Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
47.


__ADS_3

Christian berhasil membawa Keyzia kembali ke rumahnya, Keyzia tertidur karena kelelehan di sepanjang perjalanan. Fisiknya yang baru saja sehat, membuatnya lebih cepat lelah dan mengantuk.


Saat tiba di kediaman keluarga Manuella, Christian menggendong Keyzia menuju kamarnya. Semua orang sudah tertidur, sebab Christian tiba pada dini hari. Hanya tuan Manuella dan Gustav asistennya yang masih terjaga, menunggu kepulangan Christian.


"Apa dia tidur Nak?" tanya tuan Manuella menyambut anak dan menantunya.


"Dia tidur selama perjalanan, saat ini menurut dokter dia mudah lelah. Jadi aku tidak mau memaksanya untuk mengingat semuanya, biarkan semua berjalan secara alami." tutur Christian.


"Baiklah, bawa dia ke kamar." ucap tuan Manuella.


Christian membawa, istrinya ke kamarnya. Ia membaringkan Keyzia perlahan di ranjang, kemudian menyelimutinya. Christian masuk ke kamar mandi, ia mandi dan membersihkan diri.


Sesaat kemudian ia keluar dari kamar mandi, memakai piyama tidurnya kemudian naik dan berbaring di sebelah Keyzia. Christian memeluk Keyzia dari belakang, menghirup aroma tubuh istri yang telah lama ia rindukan.


***


Keesokan harinya, Keyzia membuka matanya. Ia menatap sekeliling ruangan dimana dia berada, Keyzia memutar badannya, matanya beradu dengan mata milik Christian.


Christia tersenyum saat menatap wajah cantik Keyzia.


"Selamat pagi." sapa Christian sembari mengecup kening Keyzia.


Mata Keyzia membulat saat Christian mencium keningnya.


"Kamu terkejut?" tanya Christian.


Keyzia mennganggukan kepalanya


"Sebelumnya, setiap pagi setelah bangun tidur. Kamu selalu memberikan aku kecupan selamat pagi, kamu bilang itu sebagai penyemangat pagi." ungkap Christian.


"Benarkah?" tanya Keyzia ingin tahu.


"Tentu saja ... tapi mulai sekarang, aku yang akan memberikanmu morning kiss setiap kamu membuka mata." ungkap Christian menarik Keyzia mendekat padanya dan memeluknya erat.


Keyza tersenyum, entah mengapa ada rasa damai dihati Keyzia saat berada di dalam pelukan Christian. Mungkin tidak ada salahnya jika ia mulai mempercayai Christian.


"Apa kamu begini seharian?" tanya Christian.


"Hah?" Keyzia menatap Christian polos.


"Aku tidak akan keberatan jika terus seperti ini, tapi apa kamu tidak ingin bertemu dengan J dan Jessy?" ucap Christian.


"Ayo kita bangun dan menyapa mereka." ajak Keyzia beranjak dan keluar dari pelukan Christian.


"Berikan aku ciuman sebagai hadiah penyemangat pagi." ucap Christian sembari menahan lengan Keyzia.


"Aah ... " Keyzia kembali melongo.


"Berikan aku sedikit disini." tunjuk Christian di bibirnya.


Keyzia menatap wajah Christian kemudian mengulurkan tangannya untuk memeluk Christian. Christian bangkit dan membalas pelukan istrinya. Keyzia mengecup lembut dan kilat bibir Christian.

__ADS_1


Christian tersenyum, kemudian kembali memeluk Keyzia.


"Sekarang ... bisa kita keluar dan menemui J dan Jessy?" tanya Keyzia.


"Baiklah, kita mandi dulu. Kamu duluan atau aku duluan? Atau kamu ingin kita mandi bersama?" goda Christian.


"Tidak, aku duluan saja." jawab Keyzia sembari berlari masuk ke kamar mandi.


Christian tertawa melihat ulah istrinya.


"Aku harap ini akan menjadi awal yang bahagia untuk keluarga kita Key." gumam Christian.


****


Christian membawa Keyzia turun kebawah, di meja makan tuan Manuella, J dan Jessy sedang menunggu mereka.


"Mom ... " teriak Jessy sembari belari saat melihat Keyzia turun dari tangga. J pun ikut berlari menyusul Jessy yang telah memeluk Keyzia.


"Mom, aku merindukan mu." seru Jessy sembari memeluk Keyzia.


Keyzia menoleh ke arah Christian dan menatapnya. Christian menganggukan kepalanya dan tersenyum. Keyzia pun membalas pelukan Jessy, disusul J yang juga memeluk Keyzia di belakang Keyzia.


"Mom ... mommy kemana saja, kami merindukannmu." ungkap J.


"Sekarang mommy tidak akan pergi lahi, dan akan selalu bersama kita. Iya kan, mom?" ucap Christian menatap Keyzia.


Keyzia menganggukan kepalanya dan tersenyum, sembari memeluk J dan Jessy.


J dan Jessy tidak mau jauh dari Keyzia, kerinduan yang kemarin mereka rasakan kini terbayar sudah. J pun mulai membuka diri untuk dekat dengan Christian, sesekali ia terdengar memanggil Christian dengan sebutan daddy.


"Aku akan ke kantor, kamu tidak masalah jika aku tinggal bersama anak-anak?" tanya Christian saat akan pamit pada Keyzia.


Keyzia menggeleng, "Aku tidak apa-apa, apa kau akan lama di kantor?"


"Mungkin seharian, kalau tidak ada meeting, atau mungkin juga hingga larut malam. Ada apa, apa kau mulai merindukan ku?" goda Christian sembari tersenyum.


"Bukan seperti itu ... aku takut anak- anak akan merasa bosan jika terus bermain bersamaku." ujar Keyzia.


Christian mendekati Keyzia dan menangkup wajahnya, kemudian mengecup dahinya.


"Kamu jangan takut, aku yakin mereka pasti senang bermain bersama mu." jawab Christian.


Keyzia memegang dasi Christian dan mulai memasangkannnya, dengan cekatan Keyzia memasangkan dasi.


"Kami hebat sekali sayang, hasilnya rapi sekali." puji Christian.


"Entahlah, aku merasa aku pernah melakukannya." jawab Keyzia.


"Sayang ... dulu setiap pagi selain memberikan ciuman penyemangat, kamu juga menyiapkan semua keperluanku. Kamu juga yang melayani aku dan anak- anak." ungkap Christian memeluk Keyzia.


"Bantu aku ... bantu aku mengingat kembali semuanya, bantu aku mengembalikan ingatanku, agar aku tau bagaimana aku sebelumnya." pinta Keyzia terisak dalam pelukan Christian.

__ADS_1


"Kamu tenang ya, jangan memaksakan diri. Aku akan selalu ada di belakangmu, menemani kamu." hibur Christian.


Mereka pun larut dalam pikiran masing-masing.


"Aku ke kantor dulu ya." ucap Christian buka suara.


"Aku antar ya." pinta Keyzia.


"Tentu saja, itu juga salah satu kebiasaan kamu." ucap Christian mengecup hidung Keyzia.


Mereka pun keluar dari kamarnya, Keyzia mengantar suaminya hingga masuk dalam mobilnya.


Setelah mobil yang membawa Christian lenya, barulah Keyzia masuk ke dalam.


...


Ben mengetahui jika saat ini Christian telah berhasil menemukan Keyzia dan membawanya pulang.


"Berengsek, mengapa sukar sekali aku menjalankan rencanaku." gerutu Ben kesal.


Ben masih selalu mengawasi Keyzia dan keluarganya. Ia masih ingin memiliki Keyzia, ia tidak akan membiarkan siapa pun yang memiliki Keyzia.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun merebut apa yang seharusnya jadi milikku, dan aku akan merebut kembali apa yang terlepas dari tanganku. Aku tidak akan membiarkan kau hidup bahagia Chris, sebab Keyzia hanya milikku, milik ku." gumam Ben.


....


"Rey, majukan meeting sore jadi siang ini." perintah Christian.


"Baik Tuan," jawab Reymond.


"Aku ingin pulang cepat, aku ingin menemani keluargaku." lanjut Christian.


"Saya mengerti tuan." ucap Reymond undur diri.


"Aku terlalu bahagia saat ini, hingga aku tidak bisa jauh lagi dari keluargaku. Aku harap ini adalah awal dari kebahagian keluarga ku." gumam Christian.


"Boleh aku menemanimu disini?" tawar Keyzia pada tuan Manuella yang sedang duduk sendiri di taman.


"Duduklah Nak, aku memang terkadang kesepian." jawab tuan Manuella.


"Apa aku selalu menemanimu dulu?" tanya Keyzia.


"Terkadang." jawab tuan Manuella.


"Terkadang?" Keyzia bingung.


"Kau dan Christian beserta anak-anak, jadi kalian hanya datang sesekali, dan kau yang selalu menemaniku." ucap tuan Manuella.


Sesuai permintaan Christian, Keyzia hanya boleh tahu jika hubungan Christian dan Ayahnya baik-baik saja. Christian tidak ingin Keyzia jadi sedih.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2