
Beberapa tahun kemudian, setelah mengetahui kehamilannya, Keyzia segera memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat ia bekerja. Ia tidak mau jika sampai karyawan lain mengetahui kehamilannya, terutama boss nya. Jika sampai boss nya tahu, maka berita itu akan sampai ke telinga Tuan Manuella. Keyzia memutuskan untuk pindah dari Yunani ke Belanda, di Belanda Keyzia bekerja sebagai pegawai disebuah perusahaan besar disana sebagai asisten.
Keyzia benar-benar hidup dengan tenang bersama anak-anaknya, kenapa anak-anaknya. Sebab Keyzia melahirkan anak kembar sepasang yang ia beri nama Jessica dan Jasson.
"Jessi, J... Mommy pergi kerja dulu." ucap Keyzia pada putra-putrinya.
"Oke Mom..." seru mereka serentak.
"Ingat.. jangan keluar rumah jika tidak bersama Laura. Oke?"
"Oke Mom..."
"Laura aku titip mereka, ingat jangan biarkan mereka keluar rumah jika tidak bersama mu." pesan Keyzia pada pengasuhnya.
"Baik Nyonya."
"Baiklah... aku berangkat dulu, mana kiss untuk Mommy?"
Kedua anak Keyzia pun berlari memeluk dan mencium pipinya.
"Bye Mom..."
"Bye..."
Keyzia pun meninggalkan perkarangan rumahnya.
Tiba ditempat kerjanya , Keyzia segera menuju ruangannya dan mulai mengatur jadwal untuk bossnya.
"Key... ini tambahan pertemuan boss minggu depan dengan milyader kedua di dunia." ucap Ben partner kerjanya yang telah lama menyimpan perasaan pada Keyzia. Ben banyak membantu Keyzia saat pertama kali datang, dan si kembar pun sangat dekar dengan Ben. Ben jugalah yang mendampingi Keyzia saat melahirkan, serta menjadi Ayah baptus bagi si kembar.
"Oh... oke, aku akan menambahkannya." jawab Keyzia yang masih fokus pada layar didepannya.
"Oh ya key... nanti siang luangkan waktu, aku akan mengajakmu dan sikembar makan siang diluar." lanjut Ben.
Perhatian Keyzia teralihkan. "Waah.. Uncle Ben, apa ada perayaan hari ini?" goda Keyzia.
__ADS_1
"Mama akan memperkenalkan aku dengan salah satu anak temannya, dan aku juga akan mengajakmu dan anak-anak."
"Apa itu tidak menganggu?"
"Tentu saja tidak.."
"Baiklah..." jawab Keyzia enggan berdebat.
"Istirahat siang nanti, kita akan menjemput anak-anak."
"Oke."
"Baiklah... aku akan lanjut ke ruanganku."
"Oke..." Keyzia melanjutkan pekerjaannya.
Setelah kepargian Ben, Keyzia meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Ibunya Ben, dan mengatakan rencana Ben yang mengajaknya dan anak-anak. Ibu Ben menepuk kening saat emndengar cerita Keyzia. Keyzia sangat dekat dengan Ben, bagi Keyzia keluarga Ben adalah keluarga keduanya.
......
Selama lima tahun pernikahannya, ia sama sekali tidak pernah menganggap kehadiran Marina. Marina tidak pernah ada dimata Christian, berulang kali Marina mencoba menarik perhatian Christian, tapi hanya hinaan dan perlakuan kasar yang ia dapatkan.
Bahkan Marina hamil pun sikap Christian hanya datar dan mencibir, disaat semua orang menyambut gembira berita kehamilan Marina, Christian bersikap cuek dan acuh tidak terlihat peduli sama sekali.
Hingga Marina melahirkan dan sampai sekarang Christian masih bersikap dingin pada Marina, Ia sama sekali tidak peduli dengan mereka. Sebab yang Marina kandung bukanlah benih dari Christian, Marina melakukan itu untuk membuat Tuan Manuella simpati padanya dan kembali memusatkan perhatian padanya.
"Papa, hari minggu nanti akan pertemuan disekolah, dan Papa harusa datang." ucap Simon pada Christian saat sarapan.
Christian tidak bergeming, ia melanjutkan sarapannya, setelah selesai ai pun beranjak dan pergi meninggalkan Simon bersama Tuan Manuella yang kini hanya bisa duduk dikursi roda. Kecelakaan tiga tahun lalu membuatnya harus harus duduk disana seumur hidupnya. Tuan Manuella hanya menatap punggung Christian.
"Simon... nanti Kakek akan menemanimu kesekolah ya." hibur Tuan Manuella.
"Tapi ini khusus Ayah dan anak Kakek."
"Papa kamu sibuk di kantor, dan banyak sekali yang harus ia kerjakan. Simon anak baikkan, Simon selalu mendengarkan perkataan Kakek."
__ADS_1
"Baiklah Kakek." jawab Simon sedih, ia pun segera menghampiri Ibunha yang masih berada di kamarnya.
Di kantornya Christian langsung menatap layar laptopnya dan memeriksa email masuk.
"Tuan minggu depan ada pertemuan di Belanda, apa anda akan hadir disana?" ucap Sissy sekretaris Chirstian.
"Aku tidak akan pergi, utus Reymond kesana. Kamu tidak keberatankan?" titah Christian.
"Maksud Tuan." tanya Sissy bingung.
"Aku menyuruh Reymond menghadiri pertemuan di Belanda, dan kamu harus berpisah dengan suami mu." ucap Christian.
"Tentu saja tidak Tuan." jawab Sissy.
"Atau kau juga ingin ikut kesana, sekalian honeymoon?" goda Christian.
"Tidak Tuan..." jawab Sissy cepat.
"Kau boleh ikut suami mu, kamu tidak takut jika suami mu yang tampan akan tergoda waniya disana?" Christian kembali menggoda istri asissten pribadinya.
"Tidak Tuan... saya percaya padanya." jawab Sissy.
"Baiklah... jika Reymond setuju, siapkan tiket perjalanannya."
"Baiklah Tuan... saya permisi dulu." Sissy berjalan keluar dan kembali ketempatnya.
Di dalam ruangannya, Christian kembali merenung. Ia teringat kembali pada istrinya Keyzia, Christian pun membuka ponselnya dan menatap wajah Keyzia yang tertidur di atasnya. Christian menatap wajah polos yang terlelap didalam selimut.
"Kamu dimana sekarang sayang? Aku sudah mencarimu keseluruh penjuru negeri. Tapi aku tidak bisa menemukan kamu. Aku janji, jika aku menemukan kamu, aku tidak akan pernah melepaskan kamu lagi."
.....
Satu minggu kemudian Reymond berangkat ke Belanda untuk mewakili Christian. Ia tiba pukul lima pagi, dan langsung menuju hotel untuk beristirahat.
Bersambung
__ADS_1
minta jempolnya dong pliss...