Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
23.


__ADS_3

Sudah hampir eman bulan Christian berada di Manila, selama itu juga ia terpisah dari Keyzia. Mereka hanya berhubungan melalui saluran telepon, itu pun hanya di akhir pekan Christian bisa menghubungi Keyzia.


Christian tinggal dirumah pribadi milik Tuan Manuela, rumah besar dengan desain mewah nan elegan.


Christian tinggal bersama beberapa pelayan dan bodyguard untuk menjaga rumah itu.


Christian berdiri di balkon kamarnya menatap langit malam, ia baru saja pulang dari kantor.


Saat ini hanya tubuhnya yang berada disini, tapi hati dan pikiran berada jauh bersama Keyzia.


Yah.... Christian sedang merindukan Keyzia, gadis itu mampu mengubah Christian jadi seperti ini. Saat ia sedang membayangkan wajah Keyzia, terdengar nada ponsel miliknya berdering.


Christian meraih ponselnya yang terletak tidak jauh dari tempat nya berdiri.


Tertera nama si pemanggil "My Queen" yang berarti dari Keyzia.


Christian segera menjawabnya.


"Hai..." ucap Christian menyapa, tapi terdengar suara teriakan dari seberang sana.


"Chris.... kenapa lama sekali, kamu sedang apa? aku kan udah bilang kalau aku telpon kamu harus langsung angkat gak boleh lama, kamu udah gak sayang sama aku ya?" oceh Keyzia.


Christian hanya tersenyum mendengar ocehan dari Keyzia.


"Chris... hallo, kamu masih disana kan?" tanya Keyzia panik.


"Iya, aku masih disini dan masih betah dengerin ocehan kamu." jawab Christian terkekeh.


"Kamu lagi apa?" nada Keyzia berubah lembut setelah mendengar jawaban Christian.


"Baru pulang kantor, dan baru selesai mandi." jawab Christian lagi. "Kamu sendiri lagi apa, dan sekarang ada dimana, kok bisa nelpon aku?" kini giliran Christian yang cerewet.


"Aku lagi pulang, untuk ngerayain ultah nya di Devano." jawab Keyzia.


"Chris... kamu kapan pulang?" terdengar suara Keyzia mulai parau.


"Aku masih belum tau, tapi secepatnya urusan disini selesai aku akan segera pulang." Mereka terdiam dan Christian menghela napas pelan. "Key.... aku kangen sama kamu." Christian tidak mampu lagi menahan perasaannya.


"Aku juga." jawab Keyzia sedih.


"Aku ubah jadi panggilan video ya." ucap Christian, yang langsung mengubah panggilan mereka, dan mengalihkannya ke laptopnya.


Kini terlihatlah wajah keduanya, mereka saling menatap melepas kerinduan.


Christian tersenyum saat melihat wajah Keyzia.


"Chris...." panggil Keyzia.


"Apa?" jawab Christian.


"Kamu kok cuma pake handuk, baju kamu mana?" tanya Keyzia polos.


Christian pun baru menyadari sedari tadi ia masih mengenakan handuk kecil yang melilit di pinggangnya. Christian memberi kode pada Keyzia untuk menunggu sebentar, ia pun bergegas menuju lemari bajunya.


Christian meraih kaos dan boxernya.


Saat Christian akan mengenakan kaos nya, Keyzia pun berseru.


"Chris.... kaos nya jangan di pake, aku suka liat perut dan dada kamu." ucap Keyzia tersenyum jahil.


Sekali lagi Christian dibuat terperangah oleh ulah Keyzia.


"Kamu godain aku Key?" tanya Christian.


"Nggak, emang dada dan perut kamu bagus kok, kenapa ada yang salah?"


"Key, kamu tau kalau aku ada disitu kamu pasti aku lahap habis." ujar Christian kesal.


Keyzia terkekeh. "Makanya aku berani, sebab kamu tidak disini." Keyzia kembali tertawa.


"Chris... minggu depan ulang tahun aku lho, kamu bisa pulang gak?" lanjut Keyzia.


"Masih belum tau Key, tapi kalau ada waktu pasti aku usahain datang." ucap Christian membelai layar laptop nya, seolah wajah Keyzia yang ia belai.


"Ya udah kamu istirahat ya, aku juga mau makan, lapar." ujar Keyzia.


"Ya, udah ilang kangen nya?" goda Christian.


"Ya belum lah, kan belum ketemu. Kalau udah ketemu baru ilang kangen nya." ucap Keyzia.


"Ya udah nanti aku usahakan untuk pulang minggu depan."


"Baiklah.. Chris, I miss u." ucap Keyzia.


"Miss u too.. I love u." balas Christian.


"I love u too...." jawab Keyzia kemudian menutup telponnya.


.....


"Minggu depan aku akan menemui Ibuku." ucap Christian pada Tuan Manuela saat mereka selesai meeting.


"Baiklah, kau boleh kembali. Tapi ingat aku hanya mengijinkan mu pulang selama dua hari." Tuan Manuela memperingatkan Christian.


Christian menghela napas kasar. "Baiklah, dua hari." jawab Christian.

__ADS_1


Ia pun keluar dari ruang meeting meninggalkan Tuan Manuela bersama asisten nya.


"Anda yakin mengizinkannya pulang Tuan?" tanya asisten nya.


"Biarkan saja dia pulang menemui seluruh keluarganya, terutama Ibu dan kekasih kecilnya. Setelah itu dia tidak akan dapat kembali lagi kesana." ucap Tuan Manuela menyeringai.


Sang asisten pun paham maksud dari Tuan nya.


Christian pulang ke kediamannya, dan langsung memesan tiket pesawat. Ia sengaja tidak memberitahukan kedatangannya pada Keyzia, ia akan memberikan gadis itu kejutan.


......


Satu minggu kemudian Christian pun bisa kembali dan menemui keluarga nya, walau waktu yang di berikan oleh Tuan Manuela hanya dua hari, Christian benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin.


Ia bisa melepas rindu pada Mama nya, ia juga dapat melepas rindu pada Keyzia. Gadis itu teramat bahagia sabab di hari spesial nya Christian bisa hadir seperti tahun-tahun sebelumnya.


Setelah dua hari kemudian Christian pun kembali ke Manila, Keyzia mengantarkan Christian ke bandara.


Christian memeluk erat Keyzia seolah tidak ingin ia lepaskan lagi.


"Ingin rasanya aku bawa kamu bersama ku Key." bisik Christian.


Keyzia tersenyum dalam pelukan Christian. "Aku bakalan menyelesaikan study ku, setelahnya aku akan menyusulmu kesana." ucap Keyzia.


"Baiklah, aku akan menunggunya. Tapi jika sampai pada masanya kamu tidak datang, maka aku sendiri yang akan menjemputmu disini." Christian menatap lekat wajah Keyzia seakan ingin menyimpannya di dalam ingatannya.


"Aku berangkat ya." ucap Christian setelah mendengar panggilan. "Ingat jangan nakal selama aku tidak ada."


"Hei.... seharusnya aku yang bilang seperti itu." seru Keyzia, dan setelahnya Keyzia tidak bisa melanjutkan kata-katanya, sebab mulutnya telah d bungkam oleh Christian yang lebih dulu ******* bibir Keyzia.


Gadis itu terkejut hingga tidak bisa membalas ciuman Christian.


Christian segera melepaskan ciumannya dengan napas yang tersengal.


"Aku mencintai kamu Key, aku sangat mencintai kamu. Aku harap kamu mau menunggu aku kembali Key." bisik Christian.


Keyzia pun menganggukan kepalanya, Christian kembali menarik Keyzia kedalam pelukannya.


"Sudah, nanti kamu ketinggalan pesawat." ucap Keyzia.


Christian melepaskan pelukannya dan mulai melangkah menjauhi Keyzia.


"Segera kabari aku jika ada apa-apa Key. " seru Christian.


Keyzia hanya mengangguk dan tersenyum.


"Pergilah Chris, aku harap kamu selalu ingat akan janji yang kamu ucapkan. Aku akan selalu nunggu kamu Chris, nunggu kamu pulang dan kita bisa sama-sama lagi kayak dulu. Dan aku juga akan berjanji padamu aku akan belajar sungguh-sungguh, agar aku bisa setaraf dengan kamu." gumam Keyzia dalam hati.


Keyzia pun melangkahkan kaki meninggalkan bandara dna pulang ke rumahnya, ia akan kembali ke asrama nya.


...


Ada seorang gadis kira-kira seumuran Keyzia.


Christian pun mendekatinya, dan mencari tahu.


"Siapa kamu?" tanya Christian.


Gadis itu tersenyum. "Nama ku Marina, kau pasti Christian kan?" gadis itu mengulurkan tangannya dan tersenyum.


Christian pun menyambut uluran tangannya.


"Kamu siapa, dan sedang apa disini?" tanya Christian lagi.


"Aku datang bersama Ayah ku, Tuan Manuela." jawab gadis itu tersenyum.


Senyum gadis itu mengingatkan Christian pada sosok Keyzia, Christian pun tiba-tiba merindukan gadisnya.


Saat Christian larut dalam lamunannya, ia pun dikejutkan dengan kedatangan Tuan Manuela.


"Selamat datang Chris, kebetulan ada hal yang ingin kau bicarakan padamu. Bisa kau ikut aku." tanya Tuan Manuela.


Christian pun mengikuti langkah Tuan Manuela, menuju ruang baca.


Disana telah menunggu beberapa orang, salah satunya Christian seperti mengenalnya.


"Duduklah."


Setelah semuanya duduk, Christian pun mengingat siapa gadis yang duduk dihadapan nya ini.


"Begini Chris, aku yakin kau pasti sudah mengenal gadis yang duduk didepan mu ini, dia Letycia, tunangan kamu." ucap Tuan Manuela.


Mata Christian membulat, rahangnya mengeras.


"Tidak!!!" tolak Christian tegas. "Itu tidak ada dalam perjanjian kita."


"Itu memang tidak ada dalam perjanjian kita, tapi ada dalam perjanjian antara aku dan keluarga Santibanez." jawab Tuan Manuela.


"Itu perjanjian antara kalian, mengapa harus aku ikut terlibat didalamnya."


"Karena kau putra ku, sudah seharusnya kau mendengarkan aku."


"Aku bukan putra mu, aku putra Ibu ku." Christian menolak keras.


"Kau putra ku, bagaimanapun kau menyangkalnya, kau tetap putraku. Walau kau menolak ku akan memaksa mu, hingga kau tidak punya pilihan lain selalin menuruti kemauan ku."

__ADS_1


Christian tetap ingin menolak, hingga terjadilah baku hantam antara Christian dan para bodyguard Tuan Manuela.


Karena kalah jumlah, Christian akhirnya bisa dilumpuhkan.


"Kurung dia, siksa hingga dia berubah pikiran." Tuan Manuela memberikan perintah pada anak buahnya.


Mereka pun membawa Christian ke ruang bawah tanah, dan menyekapnya disana hingga ia mau menuruti keinginan Tuan Manuela.


.....


Beberapa bulan kemudian Keyzia telah menyelesaikan sekolah, dan dia lulus dengan nilai terbaik.


Keyzia telah mencoba menghubungi Christian berulang kali, tapi belum juga ada balasan dari pemuda itu.


Keyzia turun untuk sarapan dan disambut oleh Kakak dan Kakak iparnya.


"Selamat pagi semua." sapa Keyzia.


"Selamat pagi Key, ayo sarapan dulu."


Keyzia pun duduk bersama mereka, selama sarapan Keyzia hanya diam hingga ia menyelesaikan sarapannya.


"Aku duluan." Keyzia beranjak dari duduknya.


"Kamu sudah memutuskan dimana melanjutkan study mu Key?" Ivan buka suara.


"Belum Kak." jawab Keyzia singkat.


"Lho, kenapa?" tanya Ivan lagi.


"Tidak apa-apa Kak nanti saja, aku mau jalan-jalan keluar sebentar. " jawab Keyzia keluar dari rumah.


"Apa kamu tau sesuatu sayang?" tanya Ivan pada istrinya.


"Tidak, yang aku tau sudah beberapa bulan ini Christian tidak pernah lagi menghubunginya." jawab Sandra.


"Maksudmu?"


"Ya, sejak kepulangan Christian kemarin, sampai saat ini Christian belum menelpon Keyzia."


"Ada apa ini, ap Christian dalam kesulitan atau.... Tapi tidak mungkin, aku percaya Christian pasti sedang sibuk sekarang. Aku akan menyuruh orang ku untuk menyelidikinya."


......


"Tuan, apa anda akan terus menyiksa nya?" tanya sang asisten pada Tuanya.


"Kenapa? apa kau keberatan. Dia putra ku, jadi aku akan lakukan apa yang menurutku baik untuknya."


"Justru karena dia putra anda, apa anda tidak bisa melihat dia mewarisi semua sifat anda?"


"Aku tau itu, untuk itu aku ingin melihat sejauh mana ia mewarisi sifat ku."


"Tuan saya hanya ingin mengingatkan, jika anda berbuat jauh lagi, saya takut Tuan Muda Christian bukannya mendekat tapi akan semakin menjauh dari anda."


"CUKUP GUSTAF!!!" seru Tuan Manuela dengan nada tinggi. "Lebih baik kau lanjutkan tugas mu, buat dia berubah pikiran dan mau menuruti keinginan ku."


Gustaf pun segera pergi dari hadapan Tuan nya dan segera turun keruang bawah tanah, untuk menemui Christian yang sedang disekap dan dihukum disana.


"Paman Gustaf." panggil Marina.


"Ada apa?" tanya Gustaf.


"Apa boleh aku ikut menemui Christian?"


"Untuk apa?" tanya Gustaf lagi.


"Aku hanya ingin melihat keadaannya."


"Dia baik-baik saja."


Marina hanya bisa terdiam saat melihat Gustaf pergi meninggalkannya.


Lelaki paruh baya itu masuk kedalam ruangan dimana Christian ditahan, sekujur tubuhnya kini penuh dengan luka akibat penyiksaan yang ia jalani.


"Makanlah Tuan Muda, ini akan membuat mu bertenaga." ucap Gustaf menyodorkan makanan pada Christian.


"Aku tidak lapa, bawa kembali pada Tuan mu. Bilang padanya aku tidak butuh dikasihani, dan aku tidak akan pernah menuruti keingingannya." bentak Christian.


Gustaf menggelengkan kepalanya.


"Tuan, maaf bukan saya ingin mengajari, tapi jika saya jadi Tuan saya akan menuruti keinginan Tuan Manuela. Toh dia hanya ingin pertunangan, tapi bukan pernikahan. Anda pahamkan maksud saya."


Christian menatap wajah Gustaf mencoba membaca pikirannya, Gustaf pun menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Pikirkan baik-baik usulan saya." Gustaf pun segera pergi meninggalkan Christian sendiri diruang tahanan.


.....


Ivan pulang kerumah dengan terburu-buru, melihat hal itu Sandra segera mengikutinya hingga ke ruang kerjanya.


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat cemas?" tanya Sandra.


"Christian di tahan oleh Tuan Manuela."


"Apa!!" Sandra terkejut.

__ADS_1


Begitu pula Keyzia yang diam-diam mendengarkan percakapan mereka.


Bersambung


__ADS_2