Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
41.


__ADS_3

Keyzia meminta Laura untuk membawa anak-anaknya bermain diluar saat kedatangan Marina. Setelah Laura pergi, barulah mereka mulai berbicara.


"Mau apa lagi kamu kembali, bukannya kamu sudah menikah?" tuding Marina.


"Siapa bilang aku menikah?" sanggah Keyzia.


"Lalu anak-anak mu itu, bagaimana kamu memperolehnya kalau kamu tidak menikah, atau anak-anak itu kamu peroleh dari menjadi simpanan pengusaha kaya?" Marina kembali menuding Keyzia.


Plak!


Satu tamparan keras mendarat dipipi Marina.


"Chris... kamu?" Marina menatap Christian.


"Jaga bicara kamu, Keyzia tidak seperti apa yang kamu tuduhkan, dan anak-anak itu adalah anak ku." ucap Christian membela Keyzia.


"Oh ya, apa kamu yakin? Chris, selama lima tahun dia meninggalkan kamu, apa kamu percaya dia bisa menahan segalanya?" cecar Marina.


"Ya... aku percaya padanya, dan dia tidak seperti wanita yang hanya memikirkan kesenangannya." sanggah Christian.


"Sudah lebih baik, kita hidup dengan rukun," pinta Tuan Manuella.


"Aku tidak sudi serumah dengan wanita ini," tunjuk Marina tepat diwajah Keyzia.


"Kamu tidak perlu khawatir, aku akan membawa anak dan istriku dari sini, aku juga tidak ingin mereka tinggal satu atap dengan wanita sepertimu." ejek Christian.


"Jangan Chris, kamu mau mereka tinggal dimana?" tanya Tuan Manuella dengan nada sedih.


"Aku akan kembali tinggal di apartemenku, seperti dulu saat kami pertama menikah," terang Christian.


"Tapi Chris, aku baru saja bertemu dengan cucu-cucuku, mengapa kau ingin membawanya lagi," kini nada Tuan Manuella terdengar putus asa.


"Kau, bisa datang kesana jika aku ingin bertemu dengan mereka Pak tua." ejek Nathan pada Papa nya.


"Benarkah, kau tidak akan melarangku jika aku menemui mereka?" tanya nya meyakinkan.


"Iya, berterima kasihlah pada istriku yang baik ini. Sebab dia yang merayuku tadi malam." ucap Christian sengaja ingin memanasi Marina.


"Terima kasih Nak," ucap Tuan Manuella sembari mengulurkan tangannya kearah Keyzia.


"Sama-sama Papa mertua." Keyzia tersenyum menyambut uluran tangan mertuanya.


Marina yang tidak tahan segera pergi dari hadapan mereka.


.....


"Dasar wanita ******, kau menghancurkan kebahagianku. Kau merenggut semuanya dariku, aku pastikan kau akan menyesal pernah membuat masalah dengan ku." gerutu Marina dikamarnya.

__ADS_1


Di kamarnya, Christian dan Keyzia sedang membereskan barang-barang mereka, dan bersiap untuk kembali ke apartemen.


"Sudah sayang?" tanya Christian menghampiri istrinya.


"Sedikit lagi," jawab Keyzia sembari menutup kopernya. "Oke siap!"


Christian menghampiri Keyzia yang berdiri didepan jendela kamarnya, Christian memeluk erat Keyzia dari belakang.


"Apa kita memang harus pergi dari sini Chris?" tanya Keyzia.


"Kenapa? apa kamu tidak yakin?" Christian mengecup pundak istrinya.


"Aku kasihan dengan Papa mu, dia terlihat sangat menyayangi J dan Jessi." tutur Keyzia.


"Dia masih bisa datang dan menemui mereka di apartemen kita," Christian memutar Keyzia agar menghadap kepadanya.


"Bagaimana dengan putramu dan Marina, kasihan dia jika harus jauh dari kamu," timpal Keyzia.


"Dia bukan putraku," jawab Christian terdengar santai.


"Maksud kamu?" lanjut Keyzia.


Christian pun menceritakan awal perjalanan pernikahannya bersama Marina, rumah tangga yang tidak ada rasa cinta yang ada hanya rasa benci. Hingga kehadiran Simon ditengah mereka, Christian mengakui bahwa ia tidak pernah sekalipun berhubungan dengan Marina. Sejak Keyzia meninggalkannya, ia berusaha mencari dan menemukan Keyzia. Sempat didera putus asa, Christian pun mengalihkan perhatiannya dengan bekerja siang dan malam.


Ia berkelana dari negara satu ke negara yang lain, hanya untuk menghibur dirinya, tapi ia hanya menghabiskan waktunya di kantor, bekerja dan bekerja.


Keyzia menatap lekat wajah pria yang ia cintai dari sejak dia kecil hingga sampai saat ini, hanya Chriatianlah satu-satunya pria yang ia cintai.


"Terima kasih," ucap Keyzia sembari memeluk erat Christian.


Christian menenggelamkan wajah cantik istrinya kedada bidangnya.


"Aku mencintaimu Key, dulu, sekarang, dan nanti." Christian mengecup puncak kepalanya.


......


Christian dan Keyzia telah berada di apartemen mereka, Tuan Manuella juga ikut mengantar mereka ditemani oleh Gustav.


"Duduklah, aku akan buatkan kalian kopi," Keyzia berlalu sembari tersenyum.


"Duduklah Nak, apa yang kau pikirkan lagi?" ucap Tuan Manuella.


"Aku memikirkan cara untuk lepas wanita itu Pak tua," ujar Christian.


"Maksudmu Marina?" tanya Tuan Manuella.


"Siapa lagi Pak tua, wanita pilihanmu yang kau paksa menikah denganku," kenang Cristian.

__ADS_1


"Biarkan saja dia, toh selama ini kau tidak pernah mempedulikannya kan?"


"Ya, kau benar Pak tua, tapi seluruh dunia tau jika dialah istriku. Jika tiba-tiba saja aku membawa Keyzia dan memperkenalkannya pada semua, aku takut Keyzia yang dituding jadi orang ketiga,"


"Kau benar Nak, nanti aku akan coba membantumu dan berbicara padanya."


"Ini kopinya, Papa mertua, Gustav silahkan." Keyzia mengambil secangkir dan memberikannya pada Christian.


"Terima kasih sayang," ucap Christian sambil mengecup pipi istrinya.


Setelah bincang dan bermain dengan kedua cucunya, Tuan Manuella pun pamit undur diri. Sebenarnya ia ingin lebih lama disini bermain bersama cucunya, tapi hari telah menjelang malam, dan dirinya sendiri tidak boleh terlalu lelah.


Akhirnya hampir setiap hari Tuan Manuella datang apartemen Christian, hanya untuk bermain dengan kedua cucunya. Meskipun Christian selalu sinis kepadanya, Tuan Manuella seolah tidak mempedulikannya.


"Kenapa Pak tua itu datang lagi sayang?" tanya Christian pada istrinya dengan kesal melihat Papa nya yang selalu datang.


"Apa salah nya Chris, Papa ingin melihat cucunya," jawab Keyzia sembari memeluk suaminya.


"Tapi aku hampir setiap hari melihatnya datang, apa dia tidak punya pekerjaan lain," lanjut Christian lagi.


"Sudahlah Chris, kamu tidak liat perubahan Papa saat melihat sikembar?"


Christian tampak bingung.


"Menurut Gustav, sejak kehadiran sikembar Papa jadi bersemangat untuk kembali sehat. Ia rajin mengikuti terapi, rajin minum obat dan kamu tau itu kenapa?"


Christianenggeleng.


"Semua itu demi sikembar, demi melihat mereka tumbuh besar didepan matanya," lanjut Keyzia.


"Tapi aku tidak yakin dengan perubahan Pak tua itu sayang." Pelukan Christian semakin erat.


"Chris, Papa telah berubah, beliau tidak seperti dulu lagi. Jika dimasih seperti dulu, mungkin aku tidak diterima dirumah mu kemarin." Keyzia ******* bibir Christian tanpa aba-aba.


"Kami sudah berani menggodaku sayang?"


"Aku tidak menggoda, aku hanya sedikit menghibur suamiku. Supaya dia jangan terlalu serius, dan melupakan semua masalahnya," kembali Keyzia mengecup bibir Christian. Tapi kali ini membuat gairah Christan naik, ia menerjang bibir Keyzia tanpa ampun.


Tangan Christian mulai mengelus paha Keyzia yang hanya menggunakan dress diatas lutut, merambah naik dan meremas lembut bokong Keyzia.


Bibir Christian merambah turun ke leher, menggigit lembut dan meninggalkan bekas merah disana. Tangan Christian melepas retsleting dress yang Keyzia gunakan, menariknya hingga terlepas dari tubuh Keyzia.


"Kamu semakin sexy sayang," bisik Christian sambil terus memberi kecupan dibagian sensitif Keyzia.


Keyzia mengerang menikmati setiap sentuhan yang Christian berikan. Christian mengangkat tubuh polos Keyzia yang hanya menggunakan cd dan bra nya menuji ranjang, dan menghempaskannya disana. Christian menindih dan kembali memulat bibir Keyzia.


Hingga permainan berakhir saat keduanya lunglai, dan lemas tidak berdaya. Christian merosot turun dari atad tubuh Keyzia dan berbarig disisinya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Key," ucap Christian sambil memeluk tubuh Keyzia erat.


bersambung.


__ADS_2