Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
42.


__ADS_3

Marina menemui Christian di kantornya, ia bersikeras meski asisten dan sekretaris Christian mencoba menghentikannya.


"Ada ap lagi Marina?" tanya Christian cuek.


"Chris, aku mau kamu membatalkan rencana kamu untuk kembali pada Keyzia," desak Marina.


"Tidak..." jawab Christian tegas.


"Chris, kamu tidak kasian pada Simon? Dia tidak tahu apa-apa, dia pasti akan bingung dengan keberadaan anak-anak Keyzia ditengah keluarga kita." Marina mulai menggunakan Simon sebagai tameng.


"Aku lihat Simon tidak masalah, dia terlihat sangat menikmati bermain bersama J dan Jessi." Christian menimpali.


"Tapi Chris..."


"Sudahlah Marina, jangan kau jadikan anakmu untuk kepentinganmu. Sekarang lebih baik kau pergi dari sini, aku sedang sibuk." usir Christian.


Marina pun keluat dari ruangan Christian.


....


Sementara di Belanda Ben dan Jean mulai menyusun rencana untuk memisahkan Christian dan Keyzia.


"Aku mau buat Christian salah paham pada Keyzia, aku tau Christian sangat mencintai Keyzia. Dia tidak akan membiarkan siapun mendekati Keyzia." tutur Ben.


"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Jean.


"Kamu kirim Keyzia ke pertemuan untuk menjadi perwakilan perusahaan bersamaku. Sisa nya aku serahkan padamu."


"Baiklah, aku akan menelponnya dan memintanya untuk segera kembali." lanjut Jean.


Ben menganggukan kepalanya dan tersenyum licik.


*****


"Kamu mau pulang sayang?" tanya Christian terkejut.


"Iya Chris, Jean memintaku untuk mewakilinya di pertemuan." jelas Keyzia.


"Tapi sayang kamu baru dua hari disini, dan anak-anak masih betah disini." tahan Christian.


Keyzia mendekati Christian dan memeluknya.


"Bagaimana kalau anak-anak aku tinggal disini bersama Laura dan Max?" Keyzia mengalungkan tangannya di leher Christian.


"Kamu serius?" tanya Christian memeluk pinggang Keyzia.


Keyzia menganggukan kepalanya dan tersenyum. Christian mengecup bibir Keyzia kemudian **********, tangan Christian meremas pinggang Keyzia.


Keyzia menarik kerah kemeja Christian untuk memperdalam ciumannya.


Christian melepas lumatannya, kemudian menatap wajah Keyzia.

__ADS_1


"Baiklah, anak-anak akan tetap disini bersamaku, dan kamu segera selesaikan urusanmu disana. Kemudian cepat kembali, aku dan anak-anak menunggu disini." Christian kembali ******* bibir Keyzia, kemudian mendorong Keyzia ke tempat tidur kemudian menindihnya.


Mereka pun melanjutkan permainan panas mereka di atas tempat tidur.


Keesokan harinya, Keyzia sedang mempersiapkan keberangkatannya. J dan Jessi setuju untuk tinggal bersama Daddy dan Opa nya. Keyzia kembali ke Belanda menggunakan jet pribadi milik Tuan Manuella, yang mulai melunak dan mau menerima Keyzia sejak kehadiran dua malaikat kecilnya.


Keyzia memeluk ke dua buah hatinya.


"Baiklah Papa mertua, aku pamit." Keyzia memeluk Tuan Manuella.


"Hati-hati Nak, segeralah kembali." ujar Tuan Manuella.


"Baiklah, aku titip kedua anak ku, cucumu." ujar Keyzia tersenyum.


Keyzia pun pamit pada Christian, ia memeluk pria itu dan menghirup aroma tubuhnya.


Ada yang aneh dan mengganjal dihati Christian, tapi ia tidak tahu apa itu. Ia hanya merasa ia akan kembali dengan istrinya.


"Aku akan merindukanmu." bisik Christian menarik Keyzia dalam pelukannya kembali.


"Aku juga." jawab Keyzia tersenyum.


"Laura... aku titip anak-anak." ucap Keyzia pada pengasuhnya.


"Baik Nyonya." jawab Laura.


"Max... tugas mu bertambah, selain menjaga anak-anak. Kamu juga harus menjaga Laura untuk ku." titah Keyzia.


"Jangan khawtir Nyonya, saya akan menjaga ketiga dengan nyawa saya, dan saya akan melaporkan semua kegiatan mereka pada anda, terutama kegiatan Tuan muda." tutur Max.


"Saya akan melaporkan anda jika anda suka keluyuran di club pada malam hari." jawab Max menahan senyum.


"Aku akan membunuhmu Max," gerutu Christian.


"Kenapa kamu marah Chris, apa yang dikatakan Max semuanya benar?" timpal Keyzia.


"Sayang, tentu saja itu tidak benar. Selama kamu tidak ada, aku selalu menghabiskan waktu dikantor dengan setumpuk apekerjaan." kilah Christian.


"Aku percaya sayang," gelak Keyzia sembari memeluk Christian.


Tuan Manuella ikut tersenyum bahagia saat melihat Christian tertawa lepas bersama Keyzia. Ia pun meyakini jika Keyzia memang wanita pilihan terbaik untuk Christian.


Keyzia pun meninggalkan Manilla dan terbang kembali ke Belanda.


....


Keyzia tiba dibelanda, tepat dini hari. Ia pun langsung beristirahat dan memutuskan untuk menghubungi keluarganya besok hari.


Pagi harinya, Keyzia bersipa untuk ke kantor. Setelah sarapan ia pun bergegas ke kantor.


Tiba di kantor, Keyzia langsung masuk lift dan naik ke atas menuju ruangan Jean.

__ADS_1


Didalam ruangan, tampak Jean dan Ben sedang berbincang merencanakan langkah selanjutnya.


"Jika rencana kita berjalan dengan lancar, maka kamu bisa memiliki Christian dan aku memiliki Keyzia." ucap Ben.


"Kamu benar Ben, aku sudah menelpon bagian hotel untuk mengurus semuanya. Aku yakin setelah ini kita akan berhasil memisahkan mereka." sambung Jean.


"Setelah Christian melihat semuanya, aku yakin dia tidak akan lagi mau menerima Keyzia." lanjut Ben.


Mereka pun tertawa, dan tanpa mereka sadari Keyzia telah mendengar percakapan mereka.


Prank!


Sebuah vase bunga jatuh dan pecah dilantai, spontan Bean dan Jean menoleh ke arah pintu dan melihat Keyzia berlari.


Ben dan Jean pun berlari mengejar Keyzia.


Keyzia berlari kebawah, Jean dan Ben berusah berlari mengejar Keyzia yang berlari ke jalan.


"Berhenti Key..." Ben berteriak, berusaha menghentikan Keyzia.


"Ben, kamu kejar dari sini. Aku akan mengepungnya dari sana, dan tangkap dia." Jean berlari berlawanan arah dengan Ben.


Keyzia terpojok, Ben dan Jean berhasil menangkap Keyzia.


"Lepas... ternyata kalian bersekongkol untuk menjebak ku." gerutu Keyzia.


"DIAM... ya, aku memang bekerja sama dengan Jean untuk membuatmu berpisah dengan suami brengsek mu itu." sergah Ben.


"Sudah Ben, lebih baik kita bawa dia terlebih dahulu dari sini," seru Jean.


"Lepas..." Keyzia mencoba berontak, tapi Ben mencengkaran tangannya.


"Diam, ayo masuk mobil." Ben mendorong tubuh Keyzia.


"Tolong..." Keyzia berusaha berteriak.


Bugh!


Keyzia pun hilang kesadaran, Ben dan Jean membawa Keyzia masuk ke dalam mobil, dan membawa Keyzia.


.....


Christian benar-benar kesal, ia beberapa kali menghubungi istrinya, tapi nomornya tidak bisa dihubungi.


"Reynold..." panggil Christian dari dalam ruangannya.


Reynold masuk, "Ada apa Tuan?"


"Lacak ponsel Nyonya, sudah dua hari sejak ia kembali ke sana sampai saat ini ponselnya tidak bisa dihubungi. Aku takut sesuatu terjadi padanya." titah Christian khawatir.


"Baik Tuan." Reynold membungkukkan badannya, kemudian keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Key... kamu dimana sayang." gumam Christian dengan wajah cemas.


Bersambung.


__ADS_2