
"Aah..."Keyzia meringis merasakan pegal disekujur tubuhnya. Ia bergerak sedikit saat merasa sebuah benda berat menimpa perutnya, perlahan membuka matanya menatap nanar sekeliling kamar tempatnya berada.
Dengan hati-hati Keyzia menyingkirkan tangan Christian dari atas perutnya. Tapi Christian kembali mengeratkan pelukannya.
"Kamu mau kemana?" ucap Christian serak.
"Aku mau mandi.. badanku lengket semua." jawab Kezia.
"Kamu bisa jalan?" tanya Christian duduk.
"Ya bisa lah..." Keyzia mencoba berdiri tapi... "Aaww.."
Keyzia memegang perut bawahnya, Christian segera bangun dan duduk memangku tubuh istrinya.
"Kenapa jadi begini?" tanya Keyzia heran.
Christian tersenyum."Tentu saja, kamu dan aku tidak pernah melakukannya saat terakhir kita bersama kemarin kan?"
Keyzia mengingat kemudian menganggukan kepalanya.
Christian kembali tersenyum kali ini dengan memberi kecupan di kening istrinya.
"Dia kembali sempit seperti dulu." bisik Christian ditelinga Keyzia.
"Chris...."
Christian tertawa lepas dan menarik tubuh Keyzia kedalam pelukannya.
"Aku akan mengendongmu." ujar Christian bangkit dan menganggkat tubuh polos Keyzia.
"Tidak usah Chris..."
"Sudah diam saja." Christian mengangkat Keyzia menuju kamar mandi.
Christian mendudukan tubuh Keyzia di atas kloset duduk, kemudian menyalakan air hangat di dalam bath up. Setelah terisi penuh dengan air hangat, Christian pun kembali mengangkat tubuh Keyzia dan meletakannya didalam bak, Christian pun ikut masuk ke dalamnya.
Christian perlahan menggosok punggung Keyzia dan sesekali mengecupnya. Keyzia menyandarkan kepalanya didada Christian dan memejamkan mata.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Christian sembari melingkarkan tangannya di perut Keyzia dan mengecup pundak istrinya.
"Tidak ada." Keyzia bangkit dan berdiri keluar dari bath up.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Christian ikut berdiri saat melihat Keyzia meraih jubah mandinya dan berjalan keluar.
Christian mengikuti langkah Keyzia.
"Key, aku bertanya kamu mau kemana?"
"Aku mau pulang, anak-anak ku pasti menungguku dirumah."
"Aku akan mengantarkanmu.. aku juga ingin bertemu anak-anak ku."
Keyzia menatap wajah Christian.
"Aku mohon Key." pinta Christian memohon.
"Baiklah, tapi aku mohon jangan memberitahu mereka tentang dirimu. Mereka masih terlalu kecil, mereka belum mengerti dengan semua masalah yang terjadi." tutur Keyzia.
"Aku janji... aku hanya ingin dekat dengan mereka sebagai teman mereka."
"Baiklah.... kita pulang sekarang."
Mereka pun keluar dan meninggalkan hotel.
Tiba di lokasi tempat tinggal Keyzia, mata Christian memperhatikan lingkungan sekitarnya. Hingga mata Christian menangkap dua orang berbadan besar yang duduk di taman dan bermain dengan sepasang anak.
Keyzia turun dari mobil.
"J, Jessi.." seru Keyzia memanggil anak-anaknya.
Mereka pun berlari mendekati Keyzia dan memeluknya.
"Mom... Mommy kemana, mengapa Mommy tidak pulang?" tanya Jessi yang memang paling cerewet.
"Mommy, siapa dia?" tunjuk J dengan tatapan dingin ke arah Christian.
Keyzia mencoba menjelaskan pada J dan Jessi, tentang siapa Christian. Tapi, Christian lebih dulu mendekati mereka.
"Hai... namaku Christian, aku teman Mommy mu." sapa Christian pada J.
J menyipitkan matanya menatap Christian, kemudian melirik ke arah Mommy nya.
"Kita masuk kedalam dulu, dan berbicara didalam." ajak Keyzia. "Demian, Max... kalian mau ikut minum teh dan makan siang sama kami?"
Demian dan Max menghampiri mereka.
"Hallo Tuan Muda." sapa Demian ramah dan memberi hormat pada Christian, diikuti oleh Max.
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Christian ketus.
"Maaf, kami hanya menjalankan tugas dari Tuan besar."
"Apa yang dia tugaskan untuk kalian?"
"Kami hanya disuruh mengawasi dan menjaga cucunya."
__ADS_1
"Jadi Pak Tua itu sudah tau semuanya?" tanya Christian menatap Keyzia.
"Bukan aku..... aku bahkan terkejut saat mendengar pengakuan mereka kemarin." jawab Keyzia.
"Ada apa? Apa ada kejadian kemarin?" tanya Christian.
"Kita cerita didalam... ayo semuanya kita masuk."
Mereka pun masuk kedalam, dan menikmati waktu bersama seharian, hingga Christian pamit undur diri, dan memerintahkan Demian dan Max tetap berjaga.
.....
Praank...
Suara bantingan barang. Marina mengamuk karena orang suruhannya gagal menculik anak-anak Keyzia.
"Sialan... ternyata Tua bangka itu selangkah lebih dulu dari ku. Aku akan kembali membuat perhitungan dengan mu Keyzia, kau penyebab aku menderita seperti ini. Aku akan membuat hidupmu menderita, karena kau suamiku tidak mencintaiku. Karena kau, aku menjadi seperti ****** yang haus akan belaian dan mencari kepuasan sendiri."
Praank...
Kembali Marina melempar dan membanting semua barang yang ada di kamarnya.
Dibawah, Tuan Manuella baru saja kembali dari melakukan terapi untuk kakinya. Ia bersama asistennya yang paling setia, Gustav.
Salah satu pelayan mendekati mereka dan melapor pada Gustav.
"Ada apa?" tanya Gustav.
"Nyonya Marina mengamuk di kamarnya Tuan." ucap pelayan.
"Kegilaan apa lagi yang gagal ia lakukan." gumam Tuan Manuella. "Gustav, antar aku ke kamarku, aku ingin istirahat. Terapi tadi membuat aku lelah."
"Baik Tuan." Gustav pun mendorong kursi roda Tuan nya dan mengantarkan majikanya ke kamarnya.
.....
Christian menerima undangan makan malam dari Jean, boss Keyzia. Sebenarnya Christian ingin mengajak Keyzia, tapi Jean mengatakan ia ingin membalas masalah pribadi dengan Christian.
Felling Christian mengatakan ini akan lain ceritanya, tapi tetap saja ia memenuhi undangan Jean.
Tapi sebelumnya ia menelpon Keyzia terlebih dahulu.
Tut.. Tut...
"Hallo Chris..." sambut Keyzia dari seberang.
"Kamu belum tidur sayang?"
"Belum... aku masih menidurkan Jessi."
"Dia telah tertidur.... dia sangat mandiri Chris, sedangkan Jessi sedikit manja." Keyzia terkekeh. "Ada apa?"
"Aku ingin bilang, kalau aku diundang oleh boss mu makan malam."
"Oh ya?"
"Ya... sebenarnya aku ingin mengajakmu, tapi ia melarangku."
"Jadi?"
"Ya... aku hanya ingin bilang itu."
"Apa ini seperti suami minta ijin pad istrinya?"
"Katakanlah begitu."
Keyzia terkekeh. "Baiklah... aku mengijinkan. Ingat jangan minum terlalu banyak, aku takut jika kamu mabuk."
"Kenapa?"
"Kalau kamu mabuk, yang ada dikepala mu hanya aku, dan aku takut jika kamu bertemu bertemu perempuan lain diluar kamu mengira kalau itu aku. Lantas kamu akan menidurinya."
"Tidak... itu tidak akan terjadi, aku selalu bisa mengontrolnya."
"Heemmm.... benarkah?"
"Mom... apa itu Uncle Chris?" tanya Jessi.
"Iya sayang, kamu ingin berbicara dengannya" tanya Keyzia.
Jessi mengangguk.
"Chris.. ada yang ingin berbicara padamu."
"Siapa?"
"Dengarkan saja suaranya." Keyzia memberikan ponselnya pada Jessi.
"Hallo Uncle Chris.."
"Hallo sayang... sebentar, Uncle akan mengalihkannya jadi panggilan vidio.
Christian pun mengubah panggilannya, tidak lama kemudian mereka pun bisa saling melihat.
"Hai sayangku Jessi, kamu belum tidur?" tanya Christian.
__ADS_1
"Belum, aku tidak bisa tidur."
"Kenapa?"
"Gigi ku goyang, J bilang akan ada peri gigi yang akan mencuri gigi ku. Untuk itu aku tidak akan tidur, aku akan menjaga gigiku. Agar peri gigi tidak mengambil gigiku."
Christian tertawa mendengar penjelasan Jessi yang panjang lebar.
"Apa yang dikatakan J itu tidak benar sayang, tidak ada peri gigi."
"Benarkah?"
"Ya.. tentu saja, kau percaya padaku?"
Jessi menganggukan kepalanya.
"Baiklah, sekarang coba pejamkan matamu dan berusahalah untuk tidur."
"Baiklah... Uncle ingin berbicara pada Mommy?"
"Boleh..."
Jessi pun memberika poselnya kembali ke pada Mommy nya.
"Baiklah ini sudah malam, nanti kamu terlambat untuk pergi makan malam."
"Baiklah, aku akan menelpon mu lagi nanti."
"Oke, baiklah."
"Aku mencintaimu."
"Aku juga."
Christian menutup teleponya, ia pun bersiap berangkat ketempat yang telah Jean dan ia sepakati.
Christian tiba disebuah restoran mewah, ia tersenyum saat seorang pelayan menyambutnya, pelayan itu mengantar Christian menuju ruangan dimana Jean berada.
Christian masuk dan Jean berdiri menyambutnya, pada saat Jean ingin mencium pipinya , Christian segera menghindar dan tersenyum. Tampak raut kecewa terukir diwajah Jean, saat Christian menghindarinya.
Setelah duduk dan mereka mulai memesan makanan, sementara menunggu Jean tampak menatap Christiam dengan nakal dan berusaha menggodanya. Hingga selesai makan tidak ada pembicaraan yang serius yang mereka bicarakan.
"Baiklah Nona Jean, karena makan malam kita sudah selesai, saya pamit undur diri dulu." ucap Christian sopan.
Jean berdiri dan berjalan mendekati Christian, Jean duduk dipangkuan Christian. Christian masih terus menunggu apa yang akan Jean lakukan selanjutnya. Benar dugaan Christian, Jean berusaha mencium bibir Christian. Christian mendorong kasar tubuh Jean hingga tersungkur kelantai.
Christiam berdiri dan merapikan pakiannya, menatap sinis dan merendahkan pada Jean.
"Bisnis kita batal Nona Jean."
"Tapi Tuan Chris, anda sudah menandatangani surat perjanjian."
"Aku membatalkannya, dan aku akan membayar kompensasinya."
"Tidak bisa begitu Tuan Christian, anda harus tetap melanjutkannya."
"Aku tetap akan membatalkannya." Christian meninggalkan Jean sendiri di dalam ruangan, Jean berteriak histeris.
"Aku harus mendapatkan kamu Chris, kamulah yang pantas menjadi pendampingku."
Christian merasa tersiksa, ia memutuskan untuk menemui Keyzia dirumahnya. Mobil Christian tiba diperkarangan rumah Keyzia. Dua penjaga yang mengawasi rumah Keyzia mendekati mobil Chritian.
"Selamat malam Tuan muda."
"Malam... dimana Max dan Demian?"
"Mereka pulang istirahat Tuan, dan kembali besok pagi."
"Baiklah... aku akan masuk kedalam."
"Oke Tuan."
Christian mengetuk pintu rumah Keyzia, saat itu Keyzia memang belum tidur. Ia masih membalas chat dari Ben.
Keyzia berlari keluar kamarnya dan membuka pintu.
Ceklek...
"Chris..." ucap Keyzia terkejut.
Chriatian menerobos masuk dan langsung menerjang bibir Keyzia. Keyzia hampir terjatuh karena tidak bisa menahan berat badan Christian. Dengan sigap Christian menangkap dan langsung membawa tubuh Keyzia dalam pangkuannya. Christian masih ******* bibir Keyzia, dan lidahnya menerobos masuk kedalam mulut Keyzia dan menari didalamnya.
Christian mengangkat tubuh Keyzia dan membawanya ke kamar tanpa melepas pagutannya. Christian menghempaskan tubuh Keyzi dia atas tempat tidur. Ia melepas seluruh pakaiannya hingga tersisa underware boxernya. Ia menindih tubuh Keyzia kembali ******* bibir Keyzia, dan turun kehernya. Tangan Christian merambah masuk kedalam kaos Keyzia dan mulai meremas dadanya, memainkan daging kecil dengan jempolnya.
Keyzia mendesah, tapi ia masih bingung kenapa Christian jadi bersemangat begini. Christian melepas kaos yang digunakan Keyzia, kemudian melepas pengait branya. Christian meraup dan melahap dua gundukan dihadapannya. Permaian semakin panas, Christian tidak bisa lagi menahan lebih lama, Keyzia telah berkali-kali mengalami pelepasan. Kini Christian memacu dengan cepat untuk mencapai puncak kenikmatannya. Hingga terdengar lenguhan panjang yang keluat dari bibir Christian.
Ia pun ambruk disamping Keyzia, dengan napas tidak beraturan Christian menarik istrinya kedalam pelukannya dan mengecup keningnya.
"Terima kasih sayang.. aku mencintaimu Key." Christian kembali mengecup kening Keyzia.
Keyzia tersenyum.
"Ayo tidur.. kamu pasti lelah."
Keyzia menganggukan kepalanya, dan mereka pun mulai memejankan matanya. Mereka tertidur dengan berpelukan.
__ADS_1
Bersambung