
Christian tiba di apartemennya, setelah selesai membersihkan diri ia duduk dan kembali membuka laptopnya dan memeriksanya.
Saat jemari Christian menari dia atas keyboard laptop miliknya, matanya tertuju pada daftar nama yang akan menjadi perwakilan perusahaan rekan bisnisnya.
Christian menghubungi rekannya dan ingin mencari tahu.
"Hallo Mark, ini aku Christian. Bisa kita bertemu malam ini?" tanya Christian to the point.
Terdengar balasan dari Mark yang menyetujuinya pertemuan mereka.
"Baiklah, malam ini pukul delapan malam di Club XX." ucap Christian sembari menutup telponnya.
"Aku yakin, kamu ada disini Key. Aku tidak pernah salah, dan aku sangat mengenal mu." gumam Christian.
Ia pun beranjak dan bersiap untuk bertemu Mark di tempat yang telah mereka janjikan.
Christian pun melajukan kendaraan menuju Club XX, dimana Mark sudah menunggunya.
.....
Keyzia pulang dari kantornya, ia mewakili bos nya untuk bertemu kliennya. Ia melepas sepatunya dan duduk sejenak untuk men
dinginkan suhu tubuhnya.
Keyzia teringat saat ia selesai meeting, dan akan meninggalkan gedung tersebut ia seperti melihat sosok Christian.
"Apa itu benar Christian, tapi apa yang dia lakukan disini?" gumam Keyzia. "Terserahlah, ku harap aku salah lihat, dia tidak mungkin ada disini, lagian aku juga tidak akan lama disini." lanjut Keyzia yang langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi.
Selesai mandi Keyzia pun segera menuju perpaduan untuk beristirahat, hari yang melelahkan bagi Keyzia akan berakhir jika ia melihat mentari esok hari. Keyzia pun mulai memejamkan matanya kemudian terlelap masuk kealam mimpinya.
.....
Disaat Keyzia telah tertidur lelpa, Christian masih menikmati malam disebuah Club nesar di kota itu. Ia disana bersama Mark, dan ingin mencari tahu tentang Keyzia yang menjadi salah satu asisten Mark.
"Jadi apa yang bisa aku bantu Chris?" tanya Mark sembari menyesap minumannya.
"Aku ingin bertanya padamu, tapi kau hanya cukup menjawab tanpa bertanya." ucap Christian dingin.
"Ayolah Chris, kau sama sekali tidam berubah, masih dingin dan angkuh." gelak Mark.
"Aku ingin tau tentang gadis ini, dia salah satu asisten mu kan?"
Mark meraih selembar photo dari tangan Christian, kemudian memperhatikannya dengan seksama.
"Ini kan Keyzia Orlando, seorang mahasiswi rekomendasi dari Steven sahabat ku yang lain." cetus Mark.
"Steven, siapa dia?" Christian menyipitkan matanya.
"Steven Vallemorin adalah salah satu teman baik ku, dan gadis itu adalah sepupu dari pihak Ibunya Steven." ungkap Mark.
__ADS_1
"Sepupu? Aku tidak pernah tau mereka punya sepupu." gumam Christian. "Besok kita ada meeting kan?" tanya Christian.
"Tentu saja, ada apa?" tanya Mark.
"Atur pertemuan antara aku dan dia secara pribadi, di ruangan ku." pinta Christian.
"Chris, kau tidak berencana untuk mencelakakan nya kan?" tanya Mark curiga.
"Tidak!" jawab Christian tegas. "Aku hanya ingin berbicara pada nya tanpa ada gangguan dari mana pun." lanjut Christian.
"Baiklah... Aku akan undur waktu meeting nya, untuk kalian bicara." ucap Mark.
"Terimakasih Mark." Christian berdiri menjabat tangan Mark." Baiklah, aku pergi dulu." ucap Christian pamit.
"Kau tidak ingin menikmati semua ini?" tunjuk Mark pada wanita yang menemani mereka.
"Tidak, aku tidak tertarik." jawab Christian tegas kemudian pergi melanjutkan langkahnya.
Christian pun melajukan mobilnya kembali ke apartemennya, ia sudah tidak sabar menanti hari esok ! bertemu Keyzia. Gadis yang telah satu tahun ini tidak pernah ia temui, ia sangat merindukan gadis kecilnya yang manja.
.....
Drrt... Drrrt... Drrrt...
Ponsel Keyzia berbunyi, dan menariknya dari alam bawah sadarnya.
Tangan Keyzia meraba meja nakas disamping tempat tidurnya, dan meraih ponselnya kemudian menempelkannya ke telinganya.
"Key, meeting di majukan jadi pukul tujuh pagi ini." ucap rekan kerja Keyzia.
"Apa!!!" Keyzia pun segera melompat dari tempat tidurnya dan berlari menuju kamar mandi.
Ia tidak sempat lagi sarapan, ia hanya bisa minum segelas susu yang sempat ia hangat kan tadi, kemudian bergegas menuju kantor.
....
Keyzia tiba dikantor, dan segera turun dari taxi dan berlari menuju kedalam gedung.
Gedung tampak masih lengang, hanya terlihat beberapa Cleaning Service yang sedang membersihkan gedung.
Keyzia melirik arlojinya, lima menit lagi pukul tujuh, ia menarik napas lega. Setidaknya ia tidak terlambat, ia pun duduk di lobby gedung untuk menunggu rekannya berdatangan.
Tiba-tiba seseorang mendekatinya.
"Selamat pagi Nona Keyzia, seseorang ingin bertemu anda. Mari ikut saya." ucap wanita cantik tersebut. Dilihat dari penampilannya, ia pasti seorang asisten atau sekretaris pribadi.
Keyzia masuk kedalam lift dan lift naik ke lantai paling atas.
Hingga tiba disebuah ruangan, wanita tadi pamiy pergi dan meninggalkan Keyzia disana.
__ADS_1
Keyzia mengetuk pintu, tidak lama kemudian tampak seseorang membuka pintu dan menyambutnya dengan senyum.
"Selamat pagi Nona, silahkan masuk. Tuan sudah menunggu anda." ucap pria paruh baya itu menyepa Keyzia ramah.
Tapi yang jadi pertanyaan besar didalam kepala Keyzia adalah siapa Tuan yang pria ini maksud.
Keyzia pun melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan dan mata Keyzia mengitari sekitar, mencari sosok yang sedang menunggunya.
"Kamu mencari ku?" ucap seseorang dibelakang Keyzia dan kemudan terdengar suara pintu tertutup.
Ceklek....
Mata Keyzia membulat saat mendengar suara itu, tapi ia masih belum berani membalik badannya dan melihat siapa yang ada di belakangnya. Suara itu, Keyzia mengenal suara itu, dan bau parfum ini Keyzia hapal betul pemiliknya.
Keyzia memejamkan matanya, berharap ini semua adalah mimpi, dan berharap ia akan segera terbangun.
Terdengar derap langkah kaki maju mendekatinya, mata Keyzia terpejam dengan mulut terkatup.
Christian berjalan semakin mendekati Keyzia, kini Keyzia bisa merasakan deru napas Christian dibelakangnya. Christian tiba-tiba memeluk tubuh Keyzia dari belakang, Keyzia dapat merasakan kerinduan yang pemuda itu rasakan. Sama seperti yang kini ia rasakan, ingin rasanya Keyzia membalik badannya dan membalas pelukannya.
Tapi Keyzia menahan semua rasa di hatinya, hingga Christian membalikan tubuh Keyzia menjadi menghadap kepadanya.
Christian pun segera meraup tubuh Keyzia kedalam pelukannya, ia mendekap erat gadis itu dalam rangkulannya.
Sejenak Keyzia memejamkan matanya menikmati dekapan hangat dan menyesapi aroma tubuh Christian, ingin rasanya ia membalas pelukan itu, tapi entah kenapa tangannya terasa berat untuk terangkat.
Christian melonggarkan sedikit pelukannya, kemudian menangkup dan menatap wajah Keyzia. Christian kemudian mencium bibir Keyzia dengan lembut, menyesapi setiap inci dari bibir Keyzia. Lidah Christian membuka bibir Keyzia yang sedari tadi masih terkatup, kini lidah nya berhasil menerobos masuk kedalam rongga mulut Keyzia, dan mengabsen setiap sisi mulut gadis itu.
Keyzia memejamkan matanya, hingga akhirnya ia tersadar dan menolak tubuh Christian dan menjauh dari nya.
Christian terlihat heran dengan sikap Keyzia.
"Key...." panggil Christian lembut.
"Jangan lagi..." Keyzia menggelengkan kepala dengan mata yang mulai memerah menahan tangis.
"Jangan sentuh aku lagi.." Keyzia berjalan mundur kebelakang.
"Kenapa Key, apa yang terjadi?" tanya Christian perlahan mendekatinya.
"Key, ini aku sayang. Aku rindu pada mu Key, kemarilah aku teringin memeluk mu." pujuk Christian.
"Tidak ada lagi... tidak ada lagi rindu, tidak ada cinta diantara kita saat kau memutuskan untuk bertunangan dengan wanita pilihan Ayah mu." seru Keyzia.
"Itu semua tidak seperti yang kamu bayangkan Key, aku terpaksa melakukannya." Christian mendekati Keyzia.
"Tidak.... aku tidak mau mendengarkannya." Keyzia merontah dalam pelukan Christian.
Christian dengan sigap memeluk erat tubuh Keyzia dan mendekapnya erat. Keyzia menangis dalam pelukan Christian, dan Christian memeluk serta mengecup puncak kepala untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Key, aku mohon dengarkan penjelasanku. Aku akan menjelaskan semuanya padamu, tapi aku mohon padamu agar kamu tenang." ucap Christian masih memeluk Keyzia.
Bersambung