Mengejar Cinta Sang Asisten

Mengejar Cinta Sang Asisten
55.


__ADS_3

Prank!


"Bocah sialan," Ben membanting jam tangan milik J, ke lantai. Benda itu hancur berserakan. "Kau kira aku bodoh, hingga dapat kau tipu. Tunggu saja, jika daddy berengsekmu itu tidak mau menukarmu dengan istrinya. Aku pastikan akan menyiksamu habis-habisan," umpat Ben kesal.


J mendengar ucapan Ben, ia pun segera mendekati Jessy dan mencoba untuk berbicara padanya serta memberikan saudarinya pengertian.


"Jessy, ayo kita bermain kuis?" ajak J.


"Baiklah ayo!" sahut Jessy.


"Jessy, kau tau mengapa kita ada disini?" J mencoba memberikan pertanyaan pada Jessy.


Jessy suka sekali dengan pertanyaan yang bersifat misteri dan teka teki.


"J, kau kan tau kita disini sebab uncle Ben ingin mengajak kita untuk bertemu mommy," jawab Jessy polos.


"Jessy, uncle Ben tidak sebaik yang kita kira," ucap J.


"Maksudmu?" tanya Jessy bingung.


"Jessy, sebenarnya kita ini sedang diculik oleh uncle Ben," J mulai bercerita pada Jessy tentang siapa Ben sebenarnya dan mengapa mereka berada disini.


"Jadi maksudmu kita harus bersikap tenang dan biasa saja terhadap uncle Ben, agar dia tidak curiga kalau kita sudah mengetahui rencananya," tutur Jessy.


"Kau memang pintar Jessy," puji J, dan Jessy pun tersenyum.


"Baiklah, aku akan mengikuti permainanmu," cetus Jessy terenyum.


***


Christian kalamg kabut saat mengetahui, dari anak buahnya jika mereka kehilangan jejak J dan Jessy.


"Cepat terus cari. Rey, cepat perintahkan orang-orang kita untuk mengepung tempat itu dan aku akna segera menyusul kesana," seru Christian dengan sengiy. Ia pun meraih jas nya kemudian berjalan keluar.


"Seandainya aku lebih dulu bergerak, mungkin ini tidaka akn jadi seperti ini. J, Jessy, daddy akan datang sayang," gumam Christian.


Mobil Chriatian melaju dengan kecepatan tinggi, menuju ke tempat dimana kedua anaknya disekap.


...


Sementara itu Ben, sudah curiga pada orang-orang yang berada diluar gedung tempatnya bersembunyi.


"Aku yakin, itu adalah orang-orang Christian, anak sialan itu pasti telah memberitahu pada daddynya tempat ini. Aku tidak menyangka jika anak itu begitu pintar, pantas saja ia begitu tenang. Aku terlambat menyadari kepintarannya," gumam Ben.


Ia pun segera menelpon Marina dan memberitahunya kalaunia akan membawa kedua anak ini ke tempar lain.


"J, Jessy, ayo ikut uncle!" ajak Ben.


Kedua anak itu saling berpandangan, mereka pun menganggukan kepalanya.


Ben pun membawa mereka melalui jalan belakang, disana mobil telah menunggu.


J memberikan kode pada Jessy.

__ADS_1


"Uncle, kita akan ke mana?" tanya Jessy.


"Kita akan jalan-jalan ke villa milik teman uncle," jawab Ben.


Mereka kembali menganggukan kepalanya, kali ini Ben memperhatikan setiap pergerakan mereka. Ben tersenyum licik dan berkata dalam hati, jika kali ini mereka tidak akan diberikan Ben kesempatan sedikit pun untuk bisa lepas dari pantauan Ben.


Mereka pun masuk ke dalan mobil, dan melaju meninggalkan tempat mereka sebelumnya.


....


Christian dan orang-orangnya tiba di tempat semula, Christian memberikan perintah untuk mengepung tempat itu, dan sebagian ikut bersamanya masuk ke dalam.


"Mereka sudah tidak disini tuan," lapor salah satu dari anak buah Christian.


"Shiit," umpat Christian. "Dia lebih dulu dari kita," lanjut Christian.


Tiba-tiba terdengar suara ponsel Christian berdering, ia pun segera menjawab teleponnya.


"Hallo," jawab Christian.


"Aku yakin, saat ini kau pasti sudah berada dirumah itu kan, tapi sayangnya aku selangkah lebih dulu darimu," ucap Ben.


"Kembalikan anakku," bentak Christian.


"Aku akan mengembalikan mereka, jika kua mau menukarnya," ucap Ben.


"Apa mau mu?" tanya Christian.


"Kau bisa mendapatkan kedua anakmu kembali, dengan syarat kau harus menyerahkan Keyzia padaku," jawab Ben.


"Terserah, keputusan ada ditanganmu. Aku memberikanmu waktu dua hari untuk memikirkannya," Ben menutup telponnya.


Christian mengumpat kesal, ia tidak mungkin menuruti permintaan Ben. Christian akan mencoba melakukan negosiasi pada Ben. Ia akan menawarkan kebebasan dan akan memberikan setengah dari saham miliknya pada Ben.


Tanpa di duga Ben menolaknya, ia masih menginginkan Keyzia. Ia begitu berbisi dan terobsesi dengan sosok Keyzia sejak ia mengenal Keyzia pertama kalinya.


Tapi Keyzia adalah milik Christian, istri dan Ibu dari anak-anaknya. Ia tidak akan menyerahkan begitu saja, bahkan Christian sanggup memberikan semua miliknya hanya untuk bisa bersama Keyzia.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tidak mungkin menukar Keyzia dengan anak-anakku. Dengan apa aku harus menjawab setiap pertanyaan yang mereka lontarkan kepadaku," gumam Christian sambil mengusap kasar wajahnya.


"Aku harus mencari cara untuk membujuk Ben, aku akan menyerahkan salah satu perusahaan milikku yang ada di Belanda padanya," lanjut Christian.


Christian pun keluar dari ruang kerjanya, tanpa dia sadari Keyzia telah mendengar ucapannya dari balik pintu.


Keyzia pun memutuskan untuk mengikuti Nathan, ke kantornya.


****


Ben tidak bisa lagi menahan amarahnya, kali ini bukan ke dua anak itu yang jadi penyebab amarah Ben memuncak. Tapi, Christianlah yang membuat Ben murka.


"Brengsek kau Chris, kau kira aku bodoh. Aku tidak akan menukar apapun untuk anak-anak ini selain Keyzia," umpat Ben.


J hanya memperhatikan dan mendengar omelan Ben dari balik dinding.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus lebih keras lagi padamu Chris, aku tidak akan berbelas kasihan lagi. Aku akan menunjukan sikap asli ku pada mereka, aku bosan hidup dalam kepura-puraan mejadi orang baik," gumam Ben.


***


Keyzia tiba di kantor suaminya dan langsung menuju ruangannya.


Ceklek!


"Sayang kamu disini?" tanya Chrisian kemudian berdiri menghampii Keyzia dan menyambutnya dengan pelukan dan ciuman.


Christian membawa Keyzia masuk kedalam dan duduk di sofa.


"Kenapa kau ke sini, apa da hal yang penting?" tanya Christian lembut sembari membelai lembut pipi istrinya.


"Apa yang lebih penting dari masalah kedua anak ku Chris," jawab Keyzia lirih.


"Kamu jangan khawatir, aku sudah mengerahkan semua anak buahku untuk mencari Ben,"


"Sampai kapan Chris, sampai kapan kamu akan membohongi aku?" tanya Keyzia menatap suaminya.


"Sayang, apa maksud kamu?" balas Christian.


"Sudah cukup Chris, kamu jangan bersandiwara lagi. Aku sudah mendengar semua pecakapan kamu dan Ben, Ben ingin menukarkan aku dengan mereka kan?" ucap Keyzia.


Christian terdiam termagu, ia pun akhirnya mengakuinya.


"Baiklah aku akan jujur padamu," jawab Christian lembut dan menggenggam tangan istrinya. Christian pun kemudian bercerita pada istrinya tentang permintaan Ben, agar Christian mau menukar istrinya dengan anak-anaknya.


"Apa yang harus aku lakukan sayang, aku tidak mungkin menukarkanmu dengan anak-anak, dan aku juga tidak mau membiarkan anak-anak ku berada ditangan Ben," tutur Christian.


Keyzia terdiam, ia merasa bersalah karena salah paham pada suaminya.


"Aku sudah mencoba melakukan negosiasi dengan Ben, tapi dia tetap ngotot dengan pendiriannya. Aku juga akab menawarkan perusahaanku yang ada di Belanda untuknya, tapi dia menolak," ungkap Christian.


Mereka pun terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing. Tiba-tiba Reymond masuk dan memecah lamunan mereka.


"Maaf, aku kira tidak ada nyonya. Aku akan kembali lagi nanti," Reymond ingin menutup pintu kembali, namun ditahan Christian.


"Masuklah Rey, tidak ada rahasia yang sedang kami bicarakan," ucap Christian.


Reymond pun kembali masuk dan duduk bersama pasangan suami istri yang sedang bersedih itu.


"Ada apa Rey, apa ada hal penting yang ingin kau bicarakan?" tanya Chriatian.


"Begini Chris, aku punya rencana," ujar Rey memulai pembicaraan.


"Rencana, rencana apa?" timpal Christian lagi.


"Bagaimana kalau kita menjebak Ben?" seru Reymond.


"Maksudmu?" Christian kembali bertanya.


"Begini..." Reymond pun kemudian menjelaskan rencananya untuk menjebak Ben, dan mengambil si kembar kembali dari tangan Ben.

__ADS_1


Christian dan Keyzia tampak paham dan setuju dan mendukung rencana Reymond.


bersambung.


__ADS_2