
Keyzia pergi menemui Ben, di temani oleh suaminya, Christian.
Tapi sebelumnya, Christian telah menelon Ben dan mengatakan jika ia setuju untuk menuka istrinya dengan anaknya.
Sebenarnya Christian tidak begitu setuju dengan rencana ini, namun karena desakan dari Keyzia yang ingin segera bertemu dengan anak-anaknya, akhirnya ia pun menyetujuinya.
Ben menyambut mereka dengan senyumpenuh kemenangan saat melihat wanita pujaannya datang dan bersedia ikut dengannya.
"Selamat datang," sambut Ben.
Christian dan Keyzia tidak menjawab apa pun yang dikatakan Ben.
"Dimana anak-anakku?" tanya Keyzia ketus. ia sudah muak melihat tampang Ben yang sok baik dan perhatian.
"Tenang Key, mereka aman bersamaku. Kamu tau kan aku sangat menyayangi mereka," sahut Ben.
Keyzia memalingkan wajahnya, ia benci. Bahkan sangat membenci Ben, ingin rasanya ia pergi dari sini, ia tidak bisa berada satu ruangan dengan orang yang tidak ia sukai.
Ben pun memberi kode pada anak buahnya, untuk menjemput kedua bocah itu keluar menemui orang tuanya, terutama Mommynya. Bagi Ben mereka wajib bertemu dengan Keyzia untuk terakhir kalinya, sebab setelah ini ia akan membawa Keyzia pergi jauh dari negara ini hingga Christian pun tidak akan bisa menemukan mereka.
"Mom, dadd," seru J dan Jessy kemudian berlari ke arah orang tuanya dan memeluknya.
,"Kalian tidak apa-apa kan?" tanya Christian memeriksa dan memperhatikan setiap inci tubuh kedua anaknya. Terutama J, Christian menatap lekat kemudian memeluknya erat.
"Kamu baik-baik saja sayang?" tanya Christian pada J, putranya.
"Aku baik-baik aja dadd, jangan khawatir," sahut J tersenyum.
Christian kembali memeluk seluruh keluarganya, Christian mengecup kening istri dan anak-anaknya.
"Apa kaian sudah puas, aku sudah tidak bisa lagi menunda keberangkatanku," sela Ben sembari berjalan dan menarik Keyzia untuk ikut dengannya.
Mata Christian mengkilat marah menatap ke arah Ben. Christian pun tidak bisa lagi menahan amarahnya, ia menghampiri Ben dan menghajarnya. Mereka pun berduel, hingga akhirnya Alex masuk membawa pasukannya, Ben dan anak buahnya pun dapat di lumpuhkan.
"Kau curang Chris, kau menipuku," seru Ben marah.
"Aku akan melakukan apa pun untuk mempertahankan keutuhan keluargaku," timpal Christian.
"Aku akan membalas semua perbuatanmu ini suatu saat nanti Chris," balas Ben lagi.
"Itu juga kalau kau masih diberi kesempatan," sahut Christian lagi.
Ben pun segera dibawa ke kantir polisi, Christian membawa keluarganya kembali pulang ke rumah.
__ADS_1
.....
"Sebaiknya, aku harus secepatnya melarikan diri. Sebelum Ben, pria sialan itu buka mulut dan Christian akan melakukan sesuatu padaku," ucap Marina sembari membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk melarikan diri.
Sayangnya terlambat, Christian telah lebih dahulu menghentikan langkahnya.
"Mau pergi ke mana kamu?" Christian menahan tangan Marina.
"Chris, aku... aku akan rumah papa ku. Ya, aku akan kerukah papaku," jawab Marina gugup.
"Ikut aku," Christian menyeret Marina dari atas dan membawanya ke bawa. Kemudian menyerahkannya pada pihak ke polisian.
"Apa-apaan ini Chris, mengapa kamu menyerahkan aku ke polisi?" tanya Marina.
"Mereka akan menjelaskannya padamu," jawab Christian singkat.
Keyzia menatap Marina penuh kebencian.
Setelah polisi menjelaskan semuanya pada Marina, ia pun tidak bisa mengelak lagi.
"Ya, aku memang merencanakan itu semua. Aku mengajak Ben untuk bekerja sama dengan ku, sebab aku tau kalau dia menyukai perempuan ini. Apa salah ku, aku hanya ingin mempertahankan ke utuhan rumah tanggaku," seru Marina.
"Rumah tangga yang mana kau maksud? Apa pernikahan terpaksa dan penipuan yang kau lakukan terhadap keluarga ku. Apa itu yang kau sebut sebagai mempertahankan rumah tangga. Aku bukan tidak tau sepak terjang mu di luar sana," tutur Christian
"Aku sudah pernah bilang padamu, kalau aku tidak akan pernah bisa menerima kamu sebagai apa pun," ucap Nathan.
"Aku hanya ingin sedikit rasa dari mu Chris, meski hanya sedikit," pinta Marina memelas.
"Maafkan aku, bagiku hanya Keyzia yang mengisi seluruh relunh di hatiku," jawab Christian merangkul istrinya.
"Beruntungnya kamu Key, kamu bisa memiliki apa yang tidak bisa aku miliki. Kau juga mendapatkan seluruh cinta dari pria yang sangat mencintaimu," ujar Marina lirih.
"Kamu juga memiliki kesempatan itu jika kamu ingin berubah. Mungkin ada diluar sana pria yang bisa menerima kamu apa adanya, dan tanpa memandang masa lalu kamu. Aku yakin, akan ada pria baik yang akan kau temui suatu saat nanti. Ingat Marina, kau masih memiliki Simon," ungkap Keyzia.
"Aku tau, aku akan meminta saudaraku untuk mengasuh Simon, selama aku menjalani hukuman," lanjut Marina.
Keyzia berjalan mendekati Marina dan memegang pundaknya.
"Apa kau percaya padaku?" tanya Keyzia.
"Maksudmu?" Marina menatap Keyzia dengan bingung.
"Kalau kau percaya padaku, aku akan membawa Simon untuk tinggal bersamaku dan Christian beserta anak-anakku," ucap Keyzia.
__ADS_1
Marin menatap wajah Keyzia dengan seksama.
"Kau mau membawa Simon untuk tinggal bersamamu?" tanya Marina tidak percaya.
Keyzia mengangguk dan tersenyum.
"Tapi... " Marina menoleh ke arah Christian yang dia dengan ekspresi datarnya. Masih dengam seperti biasanya jika Christian sedang berhadapan dengan dirinya. Christian akan kaku dan dingin, tampanganya datar dan tanpa ekspresi. Berbeda halnya jika Christian sedang berada di dekat Keyzia. Ia akan menjadi sosok yang hangat dan tatapan matanya menatap wajah Keyzia dengan penuh cinta. Seolah seluruh dunia Christian berada di depan mata, jika ia sedang bersama Keyzia.
"Aku yakin, Chris akan setuju dengan keputusan ku," jawab Keyzia meyakinkan Marina.
"Terima kasih Key, Christian memang tidak salah memilihmu sebagai wanita yang selalu ada disampingnya. Kau lebih mengerti dia dan sebaliknya, Christian akan selalu mengikuti apa pun yang kau katakan," puji Marina pada Keyzia.
Keyzia tersenyum.
"Aku sama sepertimu Marina, aku hanya wanita biasa yang merasa beruntung bisa mendapatkan pria sebaik Christian," ujar Keyzia.
"Baiklah, aku akan percayakan Simon pada kalian. Terutama padamu Key," Marina pun pamit.
*****
Beberapa hari kemudian
"Sayang, semuanya sudah siap?" tanya Christian pada istrinya.
"Sedikit lagi... oke siap," sahut Keyzia kemudian.
Mereka akan kembali ke tanah air, untuk mengunjungi Ivan dan keluarganya.
J dan Jessy sangat antusias, saat mereka tahu kalau mereka akan berkunjung ke rumah Paman dan Bibinya.
Simon tampak bahagia, jika selama ini ia sama sekali tidak pernah mendapat perhatian dari Marina.
Keyzia mampu memberikan perhatian dan kasih sayang pada Simon sama seperti yang ia berikan pada J dan Jessy.
Simon juga telah memanggil Keyzia dengan sebutan Mommy, sama seperti J dan Jessy.
Hanya Christian yanh masih belum bisa menerima kehadiran Simon diantara mereka.
Bagi Christian, anaknya hanya J dan Jessy. Buah cintanya dengan wanita yang ia cintai, tidak akan ada anak orang lain, apa lagi dari wanita yang paling Christian benci.
Bagi Christian, Keyzia lah satu-satunya wanita di dalam hidupnya, ia akan berusaha untuk membahagiakan wanita pilihan hatinya.
Tamat.
__ADS_1