
Christian pergi menemui Tuan Manuela setelah ia menerima telepon dari Gustaf, Christian pun berpesan pada Keyzia untuk tidak kemana-mana sampai ia kembali.
Christian masuk kedalam ruangan dan disana telah juga telah hadir Tuan Santibanez, calon mertua Christian. Setelah menyapa tamunya ia pun ikut duduk.
"Kau tau kenapa kau kupanggil kemari?" ucap Tuan Manuela memulai pembicaraan.
Christian diam tidak bergeming, ia masih menunggu ucapan lanjutan dari Tuan Manuela.
"Tunangan mu, Marina mendapat laporan dari salah satu temannya yang melaporkan bahwa kau masih menjalin hubungan dengan gadis itu."
Christian masih tidak bergeming, ia masih terus menunggu hingga Tuan Manuela selesai bicara.
"Aku hanya ingin kepastian dari mu Chris, apa kamu ingin melanjutkan hubungan ini atau tidak. Aku sangat menyanyangi putriku, dan aku akan melakukan apa pun untuk memuluskan jalan putriku dan aku juga tidak akan segan untuk menyingkirkan penghalangnya." ucap Tuan Santibanez.
"Apa kau bisa menjelaskan semua ini Chris?" tanya Tuan Manuela.
Christian memijit pangkal hidung nya.
"Bukannya kalian tau, kalau dari pertama aku tidak pernah menyetujui hubungan ini. Kalianlah yang memaksakan kehendak kalian, aku tidak bisa memaksakan diriku untuk menerima rencana kalian." sanggah Christian.
"Jadi sekarang apa mau mu?" tanya Tuan Santibanez mulai tersulut emosi mendengar penuturan Christian.
"Terserah apa mau kalian, jika kalian tidak suka maka kalian tinggal membatalkan semuanya, dan membebaskan aku." jawab Christian santai dan pergi keluar dari ruangan itu.
"Tuan Manuela apa begini cara mu mendidik putra mu?" ujar Tuan Santibanez.
"Tenang Tuan Santibanez, jika anda masih berkenan saya akan kembali membujuknya. Christian ini sangat keras kepala, ia tidak bisa dikeraskan. Dia adalah sebagian cerminan dari diriku." tutur Tuan Manuela.
.....
Tanpa Christian ketahui Marina pergi menemui Keyzia di apartemennya.
Ting.... Tung....
Dengan terburu Keyzia membuka pintu.
"Kamu balik lagi Chris...." mata Keyzia membulat terkejut saat melihat siapa yang ada di hadapannya.
"Kenapa, kamu kecewa setelah tau yang datang bukan Christian?" tanya Marina ketus.
"Tidak juga..." jawab Keyzia santai.
"Dasar tidak tau malu. Berani-berani nya kau merayu Christian, asal kau tau Christian itu tunangan ku, calon suami ku."
__ADS_1
Bukan Keyzia namanya jika tidak bisa menangani gadis arogan seperti Marina.
"Oh... begitu, tapi Christian tidak pernah bilang kalau dia bertunangan dengan mu, dan aku juga tidak pernah melihat Christian menggunakan cicin di jarinya."
"Kau..."
"Apa! mau buat onar disini? Silahkan." ujar Keyzia menantang Marina.
"Aku akan pastikan kau akan menyesal sudah berurusan dengan ku." Marina pergi meninggalkan apartemen Keyzia.
Keyzia kembali masuk kedalam dan mengunci pintu, Keyzia menghela napas panjang dengan kesal. Keyzia duduk untuk menenangkan diri.
Sejujurnya Keyzia sedih dengan semua ucapan Marina tadi, ia benar tidak seharusnya Keyzia mengusik hubungan mereka. Tapi tidak bisa Keyzia pungkiri rasa cintanya pada Christian begitu besar, hingga ia tidak mungkin bisa untuk lepas dan jauh dari Christian.
Keyzia mengusap kasar wajahnya, ia kembali nerenung dan bertanya pada dirinya sendiri. Apa ia pantas mempertahankan hubungannya bersama Christian.
Ditengah dilema yang melanda dirinya, ia dikejutkan oleh suara bel pintu yang tiba-tiba berbunyi.
Dengan enggan Keyzia beranjak dari duduknya dan membuka pintu.
Ceklek....
"Chris...." ucap Keyzia terkejut melihat kedatangan Christian dengan wajah kusut.
Christian berjalan masuk dan diikuti oleh Keyzia yang berada dibelakangnya.
"Ada apa Chris?" tanya Keyzia mengusap punggung Christian.
Christian meletakan kepalanya diceruk leher Keyzia, dan sesekali mengecupnya.
"Maafkan aku Key."
"Maaf untuk apa Chris?" tanya Keyzia.
Christian pun mulai bercerita pada Keyzia bahwa ia akan menikah dalam kurun waktu satu minggu kedepan, Keyzia begitu terkejut tapi ia berusaha tenang agar Christian dapat melanjutkan ceritanya.
Keyzia melepaskan pelukan Christian, kemudian menangkup wajah pemuda itu.
desa
Sempurna.
Satu kata yang pantas Keyzia berikan untuk Christian, dengan inisiatif sendiri Keyzia mengecup bibir tipir Christian.
__ADS_1
Mengecup dan ******* bibir Christian, Christian terkejut dengan sikap Keyzia yang mulai berani memancing nya.
Christian mengendur kan dasinya, dan kini ia yang menguasai permainan. Christian mendorong tubuh Keyzia dan menekannya, sesaat kemudian Christian menghentikan permainannya.
"Maafkan aku Key, aku hampir hilang kendali." ia mengecup kening Keyzia.
Gadis itu tersenyum dan mengecup hidung mancung Christian, kemudian memeluknya.
"Apa yang harus aku lakukan Chris, aku semakin tidak bisa jauh dari mu. Aku mencintaimu Chris, tapi disatu sisi kau juga milik orang lain. Aku seperti menjadi orang jahat dengan merebutmu dari tangan wanita lain, tapi aku tidak bisa membohongi hati dan jiwa ku Chris, kalau aku juga berhak memilikimu. Kau yang aku perjuangankan selama ini, aku rela bertahun-tahun untuk bisa bersama mu seperti saat ini." guma Keyzia dalam hati.
Keyzia masih menatap Christian dalam, ia menarik Keyzia untuk duduk dan memeluk nya.
"Apa yang kamu pikirkan, hemmm." tanya Christian.
"Aku sedang memikirkan bagaimana kalau kita, mengakhiri semua ini."
Christian terkejut dan melepaskan pelukannya.
"Apa maksudmu Key?"
"Ya Chris, sebaiknya kamu kembali kepada tunanganmu dan menikahi nya. Dan biarkan aku yang pergi jauh dari mu, aku akan mengalah untuk nya." tutur Keyzia tulus.
"Tidak Key!!! Apa maksudmu kamu akan membiarkan aku menikah dengan orang yang tidak aku cintai, apa kamu pikir aku akan bahagia Key?"
"Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu Chris, lambat laun kamu juga akan menerimanya sama seperti saat kamu mulai membuka hatimu untuk ku Chris."
"Tidak akan pernah Key!" sanggah Christian. "Hatiku tidak akan pernah menerima wanita lain selalin kamu Key, dan jika kamu berani pergi dari ku, maka aku akan mencarimu hingga keujung dunia sekalipun."
"Tapi Chris."
"Cukup Key, jangan bahas lagi." Christian berjalan menjauh dari Keyzia. "Dan aku ingatkan sekali lagi, jangan pernah berpikir untuk pergi dari ku Key, karena aku tidak akan membiarkan itu sampai terjadi." Christian meninggalkan Keyzia dan masuk ke dalam kamar mandi.
Keyzia menarik napasnya, ia pun sebenarnya merasakan apa yang saat ini Christian rasakan. Ia tidak bisa jauh dari Christian, tapi ia juga tidak mau egois.
"Akan ada masa nya, yang mengharuskan aku pergi darimu Chris." ucap Keyzia.
....
Beberapa hari kemudian, Tuan Manuel sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Christian, tapi hingga tinggal menghitung hari Christian tidak pernah muncul dihadapannya. Menurut laporan Gustaf, Christian tidak pernah absen untuk ke kantor, tapi ia selalu langsung pulang jika jam kantor selelsai. Dan Christian tidak pernah meninggalkan pekerjaannya dikantor.
"Sepertinya aku sendiri yang akan menemui gadis itu." ucap Tuan Manuela.
"Apa tidak sebaiknya anda tidak melakukannya Tuan, sebab jika sampai Tuan Christian tahu maka akan fatal akibatnya." ucap Gustaf.
__ADS_1
"Aku akan melakukannya dengan cara ku Gustaf, tidak akan ada yang menyadarinya termasuk Christian sendiri."
Bersambung