
Sudah hampir seminggu Keyzia tiba di Yunani, ia juga sudah mulai bekerja di sebuah perusahaan milik rekan bisnis Tuan Manuella. Entah kenapa akhir-akhir ini Keyzia sering merasa pusing, dan perutnya juga merasa bergejolak jika mencium aroma sesuatu. Ia juga lebih malas dari biasanya, seperti hari ini, Keyzia harus bolak-balik ke kamar mandi karena ia kembali merasa mual.
"Kamu sakit Key?" tanya Mia sahabat Keyzia selama disini, dan Mia juga berasal dari Indonesia cuma berbeda daerah dengan Keyzia.
"Aku gak tau Mi, akhir-akhir ini aku sering pusing dan mual." jawab Keyzia.
"Jangan-jangan kamu hamil Key." celetuk Mia.
Deg...
Jantung Keyzia berdetak tidak beraturan mendengar ucapa Mia.
"Key..." Mia menepuk pundaknya, dan membuat Keyzia terkejut.
"Gak mungkinlah, kan aku cuma beberapa minggu bersama suami ku." elak Keyzia.
Mia telah tahu semua tentang Keyzia, termasuk hubungannya bersama Christian.
Mia terkekeh. "Jangankan beberapa minggu, sekali aja kalau lagi sama-sama dalam masa subur ya jadilah."
Keyzia semakin bimbang.
"Lebih baik, pulang dari kantor nanti kamu beli testpack. Jika kamu merasa kurang yakin, kamu bisa langsung ke rumah sakit."
Keyzia menganggukan kepalanya.
.....
Christian baru saja kembali dari luar negeri, setelah sepuluh hari berada di luar negeri.
"Apa Nyonya sudah pulang?" tanya Christian.
"Belum Tuan, Nyonya masih berada di Indonesia sampai saat ini."
"Apa Nyonya pernah menelpon dan menanyakan aku?"
"Tidak Tuan, Nyonya tidak pernah menelpon."
Christian segera menelpon istrinya untuk melepas rindu, tapi entah kenapa nomor Keyzia tidak bisa dihubungi. Sudah beberapa kali ia mencoba menghubunginya, tapi nomor Keyzia tidak bisa tersambung. Christian mulai naik pitam, ia pun memrintahkan anak buahnya untuk mencari jejak istrinya.
Beberapa saat kemudian barulah ia mendapat kabar dari salah satu anak buahnya dan mengatakan bahwa Keyzia tidak berada dirumah Kakaknya.
Christian begitu murka saat mendengar kabar bahwa istrinya tidak berada dirumah Kakaknya, ia juga menyuruh semua anak buahnya untuk mengecek pesawat yang Keyzia gunakan untuk terbang ke Indonesia.
Sekali lagi Christian dibuat murka saat mengetahui bahwa dalam penerbangan hari itu tidak ada yang bernama Keyzia. Christian membanting semua barang yang ada di dalam kantornya.
"Siapkan aku pesawat sekarang, aku ingin ke Indonesia malam ini juga." titah Christian pada anak buahnya.
"Beraninya kamu pergi dari aku Key, aku berjanji aku akan menemukan kamu dimanapun kamu berada." gumam Christian sambil menggeram.
.....
Tuan Manuella dan keluarga Santibanez sedang mempersiapkan pernikahan Christian dan Marina. Christian tiba dirumah Tuan Manuella tanpa memperdulikan sekitarnya, ia beranjak masuk ke kamarnya.
Marina mengikutinya dari belakang dan ikut masuk ke kamarnya. Christian berdiri di depan jendela kamarnya, Marina berjalan mendekati Christian dan memeluknya dari belakang.
"Aku merindukanmu Chris, aku juga sudah tidak sabar menunggu hari pernikahan kita. Aku sudah membayangkan aku akan jadi wanita paling bahagia saat kita menikah nanti."
Christian membalik badannya dan menatap Marina dengan tatapa tidak suka.
"Kau tau kalau aku tidak menyukaimu, apa kau tidak punya malu sebagai seorang wanita yang telah berulang kali ditolak oleh pria yang tidak mencintaimu."
"Aku tidak peduli Chris, aku tau cinta akan datang karena terbiasa." Marina mendekatkan bibirnya pada Christian dan berusaha untuk menciumnya. Tapi dengan segera Christian mendorong Marina hingga terjatuh kelantai.
Braak....
__ADS_1
"Jangan pernah mencoba mendekati aku lagi, aku tidak menginginkanmu. Lagi pula apa kau tau kalau aku telah menikah dan kami saling mencintai." ucap Christian geram.
"Memangnya kenapa kalau kau sudah menikah dan memiliki istri, kalian menikah karena cinta. Sedangkan kita akan menikah karena restu, tentu aku akan banyak mendapatkan dukungan, terutama dari Papa mu."
"Tapi aku tidak akan pernah mau menerima kamu menjadi istriku jika nanti orang tua itu jadi menikah kan kau dan aku. Aku kembali kemari bukan untuk bertemu dengan mu, tapi aku ingin mengambil sesuatu disini." Christian pun keluar dari kamarnya dan meninggalkan Marina sendirian di kamar.
"Aku pastikan kau tidak akan pernah bertemu dengan istrimu Chris. Kau hanya milik ku, milik ku." ucap Marina.
.....
Sepulang dari kantor Keyzia mampir ke apotik didekat apartementnya , sesuai saran Mia Keyzia membeli alat test kehamilan. Tiba di rumah, Keyzia langsung masuk ke kamar mandinya dan segera mencoba alat tersebut. Keyzia menunggu beberapa saat untuk alat itu menunjukan hasil, selang beberapa saat kemudian nampaklah dua garis biru yang muncul di alat tersebut.
"Gak mungkin, ini pasti salah. Besok gue harus ke dokter, gua akan cek lagi."
Keyzia pun langsung mandi dan beristirahat.
Keesokan harinya, mual melanda Keyzia kembali. Keyzia segera menelpon Mia.
"Hallo Mi, bisa bantu ijin aku hari ini?" ucap Keyzia.
"Kamu kenapa Key?" tanya Mia.
"Aku tidak enak badan, dan rencananya hari ini aku akan ke dokter."
"Hemm.. baiklah, semoga cepat sembuh ya Key."
"Makasih ya Mi."
Keyzia pun memesan taxi dan meminta diantar ke klinik terdekat.
Tiba diklinik, Keyzia mengambil nomor antrian kemudian duduk menunggu giliran.
Tidak lama kemudian, giliran nama Keyzia dipanggil. Ingin rasanya Keyzia lari saja saat namanya dipanggil, ia belum berani menerima kenyataan bila dirinya benar-benar hamil.
Kemudian Keyzia pun memantapkan hatinya dan melangkah masuk kedalam, perawat mempersilahkannya.
"Saya sering pusing dan mual di pagi hari dokter."
Dokter itu tersenyum. " Anda sudah menikah?"
Keyzia menganggukan kepalanya perlahan.
"Naiklah ke ranjang, aku akan memeriksamu." ucap nya dan Keyzia mengikutinya.
"Kapan kalian menikah?" tanya nya sambil memeriksa.
"Kurang lebih tiga minggu yang lalu." jawab Keyzia.
Dokter itu kembali tersenyum. "Kapan terakhir kali dapat tamu bulanan?"
"Bulan lalu."
"Suami kamu hebat juga ya, baru beberapa minggu kerja kerasnya sudah membuahkan hasil?" ucap dokter.
"Sudah pernah melakukan cek sebelumnya?"
"Hanya test, ada apa dok? Apa saya benaran hamil?" tanya Keyzia.
"Iya, usia kandungannya masih muda sekali, baru jalan tiga minggu. Jadi harus hati-hati ya, minum vitamin dan makan makanan yang bergizi."
"Gila.. tokcer juga tuh si bule, baru beberpa kali sentuh udah hamil aja gue." gumam Keyzia.
"Anda bilang sesuatu Nyonya?"
"Tidak ada dokter." jawab Keyzia sambil terkekeh.
__ADS_1
"Baiklah, lain kali datang bersama suami ya nyonya."
"Iya dok... terima kasih, saya permisi."
Keyzia berjalan dengan langkah gontai meninggalkan rumah sakit,ia langsung pulang ke apartemennya. Tanpa ia sadari air matanya membasahi pipinya, ia memikirkan nasib anaknya kelak. Apa ia harus memberitahu Christian berita gembira ini, tapi Keyzia memikirkan reaksi Tuan Manuella kelak.
"Aku harus secepatnya mengundurkan diri dari kantor, aku tidak mau jejak ku di ketahui oleh Christian, lagi pula aku tidak bisa untuk terus menyembunyikan kehamilanku." gumam Keyzia.
"Aku harus secepatnya mengundurkan diri."
.....
Christian tiba di Indonesia tepat pukul empat pagi, tanpa membuang waktu Christian langsung menuju kediaman keluarga Orlando. Tiba di sana, Christian langsung masuk kedalam rumah.
"Keyziaaa.... Key... kamu dimana sayang?" Christian berteriak dengan suara lantang.
Seluruh penghuni rumah keluar dari kamar, dan menatap heran pada Christian. Disana juga ada Mama Christian yang sengaja dibawa oleh Ivan untuk tinggal bersama mereka.
"Ada apa Chris? Kenapa kamu berteriak subuh-subuh begini." tanya Ivan.
"Aku mencari istri ku Van, dia pamit padaku dengan mengatakan bahwa ia akan mengunjungi kalian, tapi sampai sekarang ia tidak ada menelponku. Bahkan aku juga tidak bisa menelponnya, ponselnya sudah tidak bisa dihubungi."
"Apa yang kamu bicarakan Chris, Keyzia tidak pernah datang kemari."
"Apa?" Christian terkejut. Kemudian ia melihat Mama nya yang berdiri di samping Sandra. "Maa... apa Keyzia menelpon Mama? Dia bilang padaku dia akan menelpon Mama."
"Tidak ada Chtis, apa yang dikatakan Ivan itu benar. Keyzia tidak ada disini, dan dia tidak pernah ke sini." jawab Mama Christian.
"Jadi dia kemana Ma, dia pamit padaku akan datang kesini." Christian mulai fruztasi
"Apa kamu sudah mengecek pesawat yang ia gunakan Chtis?" tanya Ivan.
"Aku sudah memeriksanya Van, tapi pada saat itu tidak ada penumpang yang bernama Keyzia."
"Kami tenanglah Chris, aku akan membantumu menemukan keberadaan Keyzia Lebih baik kamu istirahat dulu, kamu pasti lelah setelah perjalanan jauh."
"Aku akan ke kamarnya." Chtistian pun berjalan menaiki tangga menuju kamar Keyzia.
Ia menatap sekeliling ruangan, kamar itu masih tersusun rapi dwn bersih. Semua barang masih pada tempatnya. Christian berjalan mendekati meja nakas disamping ranjang, ia meraih pigura photo, ia menatap kemudian memeluknya.
"Kamu dimana sayang? Aku merindukan kamu." Christian mencium photi itu.
Diluar Ivan dan keluarganya sedang berusaha mencari tahu dimana Keyzia.
"Aku telah menyuruh seluruh orang ku untuk mencari Keyzia, jadi kita hanya tinggal menunggu saja." ucap Ivan.
"Kira-kira dimana dia?" tanya Mama Christian.
"Sayang, apa ini ada campur tangan Tuan Manuella?" ucap Sandra.
Ivan langsung menoleh ke arah Sandra.
"Kamu bilang apa sayang? Tuan Manuella?"
"Coba kamu pikir, Keyzia gak mungkin lenyap begitu saja kan. Ia hilang bak ditelan bumi. Kamu tau sendiri bahkan orang suruhan Christian pun tidak bisa menemukan jejaknya."
"Tante berharap dia baik-baik saja." ujar Mama Christian.
"Keyzia pasti baik-baik saja, dia adalah gadia yang cerdik. Kalian tau Keyzia sangat mencintai Christian, jadi jika tanpa alasan tidak mungkin Keyzia meninggalkannya, apa lagi saat ini mereka telah menikah." tutur Sandra.
"Aku sepemikiran dengan kamu sayang, lebih baik sekarang kita meminta Christian mengikuti permaian Tuan Manuella. Tapi diam-diam kita mencari tahu dimana Keyzia." ucap Ivan mengakhiri.
bersambung..
maaf atas keterlambatannya...
__ADS_1
semoga suka yaa...