desy menyindir Rebecca yang memakai baju replika dari brand ternama. Persis mirip dengan aslinya, namun Desy merupakan gadis jeli dan teliti. Dia terbiasa dengan barang mewah dan mahal. Tentu saja dia bisa membedakan mana barang asli dan replika.
Rebecca melebarkan bola matanya terkejut dengan perkataan Desy. Tidak menyangka kalau Desy tahu dia memakai barang palsu.
Desy pun meninggalkan Rebecca begitu saja. Wanita berambut pirang panjang itu mengepalkan tangannya erat. Desy seperti menelanjangi dirinya di depan umum.
"Sialan," gumam nya dalam hati.
Dia tidak mau kalah. Wanita itu langsung saja bangkit dari duduknya. Dia berjalan cepat menuju Desy.
Dia tarik tangan Desy membuat gadis itu terpaksa membalikkan tubuhnya ke belakang.
Plak.
Tamparan keras Desy dapatkan. Pipinya merah padam membuat gadis itu terkejut. Matanya merah menyala, seperti orang kerasukan.
"Berani sekali kamu menampar ku?!" sentak Desy dengan nada tinggi penuh penekanan.
*
*
Komentarnya udah kembali sedikit 🥺🥺
Vote dan kopi nya juga jangan lupa. Biar author semangat
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh