Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
46.


__ADS_3

Tuan dan Nyonya Anderson sangat bergembira saat mendapat kabar kalau wanita yang mereka tabrak sekarang telah siuman. Pasangan suami istri itu pun bergegas ke rumah sakit untuk bertemu dengan Keyzia.


Tiba di rumah sakit, mereka langsung menemui dokter.


Mereka begitu terkejut saat mendengar penjelasan dokter.


"Apa dok, dia mengalami amnesia?" tanya Tuan Lucas terkejut.


"Ya Tuan, ia mengalami benturan dikepala yang cukup keras." terang dokter.


"Tapi sampai berapa lama ia akan seperti ini? Aku yakin saat ini keluarganya pasti mencemaskannya." ucap Nyonya Anderson lirih.


"Kita berdoa saja Nyonya, mudah-mudahan dia cepat pulih." jawab dokter meninggalkan pasangan suami istri itu.


"Ayo sayang, kita menemuinya." ajak Tuan Lucas pada istrinya.


*****


Christian tiba di Swiss, ia segera memerintahkan tim nya untuk mencaritahu keberadaan keluarga Anderson.


Setengah jam kemudian, orang suruhan Christian mengirimkan data tentang keluarga Anderson lengkap.


"Kita ke sana sekarang." titah Christian.


Mereka pun segera meluncur ke kediaman keluarga Anderson.


Tiba dikediaman, mata Christian menata sekeliling. Rumah itu begitu besar dengan pos penjagaan didepannya. Setelah melapor dan meminta ijin di pos penjagaan, akhirnya mereka pun diperbolehkan masuk.


Setelah dipersilahkan masuk, Christian dan beberapa anak buahnya dibawa masuk kedalam dan menunggu diruang tamu.


Tuan dan Nyonya Anderson sebelumnya telah diberitahu, jika keluarga dari wanita yang di rawatnya akan menemui mereka.


Tidak lama kemudian, pasangan suami istri yang berumur lebih dari setengah abad itu pun turun dan menemui Christian.


"Tuan Manuella?" tanya Tuan Anderson.


Christian berdiri dan tersenyum, ia pun mengulurkan tangannya.


"Apa kabar Tuan?" sapa Christian ramah.


"Aku baik, senang bertemu dengan mu. Silahkan duduk." Tuan Anderson mempersilahkan Christian duduk kembali.


"Baiklah, aku tidak akan membuang waktu anda. Aku kesini ingin menjemput istriku, wanita yang kalian bawa pulang dari Belanda kemarin." ucap Christian tidak ingin bertele-tele lagi.


Pasangan suami istri itu saling pandang.


"Maaf, sebelumnya. Apa kami boleh melihat sesuatu sebagai bukti jika memang Stella adalah istrimu." ucap nyonya Anderson.


"Siapa Stella?" tanya Christian bingun.


"Gadis itu, kami memberinya nama Stella. Sebab kami tidak tau harus memanggilnya apa." lanjut nyonya Anderson.


Christian mengangguk mengerti. Christian memberi kode pada salah satu anak buahnya untuk menunjukan beberapa dokumen pernikahan dan photo-photo mereka beserta si kembar. Christian tahu tuan Anderson pasti akan meminta bukti. Sebab dari penyelidikan Christian, tuan Anderson selalu bersikap hati-hati dan waspada terhadap orang yang barunia kenal.


Tapi dengan sikapnya itu, tidak membuat Christian tersinggung. Christian malah lega, bearti istrinya berada di tengah-tengah orang yang baik.


Setelah mereka membaca map yang diberikan Christian, mereka nampak menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Panggil nona Stella untuk turun." ucapnya pada pelayan rumahnya.


Pelayan itu segera naik dan memanggil Stella.


"Dia memang sudah dinyatakan sembuh, tapi ingatannya belum pulih." ucap nyonya Anderson terdengar lirih.


"Aku mengerti, aku akan membantunya mengingat kembali semua hal tentang dia." jawab Christian.


"Aku harap, setelah dia mengingat kembali. Jangan lupa bilang padanya untuk mengunjungi kami, jika ia punya waktu senggang." lanjutnya.


Christian tersenyum. "Aku akan mengingatkannya soal itu."


Christian tahu, jika nyonya Anderson saat ini telah telanjur menyayangi Keyzia. Ia tidak memiliki anak, setelah putranya meninggal akibat kecelakaan beserta anak dan istrinya. Sejak saat itu pasangan itu, terutama nyonya Anderson seperti kehilangan semangat hidup.


Tidak kama kemudian, Stella turun dari atas dengan senyuman khas di wajahnya. Mata Christian menatapnya tidak berkedip saat melihat wanita yang selama ini ia rindukan.


Stella menatap Christian dengan heran, ia menghampiri pasangan suami istri yang ia anggap sebagai orang tuannya.


"Ada apa Ma?" tanya Stella manja.


Nyonya Anderson memeluk putri yang baru saja ia temukan.


"Stella, tuan ini datang untuk menjemputmu." ucap tuan Lucas.


"Menjemput? Maksudnya apa pa?" tanya Stella tidak mengerti.


"Dia adalah suami kamu, dan ini adalah buktinya." ucap tuan Lucas.


Stella meraihnya, matanya membulat saat melihat satu persatu photo yang ada ditangannya. Ia melihat photonya bersama pria yang berada dihadapannya ini dalam keadaan intim. Saling berpelukan dan tidur dalam selimut. Kemudian ia terpaku pada photo dimana dirinya dan pria itu, bersama sepasang anak laki-laki dan perempuan.


Stella menatap Christian, "Ini siapa?"


Christian tersenyum dan berjalan mendekatinya.


"Itu ... yang laki-laki namanya J, dan yang perempuan namanya Jessy." jawab Christian tersenyum.


Stella tersenyum, "Siapa mereka?"


"Mereka anak-anak ku, dan kamu." jawab Christian memulai.


"Maksudnya?" Stella bingung.


"Aku adalah suamimu, kita menikah dan setelah itu kita memiliki mereka." jawab Christian yang enggan menceritakan secara detail.


"Aku sudah menikah?" tanya Stella lagi.


"Ya ... kita menikah dan hidup bahagia." jawab Christian.


Ingin rasanya ia memeluk Keyzia dan melepaskan rasa rindu di hatinya, ia terus saja menahan perasaannya yang membuncah.


"Ma ... mereka kelihatan lucu." Stella menunjukan photo J dan Jessy pada tuan dan nyonya Anderson. Pasangan suami istri itu hanya tersenyum.


"Kamu ingin berbicara pada mereka?" tawar Chritian.


"Apakah boleh?" tanyanya.


Christian mengangguk dan merogoh sakunya, kemudian meraih ponselnya. Ia melakukan panggilan dan tersambung langsung ke laptop J. Tidak lama kemudian dari seberang sana tampak Jessy tersenyum sumringah.

__ADS_1


"Daddy ..." seru Jessy.


"Hai, sayang! Dimana saudaramu?" tanya Christian.


"J, sedang mandi." jawab Jessy dengan suara cemprengnya.


"Bilang pada J, suruh dia secepatnya. Daddy ada sesuatu untuk kalian."


"Oke dadd." Jessy pun berlari ke kamar mandi dan meneriaki saudaranya. Tidak lama setelahnya, J pun keluar dari kamar mandi. Ia segera berlari menghampiri laptopnya dan menyapa Christian.


"Hai, uncle ... " sapa J.


"Hai J, aku ada kejutan untukmu dan Jessy." ucap Christian.


"Oh ya, apa itu?" tanya J, dan Jessy telah menunggu dengan antusias.


Christian pun memanggil Keyzia mendekat padanya.


Keyzia berjalan perlahan mendekati Christian, mata Keyzia membulat dengan senyum mengembang dibibirnya saat melihat dua malaikat kecil yang ada di layar monitor.


"Mooomm," teriak J dan Jessy bersamaan.


Keyzia terkejut saat kedua bocah itu memberondonginya dengan berbagai macam pertanyaan. Keyzia sendiri bingung untuk menjawab satu persatu pertanyaan mereka. Ia hanya bisa tersenyum hingga tertawa melihat kelincahan mereka.


Christian mendekati Keyzia dan duduk dibelakangnya sembari tersenyum.


"Dadd, kapan daddy membawa mommy kembali?" tanya Jessy bersemangat.


"Secepatnya, setelah urusan daddy disini selasai." jawab Christian.


"Apa kau seorang pengusaha?" tanya Keyzia sembari menoleh ke arah Chriatian.


Chriatian terkesiap mendengar pertanyaan Keyzia.


"Ya ... aku seorang pengusaha yang mencintai keluargaku." jawab Christian.


Keyzia tersenyum. "Anak-anak mu lucu sekali."


"Mom, kapan mommy pulang? Aku dan J sudah merindukan kalian." seri Jessy.


"Apa yang harus aku katakan?" tanya Keyzia.


"Daddy akan membawa mommy pulang secepatnya." ucap Christian.


"Oke, baiklah. kami tunggu." ucap Jessy.


"Baiklah, daddy tutup dulu. Nanti daddy telpon lagi." tutup Christian.


Mereka pun mengakhiri percakapan. Christian menatap Keyzia dengan tersenyum.


"Jadi, apa kau ingin ikut pulang bersamaku?" tanya Christian.


Keyzia tampak berpikir sejenak.


"Aku harus bertanya pada kedua orangtuaku, aku tidak pernah pergi kemana pun selain bersama mereka." tutur Keyzia polos.


"Aku yakin mereka pasti mengijinkannya." jawab Christian meyakinkan.

__ADS_1


Keyzia tersenyum.


bersambung.


__ADS_2