Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
22.


__ADS_3

"Key.... Keyzia.... bangun, sudah pagi."


Suara itu sayup terdengar ditelinga Keyzia, pelahan Keyzia membuka matanya. Menatap sekeliling ruangan, ia pun terkejut saat matanya melihat Christian sudah duduk disamping tempatnya berbaring.


"Chris..." sapa Keyzia.


"Morning." ucap Christian memberikan kecupan di dahi Keyzia, gadis itu tersenyum.


"Sarapan sudah siap, kamu mau mandi dulu, atau mau langsung sarapan?" tanya Christian lagi.


"Mandi dulu deh!" jawab Keyzia yang segera beranjak dari dari duduknya menuju kamar mandi.


Christian menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


....


Setelah selesai sarapan Christian pun membawa Keyzia jalan-jalan berkeliling seharian. Setelah hari menjelang sore mereka pun segera kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Keyzia berdiri di balkon kamar hotelnya, menghadap ke depan.


Christian berjalan mendekatinya, kemudian memeluk pinggangnya dari belakang.


"Apa yang kamu pikirkan hemmm?" tanya Christian sembari melabuhkan kecupan di leher Keyzia.


Gadis itu terkejut saat bibir hangat Christian menyentuh kulitnya, Keyzia hanya bisa menggigit bibirnya menahan senyar yang di berikan oleh Christian.


Christian masih belum berhenti dari aktivitasnya mengecup leher Keyzia dan meninggalkan jejak kepemilikan disana.


"Chris...." suara Keyzia bergetar saat menyebut nama Christian.


Christian memutar tubuh Keyzia dan tersenyum, Christian menghentikan kegiatannya dan memeluk Keyzia.


"Ada yang ingin aku katakan padamu." ucap Christian membawa Keyzia duduk di pangkuannya.


"Ada apa?" tanya Keyzia penasaran.


Christian mengelus pipi Keyzia dengan lembut, matanya terus menatap lekat gadis di hadapannya.


"Mungkin ini, akan jadi pertemuan terakhir untuk kita." ucap Christian.


Wajah Keyzia menegang, ia begitu terkejut mendengar ucapan Christian.


"Aku akan pergi keluar negeri untuk beberapa saat." Christian mengecup kilas bibir Keyzia. Tapi Keyzia masih begitu terkejut dan belum bisa menjawab ucapan Christian.


"Aku akan kembali saat urusan disana selesai., dan aku...."


"Apa ini Kak Ivan yang mengutus mu?" potong Keyzia.


Christian tersenyum sembari memajukan wajahnya ke arah Keyzia, kemudian menggesekan hidung mereka.


"Ini tidak ada hubungannya dengan Kakak mu, aku ada urusan yang penting dan tidak bisa di tinggalkan." jawab Christian.


"Berapa lama?" tanya Keyzia.


"Aku masih belum tau, aku harap secepatnya. Sebab aku sudha tidak bisa lagi jauh dari mu." Christian mengecup lama bibir Keyzia, kali ini Keyzia tidak membalasnya.


Merasa tidak ada respon dari Keyzia, Christian menghentikannya.


"Aku akan kembali Key, aku akan kembali untukmu. Aku janji." ucap Christian menangkup wajah Keyzia.


Keyzia merebahkan kepalanya diatas dada bidang milik Christian, menyesapi aroma tubuh kekasihnya. Seolah ingin menyimpannya di dalam memorinya.


Christian memeluk Keyzia erat.


Ada rasa berat di hatinya untuk meninggalkan dan membiarkannya jauh dari gadis yang selama ini selalu mengisi hati dan jiwanya.


"Kamu hati-hati nya." ucap Keyzia tiba-tiba.

__ADS_1


Mata Christian membulat terkejut saat mendengar penuturan Keyzia, Christian perlahan melepaskan pelukannya.


"Kamu, bilang apa barusan?" tanya Christian.


Keyzia tersenyum dan memegang pipi Christian. "Kamu hati-hati ya, dan jika sudah tiba disana kamu kasi tau aku. Dan dimana pun kamu berada, kamu jangan lupain aku ya!" tutur Keyzia.


Christian memeluk Keyzia lebih erat lagi, ia tidak mengira Keyzia akan berkata demikian. Ia mengira Keyzia akan menangis dan merengek untuk menahannya atau bahkan ingin ikut pergi bersamanya.


"Aku janji, aku akan menelpon kamu saat aku tiba disana. Dan aku juga janji, gak akan pernah lupain kamu." Christian mengecup kening Keyzia.


"Chris..." ucap Keyzia.


"Hemmmm..." jawab Christian masih mengeratkan pelukannya.


"Aku capek, ngantuk mau tidur. Tapi aku masih mau disini, disini adem." ucap Keyzia dengan suara mulai parau.


"Tidurlah, aku akan menemanimu disini hingga kamu membuka mata." jawab Christian membenarkan posisi Keyzia yang masih merebah di atas pangkuannya.


"Maafkan aku Key, aku terpaksa memberikan mu janji, tapi aku masih belum bisa memastikan kapan aku akan kembali. Aku tidak bisa memastikan kapan urusanku akan selesai, tapi aku berjanji jika urusan ku disana selesai, aku akan segera kembali menemui mu. Aku akan mengumumkan pada dunia, kamu lah wanita ku, wanita yang berhasil menaklukkan hatiku." ucap Christian dalam hati.


"Aku tidak boleh menangis, sebab aku tidak mau kembali terlihat seperti anak kecil dimata Chris. Dan aku tidak mau jadi penghalangnya untuk mengejar cita-cita dan impiannya. Aku akan selalu mendukungnya, walau entah mengapa ada rasa berat dan tidak rela aku harus berpisah, tapi aku harus bisa." gumam Keyzia dalam hati.


.....


"Tuan, saat ini Tuan muda dan kekasihnya berada di Hawaii. Menurut seseorang yang kita kirim untuk mengawasinya, hari ini mereka akan bertolank meninggalkan Hawaii." lapor sang asisten.


"Bagis, aku yakin setelah ini aku akan bisa menguasainya. Dan membawanya pergi menjauh dari kehidupan sebelumnya. Aku akan membuatnya lupa akan siaa dirinya sebelumnya." Tuan Manuela tersenyum licik.


Sang asisten hanya menganggukan kepalanya kemudian pergi meninggalkan majikannya.


"Aku akan buat kau bertekik lutut dihadapan ku Chris, aku juga akan membuat wanita bodoh itu menyesali perbuatannya karena telah berani kabur dari ku, dan menyembunyikan keberadaanmu dari ku."


Pikiran Tuan Manuela menerawang mengingat masa lalu, dimana ia di tinggalkan istrinya yang membawa serta putranya yang masih kecil.


Dulu ia menyesali perbuatannya hingga menyebabkan istri dan anaknya meninggalkannya. Tapi setelah ia menjadi sukses seperti sekarang, penyesalan itu pun hilang, berganti dengan rasa bangga, angkuh, dan sombong. Ia pun merasa tidak akan ada masalah jika ia di tinggalkan anak dan istrinya, toh ia bisa mendapatkan wanita manapun yang ia inginkan dengan uang yang ia miliki.


Sebenarnya Tuan Manuela telah memiliki keluarga sendiri, tapi rasa cintanya pada Ibu Christian lebih besar membuatnya tidak bisa melepaskan wanita yang telah memberikannya pewaris itu. Ibu Christian adalah cinta pertama dan terakhir bagi Tuan Manuela, mungkin ada banyak wanita yang mengisi hari-hari Tuan Manuela, tapi bagi Tuan Manuela Ibu Christian adalah segalanya.


.....


Ivan memutuskan untuk membawa Ibu Christian kerumahnya demi keamanan wanita tua itu.


"Tante, mulai sekarang akan tinggal bersama kami disini." ucap Ivan setelah mengantarkan Ibu Christian kedalam kamarnya.


"Terimakasih Nak, kamu baik sekali pada Tante dan Christian." jawab Mama Christian.


Ivan dan Sandra tersenyum mendengar penuturan Mama Christian.


"Sekarang Tante istirahat, besok kita ngobrol lagi." ucap Ivan pamit pada Ibu dari sahabatnya.


Ivan dan Sandra pun keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar mereka.


"Sayang, apa ada kabar dari Christian dan Keyzia?" tanya Sandra pada suaminya.


"Mereka besok akan kembali dari liburannya." jawab Ivan membuka pintu kamar dan masuk kedalam.


"Aku senang kamu sudah mengijinkan Christian dan Keyzia dekat, jadi mereka gak perlu menyembunyikan perasaan mereka lagi." ucap Sandra tersenyum kearah suaminya.


"Hei.... sejak kapan aku tidak mengijinkan mereka." jawab Ivan mengernyitkan dahi.


"Lho, bukan nya selama ini kamu selalu melarang mereka untuk dekat ya?" tanya Sandra heran.


"Aku selalu percaya pada Chris dia tidak akan mengecewakan aku, kamu bisa liatkan dia." jawab Ivan.


Sandra pun tersenyum senang mendengar penuturan suaminya.


.......

__ADS_1


Christian dan Keyzia tiba di bandara, Christian langsung mengantarkan Keyzia kerumahnya.


"Ayo turun, kita sudah sampai." ajak Christian mengulurkan tangannya.


Keyzia pun mengikuti Christian dan menerima uluran tangannya.


"Kalian sudah sampai?" tanya Sandra sumringah menyambut kedatangan adik iparnya.


"Kakak ipar." Keyzia mendekati memeluk dan menciumnya.


"Chris, Ivan menunggumu di ruangannya." ucap Sandra memberitahu."


"Baik Nyonya, saya permisi." Christian pun berlalu dan tidak lupa memberikan senyuman pada Keyzia.


"Kakak ipar, Kak Ivan gak akan marahin Chris kan?" tanya Keyzia khawatir.


"Tenang aja, ayo duduk dulu. Ceritain bagaimana liburan kalian." tanya Sandra antusias.


Keyzia pun menceritakan perjalanan liburan dirinya bersama Christian. Keyzia juga menceritakan hubungan mereka yang semakin membaik.


"Kak, apa boleh aku tanya sesuatu?" tanya Keyzia tiba-tiba, dan wajahnya yang tadi ceria kini berubah murung.


"Ada apa Key?" tanya Sandra .


"Chris bilang, dia akan pergi keluar negeri untuk beberapa waktu, tapi dia tidak tau pasti kapan dia akan kembali. Apa Kakak ipar tau atau Kak Ivan ada bercerita mengenai hal ini?" tanya Keyzia panjang lebar.


Sandra menatap wajah Keyzia, ada kekhawatiran disana. Tapi Sandra mencoba menenangkan adik iparnya.


"Kamu tenang saja, Christian memang ada urusan penting yang harus ia selesaikan, tapi tidak tau kapan itu akan selesai. Tapi kamu harus percaya padanya, dengan begitu kamu membantu masalah disana cepat dibereskan." ucap Sandra menenangkan Keyzia sembari memegang jemarinya.


....


Diruang kerja Ivan, Christian duduk di hadapan Ivan.


"Jadi, bagaimana Christian. Apa kamu sudah memutuskan untuk menjalankan rencana mu?" tanya Ivan.


"Iya, Tuan saya akan tetap menjalankan rencananya, Tuan tidak perlu khawatir saya bisa menyelesaikannya sendiri."


"Ingat Chris, jangan bilang aku tidak memperingati. Tuan Manuela itu orang yang sangat berbahaya, semua rekan bisnisnya tidak ada yang berani menghadapinya." ujar Ivan.


Christian menganggukan kepalanya. "Aku tau kamu mengkhawatirkan aku, tapi tenanglah aku bisa menghadapinya. Dan satu hal yang aku pinta padamu, jangan sampai Keyzia tau masalah ini."


"Apa maksudmu? Maksudmu kamu tidak memberitahu Keyzia tentang masalah ini?" tanya Ivan terkejut.


Christian menganggukan kepalanya. "Aku tidak mau sampai dia sedih, dan tidak akan tenang jika itu terjadi."


"Baiklah, aku mengerti." jawab Ivan menganggukan kepalanya. "Kapan kamu akan pergi?" tanya Ivan dengan nada lirih.


"Besok." jawab Christian singkat kemudian berjalan mendekati Ivan.


"Jangan takut Van, aku selalu ada untuk mu dan keluarga mu. Bagiku setelah Mama, kalianlah keluarga yang aku miliki. Aku lakukan ini juga untuk melindungi kalian." ucap Christian dengan nada berat.


Ivan memeluk Christian dengan erat, satu-satunya orang yang paling Ivan percayai selain anggota keluarganya.


"Segeralah kembali saat semuanya telah selesai Chris, kami semua menunggu mu. Terutama Keyzia."


"Aku janji, aku akan segera kembali." jawab Christian.


"Ayo kita keluar, aku yakin mereka pasti sudah menunggu kita." Ivan pun berjalan keluar dari ruang kerjanya dan disusul oleh Christian yang mengikutinya dari belakang.


*Bersambung.


Hai... hai.... aku Icha Mawik


jangan lupa untuk terus tinggalkan jejak like dan komen di tiap eps nya ya, dan sertakan Vote dan Boom Lima Bintang Rate.


Terimakasih

__ADS_1


salam sayang author selalu


**I LOVE U ALL***


__ADS_2