
Christian tiba di Belanda, ia langsung menemui anak buahnya dan membuat rencana.
"Tuan ini rekaman cctv didekat kantor." ucap salah satu anak buah Christian sembari menunjukkan rekaman.
Rahang Christian mengeras, saat melihat dua orang yang membawa istrinya.
"Ben, Jean ... cari mereka, bereskan semuanya hingga tidak ada yang tersisa." ucap Christian dingin.
"Baik Tuan." anak buah Christian pun segera menjalankan tugasnya.
"Tambah personil dan perluas wilayah pencarian, aku yakin mereka masih berada di kota ini." titah Christian.
Anak buahnya mengangguk, dan segera keluar meninggalkan ruangan dimana Chriatian.
"Aku akan membawamu pulang Key, aku janji padamu. Aku sudah berjanji pada J putraku, aku akan membawa mu kembali padanya, sebagai gantinya ia akan memanggilku Daddy dan menerimaku." gumam Christian menatap wajah Keyzia dan si kembar di ponselnya.
****
Keyzia terbangun dari tidurnya.
"Selamat pagi, apa tidur mu nyenyak?" tanya Jean.
"Nyenyak bagaimana, kalau terikat begini." keluh Keyzia.
Jean terkekeh, "Tenanglah ... sebentar lagi penderitaanmu akan berakhir."
"Jean, badanku lengket. Apa aku boleh mandi?" pinta Keyzia.
"Tidak boleh." bentak Jean.
"Jean, kau gila. sudah hampir satu minggu aku tidak mandi dan bergantian pakaian. Apa kau tau bagaimana keadaanku saat ini, bau sekali." keluh Keyzia.
"Tidak, aku tidak akan tertipu." sanggah Jean.
"Ayolah Jean, aku mohon." pinta Keyzia.
Tiba-tiba Ben datang.
"Ada apa ini?" tanya Ben.
"Wanita cerewet ini ingin mandi." seru Jean.
"Aku ingin mandi Ben, badanku lengket semua." adu Keyzia.
Jean menatap Ben.
"Baiklah, kau boleh mandi." ujar Ben.
"Tapi Ben!" seru Jean.
"Sudah biarkan saja dia, lagi pula sudah satu minggu ini dia tidak mandi, aku sudah tidak tahan dengan baunya." ujar Ben.
"Tapi Ben, kita tidak punya persediaan baju ganti untuknya." protes Jean.
"Aku akan keluar membelikan keperluannya." ucap Ben.
"Ben, ukuran 34 ya." seru Keyzia.
"Aku tau." jawab Ben singkat dan berlalu keluar membeli keperluan Keyzia.
__ADS_1
Keyzia tersenyum puas, sedang Jean menatapnya dengan tajam dan kesal.
Tidak berapa lama, Ben pun kembali membawa perlengkapan Keyzia. Ia melepas sejenak ikatan Keyzia.
Keyzia masuk ke kamar mandi, tanpa mereka sadari Keyzia telah mengambil salah satu ponsel mereka. Keyzia menyalakan shower air, kemudian mengaktifkan ponselnya dan mencoba menghubungi Christian.
"Ayo Chris, angkat telponnya." bisik Keyzia.
Ia pun kembali mencoba menghubungi Christian, tapi lagi-lagi Christian tidak menjawab telponnya.
"Chris, aku mohon angkat telponnya." Keyzia menahah tangis.
Tok ...
Tok ...
Keyzia terkejut, saat Ben menggedor pintu kamar mandi, Keyzia segera mengirim pesan pada Christian dan mengeshare lokasinya berada. Ia pun segera bergegas mandi dan berpakaian.
Tidak lama kemudian, Keyzia pun keluar dengan kondisi segar. Ia juga telah mengganti bajunya dengan pakaian yang dibelikan Ben.
Jean menatap Keyzia curiga.
....
Christian baru saja kembali dari menemui kliennya. Ia menghempaskan diri ke sofa, memejamkan matanya sejenak, bukan untuk tidur. Melainkan untuk meregangkan otot-ototnya. Christian merogoh sakunya, meraih ponselnya.
Mata Christian terbelalak, saat melihat pesan dari nomor tidak dikenal.
"Keyzia ... " gumam Christian.
Ia pun membuka pesan berikutnya, sekali lagi mata Christian terbelalak saat melihat Keyzia mengiriminya lokasinya. Christian beringsut dari duduknya dan segera berlari keluar menemui anak buahnya.
"Cepat kalian kepung lokasi ini, istriku baru saja mengiriminkannya." seru Christian sembari menunjukan pesan yang dikirimkan oleh Keyzia.
****
"Aku harap Christian segera membaca pesanku." gumam Keyzia.
"Apa? Jadi kau mengirim pesan pada Christian?" seru Jean yang tanpa sengaja mendengar gumaman Keyzia.
Mata Keyzia membulat saat mendengar suara Jean dari belakang.
Jean pun segera menarik Keyzia kemudian menggeledah Keyzia dan menemukan sebuah ponsel didalam sakunya.
"Ini apa?" bentak Jean sembari menunjukkan ponsel yang ia temukan di sakunya.
Plak!
Satu tamparan mendarat dipipi Keyzia.
Tapi Keyzia tidak tinggal diam, ia membalas tamparan Jean kemudian mendorong Jean hingga tersungkur. Keyzia tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia menguci Jean di dalam dan berlari keluar.
Keyzia masuk ke lift yang terbuka, kemudian turun kebawah. Keyzia berlari kearah luar gedung, tempat ia disekap. Tanpa sengaja Ben melihat Keyzia dan mengejarnya.
....
Christian dan anak buahnya tiba dilokasi yang Keyzia kirimkan.
Mereka mendobrak pintu, tapi hanya menemukan Jean yang terkejut saat melihat kedatangan Christian.
__ADS_1
"Chris ... " gumam Jean terpaku.
Christian berjalan masuk dan mendekati Jean.
"Dimana dia?" tanya Christian.
"Siapa?" tanya Jean berpura-pura tidak tahu.
"Jangan memancing kemarahanku Jean, sekarang katakan dimana dia?" bentak Chriatian.
"Aku tidak tau siapa yang kamu maksud, aku disini sendirian." kilah Jean.
"Jangan macam padaku Jean ,kau tidak tu sipa aku." seru Christian lantang.
Lalu memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa ruanang itu. Tidak lama kemudian salah satu anak buahnya melapor.
"Tuan, kami menemukan ini." ucapnya.
Christian meraih kemudian memeriksanya.
"Ini baju Keyzia." ucap Christian, kemudian menetap Jean dengan tatapan dingin. Jean tertunduk ketakutan, ia bisa menebak apa yang akan terjadi padanya.
"Katakan padaku dimana dia?" tanya Christian lagi
"Dia ... dia berhasil melarikan diri." jawab Jean terbata
"Bawa dia ketempat biasa." titah Christian dan angguki oleh anak buahnya. Mereka pun meninggalkan tempat itu dengan membawa serta Jean bersama mereka.
....
Keyzia terus berlari, ia mulai kehabisan tenaga dan napasnya, ia telah berlari jauh. Tapi entah mengapa Ben masih mengejarnya.
"Key ... tunggu Key." pekik Ben.
Namun Keyzia makin mempercepat larinya. Hingga Keyzia terpojok, ia salah langkah dan menuju kejalan buntu.
"Sialan." umpat Keyzia.
Ben tersenyum.
"Ayo Key, ikut bersamaku kembali." pujuk Ben.
"Tidak akan ..." seru Keyzia.
"Key, disini tidaka aman. Lebih baik kamu ikut pulang bersamaku." lanjut Christian.
"Tidak ... aku akan merasa aman jika bersama suami dan anak-anakku." jawab Keyzia.
"Christian bikan pria baik-baik Key, kamu hanya di jadikannya pemuas hasratnya saja. Aku yakin suatu saat ia akan kembali pada istrinya yang sah." ucap Ben.
"Kau tidak mengenal siapa Chriatian Ben, aku tau siapa suami ku dan bagaimana dia." bela Keyzia.
"Ikut bersama ku Key ... " bentak Ben, membuat Keyzia terkejut dan melompat hingga terjatuh.
Ben pun tidak mau membuang kesempatan, ia langsung berlari ke arah Keyzia. Tapi Keyzia memberontak, hingga akhirnya terlepas kembali.
Keyzia berlari keluar dari jalan tadi, menuju jalan raya, tiba di persimpangan. Sebuah mobil yang sedang melaju berhasil menyambar tubuh Keyzia.
Brak!
__ADS_1
Ben ternganga melihat Keyzia ambruk bersimbah darah, ia pun menghentikan langkahnya, saat orang mulai berkumpul untuk membantu Keyzia. Ben segera meninggalkan tempat itu secepatnya, ia tidak mau jika polisi melihatnya dab terlibat kemudian tertangkap.
bersambung.