
Sekretaris Jo merasa kalau Desy masih hidup dan yang meninggal karena kecelakaan itu adalah orang lain. Pikiran pria itu sangatlah penuh imajinasi, dia membayangkan kalau Desy di rampok atau di culik orang. Dia tidak berani mengatakan apa yang ia pikir ini pada Abraham.
Sekretaris Jo takut kalau perkiraan nya salah dan hanya menambah rasa sakit pada Abraham sebab telah membuat pria itu berharap banyak.
Dia pun memilih untuk mencari tahu sendiri. Namun, nihil. Tidak ada bukti kalau Desy masih hidup. Pria itu pun mengirimkan mata-mata ke rumah Demian dan kantor pria itu. Menurutnya, kalau memang benar Desy masih hidup. Gadis itu pasti akan pulang ke rumahnya.
Jika Desy pulang, otomatis Demian akan merasa bahagia dan karyawan di kantor pun dapat mengetahui nya.
Pagi ini, dia mendapatkan kabar dari mata-mata nya di rumah Demian. Dia mengirimkan pesan kalau Desy telah kembali.
Tentu saja mendengarnya, Jo tak percaya. Hingga saat orang suruhannya mengirimkan foto Desy sedang memeluk kucing. Barulah pria itu percaya.
Kembali lagi pada, Jo. Pria itu menghela nafas berat. Terpaksa dia mengurungkan niatnya untuk memberitahukan kabar besar ini.
"Lebih baik aku memberitahu nya saat Tuan pulih! Agar kondisi fisik beliau lebih baik untuk menghadapi kenyataan yang ada," gumam Jo pelan lalu pergi dari sana.
Pria itu tidak ingin mengganggu hati bahagia keluarga Cemara itu.
*
*
Seminggu berlalu pasca Abraham masuk rumah sakit. Pria itu sudah bisa pulang dan kesehatan nya pun membaik. Dia seperti menjadi pribadi yang lebih baru. Pria itu akan bangkit dari keterpurukannya setelah mendapatkan cinta kasih juga dukungan dari keluarganya.
Dia tersenyum manis seraya membelai bingkai foto pernikahan nya dengan Desy.
"Maafkan aku karena tidak bisa menjadi suami yang baik selama kamu hidup. Tapi, aku janji akan menjadi lelaki baik dan tetap setia padamu, agar kelak saat aku meninggal. Aku bisa bersama mu lagi di alam sana! Mungkin selama kamu hidup, aku tidak mencintaimu. Tapi, setelah kamu meninggal. Dapat ku pastikan kalau kamu gadis satu-satunya yang membuat ku jatuh cinta."
Abraham mencium bingkai foto tersebut. Dia telah bangkit dan semangat menjalani kehidupannya lagi. Pria itu tidak ingin larut dalam penyesalan nya. Pasti kalau Desy masih hidup, gadis itu juga tak suka melihat kondisi Abraham saat ini, pikirnya.
Pintu kamarnya terbuka. Menampilkan sosok Aprilia berpakaian rapi seperti mahasiswa kedokteran umumnya.
"Kak, kata Daddy tadi, nanti malam kamu harus pergi ke acara perayaan uncle Demian. Aku tidak bisa pergi karena acaranya bertabrakan dengan jadwal magang ku," ujar Aprilia seraya melangkah menghampiri sang kakak. Dia merapikan dasi Abraham yang posisinya miring.
Pria itu merasa hangat melihat kepedulian sang adik. Teringat dulu Desy juga melakukan hal yang sama, namun dia berusaha untuk sekedar mengenang nya saja. Tak ingin kembali meratapi kepergian sang istri dan berakibat buruk pada temperamen juga kondisi kesehatan nya.
"Terima kasih," balas Abraham seraya mengusap puncak kepala adiknya.
"He'um. Kau mau 'kan pergi ke acara perayaan perusahaan uncle Demian. Kata Daddy, uncle Demian sudah memaafkan mu. Buktinya saat kau sakit kemarin dia juga datang, tapi tidak menginap. Dia langsung pulang sebelum kau sadar."
Aprilia berkata dengan jujur membuat Abraham terhenyak. Ada rasa bahagia dan lega menjalar dalam hatinya, sebab mertuanya itu telah memaafkan kesalahannya.
Pria itu tak mampu menyembunyikan senyuman nya. Dia tersenyum manis menunjukkan rasa bahagia dalam hati.
Pria itu merasa sangat lega dan senang. Kalau begitu, maka dapat di pastikan kalau dirinya akan datang ke acara perayaan.
"Iya, aku akan pergi bersama sekretaris Jo nanti malam!"
__ADS_1
Abraham berkata santai membuat hati Aprilia senang. Akhirnya sang kakak mau berdamai dengan luka nya.
Mereka berdua pun mengobrol ringan. Aprilia minta di antar ke rumah sakit tempat nya magang. Pria itu dengan senang hati mengabulkan permintaan sang adik.
Setelah pulang dari rumah sakit, Abraham memutuskan untuk tinggal kembali dengan orang tuanya. Dia masih ingin bermanja-manja dan melampiaskan rasa rindu yang tertunda setahun belakangan.
*
*
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa pagi berganti malam. Cahaya keemasan yang menyinari siang, telah di gantikan oleh terangnya bulan dan kelap-kelip bintang bergelantungan di langit hitam.
Udara malam terasa sejuk, sangat cocok dengan suasana perayaan perusahaan Demian. Seluruh tamu telah hadir dan keadaan pun mulai meriah.
Abraham datang menggunakan tuxedo berwarna hitam. Aura nya sangatlah dingin tak tersentuh, semua orang merasa terintimidasi dan tak berani mendekati pria itu. Julukan casanova yang dulunya melekat pada pria itu terganti oleh gelar DUDIN alias duda dingin.
Jangankan tertarik pada wanita, melihat ke arah mereka saja tidak. Tersenyum pun mustahil, seolah keceriaan nya dulu tertelan bumi. Atau hanya topeng belaka.
"Aku sangat benci pesta," ujar Abraham dengan nada lirih terdengar oleh sekretaris Jo.
Pria itu memutar bola matanya malas. Ke mana saja sang tuan baru menyadari hal itu. Dulu Abraham paling semangat kalah ada pesta perayaan, sebab banyak wanita seksi dan cantik yang menghadirinya.
Berbeda dengan Jo yang sangat membenci pesta. Sebab dia banyak melihat munafik, orang bermuka dua dan penjilat hadir di pesta.
Rebecca tersenyum senang melihat Abraham datang. Wanita itu membusungkan dadanya lalu melangkah anggun mendekati Abraham yang sedang berdiri jauh dari keramaian.
Rebecca! Batinnya mengumpat kesal. Dia muak dengan wanita bermuka dua itu, dialah yang telah mengirimkan foto tak senonoh pada Desy dulu.
Wanita itu berbuat menghancurkan rumah tangganya.
"Kau tidak buta kalau aku baik-baik saja, 'kan?!" balas Abraham dengan nada dingin membuat Rebecca tersenyum palsu.
Wanita itu sengaja menyembunyikan wajah marah nya saat berhadapan dengan Abraham.
"Perkataan Anda telah melukai hati kecil saya, Tuan."
Rebecca berkata dengan mimik wajah menyedihkan. Wanita itu menatap Abraham dengan mata berkaca-kaca.
Abraham tersenyum sinis.
"Aku baru tahu kalau kau masih punya hati," tukas Abraham tajam membuat Rebecca mengepalkan tangannya erat.
Gadis itu pun melangkah mendekati Abraham dan pura-pura tersandung lalu memeluk erat tubuh Abraham. Awak media yang hadir di sana langsung mengabadikan momen tersebut.
"Aku rindu padamu, Honey. Aku rindu belaian mu," bisik Rebecca sensual membuat Abraham muak.
Dia mencengkram erat pundak Rebecca, ingin mendorong wanita itu dengan kasar. Tetapi, Jo telah memberi kode untuk melarangnya.
__ADS_1
Rebecca merupakan artis papan atas yang memiliki penggemar berat dari seluruh dunia. Citra nya sebagai malaikat tak bersayap melekat di hati masyarakat.
Salah sedikit Abraham bertindak, maka reputasinya akan semakin buruk. Cukup gelar CEO tanpa hati ia sandang. Jangan pula ia di serang oleh fans Rebecca.
"Aku sangat membencimu, lebih baik kau menjauh dariku sekarang. Atau aku akan menghancurkan karir mu, Re-be-ca?!"
Pria itu sengaja mengeja nama wanita itu. Dia sudah sangat muak dengan Rebecca. Pria itu tak segan mengotori tangan nya untuk menyingkirkan Rebecca.
Belum juga Rebecca menjawab. Suara berisik awak media mengganggu mereka.
"Bukankah itu Desy Simajuntak? Putri tunggal Demian Simanjuntak?"
"Benar, bukankah dia telah meninggal setahun yang lalu? Bagaimana bisa dia masih hidup?"
"Ya, Tuhan. Ini bisa menjadi trending topik terpanas seluruh dunia."
Perkataan awak media itu membuat tubuh Abraham bergetar. Dia langsung mendorong tubuh Rebecca kasar dan berjalan cepat menuju aula.
Jantung pria itu berdegup kencang. Dadanya berdebar.
Apa ini? Apa maksud mereka?
Desy masih hidup?
Istriku masih hidup?
Benarkah?
Dia terus melangkah, hingga saat tiba di aula. Tubuhnya membeku melihat sosok perempuan yang sedang berdiri di samping Demian.
"Desy," lirihnya nyaris tanpa suara.
Perempuan itu menoleh ke arahnya. Tatapan mereka berdua bertabrakan, Abraham menatap Desy dengan tatapan terkejut sekaligus rindu. Sedangkan, Desy menatapnya dengan tatapan datar penuh kebencian.
"Tunggu tanggal mainnya, Abra," gumamnya pelan lalu memalingkan wajah ke arah lain.
*
*
Komentar tembus 100 biar author semangat dan up lagi malam ini 🤭🔥🔥🔥😎😎
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
__ADS_1