Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
19.


__ADS_3

Kau putra ku, darah daging ku pewaris kerajaan bisnisku. Walau bagaimana pun kau membenciku kau bagian dari keturunan ku, kau satu-satu nya putraku dan wanita yang aku nikahi secara sah, baik dimata agama maupun negara.


Christian kembali mengguyur kepalanya dengan air, ia ingin melupakan semua ucapan pria paruh baya yang menyebut dirinya adalah Ayah kandungnya.


Kata-kata itu terus mengiang ditelinganya, semakin ingin melupakan semakin nyata terdengar di telinganya.


Christian keluar dari kamar mandi, dan duduk di sofa ujung tempat tidurnya. Christian meraih ponselnya dan membuka galeri, ia menatap layar benda pipih tersebut dan tersenyum.


Christian mengingat senyum manis Keyzia, yang selalu menjadi hiburan tersendiri bagi Christian bila merindukannya.


Datanglah ke istana ku nanti, pintu kastil itu selalu terbuka untukmu.


Aku memberikan mu waktu satu minggu dari sekarang jika kau tidak datang, maka gadis cantik itu akan menerima akibatnya.


Braaak.....


Suara ponsel yang dilempar Christian di dinding, benda tipis itu hancur berantakan.


Wajah Christian mengeras jika mengingat ancama dari Tuan Manuela pada Keyzia.


Bagaimana pun juga Christian tidak akan tunduk pada perintahnya, tapi Christian akan tetap melindungi orang yang ia cintai dari cengkraman Tuan Manuela.


Christian segera memakai pakaiannya dan kembali ke kediaman nya.


 


"Pakai ini, jika kamu sedang merindukan aku maka lihatlah benda ini*." ucap Christian sambil mengeluarkan sebuah kalung berliontin permata berwarna hijau dan berbentuk hati dari sakunya. Kemudian melingkarkannya dileher Keyzia.


Keyzia kembali ke asrama dengan hati yang berbunga-bunga, momen kebersamaan mereka. Sepanjang jalan ia terus saja tersenyum-senyum sendiri. Keyzia pun membuka pintu kamarnya, dan mendapati Monica telah berada di dalam kamar.


"Moooooon, gue kangen sama lu." ujar Keyzia memeluk Monica dengan erat.


"Keeey, gue sesak..." ucap Monica berusaha melepaskan pelukan erat Keyzia.


Keyzia pun melepas pelukannya dengan tersenyum.


"Ada apa?" tanya Monica.


"Apa?" tanya Keyzia balik.


"Lu.... kenapa lu begitu senang saat kembali ke asrama." tanya Monica lagi.


Keyzia kembali tersenyum dan duduk di kasurnya.


"Gue..... udah jadian sama Christian." ujar Hummairah sumringah.


"Whaaaat?" ujar Monica terkejut dan tidak percaya.


Keyzia menganggukan kepalanya dan tersenyum riang.


"Beneran? Lu udah jadian sama Christian?" tanya Monica lagi.


"Lu gak percaya? Ni gue ada buktinya." Keyzia mempelihatkan kalung pemberian dari Christian.


Monica terperangah melihat benda yang melingkar di leher Keyzia.


"Ini?" Monica masih terperangah.


"Christian memberikan ini pada gue, jika gue kangen ama dia, gue tinggal lihat ini." pamer Keyzia.


"Lu serius udah jadian sama dia?" Monica masih belum percaya sepenuhnya


"Serius dong, buat apa gue bohong untuk masalah ini. Lagian selama ini apa gue pernah bohong sama lu?"


Monica mendekati Keyzia, kemudian memeluknya dna berteriak.


"Aaaaaah..... selamat ya, gue seneng akhirnya lu bisa meraih kebahagian lu." Monica memeluk erat Keyzia.


"Gimana, apa lu udah jalan atau kencan sama dia?"


"Udah dong, gue ke taman hiburan kemaren. Dan barusan saat mau pulang kesini gue juga diantar sama dia." kenang Keyzia.


"Aaah,,,, gue ikut senang, ini harus dirayakan. Lu harus traktir gue di kantin." ujar Monica.


"Boleh, lu boleh pesan dan makan apa saja, gue yang bayar." jawab Keyzia.


"Let's go."


Mereka pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kantin.


 


Christian kembali ke rumahnya dan segera menemui Ibunya. Christian berjalan ke kamar Ibunya, ia mendapati sang Ibu sendang tertidur pulas.


Christian melepas jas dan melemparnya ke lantai, ia lalu berjalan dan naik ke atas tempat tidur Ibunya dan berbaring di belakangnya.


Christian mencoba memejamkan matanya, kemudian tertidur.


Keesokan harinya, sang Ibu terkejut dengan keberadaan Christian yang tidur disampingnya.

__ADS_1


"Chris.... Chris, kamu kok tidur disini nak?" tanya sang Ibu.


Christian mengegeliat.


"Ma." ucap Christian.


"Kapan kamu pulang, dan kenapa kamu tidur disini?"


Christian beranjak dan kembali merebahkan dirinya dipangkuan sang Ibu.


Wanita itu tahu bahwa anaknya sedang ada masalah pun akhirnya bertanya.


"Ada apa Chris, apa ada masalah kantor, atau masalah kamu dan Ivan, atau Keyzia?"


Christian tersenyum setelah nama Keyzia disebut Mama nya.


"Ada apa nak?" tanya Mamanya lembut.


Christian bangun dari tidurnya.


"Ma..... pria iti datang." ucap Christian.


Mama Christian tampak mencoba menebak.


"Apa dia.... Papa mu Chris?" tanya Mama hati-hati.


Christian diam tanpa ekspresi.


"Apa yang ia lakukan disini sayang?"


"Dia rekan bisnis Ivan Ma, Chris taudia pasti ada maksud terselubung."


"Kamu harus cepat memberi peringatan pada Ivan Chris, jangan sampai ia masuk perangkap."


"Sudah Ma. Chris juga tau apa maksudnya kembali ke sini."


"Apa yang dia inginkan Chris?"


"Dia menginginkan Chris Ma."


Mama Christian terkejut mendengar penjelasan putranya. "Tidak Chris, kamu tidak boleh ikut, tidak boleh." Mama Christian mulai panik.


"Tenang Ma, Chris tidak akan ikut. Mama jangan khawatir, Chris akan selalu ada disamping Mama. Chris janji." Christian memeluk Mama nya. "Mama tenang ya."



Janji Christian lah yang membuatnya bertekad untuk mendapat nilai terbaik, dan ia pun berjanji di kelas 3 nanti ia ingin lulus dengan nilai terbaik, dan lanjut ke universitas terbaik.



"Mon, lu bisa bantuin gue kan?" ucap Keyzia.



"Bantu apaan dulu nih?" tanya Monica.



"Nanti apabila ada Kak Dimas, lu jangan biarkan dia bicara sama gue."



"Kenapa?"



"Gue gak mau punya masalah lagi, gue mau serius belajar Mon."



"Serius? Lu mau benar\-benar belajar?" tanya Monica.



"Gue serius Mon, gue mau bikin Kakak dan alm. kedua orang tua gue bangga."



"Ini bukan karena Christian?" tanya Monica.



"Sebenarnya itu juga jadi motivasi gue Mon, dia udah janji mau support gue dan mau nungguin gue hingga study gue selesai. Dan gue gak mau bikin orang\-orang terdekat gue kecewa.



"Oke, gue paham sekarang. Dan gue pasti bantu lu buat ngejauhin Dimas."


__ADS_1


"Makasih ya Mon, elu emang sahabat terbaek gue."



"Pasti nya Monica.... " Monica tergelak. "Key, rencana lu liburan setelah ujian ini mau kemana?" tanya Monica.



"Gue masih belum tau, tapi asal bersama Christian liburan dirumah juga gak apa\-apa." ucap Keyzia.



Monica menjulurkan lidahnya seperti ingin muntah. "Jijik gue denger nya." ujar Monica kesal.



"Lu kenapa sih Mon, sirik aja." seru Keyzia.



Saat Keyzia dan Monica melanjutkan obrolan mereka, Dimas menghampiri dan duduk bersama mereka.


Keyzia dan Monica saling berpandangan, tapi mereka tidak ambil pusing. Mereka masih melanjutkan makan sambil bercerita.



"Oke, Mon gue udah selesai." Keyzia beranjak dari duduknya dan segera menghindar dari Dimas.



"Gue juga yuk, duluan ya Kak. " ucap Monica meninggalkan Dimas.



"Mon, gue mau ngomong sama Keyzia sebentar boleh?" tanya Dimas.



"Mau ngomong apa lagi Kak?" tanya Monica.



"Gue cuma mau bahas sama Keyzia."



"Maaf Kak gak bisa, kalo mau ngomong sama Keyzia ngomong aja sama aku. Nanti aku sampein" ujar Monica meninggalkan Dimas.



Monica menyusul Keyzia yang telah dahuky masuk ke kelas.



"Gila lu, main ninggalin aja." omel Monica.



"Lu nya yang lama." timpal Keyzia. "Ngapain aja tadi?"



"Si Dimas mau bicara sama lu."



"Lu bilang apa, gue gak mau lagi berurusan sama dia."



"Iya gue tau, makanya tadi gue bilang lu gak mau diganggu."



"Bagus." Keyzia memberikan dua jempol untuk Monica.



Bel tanda istirahat berakhir, para murid yang lain pun masuk ke dalam kelas masing\-masing. Dan ujian kembali dilanjutkan.



"Jadi benar dia adalah putra dari perempuan bodoh itu. Perempuan yang rela meninggalkan segala kewahan yang aku berikan demi sebuah kebebasan." Tuan Manuela mengepalkan tangannya.


"Terus pantau gerak geriknya, aku mau tau setiap detil dari dirinya. Aku ingin merebutnya dari wanita bodoh itu." Tuan Manuela memerintahkan anak buahnya.


*Christian Manuela kau adalah milik ku, akan aku pastikan wanita bodoh itu menyesali perbuatannya karena meninggalkan aku.


Bersambung*.

__ADS_1


__ADS_2