Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
50.


__ADS_3

Plak!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Marina.


Marina menatap tajam ke arah orang yang nenamparnya.


"Kau?" ucap Marina sembari memegang pipinya.


"Ya, aku!" seru Keyzia dengan berani menatap dengan tatap membunuh.


Marina kembali terkejut mendengar ucapan Keyzia.


"Kau pasti pura-pura hilang ingatan agar mendapat simpati dari Christian kan?" tuding Marina.


"Dengar, aku tidak perlu pura-pura untuk mendapatkan apapun dari nya, sebab dia mencintaiku. Tapi, kau ... " tunjuk Keyzia.


Marina mundur ke belakang saat Keyzia kembali menunjuknya.


"Kau adalah halangan bagi cinta kami, kalau bukan karena kau, mungkin saat ini kami sedang bahagia bersama keluarga kecil kami. Dan aku tidak mungkin mengalami hal semacam ini." cecar Keyzia.


Marina terdiam, ia terkejut melihat keberanian Keyzia. Keyzia yang saat ini ada di hadapannya bukanlah sosok Keyzia yang dulu, yang hanya diam.


"Kenapa, apa kau terkejut melihatku berani melawan mu. Aku bukanlah Keyzia yang dulu, yang akan diam saja jika kau melakukan apapun padaku, mulai saat ini aku akan membalas apapun yang kau lakukan padaku." ungkap Keyzia lantang.


Keyzia menarik Marina keluar dari kamarnya dan melemparnya keluar.


.....


Keyzia bersiap dia akan pergi ke kantor Christian.


Setelah siap ia pun turun dan meraih kunci mobilnya.


"Kamu mau ke mana Key?" tanya tuan Manuella.


Keyzia menoleh ke arah mertuanya dan tersenyum.


"Aku akan ke kantor Christian." jawab Keyzia singkat.


Mata tuan Manuella terbelalak saat melihat luka di dahi Keyzia.


"Apa yang terjadi pada dahi mu Key?" tanya tuan Manuella.


"Ini ... aku tidak sengaja terbentur pintu tadi." jawab Kanayah cengengesan


"Biarkan sopir mengantarkanmu." lanjut tuan Manuella.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri." sahut Keyzia lagi.


"Tapi Nak, kamu kan masih ... " tuan Manuella menggantung kata-katanya dan menatap mata Keyzia dalam. Dapat Keyzia lihat ke khawatiran dimatanya.


"Tenang saja pa, aku bisa sendiri, dan aku juga tau dimana kantornya." sambung Keyzia.


"Dari mana kamu tau, kamu kan..." tuan Manuella kembali menatap Keyzia.


Keyzia mendekati mertuanya dan menggenggam tangan mertuanya.


"Pa ... aku sudah kembali mengingat semuanya." bisik Keyzia.


Mata tuan Manuella membulat saat mendengar pengakuan Keyzia.


"Maksud kamu ... kamu sudah sembuh?" tanya tuan Manuella terbata.

__ADS_1


Keyzia menganggukan kepalanya dan tersenyum.


Tuan Manuella tidak lagi bisa menahan kegembiraannya, ia memeluk Keyzia dengan erat.


"Akhirnya, aku senang mendengarnya Nak. Aku yakin Christian pasti senang, ini harus di rayakan." tuan Manuella pun memanggil Gustav untuk mempersiapkan pesta untuk merayakan ksembuhan menantunya.


Tanpa mereka sadari Marina marah saat ia tahu bahwa tuan Manuella yang juga mertuanya bisa sesayang itu pada Keyzia, termasuk anak-anaknya.


"Aku akan memastikan bahwa kebahagian ini adalah awal dari kesedihan kalian, tunggu saja aku akan melakukan apapun untuk merebut milikku." gumam Marina kemudian pergi dari persenbunyiannya.


....


Christian sedang meeting di luar kantornya.


Keyzia tiba dan di sambut oleh sekretaris Christian, yang mengatakan jika boss nya sedang meeting diluar.


Keyzia pun memutuskan untuk menunggunya di ruang tunggu


"Lebih baik anda menunggu di ruangan tuan saja nyonya." ucap sekretaris Christian.


"Sudah tidak apa-apa, aku akan menunggunya disini." jawan Keyzia meyakinkan sekretaris suaminya.


Setengah jam kemudian Christian kembali ke kantornya. Ia mempercepat langkahnya saat mendapat laporan dari sekretarisnya bahwa Keyzia datang dan menunggunya.


Christian pun bergegas menuju ruang tunggu di mana Keyzia berada. Saat Christian tiba disana, ia terkejut melihay Keyzia tertidur di sofa. Perlahan ia mendekati istrinya dan memindahkannya ke ruangannya. Mata Christian tertuju pada plaster yang menempel di dahi istrinya.


"Apa yang terjadi, kenapa dahinya ditempeli plaster." gumam Christian.


Christian meletakan tubuh Keyzia di atas tempat tidur. Ia mengusap lembut wajah Keyzia dan mengecup pipinya. Ia pu meninggalkan istrinya di dalam kamar, dan keluar menuju ruangannya.


......


Keyzia memperhatikan setiap lekuk wajah suaminya. Rahang yang kokoh, raut wajah tegas tercetak jelas disana. Ia tidak mengira jika saat ini ia telah menjadi istri dari seorang Christian Manuella.


"Apa kamu sudah puas menatap wajah suami mu?" ucap Christian tiba-tiba dan langsung membuka matanya.


Ia tersenyum saat mata mereka beradu pandang, Keyzia mengusap rahang Christian yang telah di tumbuhi janggut halus.


"Kapan kamu bercukurnya?" tanya Keyzia.


"Kemarin." sahut Chriastian singkat, sambil mengeratkan pelukannya lagi.


"Jangan di cukur lagi ya." pinta Keyzia.


"Kenapa?" tanya Christian.


"Aku suka sama jenggotmu." jawab Keyzia.


"Suka pada jenggotku? Bagaimana denganku, apa kau suka padaku atau suka hanya pada jenggotku?" canda Christian.


"Aku suka ke duanya, tapi aku lebih suka jika kamu memiliki janggutmu." jelas Keyzia.


"Kamu suka pada jenggotku, pasti pas saat aku melakukan ini kan?" goda Christian menggesekan dagunya di leher Keyzia.


"Geli Chris, hentikan." pinta Keyzia manja.


Entah mengapa kelakuan Keyzia kali ini berbeda, Chriatian merasa seperti Keyzianya yang dulu telah kembali. Keyzia yang manja, dan keras kepala.


"Cukup Chris ... " tahan Keyzia yang sudah tidak mampu lagi di goda olah Christian.


Christian mendekat dan membawa Keyzia kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Chris, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu." ucap Keyzia.


"Apa itu?" tanya Christian kembali mengecup kening dan kedua pipi Keyzia.


"Chris, aku ... sudah sembuh." ucap Keyzia.


"Kamu memang sudah sembuhkan, buktinya kamu sudah disini. Kalau kamu sakit, pastinya masih dirumah sakit saat ini." jelas Christian.


"Bukan itu, maksudku ... aku sudah sembuh dan aku sudah mendapatkan kembali ingatanku." jelas Keyzia lagi.


Christian terdiam, ia menatap Keyzia dengan lekat, menagkup wajah istrinya dalam telapak tangannya.


"Maksud kamu, kamu sudah bisa mengingat semuanya?" tanya Christian.


Keyzia menganggukan kepalanya.


"Kamu serius?" tanya Christian lagi.


Keyzia pun kembali mengangukan kepalanya.


Christian menarik Keyzia kedalam pelukannya dan mendekapnya erat. Christian menghujani wajah Keyzia dengan ciuman yang bertubi-tubi.


"Katakan padaku, bagaimana kamu mendapatkan kembali ingatanmu?" tanya Christian penasaran.


Keyzia pun menceritakan secara detail awal mula ia bisa mengingat semuanya. Wajah Christian memerah saat mendengar Marina telah berani mengganggu istrinya. Ia ingin segera memberikan pelajaran pada Marina, tapi dengan cepat Keyzia menahannya.


"Jangan Chris ... " tahan Keyzia.


"Tapi kenapa sayang, dia bersalah dan menyebabkan dahi kamu terluka." ucap Christian membelai wajah Keyzia.


"Sudahlah, seharusnya kamu berterima kasih padanya." ujar Keyzia.


"Berterima kasih? Untuk apa?" tanya Christia bingung.


"Ya ... bukan karena dia mendorong pintu dan kepala ku tidak terbentur mungkin saat ini aku masih seperti orang ****." jelas Keyzia.


Christian tertawa mendengar penjelasan istrinya.


"Lagi pula aku yakin setelah ini dia tidak akan berani lgi mencari masalah lagi denganku." cetus Keyzia.


"Kenapa?" tanya Christian.


"Sebab aku telah memberinya pelajaran, yang aku yakin dia akan berpikir dua kali untuk mengulangi kesalannya." terang Keyzia.


Christian kembali tertawa. "Apa yang kau lakukan padanya sayang?"


"Aku hanya memberinya sedikit sentuhan di pipinya." jawab Keyzia.


Tawa Christian pun pecah saya. "Pasti sakit."


"Tentu saja, biarkan dia tau bahwa aku bukan Keyzia yang dulu." ucap Keyzia lantang.


"Itu baru namanya nyonya Manuella." puji Christian memeluk istrinya.


"Tapi, ngomong-ngomong nyonya. Tuan Manuella ini sudah lama tidak dimanjakan oleh nyonya." goda Christian.


"Maksudnya?" Keyzia mulai waspada.


"Apa lagi." Christian pun langsung menyerang istrinya dengan beringas.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2