
Marina kembali menemui Ben, untuk melaksanakan rencananya.
"Aku akan mengatur pertemuanmu dengan Keyzia," ucap Marina.
"Baiklah, kapan itu?" tanya Ben.
"Besok, Keyzia akan mengantarkan J dan Jessy masuk sekolah. Kau bisa menemuinya disana, nanti aku akan mengarahkan Christian kesana," jelas Marina.
"Baiklah, terserah padamu," jawab Ben tidak peduli.
Marina tersenyum penuh arti kearah Ben, dan Ben tahu maksud dari senyuman Marina.
Ben berjalan mendekati Marina dan langsung ******* bibirnya, dan Marina pun tidak tinggal diam. Ia pun menyerang Ben dengan liarnya, mereja pun melanjutkan pertempuran mereka diranjang, hingga keduanya terkulai lemas.
....
"Chris, aku akan mengantar J dan Jessy ke sekolah hari ini," ucap Keyzia.
"Aku akan mengantarkanmu sayang," balas Christian.
"Tidak usah Chris, aku bisa sendiri," tolak Keyzia.
"Baiklah sayang, aku akan menyuruh anak buahku untuk mengikutimu," ujar Christian.
"Tidak perlu Chris, aku yakin aku bisa sendiri," tambah Keyzia
"Tidak sayang, aku belajar dari pengalaman. Aku tidak akan membiarkanmu pergi tanpa pengawasanku," jelas Christian panjang lebar.
"Baiklah, terserah kamu," tutup Keyzia.
Christian tersenyum melihat wajah cemberut istrinya, ia pun mendekati dan memeluk Keyzia dari belakang kemudian mengecup keningnya.
"Maafkan aku sayang," ucap Christian.
Ia memutar badan Keyzia menghadap kepadanya.
Wajah Keyzia masih cemberut, Christian memeluk Keyzia dan mencium puncak kepalanya.
"Aku tidak mau kejadian lalu terulang kembali, aku takut kehilangan kamu lagi Key," ujar Christian.
Keyzia mengela napas panjang, kemudian tersenyum.
"Aku mengerti," jawab Keyzia mengecup bibir Christian.
Christian membalas dengan memasukan lidahnya kedalam mulut Keyzia.
"Mom," teriak J dan Jessy serentak.
Christian dan Keyzia melepas pagutan mereka dan tersenyum.
__ADS_1
"Kita lanjut nanti malam," bisik Christian.
Keyzia tersenyum dan masuk kedalam pelukan suaminya kembali.
Christian berangkat ke kantor, dan Keyzia mengantat si kembar ke sekolah.
Marina segera menghubungi Ben, dan mengarahkan Ben agar menunggu Keyzia di sekolah.
....
Ben tiba di sekolah si kembar dan mengamati Keyzia dari jauh. Ben terkejut saat melihat beberapa bodyguard tampak melindungi Keyzka dari jarak aman.
"Shit, bagaimana bisa aku mendekati Keyzia. Jika penjagaan yang Christian berikan padanya seketat itu," gumam Ben yang mengamati Keyzia dari kejauhan.
Keyzia tampak bercengkrama bersama para orang tua, sesekali ia tertawa lepas. Semua itu tidak luput dari pantauan Ben yang terus mengamainya.
"Kamu memang cantik Key, hanya pria bodoh yang seperti Christian yang menyia-nyiakan mu," ucap Ben.
Ben pun meninggalkan area sekolah dan pergi tanpa bisa bicara pada Keyzia. Ia kembali ke apartemen yang Marina siapkan untuknya.
Ben terkejut melihat pemandangan di depannya, Marina sedang bergumul dengan dua orang laki-laki, ia sempat menghentikan kegiatannya. Setelah tahu siapa yang datang, Marina pun melanjutkan kegiatannya. Mata Ben terbelalak saat melhat semua itu, ia baru tahu jika Marina seorang maniak sex.
Ben sendiri pernah mengalaminya saat melayani Marina di ranjang. Wanita itu begitu liar hingga membuat Ben kewalahan mengimbaninya.
Setelah selesai dengan kegiatannya, Marina membayar kedua pria itu. Kedua pria itu pergi itu keluar dari apartemen.
"Kamu sudah pulang?" tanya Marina sambil memakai kimono tidurnya.
"Ada apa Ben, mengapa kau tampak murung. Apa kau gagal bertemu wanita idamanmu?" tanya Marina.
"Aku bertemu dengannya, tapi aku tidak bisa mendekatinya," gerutu Ben kesal.
Marina tertawa lepas, "Ben, aku sudah bilang padamu. Ikuti cara ku, culik salah satu anaknya. Kemudian minta Christian menukarnya dengan Keyzia,"
Ben terdiam, ia pun berpikir sejenak. Kedua anak Keyzia sangat mengenal Ben dengan baik, mereka tidak mungkin curiga padanya jika Ben mendekatinya dan mengajaknya berbincang.
"Baiklah, aku akan mengikuti saranmu untuk mendekati si kembar," tutur Ben.
Marina tersenyum, kemudian mendekati Ben dan duduk di pangkuannya. Marina mencium bibir Ben dan mengarahkan tangan Ben ke pahanya.
Tangan Ben mulai mengusap dan membelai paha Marina dan menarik tali kimononya.
Marina juga tidak tinggal diam, ia membuka kancing kemeja Ben dan melepasnya. Marina turun dari pangkuan Ben dan menariknya untuk berdiri. Ia kembali mencium bibir Ben dan tangannya melepas ikat pinggang dan kancing celana kemudian menurunkan retsletingnya.
Marina pun mendorong Ben hingga jatuh terduduk kembali, Marina tersenyum dan mulai memainkan adik kecil Ben yang mulai tegang. Ia memasukkannya kedalam mulutnya dan memainkannya.
Permainan Marina semakin liar, ia telah mendapat pelepasan berkali-kali. Namun tidak untuk Ben, Marina memang lihai untuk urusan ranjang. Begitu juga dengan Marina, ia benar- benar puas dengan permainan Ben. Baginya baru kali ini ia mendapat lawan yang seimbang. Marina selalu puas dengan permaian Ben, ia pernah menawarkan pada Ben untuk menjadikannya sebagai pertner sex nya. Namun Ben menolak dan menatakan jika ia hanya menginginkan Keyzia.
....
__ADS_1
Beberapa hari berikutnya, si kembar telah terbiasa dan mulai bisa di tinggal. Sebenarnya Christian kurang setuju dengan usulan Keyzia yang ingin melepas putra putrinya di sekolah tanpa pengawasan. Namun dasar Keyzia yang keras kepala, ia tetap memaksa suaminya untuk melarang para bodyguardnya untuk berada di sekitar sekolah.
"Aku tidak setuju jika J dan Jessy di lepas tanpa pantauan," seru Christian.
"Tapi Chris, lingkungan disana aman. Orang asing tidak akan bisa masuk sembarangan kesana, lagi pula beberapa securiti juga ikut berjaga anak-anak pada saat jam istirahat," terang Keyzia.
"Sayang beberapa securiti itu tidak menjamin keamanan, apa lagi mereka belum tentu terlatih seperti para bodyguard ku," timpal Chistian.
"Chris, aku selama beberapa hari ini telah melakukan peninjauan disekitar sekolah, sekolah itu aman," tambah Keyzia.
Christian menarik napas panjang, ia memang tidak pernah akan menang jika sudah berdebat dengan istrinya.
Christian mendekati Keyzia dan memeluknya, Keyzia membalas pelukan Christian.
"Aku tau kamu mengkhawatirkan mereka, tapi percayalah padaku mereka aman disana," bujuk Keyzia.
"Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu. Tapi jangan salahkan aku jika suatu saat aku mendapati sesuatu terjadi pada anal-anakku, kamu tau bagaimana aku dan orang-orangku," putus Christian.
Keyzia menganggukan kepalanya dan mecium pipi suaminya.
"Aku sayang kamu,'' ucap Keyzia.
"Aku juga," balas Christian.
"Aku cinta kamu, sayang kamu, rindu kamu, semuanya," cetus Keyzia.
Membuat Christian tertawa lebar, kemudian memeluk istrinya erat.
Tuan Manuella dan Mama Christian sedang duduk di ruang keluarga dan tersenyum melihat kebahagian anak dan menatu mereka.
"Baru kali ini aku melihat kebahagian di wajah Christian, sejak beberapa tahun belakangan ia tinggal bersamaku ia sama sekali tidak pernah tersenyum. Apalagi saat Keyzia pergi dari kehidupannya kemarin," kenang Tuan Manuella.
"Bagi Chris setelah aku, Keyzia adalah dunianya. Semuanya hanya Keyzia, ia sangat menyayangi gadis itu saat pertama kali ia berada di tengah-tengah keluarga Orlando. Mereka memperlakukan Christian tidak ada bedanya dengan putra mereka. Itulah mengapa Ivan sangat mempercayai Christian dan menjadikannya asisten pribadinya," kenang Mama Christian.
"Aku benar-benar menyesal Martha, aku harap aku bisa menebus semuanya sekarang, disisa umurku ini. Aku ingin sekali berkumpul bersama keluargaku, maukah kamu memberiku kesempatan Martha?" pinta Tuan Manuella.
Mata Martha terbelalak, "Maksudmu?"
"Aku ingin membina hubungan kita yang sempat berakhir Martha, aku ingin saat aku tiada nanti akan ada orang yang menangisi kepergianku," ucap Tuan Manuella lirih.
"Kenapa kau berkata seperti itu, kau akan hidup hingga cucu-cucu mu dewasa nanti," timpal Martha.
"Maukah kau menerima ku kembali Martha?" tanya Tuan Manuella.
Martha terdiam, ia tidak tahu harus menjawab apa.
"Apa kamu bersedia Martha?" tanya Tuan Manuella lagi.
"Maaf aku tidak bisa menjawab sekarang, aku akan menayakan hal ini pada anak dan menantuku," putus Martha kemudian meninggalkan Tuan Manuella.
__ADS_1
Tuan Manuella menatap kepergian wanita yang di cintainya, wanita yang telah mengubah dirinya dan wanita yang membawa separuh hati dan jiwa nya pergi.
bersambung.